Anda di halaman 1dari 26

Spektrofotometri UV dan UV-Vis

OLEH KELOMPOK:

Nurhayati (F1C112010)
Arlina (F1C112019)
Nurliana (F1C112034)
Sundari (F1C112036)
Ria prantika (F1C112042)

Apa itu Spektrofotometri ?


Spektrofotometri
analisa
serapan

yang

merupakan

didasarkan

suatu

pada

metoda

pengukuran

sinar monokromatis oleh suatu lajur

larutan berwarna pada panjang gelombamg

spesifik dengan menggunakan monokromator


prisma atau kisi difraksi dengan detektor fototube.

Prinsip Spektrofotometri
Larutan sampel dikenai radiasi elektromagnetik, sehingga menyerap
energi / radiasi terjadi interaksi antara radiasi elektromagnetik

dengan materi (atom/molekul)


Jumlah intensitas radiasi yang diserap oleh larutan sampel dikonversi
dengan konsentrasi analit data kuantitatif

Analisis Spektrofotometri
Analisis spektrofotometri : analisis kimia yang didasarkan pada
pengukuran

intensitas

warna

larutan

yang

akan

ditentukan

konsentrasinya dibandingkan dengan larutan standar, yaitu larutan


yang telah diketahui konsentrasinya.

Penentuan konsentrasi didasarkan pada absorpsimetri, yaitu metode


analisis kimia yang didasarkan pada pengukuran absorpsi (serapan)
radiasi gelombang elektromagnetik.

Cara kerja spektrofotometer


1.

Tempatkan larutan pembanding, misalnya blangko dalam sel pertama


sedangkan larutan yang akan dianalisis pada sel kedua.

2.

Kemudian pilih foto sel yang cocok 200nm-650nm (650nm-1100nm) agar


daerah yang diperlukan dapat terliputi.

3.

Dengan ruang foto sel dalam keadaan tertutup nol galvanometer didapat
dengan menggunakan tombol dark-current.

4.

Pilih yang diinginkan, buka fotosel dan lewatkan berkas cahaya pada

blangko dan nol galvanometer didapat dengan memutar tombol


sensitivitas.
5.

Dengan menggunakan tombol transmitansi, kemudian atur besarnya pada

100%. Lewatkan berkas cahaya pada larutan sampel yang akan dianalisis.
Skala absorbansi menunjukkan absorbansi larutan sampel.

Spektrofotometri UV merupakan salah satu metode analisis


yang dilakukan dengan pangjang gelombang 100-400 nm atau
595299 kJ/mol.
Zat yang dapat dianalisis menggunakan spektrofotometri UV
adalah zat dalam bentuk larutan dan zat tersebut tidak tampak
berwarna. Jika zat tersebut berwarna maka perlu direaksikan
dengan reagen tertentu sehingga dihasilkan suatu larutan
tidak berwarna.

Spektrofotometri

ini

merupakan

gabungan

antara

spektrofotometri UV dan Visible. Menggunakan dua buah sumber


cahaya berbeda, sumber cahaya UV dan sumber cahaya visible.

Meskipun untuk alat yang lebih canggih sudah menggunakan


hanya satu sumber sinar sebagai sumber UV dan Vis, yaitu
photodiode yang dilengkapi dengan monokromator.

Untuk sistem spektrofotometri, UV-Vis paling banyak tersedia


dan paling populer digunakan. Kemudahan metode ini adalah
dapat digunakan baik untuk sample berwarna juga untuk sample

tak berwarna.

Panjang gelombang

Warna

Warna komplementer

400 nm 435 nm

Ungu

Hijau kekuningan

435 nm 480 nm

Biru

Kuning

480 nm 490 nm

Biru kehijauan

Jingga

490 nm 500 nm

Hijau kebiruan

Merah

500 nm 560 nm

Hijau

Ungu kemerahan

560 nm 580 nm

Hijau kekuningan

Ungu

595 nm 610 nm

Jingga

Biru kehijauan

610 nm 680 nm

Merah

Hijau kebiruan

680 nm- 700 nm

Ungu kemerahan

Hijau

Radiasi Elektromagnetik
-1

V = Wave Number (cm )


l = panjang gelombang (nm-1)
C = kecepata cahaya = 3 x 1010 cm/sec.
u = frekuensi (Hz)

V =

Energi foton :
E = h= h

C = u

h (Tetapan Planck) = 6.62 x 10-

27

(Ergsec)

Spektrum Elektromagnetik
Tipe Radiasi

Frekuensi (Hz)

