Anda di halaman 1dari 53

PLASENTA PREVIA

Wanda Florecia
1010070100099

Latar Belakang
Perdarahan obstetrik yang terjadi pada
kehamilan tremister ketiga dan yang
terjadi setelah anak atau plasenta lahir
pada umumnya adalah perdarahan yang
berat, dan jika tidak mendapatkan
penanganan
yang
cepat
bisa
mendatangkan syok yang fatal. Salah satu
sebabnya adalah plasenta previa.

Plasenta previa adalah plasenta yang


letaknya abnormal yaitu pada segmen
bawah uterus sehingga menutupi sebagian
atau seluruh pembukaan jalan lahir.
(Sarwono)

Klasifikasi

Plasenta previa totalis


Plasenta previa parsialis
Plasenta previa marginalis
Plasenta letak rendah

Etiologi
Plasenta previa dapat disebabkan oleh
endometrium di fundus uteri belum siap
menerima implantasi, endometrium
yang
tipis
sehingga
diperlukan
perluasaan plasenta untuk mampu
memberikan nutrisi pada janin, dan vili
korealis pada chorion leave yang
persisten. (Manuaba,1998)

Etiologi plasenta previa belum diketahui


pasti tetapi meningkat pada
grademultipara, primigravida tua, bekas
section sesarea, bekas operasi, kelainan
janin dan leiomioma uteri. (Mansjoer,
2001)

Patofisiologi
Pada usia kehamilan yang lanjut,
umumnya pada transmiter ketiga dan
mungkin juga lebih awal, oleh karena
telah mulai terbentuknya segmen bawah
rahim, tapak plasenta akan mengalami
pelepasan. Sebagaimana diketahui tapak
plasenta terbentuk dari jaringan maternal.

Dengan melebarnya isthmus uteri menjadi


segmen bawah rahim, maka plasenta yang
berimplantasi di situ sedikit banyak akan
mengalami laserasi akibat pelepasan pada
desidua sebagai tapak plasenta. Demikian
pula pada waktu serviks mendatar
(effacement) dan membuka (dilatation)
ada bagian tapak plasenta yang terlepas.

Pada tempat laserasi itu akan terjadi


perdarahan yang berasasl dari sirkulasi
maternal yaitu dari ruangan intervillus
dari plasenta. Oleh karena fenomena
pembentukan segmen bawah rahim itu
perdarahan pada plasenta previa betapa
pun pasti akan terjadi (unavoidable
bleeding).

Demikian perdarahan akan berulang tanpa


sesuatu sebab lain (causeless). Darah yang
keluar berwarna merah segar tanpa rasa nyeri
(painless). Pada plasenta yang menutupi
seluruh ostium uteri internum perdarahan
terjadi lebih awal dalam kehamilan oleh
karena segmen bawah rahim terbentuk lebih
dahulu pada bagian terbawah yaitu pada
ostium uteri internum.

Sebaliknya, pada plasenta previa parsialis


atau letak rendah, perdarahan baru terjadi
pada waktu mendekati atau mulai
persalinan. Perdarahan pertama biasanya
sedikit tetapi cendrung lebih banyak pada
perdarahan berikutnya.

Manifestasi Klinis
Perdarahan uterus keluar melalui vagina
tanpa rasa nyeri
Perdarahan biasanya baru terjadi pada
akhir trimester kedua ke atas
Perdarahan pertama berlangsung tidak
banyak dan berhenti sendiri

Perdarahan kembali terjadi tanpa


sesuatu yang jelas setelah beberapa
waktu kemudian, jadi berulang
Pada setiap pengulangan terjadi
perdarahan yang lebih banyak bahkan
seperti mengalir

Pada plasenta letak rendah, perdarahan


baru terjadi pada waktu mulai persalinan
dan
bisa
berlangsung
sampai
pascapersalinan
Pada palpasi abdomen sering ditemui
bagian terbawah janin masih tinggi di
atas simfisis dengan letak janin tidak
dalam letak memanjang.

Anamnesa
Perdarahan terjadi pada kehamilan lebih
dari 28 minggu atau berat janin lebih
dari 1000 gram.
Tanpa nyeri, tanpa alasan , waktu tidur
maupun kerja.
Darah merah segar.

Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum ibu
Keadaan bervariasi dari keadaan normal
sampai syok
Kesadaran penderita bervariasi dari
kesadaran baik sampai koma
Tekanan darah turun
Nadi dan pernafasan meningkat
Daerah ujung menjadi dingin
Anemis

Palpasi
Janin belum cukup bulan
Tinggi fundus uteri sesuai dengan
umur hamil
Karena letak plasenta di segmen
bawah lahir, maka dapat dijumpai
kelainan letak janin dalam rahim dan
bagian terendah masih tinggi :
Belum masuk pintu atas panggul

Mengolak ke samping
Menonjol di atas simfisis
Bagian
bawah
janin
sukar
ditentukan
Letak lintang
Letak sungsang
Denyut jantung janin bervariasi dari
normal sampai asfiksia dan kematian
dalam rahim.

