Anda di halaman 1dari 20

Henry Reinaldo

11.2013.126

Pendahuluan
Nyeri

Klasifikasi

Fisiologi & Mekanisme

Tatalaksana

Kesimpulan
Daftar

Pustaka

Nyeri merupakan masalah unik merupakan


siksaan, tapi di sisi lain bersifat melindungi

Definisi nyeri menurut The International


Association for the Study of Pain: nyeri
merupakan pengalaman sensoris dan emosional

yang tidak menyenangkan yang disertai


kerusakan jaringan secara potensial dan aktual

Persepsi nyeri pada setiap orang sangat subyektif

Berdasarkan

waktu durasi

Berdasarkan

etiologi:

Nyeri nosiseptik
Nyeri neuropatik

Berdasarkan

intensitas:

Berdasarkan

lokasi

Nyeri superfisial: tajam, terlokalisir

Nyeri somatik dalam: tumpul, lokalisasi <

Nyeri viseral: organ dalam

Klasifikasi

area nyeri

bisa juga berdasarkan sifat atau

Reseptor

nyeri (nosiseptor) ialah ujung-ujung

saraf bebas
Serabut

saraf penghantar nyeri

Serabut A-: sedikit bermielin, transmisi cepat

Serabut C: tidak bermielin, transmisi lambat

Nyeri

nosiseptik diperantarai mediator

inflamasi (zat algesia), misalnya; histamin,


bradikinin, prostaglandin

Perjalanan

nyeri:

Transduksi: mengubah rangsang nyeri menjadi


impuls saraf

Transmisi: penghantaran impuls dari reseptor


sampai ke korteks serebri diperantarai neuron

Modulasi: proses yang mempengaruhi transmisi


dan/atau persepsi

Persepsi: hasil akhir proses interaksi kompleks

yang menghasilkan perasaan subyektif

Terdapat

metode farmakologik dan nonfarmakologik


Secara farmakologik

Digunakan untuk nyeri ringan-sedang

Merupakan COX-inhibitor

NSAID menghasilkan analgesia dengan bekerja di

tempat cedera melalui inhibisi sintesis


mengganggu transduksi

Efek samping yang sering ditimbulkan: gangguan


saluran cerna

Efek samping lain-lain: waktu perdarahan >>,


gangguan fungsi hati & ginjal

Obat

analgesik paling kuat

Opioid

menimbulkan efek di sentral, bekerja

pada mekanisme modulasi


Reseptor-reseptor

opioid tersebar luas,

terutama di substansia alba (korda spinalis)


& substansia grisea (supraspinal)
Terdapat

agonis opioid dan antagonis opioid

Efek

samping yang ditimbulkan sangat

beragam: depresi napas, mual, muntah,


disforia, euforia, konstipasi, dll
Hati-hati!

penggunaan obat-obatan

golongan opioid dapat menyebabkan


toleransi & adiksi

Antagonis

opioid melawan efek obat

opioid dengan mengikat reseptor opiod dan


menghambat pengaktifannya
Digunakan
Nalokson

pada keracunan/overdose opioid

i.v & naltrekson per-oral

Metode

yang banyak digunakan, dan dapat

dipakai sebagai terapi penunjang


Terapi

& modalitas fisik, strategi kognitif-

perilaku
Terapi

& modalitas fisik stimulasi kulit

(pemijatan), Range of Motion (ROM) exercise


Strategi

kognitif-perilaku tujuannya

menimbulkan suasana relax bagi pasien

Nyeri merupakan masalah yang unik dan bersifat


subyektif. Penanganan dari rasa nyeri sangatlah
penting karena rasa nyeri dapat mengganggu
pekerjaan, bahkan aktivitas sehari-hari.
Penanganan yang baik dapat dilakukan dengan
kombinasi terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Terapi farmakologis disesuaikan
dengan intensitas nyeri dan kebutuhan pasien.

1.

Latief SA, Suryadi KA, Dachlan MR. Petunjuk praktis anestesiologi. Edisi ke-2.
Jakarta: Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif FKUI; 2007.

2.

Soenarjo, Marwoto H, Witjaksono, Satoto H, Budiono U, Lian A, et al.


Anestesiologi. Semarang: IDSAI Cabang Jawa Tengah; 2010.

3.

Muhiman M, Thaib MR, Sunatrio S, Dahlan R. Anestesiologi. Jakarta: Bagian


Anestesiologi dan Terapi Intensif FKUI; 1990.

4.

Sugiarto A, Tantri AR, Heriwardito A, Nugroho AM, Madjid AS, Ramlan AAW, et al.
Buku ajar anestesiologi. Jakarta: Departemen Anestesiologi dan Intensive Care
FKUI/RSCM; 2012.

5.

Staf Pengajar Departemen Farmakologi FK UNSRI. Kumpulan kuliah farmakologi.


Edisi ke-2. Jakarta: EGC; 2008.

6.

Charlton ED. Postoperative Pain Management. World Federation of Societies of


Anaesthesiologists. http://www.nda.ox.ac.uk/wfsa/html/u07/u07_009.htm