Anda di halaman 1dari 30

Abortus

Oleh:
Amy Hestiani (08310351)

Abortus adalah...
Abortus
(bahasa Latin)

Gugur
kandungan/aborsi

Suatu kejadian dimana embrio/fetus


keluar dari rahim pada usia kehamilan
20 minggu atau kurang, atau berat
fetus 500 gram atau kurang, atau
panjangnya 25 cm atau kurang.

Kelainan
plasenta

Penyebab
abortus
Penyakit
pada ibu

Kelainan
pada rahim

Faktor
lingkungan
endometrium

Pengaruh
luar

Faktor
kromosom

Gangguan
pembuluh
darah plasenta
(DM)
Infeksi pada
plasenta

hipertensi

Kelainan
pada
plasenta

anemia
Penyakit
menahun

infeksi
Penyakit
pada ibu

Robekan
serviks
postpartum

Retrofleksia
uteri

Bekas operasi
pada serviks

Kelainan
pada rahim

Mioma
uteri

Uterus
septus

Serviks
inkompeten

Uterus
akuatus

Usia ibu
yang lanjut

Kelainan
kromosom
Trauma perut
atau panggul pd 3
bln kehamilan
pertama

Riwayat
kehamilan
sebelumnya yang
kurang baik

Faktor
risiko

Riwayat
infertilitas

Adanya
kelainan

infeksi
Paparan
dengan zat
kimia

Patofisiologi abortus
Perdarahan
desiduabasalis
diikuti nekrosis
jaringansekitar

konsepsi
terlepas

uterus kontraksi
mengeluarkan
hasil konsepsi

dianggap benda
asing dalam
uterus

Pada kehamilan
<8 minggu

Pada kehamilan
8-14 minggu,
penembusan
lebih dalam

Pada kehamilan
> 14 minggu.

villi korialis blm menembus desidua


secara dlm hsl konsepsi bisa keluar
semua

plasenta tdk lepas sempurna banyak


perdarahan

Janin keluar lebih dulu daripada plasenta


berbentuk seperti kantong kosong
amniom, blightes ovum, janin lahir
mati/masih hidup, mola kruenta, fetus
kompresus, maserasi atau fetus papiperus

Manifestasi klinis
1. Terlambat haid atau amenorhe kurang dari 20
minggu
2. Pada pemeriksaan fisik : keadaan umum tampak
lemah kesadaran menurun, tekanan darah normal
atau menurun, denyut nadi normal atau cepat dan
kecil, suhu badan normal atau meningkat
3. Perdarahan pervaginam mungkin disertai dengan
keluarnya jaringan hasil konsepsi
4. Rasa mulas atau kram perut, didaerah atas simfisis,
sering nyeri pingang akibat kontraksi uterus

Manifestasi klinis...
Pemeriksaan ginekologi :
a. Inspeksi Vulva : perdarahan pervaginam ada atau tidak jaringan
hasil konsepsi, tercium bau busuk dari vulva
b. Inspekulo : perdarahan dari cavum uteri, osteum uteri terbuka atau
sudah tertutup, ada atau tidak jaringan keluar dari
ostium, ada atau tidak cairan atau jaringan berbau busuk
dari ostium.
c. Colok vagina : porsio masih terbuka atau sudah tertutup, teraba atau
tidak jaringan dalam cavum uteri, besar uterus sesuai atau
lebih kecil dari usia kehamilan, tidak nyeri saat porsio
digoyang, tidak nyeri pada perabaan adneksa, cavum
douglas tidak menonjol dan tidak nyeri.

Nyeri
perut
bagian
bawah

Kram
pada
rahim

Pengeluaran
janin dari
dalam rahim

Perdarahan
Nyeri Tanda dari
punggung dankemaluan
gejala
abortus
Pembukaan
leher rahim

Tanda dan gejala abortus

Berdasarkan kejadiannya

abortus

Abortus
spontan
Abortus
buatan

Indikasi
medis

Indikasi
sosial

Pembagian abortus berdasarkan alasan


terjadinya:
1. Abortus spontan / alamiah
Terjadi pada usia kehamilan 12 minggu
Penyebab:
a. Faktor fetus (aborsi pada minggu ke-12):
kegagalan perkembangan embrio, kesalahan
implantasi pada ovum yang dibuahi,
kegagalan endometrium untuk menerima
ovum yang dibuahi

Abortus spontan
Penyebab:
b. Faktor plasenta (abortus pada minggu ke-14):
implantasi plasenta abnormal.
c. Faktor maternal (abortus pd minggu ke-11
sampai 19): infeksi maternal (sifilis,
toxoplasmosis, brucellosis, rubella, penyakit
sitomegali), masalah endokrin, trauma, faktor
imun (antibodi antifosfolipid), pemakaian
obat-obatan (kokain)

2. Abortus Terapeutik
Tujuan: melindungi kehidupan/ kesehatan ibu
Indikasi:
- Kehamilan mengancam jiwa wanita (penyakit
jantung kelas III/ IV)
- Kehamilan akibat hubungan dengan
saudara kandung (incest)
- Bila diteruskan akan menghasilkan keturunan
dengan kelainan herediter, deformitas fisik,
atau retardasi mental