Inspekulo
Apakah perdarahan berasal dari
ostium uteri atau dari kelainan serviks
dan vagina
Darah berwarna merah segar
Tampak bekuan darah di vagina
Bila ada pembukaan serviks, dapat
dilihat permukaan maternal plasenta.

Perabaan forniks
Hanya dilakukan pada kehamilan di
atas 28 minggu dan presentasi kepala
Teraba bantalan lunak antara kepala
janin dengan jari pemeriksa
Tentukan lokasi bantalan tersebut
Jangan melakukan pemeriksaan ke
dalam kanalis servikalis.

Periksa dalam di atas meja operasi


(PDMO)
Hanya dilakukan bila akan mengakhiri
kehamilan atau persalinan
Pasien dan kamar operasi sudah siap
bila sewaktu pemeriksaan diputuskan
untuk segera melakukan seksio
sesarea.

Pemeriksaan Penunjang
USG
Transabdominal ultrasonografi dalam
keadaan kandung kemih yang dikosongkan
akan memberi kepastian diagnosis plasenta
previa dengan ketepatan tinggi sampai 96
% - 98 %. Walaupun lebih superior jarang
diperlukan transvaginal ultrasonografi
untuk mendeteksi keadaan ostium uteri
internum.

Di tangan yang tidak ahli, pemakaian


transvaginal
ultrasonografi
bisa
memprovokasi perdarahan lebih banyak.
Di tangan yang ahli, transvaginal
ultrasonografi dapat dicapai 98%
positive predictive value dan 100%
negative predictive value pada upaya
diagnosis plasenta previa.

Penilaian biometri janin, indeks cairan


amnion, kelainan kongenital, letak dan
derajat maturasi plasenta. Lokasi
plasenta sangat penting karena hal ini
berkaitan dengan teknik operasi yang
akan dilakukan.

Rongent
Teknik jaringan lunak
Isotop radioaktif
Angiografi / arteriografi
Termografi
Tomografi

Kardiotokografi (KTG)
Dilakukan pada kehamilan > 28 minggu.
Transperineal sonografi
Dapat mendeteksi ostium uteri intranum
dan segmen bawah rahim, dan teknik ini
dilaporkan 90% positive predictive
value dan 100% negative predictive
value dalam mendiagnosis plasenta
previa.

MRI
Juga
dapat
dipergunakan
untuk
mendeteksi kelainan pada plasenta
termasuk plasenta previa. MRI kalah
praktis jika dibandingkan dengan USG,
terlebih dalam suasana yang mendesak.

Laboratorium
Darah perifer lengkap. Bila akan
dilakukan PDMO atau operasi, perlu
diperiksa faktor waktu pembekuan
darah, waktu perdarahan dan gula darah
sewaktu. Pemeriksaan lainnya dilakukan
atas indikasi medis.

Diagnosa Banding
Solusio Plasenta
Vasa Praevia
Kelainan serviks uteri : servisitis, polip
serviks, karsinoma serviks
Trauma : ruptura uteri, laserasi vagina,
perdarahan pasca senggama
Varises vagina pecah.

Penatalaksanaan
Penanganan ekspektatif
Penanganan aktif

Penanganan Ekspektatif
Tujuan terapi ekspektatif adalah supaya
janin tidak terlahir prematur, pasien
dirawat tanpa melakukan pemeriksaan
dalam melaui kanalis servisis. Upaya
diagnosis dilakukan secara non invasif.
Pemantauan klinis dilaksanakan secara
ketat dan baik.

Kriteria:
Masa gestasi kurang dari 36 minggu
Perdarahan sedikit
Belum ada tanda-tanda persalinan
Relaksasi uterus baik
Bunyi jantung janin teratur
Keadaan umum pasien baik (Hb lebih
dari 9 gr %)

Rencana:
Rawat inap
Tirah baring
Berikan antibiotik profilaksis
Observasi perdarahan terus-menerus,
tekanan darah, nadi, pernafasan dan
bunyi jantung janin

Sediakan darah sekurang-kurangnya


1000 cc
Infus glukosa 5% dan elektrolit, puasa
dalam 24 jam pertama untuk
menghadapi kemungkinan operasi
Pemeriksaan rongent atau USG. Bila
memperlihatkan tanda-tanda plasenta
previa, dilarang keras periksa dalam
kecuali PDMO.

Bila dalam perawatan terjadi perdarahan


berulang cukup banyak, segera transfusi
darah dan penanganan aktif
Berikan tokolitik bila ada kontriksi :
MgSO4 4 gr IV, dosis awal dilanjutkan
4 gr tiap 6 jam
Nifedipin 3 x 20 mg/hari
Betamethason 24 mg IV, dosis tunggal
untuk pematangan paru janin

Uji pematangan paru janin dengan Tes


Kocok (Bubble Test) dari test
amniosentesis
Bila pada evaluasi tidak ada tanda-tanda
plasenta previa, perdarahan tidak ada
lagi setelah 10 hari perawatan, pasien
diizinkan pulang dengan peringatan
keras bila terjadi perdarahan cepat
kembali ke rumah sakit (bila tempat
tinggal jauh, jangan dipulangkan)

Bila setelah usia kehamilan di atas 34


minggu plasenta masih berada di sekitar
ostium uteri internum, maka dugaan
plasenta previa menjadi jelas sehingga
perlu dilakukan observasi dan konseling
untuk
menghadapi
kemungkinan
keadaan gawat darurat, pasien dirawat
sampai kehamilan 37 39 minggu,
selanjutnya penanganan aktif.

