Anda di halaman 1dari 20

Skenario 9

Seorang

pria berusia 60 tahun datang ke poliklinik


dengan keluhan sering BAK , terutama pada malam
hari. Setiap setelah selesai BAK, pasien selalu merasa
tidak lampias dan pamcaran urinnya lemah. Keluhan
ini sudah dirasakan selama 6 bulan terakhir dan dirasa
semakin memberat.

Rumusan Masalah
Laki 60 tahun dengan keluhan
sering BAK , terutama malam hari ,
pasien selalu merasa tidak lampias saat
BAK dan pancaran urinnya lemah.

Laki

Hipotesis

Laki Laki 60 tahun tersebut menderita benign prostat


hypertropi.

Anamnesis

Keluhan Utama : sering BAK , terutama malam hari ,


pasien selalu merasa tidak lampias saat BAK dan pancaran
urinnya lemah

Riwayat Penyakit Sekarang

Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat Pengobatan

Riwayat Penyakit Keluarga

International Prostate Symptom Score (IPSS) :


Perasaan

Sering

vesika urinaria tidak kosong setelah miksi

/ tidaknya miksi

Terdapat arus
Tidak

kemih yang berhenti saat miksi / tidak

dapat menahan miksi / dapat

Terjadi arus

lemah saat miksi / tidak

Terjadi kesulitan memulai


Nokturia

miksi / tidak

Pemeriksaan Fisik

Inspeksi

Palpasi

Perkusi

Auskultasi

Rectal Touche

Pemeriksaan penunjang

Urinalisis : Pemeriksaan urinalisis dapat mengungkapkan adanya


leukosituria dan hematuria.

Pemeriksaan PSA (Prostate Specific Antigen)

Pielogram intravena (IVP) atau USG ginjal

Urodinamika

Uroflometri

Differential Diagnosis
Gejala pasien

BPH

Ca Prostat

ISK

60 tahun

+/-

Pria

BAK tidak lampias

+/-

Nocturia

Urin lemah

+/-

Berat badan berkurang

+/-

Riwayat kateterisasi

+/-

Demam

WORKING DIAGNOSIS
Benign Prostatic Hyperplasia

Definisi : pembesaran jinak kelenjar prostat oleh karena hiperplasia


beberapa/ semua komponen prostat meliputi jaringan kelenjar / jaringan
fibromuskuler penyumbatan uretra pars prostatika

Etiologi

Teori dehidrotestosteron (DHT)


hipofisis testis dan reduksi testosteron menjadi dehidrotestosteron
dalam sel prostat menjadi faktor risiko terjadinya pembesaran
prostat.

Teori Hormon, estrogen berperan pada inisiasi dan maintenance


pada prostat manusia.

Faktor interaksi stroma dan epitel, hal ini banyak dipengaruhi oleh
Growth Factor. Basic Fibroblast Growth Factor (-FGF) dapat
menstimulasi sel stroma. -FGF dapat dicetuskan oleh mikrotrauma.

Teori kebangkitan kembali yaitu reinduksi dari kemampuan


mesenkim sinus urogenital utuk berprolferasi membentuk jaringan
prostat.

Epidemiologi

penyakit pada pria tua dan jarang ditemukan sebelum usia


40 tahun

Pada usia lanjut beberapa pria mengalami pembesaran


prostat benigna.

dialami oleh 50% pria yang berusia 60 tahun dan kurang


lebih 80% pria yang berusia 80 tahun

Gejala Klinik

sering buang air kecil, nocturia, pancaran


urin lemah, urin yang keluar menetesnetes pada bagian akhir masa buang air
kecil.

Tanda obstruksi:

Menunggu pada permulaan miksi

Pancaran miksi terputus-putus


(intermitten)

Rasa tidak puas sehabis miksi

Urin menetes pada akhir miksi


(terminal dribling)

Pancaran urin jadi lemah

Tanda iritasi :

Rasa tidak dapat menahan kencing (urgensi)

Terbangun untuk kencing pada saat tidur malam


hari (nocturia)

Bertambahnya frekuensi miksi

Nyeri pada waktu miksi (disuria).

Patofisiologi

Pembesaran prostat penyempitan lumen uretra prostatika menghambat


aliran urine.
Keadaan ini menyebabkan tekanan intravesikel.
Untuk dapat mengeluarkan urine:
buli-buli harus berkontraksi lebih kuat
guna melawan tahanan ini.

tekan intravesikel akan diteruskan ke seluruh bagian buli-buli tidak


terkecuali pada kedua muara ureter refluks vesiko-ureter. Jika
keadaan ini berlangsung terus dapat mengakibatkan hidroureter,
hidronefrosis, dan gagal ginjal

Komplikasi

Komplikasi yang sering terjadi akibat hipertrofi prostat jinak adalah


:
Perdarahan.
Pembentukan

bekuan

Obstruksi

kateter

Disfungsi

seksual

Infeksi
Komplikasi

yang lain

Penatalaksanaan

Watchful waiting

Watchful waiting merupakan penatalaksanaan pilihan untuk pasien BPH dengan symptom
score ringan

Indikasi absolut dilakukan operasi adalah :

Retensi urin berulang (berat), yaitu retensi urin yang gagal dengan pemasangan kateter urin
sedikitnya satu kali.

Infeksi saluran kencing berulang.

Gross hematuria berulang.

Batu buli-buli.

Insufisiensi ginjal.

Divertikula buli-buli.

Medika Mentosa

Penghambat alfa (alpha blocker)

Penghambat 5-Reduktase (5-Reductase inhibitors)

Terapi Kombinasi

Fitoterapi

Transurethral needle ablation of the


prostate (TUNA)

menggunakan kateter uretra yang didesain khusus


dengan jarum yang menghantarkan gelombang radio
yang panas sampai mencapai 100oC di ujungnya
sehingga dapat menyebabkan kematian jaringan prostat

Indikasi : Pasien dengan gejala sumbatan dan


pembesaran prostat kurang dari 60 gram

Pencegahan

Vitamin A, E, dan C

Vitamin B1, B2, dan B6

Copper (gluconate) dan Parsley Leaf

L-Glysine, senyawa asam amino

Zinc

Kesimpulan

Pembesaran prostat benigna atau dikenal


sebagai BPH sering diketemukan pada pria
yang sudah berusia lanjut. Meskipun jarang
mengancam jiwa, BPH memberikan keluhan
yang menurunkan dan mengganggu kualitas
hidup sehari-hari