Anda di halaman 1dari 47

1.

2.
3.
4.
5.

6.

Novia Kadarsih (11/316990/PA/14108)


Fajar Amelia Rachmawati P. (12/334691/PA/14924)
Ferry Rachmadani Saputra (12/33144/PA/14696)
Zaneta Descara (12//PA/)
Rizky Woro Setyaningrum (12//PA/)
Alfian Surya Hadiwijaya (12/331326/PA/14593)

KARBOHIDART DAN
GLIKOBIOLOGI
Karbohidart tersebar luas baik dalam
jaringan tumbuh tumbuhan maupun jaringan
binatang. Dalam tumbuh tumbuhan karbohidrat
dihasilkan oleh fotosintesis .Pada jaringan
binatang , karbohidrat dalam bentuk glukosa
dan glikogen yang berfungsi sebagai sumber
energi untuk aktivitas.
Karbohidrat dapat didefinisikan secara
kimia sebagai derivat aldehida atau keton dari
alkohol / polihidrik atau sebagai senyawa yang
menghasilkan derivat derivat ini pada hidrolisis.

1. Monosakarida dan
Disakarida
2. Polisakarida

3. Glikokonjugat:
Proteoglikan, Glikoprotein
dan Glikolipid
4. Karbohidrat sebagai
Informasi Molekular: Kode
Gula
5. Analisa untuk
Karbohidrat

KARBOHIDRAT
Monosakarida dan
Disakarida

Monosakarida
Monosakarida ( gula sederhana) adalah karbohidrat yang tidak dapat
dihidrolisis menjadi bentuk yang lebih sederhana lagi.Monosakarida
mengandung 3-7 atom karbon.
Kristal monosakarida tidak berwarna dan larut dalam air tetapi tidak larut
dalam pelarut nonpolar.
Umumya monosakarida berasa manis. Susunan atom pada monosakarida
tidak bercabang.
Satu dari atom karbon membentuk ikatan ganda denga atom oksigen
membentuk gugus karbonil.
Bila gugus karbonil ini terbentuk pada ujung rantai karbon, monosakarida ini
memiliki aldehid sehingga disebut aldosa, dan bila gugus karbonil
terbentuk pada atom karbon yang lain, monosakarida ini adalah suatu
keton dan disebut ketosa. Diantara monosakarida glukosa (aldosa)
dan fruktosa (ketosa) adalah yang paling banyak terdapat di alam.

Stereoisomer
Monosakarida
Bentuk stereoisomer ada 2
macam yaitu isomer optik dan
isomer geometri. Isomer yang
biasanya
terdapat
dalam
karbohidrat berupa isomer
optik .

Molekul
monosakaida
mempunyai
atom
karbon
asimetris yaitu atom karbon
yang mengikat gugus berlainan
pada tiap ikatan kovalennya,
sehingga dapat membentuk 2
senyawa yang merupakan
bayangan cermin bagi yang
lain

0rganisme yang mengandung berbagai


turunan heksosa
Selain heksosa sederhana seperti glukosa,
galaktosa, dan manosa, ada sejumlah turunan gula
yang gugus hidroksil dalam senyawa induknya
diganti dengan substituen lain, atau sebuah atom
karbon teroksidasi ke grup karboksil.
Turunan glukosamin ini merupakan bagian dari
beberapa polimer struktural,termasuk dinding sel
bakteri. Dinding sel bakteri juga mengandung
turunan dari glukosamin, Asam N-acetylmuramic,
dan asam laktat. asam N acetylneuraminic juga
merupakan komponen yang banyak pada
glikoprotein dan glikolipid pada hewan.

