Anda di halaman 1dari 30

Menguatnya Peran Negara Pada Masa

Orde Baru
Stabilitas ekonomi politik adalah langkah pertama
yang dilakukan pemerintah zaman Orde Baru.
Tujuannya adalah menegakkan tata kehidupan
negara yang didasarkan atas kemurnian
pelaksanaan Pancasila dan UUD 45.
Berikutnya dibentuk sebuah kabinet baru yang
diberi nama Kabinet Ampera. Mereka bertugas
untuk menciptakan stabilitas politik dan ekonomi
sbg persyaratan untuk melaksanakan
pembangunan Nasional. Tugas-Tugas tersebut
dinamakan Dwi Darma Kabinet Ampera

Program Kabinet Ampera (Catur Karya


Ampera)
1. Memperbaiki kehidupan rakyat terutama bidang
sandang dan pangan
2. Melaksanakan Pemilu dalam batas waktu yang
tercantum dalam Ketetapan MPRS No.
XI/MPRS/1996 yakni 5 Juli 1968
3. Melaksanakan politik luar negri yang bebas aktif
untuk kepentingan nasional sesuai dengan
Ketetapan MPRS No XI/MPRS/1966
4. Melanjutkan perjuangan anti imperialisme dan
kolonialisme dalam segala bentuk dan
manifestasinya

Proses Pertumbuhan dan Mobilitas


Penduduk Pada Masa Orde Baru
Tiga Faktor utama yang mempengaruhi atau
menghambat timbulnya interaksi kota menurut
Edward Ullman :
1. Adanya wilayah yang saling melengkapi (regional
complementary)
2. Adanya kesempatan untuk berinteraksi
(interventing opportunity)
3. Adanya kemudahan transfer atau pemindahan
dalam ruang (special transferability)

Pusat Pertumbuhan di Indonesia pada


Masa Orde Baru
Teori Tempat Sentral
Teori Kutub Pertumbuhan

Teori Tempat Sentral


Ditemukan oleh Walter Christaller tahun 1933.
Suatu lokasi pusat aktivitas yang melayani
berbagai kebutuhan penduduk harus terletak
pada suatu tempat sentral,
Yaitu suatu tempat atau kawasan yang
memungkinkan partisipasi manusia dengan
jumlah maksimum.

Teori Kutub Pertumbuhan


Ditemukan oleh Lerroux tahun 1955
Pembangunan yang terjadi di mana pun,
bukan merupakan suatu proses yang terjadi
secara serentak,
Tapi muncul di tempat-tempat tertentu
dengan kecepatan dan identitas berbeda-beda

Faktor Penyebab suatu Titik Lokasi


menjadi pusat Pertumbuhan

Kondisi fisik wilayah


Kekayaan sumber daya alam
Saran dan prasarana transportasi
Adanya industri
Kondisi sosial budaya masyarakat
Pertimbangan ekonomi

Pusat-pusat Pertumbuhan Indonesia

Wilayah pembangunan utama A


Wilayah pembangunan utama B
Wilayah pembangunan utama C
Wilayah pembangunan utama D

Wilayah Pembangunan Utama A


Wilayah pembangunan I di daerah-daerah di
Aceh dan Sumatra Utara yang berpusat di
Medan
Wilayah pembangunan II yang meliputi
daerah-daerah di Sumatra Barat dan Riau,
yang berpusat di Pekanbaru

Wilayah Pembangunan Utama B


Wilayah pembangunan III meliputi daerah
Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu yang
berpusat di Palembang
Wilayah Pembangunan IV meliputi daerah
Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah,
Yogyakarta, yang berpusat di Jakarta
Wilayah Pembangunan V meliputi daerah
Kalimantan Barat, yang bepusat di Pontianak

Wilayah Pembangunan Utama C


Wilayah pembangunan VI meliputi daerahdaerah di Jawa Timur, Bali, yang bepusat di
Surabaya
Wilayah pembangunan VII meliputi daerah
Kalimantan Tengah, Timur, Selatan yang
berpusat di Balikpapan dan Samarinda

Pengaruh Akibat Kemunculan Pusat


Pertumbuhan
A. Pemusatan dan Persebaran Sumber Daya
Sebagai daerah pemusatan sumber daya dari
daerah di sekitarnya dan juga berfungsi
sebagai pemasok sumber daya yang
dibutuhkan pada wilayah sekitarnya.
Daerah pusat pertumbuhan berfungsi sebagai:
1. Lokasi pasar bagi bahan kebutuhan yang
diproduksioleh daerah-daerah di sekitarnya.

2. Lokasi pengolahan sumber daya berupa


bahan mentah dari daerah-daerah di
sekitarnya.
3. Lokasi pemusatan sumber daya manusia dari
daerah sekitarnya menjadi pelaku-pelaku
ekonomi di pusat pertumbuhan.
Pusat pertumbuhan berada di daerah Arun
(NAD), Bontang (KalTim), Soroko (SulSel),
Tembaga Pura (Papua).

Bertujuan untuk menghindari terjadinya


pemusatan penduduk pada suatu wilayah
terutama pada wilayah:
Jawa Barat, Jawa Tengah , Jawa Timur dan
Jakarta.
B. Perubahan Tata Ruang
Pertambahan jumlah penduduk yang semakin
meningkat dengan berbagi bentuk kegiatan
usahanya, berpengaruh besar terhadap
kebutuhan lahan.

