Anda di halaman 1dari 22

Isabella Regina Nikenshi Ganggut

102012417
D9

Identifikasi Istilah Yang Tidak Diketahui


TIDAK ADA
Rumusan Masalah
Bayi laki-laki berusia 2 bulan mendapat imunisasi rutin.
Hipotesis
bayi laki-laki 2 bulan sehat karena mendapat imunisasi
rutin.

penatalaksanaan

Imunisasi

Jenis-jenis
imunisasi

diagnosis

Bayi lakilaki 2 bulan


mendapat
imunisasi
aktif

anamnesis

autoanamnesis dan alloanamnesis.

Identitas
Keluhan utama
Anamnesis factor prenatal dan perinatal
Kelahiran premature
Anamnesis harus menyangkut factor lingkungan yang
mempengaruhi perkembangan anak.
Penyakit-penyakit
yang dapat mempengaruhi tumbuh
kembang dan malnutrisi.
Anamnesis kecepatan pertumbuhan anak
Pola perkembangan anak dalam keluarga

Pengukuran

antropometri ada 2 : tergantung


umur dan tidak tergantung umur

Berat

badan
Panjang badan
Lingkar kepala

Dari pemeriksaan fisik yang dilakukan, dapat


dikatakan bayinya sehat dan aktif atau sakit.

Tahapan

tumbuh kembang anak dari umur 1 bulan


sampai 12 bulan.

Factor

genetic

Lingkungan

tempat tinggal
lingkungan pergaulan
sinar matahari yang diterima
status gizi
tingkat kesehatan orang tua
tingkat emosi dan latihan fisik.

ASAH
ASIH
ASUH

usaha

untuk memberikan kekebalan pada


bayi dengan memasukan vaksine agar tubuh
membuat zat anti

vaksin

dalah bahan yang dipakai untuk


merangsang pembentukan zat anti yang
dimasukan ke dalam tubuh melalui suntikan

Pertahanan tubuh
nonspesifik (komplemen dan makrofag)
spesifik (humoral dan seluler).

pertahanan tubuh yang spesifik terutama sel B,


selanjutnya akan mengasilkan suatu sel yang disebut
cell memory, sangat cepat bereaksi apabila ada kuman
yang sudah pernah masuk ke dalam tubuh. Kondisi
inilah yang digunakan dalam prinsip imunisasi

Diharapkan anak menjadi kebal terhadap


penyakit sehingga dapat menurunkan angka
morbiditas dan mortalitas serta dapat
mengurangi kecacatan akibat penyakit yang
dapat dicegah dengan imunisasi.

Dipengaruhi oleh beberapa factor, diantaranya:


Tingginya kadar antibody saat diakukan imunisasi
Potensi antigen yang disuntikan
Waktu antara pemberian imunisasi
Status nutrisi terutama kecukupan protein kerena
protein diperlukan untuk menyintensis antibody.

Berdasarkan

proses atau mekanisme


pertahanan tubuh, imunisasi dibagi menjadi
dua:
1. imunisasi aktif
2. imunisasi pasif.

Subkutan atau intramuscular (IM) adalah pada sisi


anterolateral paha atas atau daerah deltoid lengan
atas.
Injeksi IM pada anak yang berumur <1 tahun dilakukan
pada sisi anterolateral paha. Pada anak yang berusia
>1tahun gunakan otot deltoid sebagai tempat
suntikan.

Imunisasi BCG (basillus calmate guerin) digunakan


untuk mencegah terjadinya penyakit TBC.
Vaksin BCG merupakan vaksin yang mengandung
kuman TBC yang telah dilemahkan.
Efek samping terjadinya ulkus pada daerah yang
disuntikan

Imunisasi hepatitis B digunakan untuk mencegah


terjadinya penyakit hepatitis.
Kandungan vaksin ini adalah HbsAg(cair).
Imunisasi hepatitis ini diberikan melalui intramukular.

Imunisasi poliodigunakan untuk mencegah terjadinya


penyakit poliomyelitis yang dapat menyebabkan
kelumpuhan pada anak.
Kandungan vaksin ini adalah virus yang dilemahkan.
Imunisasi polio diberikan melalui oral (OPV).

Imunisasi DPT (diphtheria, pertussis, tetanus)


merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah
terjadinya penyakit difteri, pertusis, dan tetanus.
Vaksin DPT ini merupakan vaksin yang mengandung
racun kuman difteri yang telah dihilangkan sifat
racunnya, namun masih dapat merangsang
pembentukan zat anti (toksoid).
Imunisasi DPT diberikan intramuscular.
Pemberian DPT dapat berefek samping ringan ataupun
berat.

Imunisasi HiB (haemophilus influenzae tipe b)


merupakan imunisasi yang diberikan untuk mencegah
terjadinya influenza tipe b.
vaksin ini adalah bentuk polisakarida murni (PRP:
purified capsular polysacharida) kuman H. influenza
tipe b.

Pertumbuhan dan perkembanan anak merupakan


masa yang paling penting, karena masa ini adalah
masa dimana anak-anak mempunyai kesempatan
untuk memiliki fisik, mental, emosi, dan intelektual
yang baik dan sempurna. Proses ini juga dipengaruhi
oleh beberapa factor, misalnnya keluarga, lingkungan
serta gizi yang di dapat. Dalam memaksimalkan
tumbuh kembang anak diperlukan usaha untuk
mengukur tumbuh kembang anak dan melindungi
anak dari penykit infeksi dengan imunisasi.