Anda di halaman 1dari 30

RESPONS

SPEKTRUM
ANGGOTA KELOMPOK
.ABDUL KHAIR
.DWI ANANTI PUTRI
.PUTRI UTAMI RESMANA
.RIDHO PRANATA

DEFINISI

Respons spektrum adalah suatu spektrum yang


disajikan dalam bentuk grafik / plot antara periode getar
struktur
T,
versus
respon-respon
maksimum
berdasarkan rasio redaman dan gempa tertentu.
Respon-respon maksimum dapat berupa simpangan
maksimum (spectral displacement, SD), kecepatan
maksimum (spectral velocity, SV), atau percepatan
maksimum (spectral acceleration, SA) dari massa
struktur single degree of freedom (SDOF).

RESPONS SPEKTRUM

JENIS-JENIS

Terdapat dua macam respons spektrum yaitu :


respons spektrum elastik
Spektrum elastik adalah respons spektrum yang
didasarkan atas respon elastik suatu struktur.

respons spektrum inelastik


spektrum inelastik yang juga disebut desain
respons spektrum, merupakan respons spektrum
hasil scale down dari spektrum elastik dengan nilai
daktilitas tertentu.

ATURAN STANDAR

Respon spectrum untuk bahasan kali ini didasarkan


pada SNI gempa 2012. Pada SNI gempa 2012, gempa
rencana ditetapkan sebagai gempa dengan
kemungkinan terlewati besarannya selama umur
struktur bangunan 50 tahun adalah sebesar 2 persen
atau gempa dengan periode ulang 2500 tahun yang
merupakan gempa maksimum yang dipertimbangkan
risiko tertarget (MCER Maximum Considered
Earthquake Targeted Risk)

(MCER Maximum Considered Earthquake Targeted


Risk) Gempa Hazard (bahaya kerusakan-MCE).
MCER probabilistic.
MCER deterministic (adanya patahan/fault).
Koefisien Risiko (Cr) atau Collapse
Fragility (Vulnerability): probabilitas keruntuhan
struktur dengan risiko gempa = 2% umur bangunan
50 tahun.

cara penentuan respons


spektrum

Berikut ini disajikan cara penentuan respons spektrum


berdasarkan SNI 1726-2012

(1) Menentukan parameter percepatan tanah SS


(percepatan batuan dasar periode pendek 0,2 detik)
dan S1 (percepatan batuan dasar periode 1,0 detik).
Parameter SS dan S1 ditetapkan berdasarkan
respons spektrum percepatan 0,2 detik dan 1 detik
dalam peta gerak tanah seismik dengan
kemungkinan 2 persen terlampaui dalam 50 tahun
sesuai dengan lokasi yang

(2) Menentukan klasifikasi situs. Berdasarkan sifat-sifat


tanah pada situs, maka situs diklasifikasikan sebagai
kelas situs SA, SB, SC, SD, SE, atau SF.

Pada contoh ini, klasifikasi situs ditentukan


berdasarkan N-SPT rata-rata dimana lapisan profil
tanah yang diperhitungkan yaitu pada kedalaman 30 m
paling atas dari suatu situs.

(3) Menentukan faktor koefisien situs (Fa, Fv) dan


menghitung parameter spektrum respons percepatan
yang disesuaikan dengan pengaruh klasifikasi situs
(SMS, SM1).

(4)

Menghitung parameter percepatan


spektrum desain (SDS, SD1).

(5) Menggambar grafik respons spektrum desain

Analisis Dinamik Struktur dengan Respon Spektrum


berdasarkan SNI 1726:2012 menggunakan SAP2000

Langkah awalnya adalah menggambarkan/membuat


model numeriknya. Dalam contoh kasus kita, model
numeriknya adalah portal dua dimensi dua bentangan
dan tiga lantai.

kemudian dari kotak dialog 2D Frames, isikan nilai-nilai


yang terapat pada bagian Portal Frame Dimensions,
yakni number of stories, number of bays, story height
dan bay width. Apabila diinginkan untuk membuat
bentangan dan tinggi antar lantai yang tidak seragam,
beri tanda centang pada Use Custom Grid Spacing and
Locate Origin, kemudian klik Edit GRID

dalam contoh kasus ini, lakukan penyesuaian pada


Grid C dengan mengubah nilai ordinatnya menjadi 3.
Akhiri dengan klik OK. Akan diperoleh hasil model
numerik portalnya seperti tergambar di bawah ini.

