Anda di halaman 1dari 33

STRUMA

Oleh :Ni Putu Tika Pradnyandari


Pembimbing : dr.Bambang Praseno Sp.B

Anatomi Kelenjar
Tiroid
Kelenjar tiroid terdiri atas
lobus kanan dan kiri yang
dihubungkan oleh isthmus
yang sempit.
Kelenjar tiroid berada
dibagian anterior leher,
disebelah ventral bagian
caudal laring dan bagian
cranial trakea, terletak
berhadapan
dengan
vertebra C5-7 dan vertebra
T1

Anatomi Kelenjar
Tiroid
Vaskularisasi kelenjar tiroid
adalah a. Tiroid superior,
a.tiroid inferior, dan kadangkadang
a.thyroidea
ima.
Arteri-arteri
ini
saling
beranastomosis dengan luas
dipermukaan kelenjar.
Sedangkan vena-vena dari
glandula thyroidea adalah
vena thyrodea superior, yang
bermuara ke v. Jugularis
interna, vena thyroid media
yang bermuara ke v. Jugularis
interna dan v. Thyroidea
inferior yang menampung
darah dari isthmus dan kutub
bawah kelenjar.

Fisiologi Kelenjar Tiroid


Kelenjar tiroid yang terletak tepat dibawah kedua sisi
laring dan terletak disebelah anterior trakea,
mensekresi dua macam hormon yang bermakna,
yakni tiroksin dan triiodotironin, yang biasanya
disebut T4 dan T3, yang sangat mempengaruhi
kecepatan metabolisme tubuh. Kelenjar ini juga
mensekresi kalsitonin, yang sangat berguna untuk
metabolisme kalsium.

Definisi Struma

Goiter atau struma atau gondok adalah suatu


keadaan pembesaran kelenjar tiroid apapun
sebabnya.

Struma
Pembesaran kelenjar tiroid dapat
disebabkan oleh:

2. Inflamasi atau infeksi kelenjar tiroid


Tiroiditis akut
Tiroiditis sub-akut (de Quervain)
Tiroiditis kronis (Hashimotos disease
dan struma Riedel)

1. Hiperplasi dan hipertrofi dari kelenjar


tiroid
3. Neoplasma
Setiap organ apabila dipacu untuk
Neoplasma jinak (adenoma)
bekerja lebih berat maka akan
Neoplasma ganas (adenocarcinoma) :
berkompensasi dengan jalan
papiliferum,folikularis, anaplastik
hipertrofi dan hiperplasi. Demikian
pula dengan kelenjat tiroid pada saat
masa pertumbuhan atau pada kondisi
memerlukan hormon tiroksin lebih
banyak, misal saat pubertas, gravid
dan sembuh dari sakit parah.
1. Non toxic goiter: difus, noduler
2. Toxic goiter: noduler (Plummers
disease), difus (Graves disease)/Morbus
Basedow

Graves Disease (Struma Difusa Toxic)


Penyakit Graves lazim juga disebut penyakit
Basedow
penyakit graves merupakan sindrom autoimun
sistemik
Gx klinis: adanya trias basedow
Struma difus (bergerak saat menelan)
Hipertiroid
Exopthalmus

1.

Gambaran Klinis

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

Gugup, mudah tersinggung,


gelisah,emosi tidak stabil, insomia
Eksoftalmus
Gondok
Palpitasi, takikardi
Nafsu makan meningkat
Diare
Tremor (jari tangan dan kaki)
Kelelahan otot
Oligomenore/amenore
Telapak tangan lembab dan panas
Berat badan menurun
Denyut nadi kadang tidak teratur
karena fibrilasi atrium, pulsus seler
Dipsnue
Berkeringat

Graves Disease
Pemeriksaan Penunjang:
Peningkatan T3, T4 sedangkan TSH akan
menurun
65% terdeteksi TRab (TSH rec. antibody)
RAI : uptake iodine tinggi

Graves Disease
Penatalaksanaan
Pengendalian hipertiroid (PTU /Karbimazol)
Ablasio dengan yodium radioaktif
Pembedahan dilakukan jika terapi medikamentosa
gagal dan ukuran tiroid besar.