3. Abortus Elektif
Dilakukan berdasarkan permintaan ibu, tapi
bukan karena alasan mengancam jiwa ibu/
penyakit pada janin.
Alasannya karena anak hasil perkosaan/
pasangan tidak bertanggung jawab
Masalah etik, moral, hukum, agama

Tipe-tipe abortus spontan


Missed
Abortion

Threatened
abortus
Abortus
insipiens

Tipe-tipe
abortus

Abortus
komplit

Abortus
septik

Habitual
abortion

Incomplete
abortus

Tipe-tipe abortus spontan


1. Abortus yang mengancam (threatened
abortion)
Perdarahan dari rahim sebelum kehamilan mencapai
usia 20 minggu, janin masih berada di dalam rahim
tanpa disertai pembukaan dari leher rahim.
- Manifestasi klinis:
adanya bercak darah,serviks menutup, kram ringan
pada uterus, nyeri punggung/ perasaan ada tekanan
pada pelvis
- Penanganan: kaji riwayat kehamilan, USG, evaluasi
ketidaknyamanan, sarankan ibu membatasi aktivitas
seksual, cegah stres, dan tirah baring.

Tipe-tipe abortus spontan


2. Abortus insipiens/ tidak dapat dihindari
perdarahan dari rahim pada kehamilan sebelum
20 minggu, ada pembukaan serviks, namun
janin masih berada di dalam rahim.
- Manifestasi klinis:
terjadi kontraksi uterus dan perdarahan.
Perdarahan besar/ infeksi bisa terjadi bila fetus
tidak keluar secara tiba-tiba.
- Penanganan: kuretase

Tipe-tipe abortus spontan


3. Abortus tidak lengkap/ incomplete abortus
janinsebagian sudah keluar akan tetapi masih ada
sisa yang tertinggal di dalam rahim.
- Manifestasi klinis:
perdarahan uterus dan kram perut yang parah,
serviks terbuka dan menjadi jalan lahir untuk
fetus dan jaringan plasenta.
- Penanganan: kuretase.

Tipe-tipe abortus spontan


4. Abortus lengkap
pengeluaran lengkap seluruh hasil konsepsi.
- Manifestasi klinis:
Setelah semua bagian janin sudah keluar,
uterus berkontraksi, perdarahan berkurang, dan
serviks tertutup, uterus menjadi lebih kecil dari
usia kehamilan.
- Penanganan: biasanya tidak ada pengobatan
yang diperlukan. Ibu istirahat dan memantau
adanya perdarahan, nyeri, atau demam.

Tipe-tipe abortus spontan


5. Missed abortion
janin telah mati tetapi tidak menimbulkan abortus
spontan.
- Manifestasi klinis:
Ketika fetus mati, tandanya awal kehamilan
(mual, payudara lembek, frekuensi urin) tidak
muncul. Uterus akan berhenti tumbuh dan terus
menurun ukurannya.
- Penanganan:
USG konfirmasi kematian janin. Pengobatan
ditunda sampai 1 bln agar terjadi abortus spontan.

Tipe-tipe abortus spontan


6. Recurrent spontaneous abortion/ habitual
abortion
Abortus berulang selama 3x atau lebih, disebabkan masalah
genetik dan anomali sistem reproduksi, fase luteal
inadekuat (ketidakcukupan sekresi progesteron) & faktor
imunologik.
- Penanganan:
1. Pemeriksaan serviks melihat kelainan anatomi
2. Tes genetik

7. Abortus septik
Abortus spontan dapat diikuti dengan komplikasi infeksi
(endometritis, yang bisa berkembang menjadi peritonitis)

Tipe

Jumlah

Kram

Jaringan yang

Jaringan di

Mulut serviks

abortus

perdarahan

rahim

keluar

vagina

internal

Ukuran rahim
1. Abortus yang mengancam (Threatened abortion)

Sedikit

Tidak ada

Tidak ada

Tertutup

Sesuai usia kehamilan

Sedang

Tidak ada

Tidak ada

Terbuka

Sesuai usia kehamilan

Berat

Ada

Mungkin ada

Terbuka dengan

Lebih kecil dari

Ringan

2. Tidak dapat dihindari (Insipiens abortion)

Sedang
3. Tidak komplet (incomplete abortion)

Banyak

jaringan di dalam usia kehamilan


serviks
4. Komplet (complete abortion)

Sedikit

Ringan

Ada

Mungkin ada

Tertutup

Lebih kecil dari


usia kehamilan

5. Missed

Sedikit

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Tertutup

Lebih kecil dari


usia kehamilan

6. Septik (recurrent)

Bervariasi, biasanya Bervariasi,

Bervariasi,

Bervariasi,

Biasanya

Sesuai atau lebih

berbau, disertai

disertai demam

disertai demam

terbuka, disertai

kecil disertai nyeri

disertai

tekan

Gambar tipe-tipe abortus

Abortus
incomplete

Proses aborsi untuk mengeluarkan fetus dari


dalam uterus

Komplikasi apabila janin tidak


dikeluarkan
1. Perdarahan, perforasi, syok dan infeksi
2. Pada missed abortion dengan retensi
lama hasil konsepsi dapat terjadi kelainan
pembekuan darah