dari menu Define > Load Patterns, lakukan


penambahan pola pembebanan yang akan bekerja
pada portal tersebut.
dari menu Define > Load Cases, lakukan pengecekan
apakah pola pembebanan yang ditambahkan tadi telah
masuk ke daftar kasus pembebanan. Akhiri dengan klik
OK.
pilih seluruh balok yang ada pada portal tersebut,
kemudian dari menu Assign > Frame Loads >
Distributed akan muncul kotak dialog untuk mengisikan
besarnya beban merata yang bekerja pada balok portal
tersebut.

struktur portal ini terbuat dari baja BJ 37 (ASTM A36 Steel)


dengan profil yang digunakan adalah I-WF 250x150x9x6
mm. Dari menu Define > Materials > Add New
Materials

Lakukan penyesuaian pada Standard dan akhiri


dengan klik OK, dan kemudian OK untuk keluar dari ko
tak dialog
dari menu Define > Section Properties > Frame
Sections, pilih Add New Properties. Kemudian pilih I /
Wide Flange.

lakukan penyesuaian pada setiap input yang ada pada


kotak dialog tersebut dan akhiri dengan klik OK.
dan klik OK lagi untuk keluar dari kotak dialog. Untuk
memasangkan profil IWF yang sudah didefinisikan
tersebut, pilihlah seluruh balok dan kolom, kemudian
dari menu Assign > Frame > Frame Sections, pilih
profil IWF yang sudah didefinisikan tadi, akhiri dengan
klik OK.

Dari menu Define > Functions > Response


Spectrum, lalu akan muncul kotak dialog Define
Response Spectrum Functions. Lakukan penyesuaian
pada Choose Function Type to Add dengan memilih
IBC 2012, kemudian klik Add New Function

pada Response Spectrum IBC 2012 Function


Definition, lakukan penyesuaian-penyesuaian yang
diperlukan, yakni pada nilai Ss dan S1, seperti yang
telah diperoleh pada langkah sebelumnya.
Akhiri dengan klik OK, dan klik OK sekali lagi untuk
keluar dari kotak dialog. Agar beban gempa yang
berupa respon spektrum tersebut dapat bekerja
sepenuhnya pada pada struktur, maka beban tersebut
juga harus didefinisikan. dari menu Define > Load
Cases, pilih Add New Load Case.

Lakukan penyesuaian pada Load Case Name dengan


memberi nama SEISMIC dan Load Case Type-nya
adalah Response Spektrum. Kemudian pada bagian
Load Applied, lakukan penyesuaian-penyesuaian Load
Type = Accel, Load Name = U1, Function = GEMPA,
Scale Factor=10, kemudian klik Add. Biarkan nilai-nilai
yang lain tetap pada nilainya semula, akhiri dengan klik
OK.

Setelah semuanya selesai, definisi terakhir yang


digunakan adalah definisi kombinasi pembebanan.
Dalam kasus ini, digunakan kombinasi pembebanan
default (bawaan) dari SAP2000. Dari menu Define >
Load Combination > Add Default Design Combos.

Struktur siap untuk di analisis. Dari menu Analyze, klik


Set Analyze Options, kemudian dari kotak dialog
Analyze Options yang muncul, klik tombol X-Z Plane,
akhiri dengan klik OK.

Untuk me-running analisis di SAP2000, dapat


dilakukan dari menu Analyze > Run Analysis (F5),
atau cukup dengan menekan tombol F5 dari keyboard,
atau dapat dilakukan dengan menekan tombol . Dari
kotak dialog Select Load C
ases to Run, langsung saja klik Run Now. Hasil analisis
yang ditampilkan berupa diagram deformasi struktur,
gaya-gaya dalam dan lain sebagainya.

Gambar di atas adalah contoh deformasi struktur pada


kombinasi pembebanan nomor 4 (Comb4), dimana pada
Comb4 sudah terdapat beban gempa

Gambar di atas ini merupakan diagram momen lentur pada


kombinasi pembebanan nomor 4 (Comb4). Untuk diagram
gaya-gaya dalam yang lain dapat diakses melalui menumenu yang ada di SAP2000.

Berikut bagan alir menentukan respons spectrum


Mulai

Perumusan Masalah

Pengumpulan Data

Studi Pustaka

EduShake

Pemodelan

Plaxis

Input

Input

Perhitungan

Perhitungan

Output

Membuat Respon Spektra


Sesungguhnya Dengan
Hasil Spektra Program

Output

Prism
SNI Gempa

Membandingkan
Hasil

1726-2012

Kesimpulan

Output