Anda di halaman 1dari 17

Definisi

Tubektomi ialah tindakan yang dilakukan pada kedua

tuba falopii wanita, sehingga yang bersangkutan tidak


dapat hamil (ilmu Kandungan Ed 2, Bab 20, Hal 563)

Waktu pelaksanaan tubektomi:


Masa interval : selesai haid
Pasca persalinan : 48 jam 7 hari pasca persalinan
Pasca keguguran (post abortum) : sesudah terjadi

abortus dapat langsung dilakukan sterilisasi.


Waktu operasi membuka perut: setiap operasi yang
dilakukan dengan membuka perut perlu dipikirkan
apakah sudah ada indikasi untuk sterilisasi.

MINILAPAROTOMI POST
PARTUM
1. Persiapan
Pasien

2. Metode Insisi
3. Identifikasi
organ genitalia
interna

Pasien dalam posisi telentang


A dan antisepsis lapangan operasi dengan betadine,
persempit dengan doek steril

Insisi semilunar(infra umbilikus) sepanjang 3 5 cm; atau


Insisi midline sepanjang 3-5 cm
Perdalam sampai dengan menembus peritoneum

Identifikasi uterus
Identifikasi tuba; dengan menggunakan klem Babcock, tuba
dipegang pada bagian midportion telusuri hingga fimbrae
dapat di-identifikasi

Teknik MOW
POMEROY/MODIFIKASI POMEROY
PARKLAND
IRVING

UCHIDA
KROENER
ALDRIDGE
MADLENER

METODE POMEROY
Lakukan penjepitan dan pengangkatan mid
segmen tuba (menggunakan klem), lakukan
ligasi (satu atau dua kali) menggunakan
chromic 2.0

segmen tuba dipotong pada masing2 sisi.


Evaluasi perdarahan pada tuba yang telah
dipotong

Tingkat kegagalan untuk pomeroy 14/1000 (Berek & Novak gynecology


15th)

METODE MODIFIKASI POMEROY


Lakukan penjepitan dan pengangkatan mid segmen tuba
(menggunakan klem), lakukan ligasi (satu atau dua kali)
pada bagian dasar tuba tsb menggunakan plain catgut no. 1

Buat jendela avaskuler pada mesosalfing pada titik


pertengahan tuba. Melalui jendela ini dilakukan penjahitan
seperti yang dilakukan pada metode Pomeroy

METODE PARKLAND
Pada pertengahan tuba terdapat ruang

avaskuler mesosalfing, lubangi lalu lakukan


diseksi tumpul menggunakan hemostat
untuk membebaskan tuba, pegang tuba yang
telah dilepaskan dengan klem babcock
Potong bagian proksimal tuba melalui
robekan mesosalfing dengan gunting
metzenbaum, sisakan pedikel sepanjang 0.5
cm, ujung distal disayat diatas jahitan
sehingga segmen tuba yang di-diseksi sekitar
2 cm
tidak didapatkan laporan kegagalan pada
teknik Parkland ( Postpartum tubal
sterilization with the Parkland
technique, Rev Chil Obstet Ginecol,
1994;59(1):27-31.)

METODE IRVING
Buat jendela avaskuler pada mesosalfing + 4cm pada utero-tubal

junction menggunakan gunting atau hemostat, tuba dipegang denga


klem Babcock
Ligasi pada tuba distal dan proksimal diatas jendela avaskuler dengan
chromic no 1, panjangkan benang pada bagian proksimal kemudian
potong/ reseksi bagian tuba diantaranya. Buat insisi + 1cm pada
bagian serosa posterior uterus dekat utero-tubal junction, gunakan
hemostat untuk memperdalam insisi secara tumpul , menciptakan
kantung miometrium sedalam 1-2 cm
Masing2 kedua ujung benang pada bagian proksimal, menggunakan
jarum lengkung (curved), dimasukkan dari kantung miometrium
keluar ke lapisan serosa kemudian jarum dilepas
Penarikan pada kedua ujung benang tersebut akan menyebabkan
ujung tuba proksimal tertarik kedalam kantung, ikat jahitan diluar
serosa uterus untuk memfiksasi ujung tuba pada lokasi tertanamnya.
Celah kantung ditutup dengan chromic 2.0
Tingkat kegagalan kurang dari 1/1000 Up to Date, Stovall, et al,
Surgical sterilization of women

METODE IRVING

Metoda Uchida

Pegang bagian tengah tuba (ampula) dengan klem Babcock,

sekitar 6-7 cm dari uterotubal junction, kemudian injeksi


epinefrin 1:1000 pada subserosa
Buat insisi pada permukaan serosa yang dikembungkan yang
membelakangi mesosalfing
Serosa dibebaskan dari tuba , sehingga tuba ter-ekspos + 5 cm
Pasang dua hemostat untuk menjepit bagian tuba tsb
tuba bagian proksimal di ikat dengan chromic No 0, digunting,
sehingga akan masuk dengan sendirinya dibawah serosa, bagian
distal tidak perlu di ikat
Tutup mesosalfing dengan benang diserap, dari proksimal
kedistal, dimana bagian stump tuba proksimal yang diligasi
tertanam didalamnya. Ikat pada distal tuba. Kemudian hemostat
tuba distal dapat dilepas
tidak didapatkan laporan hamil setelah dilakukan > 20.000
Berek & Novak gynecology 15th

Metoda Uchida

METODE KROENER FIMBREKTOMI

METODE ALDRIDGE
PERITONEUM DARI LIGAMENTUM LATUM DIBUKA, KEMUDIAN TUBA
BAGIAN DISTAL BERSAMA2 DENGAN FIMBRIAE DITANAM KE DALAM
LIGAMENTUM LATUM
Sangat jarang dikerjakan karena tingkat kegagalannya sangat tinggi (john J. Sciarra,
Surgical Procedures for Tubal Sterilization , (Vol 1, Chap 36; Vol 6, Chap 39)

METODE MADLENER
Bagian tengah dari tuba di pegang dan diangkat dengan pean
sehingga terbentuk suatu lipatan terbuka

Dasar dari lipatan tersebut di jepit dengan pean, kemudian


dasarnya diikat dengan benang yang tidak diserap
Tidak dilakukan pemotongan tuba

saat ini mulai ditinggalkan krn angka kegagalannya sangat


tinggi , Jonathan S. Berek, Berek & Novak gynecology 15th

Tubal

Failure and/or

Reversal

Technique

Popularity*

Destruction

Pregnancy Rate

Potential

Uchida

1+

50%

Rare

Very poor

Fimbriectomy

1+ to 2+

40%

Poor

Irving

1+

30%

Poor

Pomeroy

5+

34 cm

24 : 1000 women

Good

Aldridge

Rarely done

None

Significant

Excellent

(Sciarra JJ: Survey of tubal sterilization procedures. In Sciarra JJ, Zatuchni GI, Speidel JJ [eds]: Reversal of
Sterilization, p 129. Hagerstown, MD, Harper & Row, 1978)