Panjang Gelombang

Gamma-rays

1020-1024

<1 pm

X-rays

1017-1020

1 nm-1 pm

Ultraviolet

1015-1017

400 nm-1 nm

Visible

4-7.5x1014

750 nm-400 nm

Near-infrared

1x1014-4x1014

2.5 m-750 nm

Infrared

1013-1014

25 m-2.5 m

Microwaves

3x1011-1013

1 mm-25 m

Radio waves

<3x1011

>1 mm

Hubungan Transmitansi dan Absorbansi


Transmitansi :
T = I/Io
I : intensitas cahaya setelah melewati sampel
Io : intensitas cahaya awal
Hubungan Absorbansi dengan %T :
A = -logT = -log(I/ Io)
T= (I/Io) = 10-A
%T = (I/Io) x 100
A = -logT = log(1/T)

Penyimpangan Hukum Lambert-Beer


Larutan pekat
Pada konsentrasi larutan yang terlalu pekat, Absorbansi
yang terbaca terlalu tinggi, sehingga grafik tidak linear
Larutan yang diukur harus encer
Faktor instrumentasi sinar yang diserap tidak
monokromatis menyebabkan 2 panjang gelombang
maksimum
Faktor kimia karena terjadinya reaksi disosiasi,
asosiasi, polimerisasi, solvolisis
Jika terjadi reaksi konsentrasi zat yang akan diukur
berkurang

Komponen Istrumen Spektrofotometer

Spektrofotometer

sumber cahaya digunakan untuk pengukuran serapan molekul.


monokromator digunakan untuk memisahkan spektrum warna
sesuai dengan panjang gelombang yang dipilih.
detektor digunakan untuk mendeteksi panjang
gelombang cahaya yang telah melewati sampel
amplifier digunakan untuk meningkatkan signal

Komponen Lampu
Spektrofotometer UV
1.

Lampu Gas hidrogen

2.

Lampu Merkuri

Spektrofotometer Visible
Lampu Tungsen

Komponen Monokromator
Cahaya : - semua cahaya
- cahaya polikromatik
Monokromator memilih cahaya monokromatik (Cahaya satu
warna )
Cahaya merah
yang diserap
oleh larutan
hijau

Detektor
Berfungsi menangkap cahaya yang diteruskan
dari sampel dan mengubahnya menjadi arus
listrik. Syarat-syarat sebuah detektor :
Kepekaan yang tinggi
Perbandingan isyarat atau signal dengan
bising tinggi
Respon konstan pada berbagai panjang
gelombang.
Waktu respon cepat dan signal minimum
tanpa radiasi.
Signal listrik yang dihasilkan harus
sebanding dengan tenaga radiasi.

Macam-Macam Detektor
Detektor foto (Photo detector)
Photocell, misalnya CdS.
Phototube
Hantaran foto
Dioda foto
Detektor panas

Struktur kimia dan absorpsi UV


Larutan yang dapat dianalisis dengan
spektrofotometer UV senyawa yang
mempunyai gugus kromofor
Gugus kromofor : gugus molekul yang
mengandung sistem elektronik yang dapat
menyerap energi pada daerah UV

Tipe Instrumen Spektrofotometer


1. Single-beam instrument ( satu berkas sinar )
digunakan untuk kuantitatif dengan mengukur
absorbansi pada panjang gelombang tunggal. Single
beam menghasilkan pengukuran sinar UV dan sinar
tampak. Skema Instrumen Single Beam :

2. Double-beam instrument ( dua berkas sinar )


Instrument yang digunakan dengan panjang gelombang

190 samapai 750 nm, mempunyai dua sinar yang dibentuk


oleh potongan cermin yang membentuk V yang disebut
pemecahan sinar. Skema instrumen Double Beam :

Aplikasi spektrofotometer UV
Protein
Glucose Determination
Enzyme Activity (Hexokinase)

Amino Acids (aromatic)

Struktur Kimia dan Absorpsi Visible


Larutan yang dapat dianalisis dengan
spektrofotometer visible senyawa yang
berwarna
Contoh : KMnO4
Apabila senyawa tersebut tidak berwarna,
maka perlu ditambahkan pengompleks yang
dapat membentuk warna
Contoh : analisis logam Pb

Aplikasi spektrofotometer visible


Niacin
Pyridoxine
Vitamin B12
Metal Determination (Fe)
Fat-quality Determination (TBA)
Enzyme Activity (glucose oxidase)

Sekian dan Terima Kasih