Anda di halaman 1dari 14

GENETIKA

BAKTERI
Oleh Kelompok 8
Kartini
Meli Sridianti
Mita Rahmani
M. Tarmizi
Nurlaili
Rino Arifianto

(F05104005)
(F05107037)
(F05107010)
(F05107046)
(F05107019)
(F05107022)

Pendahuluan
Ilmu genetika mempelajari bebagai aspek
yang menyangkut pewarisan sifat dan variasi
sifat pada organisme maupun suborganisme
(seperti virus). Bidang kajiannya dimulai dari
wilayah molekuler hingga populasi.
Genetika taraf molekuler genetika
mikroba.

Lanjutan
Jasad renik yang dipelajari dalam bidang
genetika mikroba meliputi bakteri, khamir,
kapang, dan virus (Waluyo, 2005).
Genetika
Mikroba

Genetika
Bakteri

Genetika Bakteri
Pada bakteri, unit herediternya disebut genom
bakteri/ gen saja.
Biasanya terdapat dalam molekul DNA (asam
deoksiribonukleat) tunggal, meskipun dikenal
pula adanya materi genetik di luar kromosom
(ekstra kromosomal), yang disebut plasmid.
Fungsi primer DNA pada hakikatnya adalah
sebagai sumber perbekalan informasi genetik
yang dimiliki oleh sel induk.

Genetika Bakteri
Kromosom bakteri yang terdiri dari DNA
mempunyai berat lebih kurang2-3% dari berat
kering satu sel.
Dengan mikroskop elektron, DNA tampak
sebagai benang-benang fibriler yang
menempati sebgian besar dari volume sel.
Molekul DNA bila diekstraksi dari sel bakteri
biasanya mempunyai bentuk yang sirkuler,
dengan panjang kira-kira 1 mm.

Genetika Bakteri
Replikasi dari DNA bakteri dimulai pada satu
titik dan bergerak ke semua arah. Dalam
prosesnya, dua pita lama DNA terpisah dan
digunakan sebagai model untuk
mensistensiskan pita-pita baru (replikasi
semikonservatif).
Beberapa plasmid bakteri bisa memiliki
sampai 30 tiruan dalam satu sel bakteri.

Transposon
Transposon adalah
sepotong DNA yang
dapat berpindah dari
satu lokasi ke lokasi lain.
Transposon juga disebut
elemen genetik yang
dapat bertransposisi.

Lanjutan
Transposon tidak membawa informasi
genetika yang dibutuhkan untuk
memasangkan replikasi sendiri terhadap
pembagian sel.
Perkembangbiakannya tergantung pada
penyatuan fisiknya dengan replika bakteri,
dibantu oleh kemampuan transposon untuk
membentuk tiruannya sendiri.

Lanjutan
Spesifisitas dari rangkaian pada bagian sisipan
biasanya rendah, sehingga transposon kadang
cenderung menyisip dalam sistem acak.

Fagus
Fagus merupakan partikel ekstraseluler
terkecil yang mengandung informasi untuk
membantu replikasi diri mereka sendiri.

Mekanisme Pembentukan Protein


1. Suatu enzim amino sel bakteri (RNA
polimerase) membentuk satu rantai
poliribonukleotida (messesnger RNA/mRNA)
dari rantai DNA yang ada. Proses ini diseut
transkripsi. Pada transkripsi DNA, terbentuk
satu rantai RNA yang komplementer dengan
salah satu rantai double helix dari DNA.

Mekanisme Pembentukan Protein


2. Secara enzimatik asam amino akan teraktivasi
dan ditransfer kepada transfer RNA (tRNA)
yang mempunyai adaptor basa yang
komplementer dengan basa mRNA di satu
ujungnya dan mempunyai asam amino spesifik
di ujung lainnya.

Mekanisme Pembentukan Protein


3. mRNA dan tRNA bersama-sama menuju ke
permukaan ribosom kuman, dan disinilah
rantai polipeptida terbentuk sampai seluruh
kodon selesai dibaca menjadi menjadi suatu
sekuen asam amino yang membentuk protein
tertentu. Proses ini disebut translasi.