Oksidasi karbonil dalam glukosa :


Oksidasi aldehida
Oksidasi Aldosa
Oksidasi karbon di ujung lain dari karbon rantai C - 6
glukosa yaitu galaktosa , dan mannose

Monosakarida sebagai agen pereduksi


Monosakarida adalah agen pereduksi, Monosakarida
dapat dioksidasi oleh oksidator yang relatif ringan seperti
tembaga (II).
Glukosa dan gula lain yang mampu mengurangi ion
tembaga disebut gula pereduksi berbentuk enediols.
Sifat ini dapat digunakan untuk mengukur jumlah gula
dalam darah (metode Fehling).

Reaksi reduksi tembaga (II)

Glukosa dalam medis

Glukosa adalah bahan bakar utama untuk otak.


Ketika jumlah glukosa yang mencapai otak yang
terlalu rendah konsekuensi bisa mengerikan seperti
lesu, koma,kerusakan otak permanen, dan kematian.
Kadar gula yang tinggi diyakini sebagai penyebab
diabetes yang dalam jangka waktu lama dapat
menyebabkan gagal ginjal, kebutaan, dan gangguan
penyembuhan luka. Dan cara menanggulanginya
yaitu dengan terapi (memperbanyak insulin).

Reaksi Glukosa dengan Hemoglobin

Disakarida
Disakarida terdiri dari dua monosakarida yang
bergabung melalui ikatan o-glycosidic. Jenis jenis disakarida ada maltosa, laktosa, sukrosa
dan trehalosa.

Di samping adalah
reaksi pembentukan
maltosa

Berikut adalah
strukur dari
laktosa, sukrosa
dan trehalosa

KARBOHIDRAT
Polisakarida

Amilum atau pati adalah karbohidrat


kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud
bubuk putih, tawar dan tidak berbau. Pati
merupakan bahan utama yang dihasilkan oleh
tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa
(sebagai produk fotosintesis) dalam jangka
panjang dan merupakan polimer dari glukosa.

Amilosa adalah polimer linier dari -Dglukosa yang dihubungkan dengan ikatan 1,4. Dalam satu molekul amilosa terdapat 250
satuan glukosa atau lebih. Amilosa membentuk
senyawa kompleks berwarna biru dengan
iodium. Warna ini merupakan uji untuk
mengidentifikasi adanya pati.

Amilopektin merupakan polisakarida yang


memiliki rantai utama -D-glukosa yang dihubungkan
oleh ikatan 1,4'-. Tiap molekul glukosa pada titik
percabangan dihubungkan oleh ikatan 1,6'-.
Amilopektin merupakan molekul yang mudah
ditemukan karena menjadi satu dari dua senyawa
penyusun pati, bersama-sama dengan amilosa.
Walaupun tersusun dari monomer yang sama,
amilopektin berbeda dengan amilosa.

Glikogen adalah salah satu jenis polisakarida


yang terdiri atas subunit glukosa dengan ikatan rantai
lurus (14) dan ikatan rantai percabangan (16).
Glikogen memiliki struktur mirip amilopektin (salah
satu jenis pati) tetapi dengan lebih banyak
percabangan, yaitu setiap 8-12 residu. Glikogen
(disebut juga 'pati otot') yang dipakai oleh hewan
sebagai penyimpan energi memiliki struktur mirip
dengan amilopektin.

Selulosa adalah polisakarida yang terdiri


dari rantai linier dari beberapa ratus hingga
lebih dari sepuluh ribu ikatan (14) unit Dglukosa. Selulosa adalah karbohidrat utama
yang disintesis oleh tanaman dan menempati
hampir 60% komponen penyusun struktur
kayu.

Dinding sel bakteri dan alga terdiri dari stuktural


heteropolisakarida.
Dinding sel bakteri tersusun atas peptidoglikan
(dihubungkan oleh N-acetylglucosamine dan Nacetylmuramic acid), sedangkan alga berupa agarose
(dihubungkan oleh sulfat dan piruvat).