Penanganan Aktif
Wanita hamil di atas 22 minggu dengan
perdarahan pervaginam yang aktif dan
banyak harus segera ditatalaksana secara
aktif tanpa memandang maturitas janin.

Kriteria:
Masa gestasi lebih dari 37 minggu
atau besar janin sesuai dengan masa
gestasi tersebut
Keadaan umum pasien jelek
Perdarahan banyak
Ada tanda-tanda persalinan

Bunyi jantung janin tidak teratur atau


kurang dari 120/menit atau lebih dari
160/menit
Relaksasi uterus jelek.

Rencana:
Perhatikan keadaan umum pasien
Segera infus garam faal atau glukosa
5%
Periksa bunyi jantung janin dengan
teratur tiap 15 menit
Sedia darah 1000 2000 cc yang
sesuai dengan golongan darah pasien

Periksa Hb, Ht dan uji pembekuan;


kalau dapat periksa fibrinogen
kuantatif dan kualitatif
Urinalisis
Catat masukan dan keluaran cairan
dan perdarahan
Catat tekanan darah dan nadi pasien
tiap 15 menit
Beri atropin 4 mg atau 2 mg IV

Siapkan kamar operasi


Lakukan pemeriksaan dalam dan
pemeriksaan spekulum di atas meja
operasi

Bila ternyata diagnosis:


Plasenta previa totalis : segera lakukan
seksio sesaria.
Plasenta previa marginalis / parsialis
dan primigravida : lakukan seksio
sesaria.

Multigravida dan plasenta previa


marginalis / parsialis dan pembukaan
ostium lebih dari 4 cm, keadaan
umum baik, tidak ada perdarahan :
amniotomi dan induksi persalinan.
Perdarahan banyak, tidak tergantung
dari klasifikasi di atas : segera seksio
sesaria.

Pencegahan
Hindari semua aktivitas berat, seperti
berlari atau mengangkat
Hindari memasukkan sesuatu, seperti
tampon atau douche vagina, ke dalam
vagina
Dengan previa perdarahan, penting
bahwa
menghindari
hubungan
seksual.

Komplikasi
Menurut Chalik (2002), ada tiga
komplikasi yang bisa terjadi pada ibu
dan janin antara lain:

Terbentuknya segmen bawah rahim


secara
bertahap,
maka
terjadi
pelepasan tapak plasenta dari insersi
sehingga terjadilah perdarahan yang
tidak dapat dicegah berulang kali,
sehingga penderita menjadi anemia
bahkan syok.

Plasenta yang berimplantasi di


segmen bawah rahim yang tipis
sehingga dengan mudah jaringan
trofoblas berinfasi menerobos ke
dalam miometrium bahkan ke
parametrium dan menjadi sebab dari
kejadian plasenta akreta dan mungkin
inkreta.

- Serviks dan segmen bawah rahim


yang rapuh dan kaya akan pembuluh
darah sangat berpotensial untuk robek
disertai oleh perdarahan yang banyak
menyebabkan mortalitas ibu dan
perinatal.

Prognosa
Penurunan jumlah ibu hamil dengan paritas tinggi dan
usia tinggi menambah penurunan insiden plasenta
previa. Dengan demikian, banyak komplikasi maternal
dapat dihindarkan. Namun, nasib janin masih belum
terlepas dari komplikasi kelahiran prematur baik yang
lahir spontan maupun karena intervensi seksio sesaria.
Pada suatu penelitian yang melibatkan 93.000
persalinan oleh Crane dan kawan-kawan (1999)
dilaporkan angka kelairan prematur 47%. Hubungan
hambatan pertumbuhan janin dan kelainan bawaan
dengan plasenta previa belum terbukti.

Kesimpulan
Plasenta
previa
adalah
plasenta
yang
berimplantasi pada segmen bawah rahim
demikian rupa sehingga menutupi seluruh atau
sebagian dari ostium uteri internum. Sejalan
dengan bertambah besarnya rahim dan
meluasnya segmen bawah rahim ke arah
proksimal memungkinkan plasenta yang
berimplantasi pada segmen bawah rahim ikut
berpindah mengikuti perluasan segmen bawah
rahim seolah plasenta tersebut berimigrasi.

Ostium uteri yang secara dinamik mendatar dan


meluas dalam persalinan kala satu bisa
mengubah luas pembukaan serviks yang tertutup
oleh plasenta. Fenomena ini berpengaruh pada
derajat atau klasifikasi dari plasenta previa
ketika pemeriksaan dilakukan baik dalam masa
antenatal maupun dalam masa intranatal, baik
dengan ultrasonografi maupun pemeriksaan
digital. Oleh karena itu, pemeriksaan
ultrasonografi perlu diulang secara berkala
dalam asuhan antenatal ataupun intranatal.