Anda di halaman 1dari 13

METODE PEMILIHAN ALAT MUAT DAN ALAT

ANGKUT

Kegiatan pemuatan dan pengangkutan pada kegiatan


penambangan adalah suatu kegiatan yang bertujuan
untuk memindahkan material hasil penggalian ke tempat
penimbunan (disposal) dengan menggunakan alat-alat
mekanis. Kondisi di lapangan sangat mempengaruhi
kemampuan produksi alat muat dan alat angkut yang

digunakan.

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi


pemilihan alat muat dan alat angkut adalah :
1.Metode penambangan
- Tambang terbuka

- Tambang bawah tanah

Belt conveyord

Truck

Truck

Excavator

2. Kondisi Jalan angkut


Kondisi jalan pada tambang tidaklah mulus ,ada
jalan yang keras, becek, dan miring. Sehingga alat
muat dan angkutnya juga harus di sesuaikan dengan
kondisi jalan tersebut.
- Dozer

Bulldozer adalah suatu alat berat yang


mempunyai roda rantai (track shoe) untuk
pekerjaan
serbaguna
yang
memiliki
kemampuan traksi yang tinggi.
Mampu beroperasi didaerah yang lunak
maupun keras
Mampu beroperasi pada daerah yang miring
dengan sudut kemiringan tertentu, berbukit
apalagi didaerah rata.

Whell Loader

Wheel loader adalah suatu alat berat yang mirip dengan dozer
shovel,tetapi beroda karet (ban) sehingga baik kemampuan maupun
kegunaanya sedikit berbeda yaitu : hanya mampu beroprasi di
daerah yang keras dan rata,kering tidak licin karena traksi di daerah
basah akan rendah,tidak mampu mengambil tanah bank sendiri
atau tanpa dibantu dozing/stock pilling terlebih dahulu dengan
bulldozer.

3. Jenis material yang di gali


Jenis material yang akan digali sangat berpengaruh
terhadap kerja alat gali muat dan alat angkut. Adapun
perbedaan kekerasan dari material yang akan digali sangat
bervariasi , maka sering dilakukan pengelompokan sebagai
berikut:
- Lunak (soft) atau mudah digali (easy digging ) , misalnya
tanah atas ataupun (top soil) , pasir (sand) , lempung pasiran
( sandy clay ) , pasir lempungan (clayed sand )
- Agak keras (medium hard digging ) , misalnya tanah liat
ataupun lempung (clay ) yang basah dan lengket, batuan
yang sudah lapuk (wheathered rock )
- Sukar digali atau agak keras ( hard digging ) , misalnya batu
sabak (slate ) , material yang kompak (compacted material )
batuan sedimen (sedimentary rock) konglongmerat
(conglomerate), breaksi (breccia,
- Sukar digali atau agak keras (very hard digging ) atau
batuan segar (fresh rock) yang memerlukan pemboran dan
peledakan sebelum dapat digali misalnya batuan beku
(igneous rock ), batuan malihan (metamorfic rock )

4. Daya material
Daya dukung material adalah kemampuan material
untuk mendukung alat yang berada di atasnya.
Suatu alat yang ditempatkan di atas material
akan memberikan ground pressure. Perlawanan
yang diberikan material itulah yang disebut daya
dukung material. Untuk mengetahui kemampuan
dan kekuatan jalan angkut terhadap beban
kendaraan dan muatan yang melaluinya perlu
diketahui daya dukung material dan beban
kendaraan.

5. Ongkos alat gali dan muat


Suatu perusahaan pembongkaran/pemindahan tanah
mekanis yang akan memilih peralatan PTM apa
yang akan dipakai, terlebih dahulu harus
menghitung secara teoritis tentang :
- produksinya (out put) atau kapasitas alatnya
- biaya pemilikan (cost of owning)
- biaya operasi (cost of operating)
Cost of owning + cost of operating dibagi out
put alat PTM merupakan ongkos
pembongkaran/penggalian tanah per jam atau per
ton. Ongkos pembongkaran dari suatu alat PTM
yang termurah itulah yang dipilih untuk dipakai.

TRIMAKASIH