Glikosaminoglikan adalah heteropolisakarida dari


matriks eksktraseluler
Di dalam ruangan ektraseluler terdapat
jaringan multiseluler yang diisi oleh material yang
menyerupai gel, yaitu matriks ekstraseluler.
Dimana, matriks ini merupakan substansi dasar
dari sel yang menekan ke segala arah dan tempat
penyerapan nutrisi dan oksigen untuk sel.
Terdapat 4 glikosaminoglikan dalam matriks
ektraseluler, yaitu:

Hyaluronic acid tersusun dari Dglucuronic acid dan N-acetylglucosamine yang


terdapat pada kartilago dan tendon. Hyaluronic
acid juga berkontribusi dalam elastisitas
komponen matriks ekstraseluler.

Chondroitin sulfate terkandung juga


dalam kartilago, tendon, ligamen, dan
dinding pada aorta.

Keratan Sulfates terkandung dalam


kornea, kartilago, tulang, berbagai tanduk, dan
kuku hewan maupun manusia.

Heparin terfraksinasi dari heparin sulfates


yang merupakan turunan dari tipe leukosit.
Heparin merupakan agen terapatik yang
digunakan untuk menghambat koagulasi
kapasitas protease yang berlebihan.

KARBOHIDRAT
Glycoconjugates:
Proteoglycans, Glycolipids,
and Glycoproteins

Selain berfungsi sebagai bahan bakar, karbohidrat sering


melekat pada protein atau lemak dari proteoglikan,
glikoprotein, dan glikolipid. Gugus karbohidrat ini memiliki
banyak jenis fungsi yang berbeda.

Proteoglikan

terdiri dari sebuah protein


inti yang secara kovalen melakat pada
banyak rantai linear glikosamonoglikan
yang
panjang,
yang
mengandung
pengulangan unit disakarida.
Proteoglikan dijumpai di dalam cairan
sinovium sendi, cairan vitreosa mata,
dinding arteri, dan tulang serta tulang
rawan.

Struktur Proteoglikan

Glikolipid merupakan sphingolipids membran yang


mana
bagian
kepala
hidrofiliknya
merupakan
oligosakarida.

Glikolipid merupakan kumpulan berbagai jenis unit-unit


monosakarida yang berbeda seperti gula-gula
sederhana D-glukosa, D- galaktosa, D-manosa, Lfruktosa, L-arabinosa, D-xylosa, dan sebagainya.
Karbohidrat ini memegang peranan penting dalam
berbagai aktivitas sel, antara lain dalam sistem
kekebalan. Glikolipid yang terdapat pada membran sel
juga berperanan dalam reaksi imunologis, dengan
membentuk antigen golongan darah.

Glikolipid ini juga berfungsi sebagai sinyal pengenal


untuk interaksi antar sel.

Glikoprotein mengandung rantai karbohidrat yang jauh


lebih
pendek
daripada
proteoglikan.
Rantai
oligosakarida ini umumnya bercabang dan tidak
mengandung disakarida yang berulang. Sebagian besar
protein dalam darah adalah glikoprotein.

Glikoprotein biasanya ditemukan pada bagian luar


membran plasma (sebagai bagian dari glycocalyx), di
dalam matriks ekstraseluler, dan dalam darah. Di dalam
sel glikoprotein ditemukan dalam organel tertentu
seperti kompleks Golgi, butiran sekretori, dan lisosom.

Pembagian glikoprotein

KARBOHIDRAT
Karbohidrat sebagai Informasi
Molekular: Kode Gula

Ikatan antara Lektin dengan Karbohidrat

Sel menggunakan oligosakarida spesifik untuk


mengkodekan informasi penting tentang penargetan
protein intraseluler, interaksi sel-sel , diferensiasi sel
dan pengembangan jaringan, dan sinyal ekstraseluler