Pertumbuhan dapat mengakibatkan terjadinya


perubahan tata ruang dari wilayah pusat
pertumbuhan.
Pertumbuhan berawal pada kegiatan agraris ke
arah kegiatan non-agraris atau dari non-agraris ke
non-agraris yang lainnya.
Contohnya dari daerah persawahan menjadi
daerah pemukiman (yang biasanya terapat pada
daerah perkotaan) atau dari daerah pemukiman
menjadi daerah industri.

C. Perkembangan Ekonomi
Pusat pertumbuhan yang mengalami
perkembangan denga pesat, mempengaruhi
perekonomian penduduknya.
Contohnya pada pemekaran kota baik secara
fisik maupun non-fisik akan melahirkan
peluang-peluang kerja baru di luar sektor
pertanian.

D. Perubahan Sosial-Budaya Masyarakat


Pusat pertumbuhan merupakan pusat
perubahan atau pembaharuan. Semakin maju
teknologi transportasi dan konsumsi pada
daerah pusat pertumbuhan, berpengaruh
besar terhadap perubahan sosial-budaya
masyarakatnya.

Revolusi Hijau
Revolusi produk biji-bijian dari hasil
penemuan ilmiah berupa benih unggul dari
berbagai varietas gandum, padi, dan jagung
yang membuat hasil panen komoditas
tersebut meningkat di negara - negara
berkembang. Revolusi hijau ini didasari oleh
adanya masalah yang diakibatkan
pertambahan jumlah penduduk yang pesat
untuk dapat mengupayakan peningkatan hasil
produksi pertanian.

Wilayah Pembangunan Utama D


Wilayah pembangunan VIII meliputi daerah
NTT, NTB, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara
dan Timor Timur yang berpusat di makassar
Wilayah pembangunan IX meliputi daerah
Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara yang
berpusat di Manado
Wilayah pembangunan X meliputi daerah
Maluku dan Irian Jaya berpusat di Sorong

Pengaruh-pengaruh Akibat
Kemunculan Pusat Pertumbuhan

Pemusatan dan Persebaran Sumber Daya


Perubahan Tata Ruang
Perkembangan Ekonomi
Perubahan Sosial-Budaya Masyarakat

Akibat hancurnya daerah-daerah pertanian


terutama Eropa, mendorong berbagai upaya
meningkatkan produksi pertanian terus
digalakkan melalui:
1. Pembukaan lahan-lahan pertanian baru
2. Mekanisme pertanian
3. Penggunaan pupuk-pupuk baru
4. Mencari metode yang tepat untuk
memberantas hama tanaman.

Lembaga penelitian International Rice Research


Institute (IRRI) di Filipina telah berhasil
mengembangkan bibit unggul padi yang baru dan
sangat produktif yang dikenal dengan nama IR-8 atau
padi ajaib.
Lembaga Consultative Group for International
Agriculture Research (CGIAR) yang bertujuan untuk
memberikan bantuan kepada berbagai pusat penelitian
internasional seperti International Rice Research
Institute (IRRI) di Filipina dan International Maize
Wheat Improvement Centre (IMWIC) di meksiko.

Perkembangan Revolusi Hijau di


Indonesia
Sebagian besar kondisi sosial ekonomi
masyarakat Indonesia berciri Agraris. Hal
tersebut didasari oleh:
a. Kebutuhan penduduk yang meningkat
dengan pesat
b. Tingkat produksi pertanian yang masih sangat
rendah.
c. Produksi pertanian belum mampu memenuhi
seluruh kebutuhan penduduk.

Berdasarkan kondisi tersebut, pemerintah


berupaya untuj meningkatkan produksi
pertanian melalui usaha ekstensifikasi dan
intensifikasi.
Ekstensifikasi : Pertanian dilakukan dengan
cara memperluas area pertanian.
Intensifikasi : Pertanian dilakukan dengan cara
penyuluhan, penelitian, dan pencarian bibit
unggul.

Perkembangan Industrialisasi
Industri Pertanian
Teknologi industri dapat menghasilkan berbagai
macam hasil yang mempunyai nilai lebih
tinggi.
Bentuk industri pertanian antara lain:
Industri pengolahan hasil tanaman, perkebunan,
perikanan, hasil hutan, pupuk, peptisida,
mesin dan peralatan pertanian.

Industri Nonpertanian
Yang termasuk ke dalam industri nonpertanian antara
lain:
Industri semen, baja, perakitan kendaraan bermotor,
elektronika, kapal laut, pesawat terbang dll.
Berbagai macam industri nonpertanian telah didirikan
untuk dapat menghasilkan dan meningkatkan
produksinya.
Contoh : Pabrik semen didirikan di berbagai kota di
Indonesia seperti, Gresik, Padang, Cibinong, Makassar.

Perubahan Sosial-Ekonomi Masyarakat


Indonesia
Sosial-Ekonomi di Indonesia telah mengalami
perubahan dan kemajuan, baik dilihat dari
struktur distribusi tingkat pendapatan ratarata maupun sistem kelembagaan pada sektor
publik dan swasta.