Plummers disease (Struma nodusa toksik)


Struma nodusa toksik adalah pembesaran
kelenjar tiroid pada salah satu lobus yang
disertai dengan tanda-tanda hipertiroid
Pembesara noduler terjadi pada usia dewasa
muda sebagai suatu struma yang nontoksik
yang dimana apabila tidak diobati dalam 1520 tahun dapat menjadi toksik
Penyakit ini pertama kali dibedakan dengan
penyakit grave oleh plummer

Gejala Klinis

Sama dengan gejala


dari hipertiroid seperti
tidak tahan terhadap
panas,
sering
berkeringat, berdebardebar, tremor halus,
kesusahan
tidur,
peningkatan
heart
rate, diare, terjadi
perubahan sikap pada
anak-anak, nervous

Plummers disease
Pemeriksaan penunjang :
T3&T4 meningkat, TSH menurun

Tata laksana :
Pengendalian hipertiroid (PTU /Karbimazol)
Ablasio dengan yodium radioaktif
Pembedahan dilakukan jika terapi medikamentosa
gagal dan ukuran tiroid besar

Struma difus non-toksik


Struma difus non-toksik merupakan suatu
pembesaran kelenjar tiroid yang berbentuk
difus dan tidak disertai gejala-gejala
hipertiroid.
Seringkali disebabkan karena kekurangan
intake yodium dan faktor herediter
Seringkali pada penderita struma difus nontoksik tidak mengalami keluhan apapun, yang
dikeluhkan seringkali karena alasan kosmetik.

Struma nodus non-toksik


Struma nodus non-toksik dibagi menjadi
uninodusa dan multinodusa.
Sekitar 5% mengalami degenerasi maligna.
Gx klinis :Benjolan bergerak saat menelan,bisa
terdapat gangguan pernapasan dan penyempitan
trakea.
Tata laksana :
Supresi hormon tiroid atau pemberian hormon tiroid
(tidak berguna pada struma nodusa yg berlangsung
lama)
Operasi sesuai indikasi

Karsinoma Tiroid

Adenokarsinoma papiler
Adenokarsinoma folikuler
Adenokarsinoma medular
Adenokarsinoma anaplastik
Tumor sel hurtle

Adenokarsinoma papiler
80-85% dari keganasa tiroid
Insiden : tertinggi pada usia 40-49thn
Gx klinis : tumor tidak berkapsul, berbatas
tegas dengan jaringan tiroid normal, kadang
didapatkan gambaran kistik, kalsifikasi, atau
osifikasi. Delapan persen multisentris dan
sering didapatkan pada kedua lobous.
Sebagian besar disertai pembesaran kelenjar
getah bening regional di leher

Adenokarsinoma folikuler
5-20% dari keganasa tiroid
Tidak ada gejala, tapi Kadang ditemukan
adanya tumor soliter besar di tulang seperti di
tengkorak atau humerus yang merupakan
metastase jauh dari adenokarsinoma folikut
yang tidak ditemukan karena kecil (occult)
Tata laksana :
Tiroidektomi total
Pemberian yodium radioaktif

Adenokarsinoma medular

5-10% dari keganasan tiroid


Insiden : sering diatas 40 tahun
Gx : Tumor padat ,berbatas tegas, bilateral.
Memproduksi kalsitonin (dilakukan
pemeriksaan kalsitonin darah sebelum dan
sesudah perangsangan dengan suntikan
pentagastrin)

Adenokarsinoma anaplastik
5-15% dari keganasan tiroid
Insiden : sering ditemukan pada dekade 6 dan 8
Berawal dari pembesaran kelenjar tiroid yang
sudah ada dalam waktu lama, tiba-tiba membesar
dengan cepat disertai nyeri yang menjalar ke
telinga dan suara parau karena bersifat invasif dan
progresif cepat.
Tata laksana : radiasi eksternal dengan atau tanpa
pemberian kemoterapi antikanker (doksorubisin)
Prognosis buruk (sebagian besar meninggal satu
tahun setelah terdiagnosis)

Tiroiditis
Tiroiditis diklasifikasi sebagai :
Akut
: sering karena infeksi
Stapphylococcus aureus .
Subakut : Tiroiditis de quervain (infeksi virus
saluran napas)
Kronik : Tiroiditis hashimoto & riedel

Tiroiditis Akut
Sering disebut acute diffuse tiroiditis atau
acute non supurative tiroiditis
Etio
: virus dan bakter (seringkali karena
Staphylococcus aureus .
Gx : Demam , malaise, nyeri pada tiroid yang
membesar.
Tx : Antibiotik

Tiroiditis de quervain
Merupakan tiroiditis sub-akut
Etiologi :Infeksi virus
Gx klinis : Nyeri sangat pada tiroid, tiroid sedikit
membesar, disertai dengan gejala dan tanda
sistemik.mereda setelah beberapa minggu tetapi
sering kambuh kembali.umumnya eutiroidisme
tapi pada tahap akut menjadi hipertiroidisme.
Tata laksana :
Salisilat untuk menghilangkan nyeri
Kortikosteroid untuk akut

Tiroiditis hashimoto
Merupakan tiroiditis kronik
Insiden
: banyak pada wanita usia dewasa
Gx :
Pembesaran bisa +/Jika terjadi pembesaran :
Padat
Nyeri tekan
Pada awalnya eutiroidisme kemudian berubah secara bertahap menjadi
hipotiroidisme.