Struktur karbohidrat bervariasi pada permukaan sel

Berperan sebagai sisi untuk interaksi antar sel dan


dengan lingkungannya

Lektin , ditemukan di semua organisme , adalah


protein yang mengikat karbohidrat dengan
kekhususan tinggi dari afinitas moderat hingga
tinggi
Lektin berperan pada pengenalan sel - sel ,
sinyal , dan proses adhesi dan dalam
menentukan target intraselular protein yang
baru disintesis .
Lektin biasanya biasanya ditemukan pada
bagian luar permukaan sel , di mana mereka
melakukan interaksi dengan sel-sel lain.
Lektin intraseluler berperan sebagai perantara
protein intraseluler untuk menargetkan organel
tertentu atau jalur sekretori

Lektin berperan dalam interaksi antar sel : Lektin


berikatan dengan karbohidrat dihubungkan oleh sejumlah
interaksi lemah non - kovalen (ion kalsium diperlukan ) :
ion kalsium pada protein bertindak jembatan antara
protein dan gula melalui interaksi langsung dengan gula
gugus OH. Ikatan karbohidrat dan lektin tertentu
ditentukan oleh residu asam amino yang mengikat
karbohidrat .

Bakteria contoh E.coli mampu menempel

pada sel epitelial usus besar karena lektin


E.coli mampu mengenali target oligosakarida
yang terdapat pada usus besar tsb

GLUKOSA DARAH
Glukosa dapat dipakai oleh semua jaringan tubuh,
disimpan :
hati dan otot
Glikogen
jaringan lemak Triasilgliserol ( TG )
Sumber glukosa darah :
1. Karbohidrat Makanan
2. Glikogenolisis hepar
3. Glukoneogenesis
Hormon yg mengatur glukosa darah :
Insulin
Hormon klj. Medula adrenal : epinefrin,
glukagon

Glukagon (hati) dan Epinefrin (otot)


menghambat Glikogen sintase
menghambat glikogenesis
memacu fosforilase memacu glikogenolisis
INSULIN :
Memacu glikogen sintase
efek : memacu glikogenesis
menghambat glikogenolisis

KARBOHIDRAT
Analisa untuk
Karbohidrat

Fungsi Karbohidrat
1. Fungsi utamanya sebagai sumber energi (1 gram karbohidrat menghasilkan 4
kalori) bagi kebutuhan sel-sel jaringan tubuh. Sebagian dari karbohidrat diubah
langsung menjadi energi untuk aktifitas tubuh, clan sebagian lagi disimpan dalam
bentuk glikogen di hati dan di otot. Ada beberapa jaringan tubuh seperti sistem
syaraf dan eritrosit, hanya dapat menggunakan enersi yang berasal dari
karbohidrat saja.
2. Melindungi protein agar tidak dibakar sebagai penghasil enersi.
Kebutuhan tubuh akan enersi merupakan prioritas pertama; bila karbohidrat
yang di konsumsi tidak mencukupi untuk kebutuhan enersi tubuh dan jika tidak
cukup terdapat lemak di dalam makanan atau cadangan lemak yang disimpan di
dalam tubuh, maka protein akan menggantikan fungsi karbohidrat sebagai penghasil
energi. Dengan demikian protein akan meninggalkan fungsi utamanya sebagai zat
pembangun. Apabila keadaan ini berlangsung terus menerus, maka keadaan
kekurangan energi dan protein (KEP) tidak dapat dihindari lagi.

3. Membantu metabolisme lemak dan protein dengan


demikian dapat mencegah terjadinya ketosis dan
pemecahan protein yang berlebihan.
4. Di dalam hepar berfungsi untuk detoksifikasi zat-zat
toksik tertentu.
5. Beberapa jenis karbohidrat mempunyai fungsi
khusus di dalam tubuh. Laktosa misalnya berfungsi
membantu penyerapan kalsium. Ribosa merupakan
merupakan komponen yang penting dalam asam
nukleat.
6. Selain itu beberapa golongan karbohidrat yang tidak
dapat dicerna, mengandung serat (dietary fiber)
berguna untuk pencernaan, memperlancar defekasi.