Anda di halaman 1dari 12

Kementerian Pertanian

PENATAAN RUANG
UNTUK

KETAHANAN PANGAN BERKELANJUTAN

Disampaikan oleh
Sumarjo Gatot Irianto

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian


1

I. LAHAN DAN PANGAN


Selama pemenuhan pangan adalah hak azasi rakyat dan negara
wajib memenuhinya
LAHAN HARUS TERSEDIA SECARA BERKELANJUTAN

Lahan Terus
Menyusut

Kebutuhan Lahan
Untuk Pangan Terus
Meningkat

Pertahankan Lahan Pangan Yang Sudah Ada


Perluasan Lahan Untuk Pangan

II. TANTANGAN LAHAN PERTANIAN


1. Tingginya permintaan lahan pertanian untuk
peruntukan non pertanian akibat dukungan
infrastruktur lahan pertanian khususnya sawah sudah
memadai

2. Buruknya dukungan infrastruktur lahan non pertanian


mendukung perluasan kawasan industri dan
permukiman dan non pertanian lainnya
3. Lemahnya penegakan hukum atas alih fungsi lahan
pertanian untuk peruntukan lain

ALIH FUNGSI

III. PEMENUHAN KEBUTUHAN PANGAN


SECARA BERDAULAT

Lahan
dalam satu
kawasan

Perlu

Perlu Komitmen
Nasional

Pengamanan
Infrastruktur
Pertanian

Belajar dari
gejolak
ketidakstabilan
pangan

IV. MENJAMIN KETERSEDIAAN LAHAN


a. Perwujudan Kawasan Peruntukan Pertanian Dalam
Rencana Tata Ruang Nasional, Provinsi dan Kab/kota
Kawasan Budidaya Non Pertanian

Kawasan
Tanaman
Pangan

Kawasan
Hortikultura

KAWASAN
LINDUNG
KAWASAN
BUDIDAYA

Kawasan
Perkebunan

Kawasan Budidaya Pertanian sesuai


dengan yang ditetapkan dalam RTRW
(dapat dikembangkan secara terpadu
maupun per sub sektor)

Kawasan
Peternakan
Peruntukan lain untuk menunjang kawasan
pertanian (jalan, permukiman, jasa dan perdagangan
dsb)

Kawasan Peruntukan Pertanian


dalam RTRWN
(Pasal 66 PP No 26 Tahun 2008)

Kawasan Peruntukan Pertanian


adalah kawasan budidaya
yang memiliki nilai strategis nasional

KRITERIA
Memiliki Kesesuaian Lahan
Ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Abdi
(LP2B)
Mendukung Ketahanan Pangan Nasional
Dapat dikembangkan sesuai ketersediaan air

b Menjaga keberlanjutan penyediaan pangan


UU
26/2007
tentang
Penataan
Ruang
secara
khusus
mengamanatkan lahan abadi untuk pangan yang kemudian menjadi
landasan bagi penyusunan UU 41/2009 tentang Perlindungan Lahan
Pertanian Pangan Berkelanjutan
Oleh karena itu, Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan merupakan
bagian integral dari RTRWN, RTRWP dan RTRW Kab/Kota dalam
bentuk penetapan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan
(KP2B).
Belum ditetapkannya Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan
Nasional karena PP RTRWN diundangkan sebelum UU 41/2009
(tahun 2008)
Hal ini menyulitkan pengaturan Perlindungan Lahan Pertanian
Pangan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota karena tidak ada
acuan pada tingkat nasional

Lanjutan ...
Kementerian Pertanian telah mengawal penetapan KP2B
di Provinsi dan Kabupaten/Kota pada saat persetujuan
substansi di BKPRN.
No

Uraian

Kabupaten

Kota

Jumlah

316

80

396

2 ditetapkan

398

93

491

Perda RTRW yang


3 sudah LP2B

165

18

183

RTRW yang sudah

1 ditetapkan

RTRW yang harus

4 Luas LP2B

5,394,207.59

Mengusulkan penetapan KP2B Nasional pada review PP No 26


Tahun 2008 tentang RTRWN melalui surat Dirjen PSP kepada
Dirjen Penataan Ruang No 831/SR.030/B.2/11/2014 dengan
rincian sebagai berikut :

Luas
LP2B (ha)

Luas Lahan
Cadangan
Pertanian
Pangan
Berkelanjutan
(LCP2B (ha)

Estimasi dalam
Kawasan Hutan
Kawasan Budidaya

391.120
7.740.125

APL

383.215

Daerah Irigasi HPK

1.802

APL

6.935.507

HPK

1.129.475

Daerah

Non Irigasi

c Strategi Prioritas Perlindungan Lahan Pertanian


Mengusulkan segera diterbitkan Inpres Moratorium Alih
Fungsi Lahan Sawah melalui surat Dirjen PSP kepada
Sesmenko Bidang Perekonomian No.829/SR.020/B.2/11/2014

Menjamin tersedianya lahan sawah mendukung


swasembada pangan
Mencegah alih fungsi lahan sawah sementara menunggu
95 kab/kota yang belum menetapkan Perda RTRW dan
antisipasi bagi 206 kab/kota yang sudah menetapkan
Perda RTRW namun tidak menetapkan LP2B serta 87
Kab/kota yang menetapkan LP2B namun lebih kecil dari
luas lahan sawah audit

V. KESIMPULAN

Kementerian Pertanian tidak antipati terhadap


pembangunan namun mendukung pembangunan tapi
kata kuncinya adalah SINERGITAS.

Komitmen terhadap pengaturan pemanfaatan ruang


adalah salah satu cara untuk menjaga kestabilan
nasional, termasuk menjamin ketersediaan pangan
mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan.
Dukungan kebijakan Kementerian dan Lembaga yang
lain dalam penataan ruang untuk ketahanan pangan
dan kedaulatan pangan sangan diperlukan
Penyediaan Pangan berbasis Lahan. Baik dari luasan
maupun kesesuaiannya. Oleh sebab itu ketersediaan
lahan yang sesuai sangat berpengaruh dalam
mewujudkan ketahanan pangan. Hal ini sangat berbeda
dengan pengembangan industri dan sektor lain

Sekian
Terima Kasih..