DD : KARSINOMA
Tata laksana :
Pemberian substansi tiroid
Bedah paliatif dan simptomatik

Tiroiditis Riedel
Merupakan tiroiditis kronik
Kelenjar tiroid menjadi keras sehingga disebut
struma kayu , susah membedakan dengan
adenokarsinoma anaplastik. Diagnosis hanya
dapat ditentukan dengan biopsi insisi.
mengakibatkan kompresi trakea sehingga
kadang membutuhkan dekompresi dengan
pembelahan istmus atau istmektomi

Anamnesa
Selain hal-hal yang mendukung terjadinya struma
akibat keradangan atau hiperplasi dan hipertrofi,
maka perlu juga ditanyakan hal-hal yang diduga
ada kaitannya dengan keganasan pada kelenjar
tiroid, terutama pada struma uninodusa
nontoksika
untuk mengetahui adanya gangguan fungsi pada
penderita struma, maka harus ditanyakan dan
diperikasa hal-hal yang mendukung adanya
hipertiroid

Pemeriksaan Fisik

sistematis (urut dari atas ke bawah),


simetris (bandingkan kanan dan kiri),
simultan (kanan dan kiri bersamaan).
Secara rutin harus dievaluasi juga keadaan
kelenjar getah bening lehernya, adakah
pembesaran, dianjurkan penderita membuka
bajunya.

Pemeriksaan Fisik
Pada pemeriksaan fisik nodul harus dideskripsikan:
lokasi: lobus kanan, lobus kiri, ismus
ukuran: dalam sentimeter, diameter panjang
jumlah nodul: satu (uninodosa) atau lebih dari satu
(multinodosa)
konsistensi: kistik, lunak, kenyal, keras
nyeri: ada nyeri atau tidak pada saat dilakukan palpasi
mobilitas: ada atau tidak perlekatan terhadap trakea,
muskulus sternokleidomastoideus
pembesaran kelenjar getah bening di sekitar tiroid: ada
atau tidak

Pemeriksaan penunjang :
Laboratorium
Radiologi
USG
CTscan & MRI
Sidik tiroid
FNAB

Teknik Oprasi

Isthmulobectomy , mengangkat isthmus


Lobectomy, mengangkat satu lobus, bila subtotal sisa 3 gram
Tiroidectomi Total, semua kelenjar tiroid diangkat
Tiroidectomy subtotal bilateral
Mengangkat sebagian besar tiroid lobus kanan dan sebagian kiri, sisa
jaringan 2-4 gram dibagian posterior untuk mencegah kerusakan
parathyroid atau syaraf reccurent laryngeus. Biasanya dilakukan
pemeriksaan Frosen section
Near Total tiroidectomi
Isthmulobectomy dextra dan lobectomy subtotal sinistra dan sebaliknya,
sisa jaringan tiroid 1-2 gram. Mengangkat semua nodi yang terlibat
RND (Diseksi Neck Radikal)
Mengangkat seluruh jaringan limfoid pada leher sisi yang bersangkutan
dengan menyertakan n. assesorius , v.jugularis eksterna dan interna, m.
sternocleidomastoideus dan m.omohyoideus dan kelenjar ludah
submandibularis dan tail parotis

Indikasi Oprasi
1. Pembesaran kelenjar thyroid dengan gejala
penekanan berupa :
Gangguan menelan
Gangguan pernafasan
Suara parau

2. Keganasan kelenjar thyroid


3. Struma nodus dan diffusa toxica
4. Kosmetik

Kontra Indikasi Oprasi


1. Struma toksika yang belum dipersiapkan
operasi
2. Struma dengan dekompensasi kordis,
penyakit sistemik (DM, hipertensi)
3. Struma besar kemungkinan keganasan
anaplastik
4. Struma (karsinoma) disertai vena cava
superior syndrom