Anda di halaman 1dari 26

PENDINGINAN

(REFRIGERATION)
R. Baskara Katri Anandito
Sebelas Maret University
Surakarta

PENDAHULUAN

Refrigerasi atau pendinginan adalah proses


pengambilan panas dari suatu benda sehingga
suhunya
akan
menjadi
lebih
rendah
dari
sekelilingnya.
Bila medium pendingin mengadakan kontak dengan
benda lain, misalnya bahan makanan, maka akan
terjadi pemindahan panas dari bahan makanan ke
medium pendingin sampai keduanya memiliki suhu
yang sama atau hampir sama.
Pendinginan merupakan salah satu cara pengawetan
bahan makanan
mempertahankan cita rasa
& menghambat kerusakan.

Pengambilan panas dalam proses pendinginan dapat


dilakukan dengan :
1. Menggunakan air dingin (sweet water) atau larutan
garam (brine) yang dingin.
2. Menggunakan proses pencairan medium
pendingin. Contoh : es
3. Sublimasi. Contoh : dry ice
4. Penguapan cairan.
5. Mengekspansikan gas bertekanan tinggi menjadi
bertekanan rendah.
6. Perubahan fase cair menjadi fase uap, yang terjadi
secara siklus.

KERUSAKAN MERUPAKAN FUNGSI


DARI SUHU

Kerusakan bahan makanan


proses kimiawi
atau biokimiawi.
Kecepatan reaksi kerusakan dipengaruhi oleh suhu.
Bahan hasil pertanian pada waktu pasca panen,
masih berlangsung proses metabolisme yang
umumnya merupakan proses respirasi
kecepatannya dipengaruhi oleh suhu.
Suhu
rendah
dapat
menghambat
proses
metabolisme sehingga dapat digunakan sebagai
cara pengawetan.

DASAR PROSES PENDINGINAN

Terjadinya proses pendinginan atas dasar hukum


termodinamika II : Energi dapat ditransfer dari
benda yang berenergi tinggi ke yang rendah.

T
1000C

air

uap

panas laten
panas sensibel

0 0C

es

air
panas laten

panas sensibel
H1

H2

Heat Content (H)

Panas sensibel :
Q = m . Cp . (t1 t2)
m = massa bahan
Cp = panas spesifik
Energi panas laten :
QL = m . h
h = panas laten

PENDINGINAN ALAMI

Menggunakan es sebagai media pendinginan.


Sejumlah panas dibutuhkan untuk mencairkan es &
panas tersebut diambilkan dari bahan yang
didinginkan.
Jumlah panas yang dibutuhkan untuk proses
pencairan es adalah 144 Btu / lb. Untuk mencairkan 1
ton es maka dibutuhkan energi 2000 lb x 144 Btu/lb =
288.000 Btu
satuan kapasitas pendinginan.
Pendinginan mempunyai kapasitas satu Ton bila
dalam waktu 24 jam dapat menyerap panas sebesar
288.000 Btu atau 12.000 Btu / jam.

Pendinginan dengan es tidak dapat mencapai suhu


kurang dari 0 0C. Agar suhu lebih rendah
digunakan campuran es dan garam.
Kadar Garam (%)

Suhu campuran ( 0C)

0
5
10
15
20
25

0
-2,8
- 6,7
- 11,7
- 16,9
- 23

Penggunaan campuran es dan garam perlu mendapat


perhatian karena sifat korosinya.

Cara lain adalah dengan dry ice (CO2 padat).


Dry ice merupakan hasil samping dari berbagai
industri, seperti industri alkohol. Setelah gas CO2
dimurnikan,
dikompresikan
sehingga
dapat
dicairkan. Dengan mengekspansikan CO2 cair tadi,
terbentuklah snow yang dapat dipres untuk
menghasilkan bentuk blok atau kubus.
Sifat-sifat es kering :
Suhu : -109,3 F (dlm atmosfer CO2); -123 F (dlm
atmosfer yang mengandung 50 % CO2)
Berat jenis : 5,0 5,5 lb / in3
Daya pendinginan : 246 Btu / lb pada 109 F

PENDINGINAN MEKANIS

Dapat dilakukan dengan sistem kompresi mekanis


dan sistem absorpsi.
Distem kompresi merupakan sistem yang umum
dipakai, prinsipnya penyerapan panas oleh zat
pendingin (amonia, freon, dsb) pada waktu terjadi
perubahan fase (cair ke uap).
Gambar
sistem refrigerasi kompresi dengan
amonia sebagai zat pendingin (refrigerant)
Jika klep ekspansi dibuka, maka amonia akan
menuju evaporator yang berupa pipa melingkar
(coil). Panas dari sekelilingnya akan diserap untuk
memenuhi kebutuhan panas laten penguapan. Uap
amonia kemudian dihisap kompresor kemudian
dikompresikan ke dalam kondenser (mengubah uap
amonia menjadi cair).

Tiga komponen penting penyusun sistem refrigerasi


kompresi adalah :
1. Evaporator
Evaporator disebut juga koil ekspansi, merupakan
tempat zat pendingin mendidih, menguap, dan
menyerap panas.
2. Kompresor
Kompresor mempunyai dua fungsi yaitu
menghisap uap dingin dari evaporator dan
memompa uap zat pendingin ke kondensor untuk
dicairkan kembali pada tekanan tertentu dengan
bantuan pendinginan dengan air atau udara.
3. Kondenser
Kondenser merupakan penghantar panas. Ada
beberapa tipe kondenser, yaitu :

a. tipe shell and tube


Panas diserap dengan mengalirkan air
pendingin.
b. evaporative cooling
Panas mula-mula diserap dengan mengalirkan
air. Sebagian air ( 10 %) diuapkan dengan
mengalirkan udara pada percikan air tersebut.
Dengan demikian air yang digunakan untuk
mendinginkan dapat diresirkulasikan.
c. pendinginan dengan udara
Panas langsung diserap oleh udara yang
dialirkan atau udara di sekitarnya seperti
terjadi pada almari es untuk keperluan rumah
tangga.

Perubahan sifat-sifat zat pendingin beserta proses


yang terjadi dapat dikaitkan dengan perubahan
entalpinya seperti pada gambar berikut.

Proses yang terjadi dari titik satu ke titik yang lain


adalah sebagai berikut :
1 ke 2 = kompresi
2 ke 3 = kondensasi
3 ke 4 = pengurangan tekanan
4 ke 1 = evaporasi
Efisiensi sistem refrigerasi biasanya dinyatakan
sebagai Coefficient of Performance (COP).
COP didefinisikan sebagai efek refrigerasi per
satuan kerja terhadap zat pendingin.

COP

Panasy angdiserap dalam koil pendingin


Energi y angdiberikan kom presor

h1 - h 4
COP
h 2 - h1

Nilai h1, h2, dan h4 dapat dicari dalam tabel uap dan
Mollier chart dari zat pendingin yang bersangkutan.

CONTOH SOAL
1.
Sistem refrigerasi dipakai untuk pembekuan udang
sebanyak 7 ton / jam. Berapakah kapasitas sistem
refrigerasi tersebut bila panas yang harus diserap
sebesar 120 Btu per lb udang ?
Jawab :
Kapasitas refrigerasi :
120 Btu/lb x 7 ton/jam x 2000 lb/ton x (1 ton/12000 Btu/jam)
= 140 Ton
2.

Sebanyak 1 ton apel (Cp = 0,88 Btu /lb F, suhu


mula-mula 95 F) disimpan pada suhu 32 F.
Banyaknya panas yang dikeluarkan oleh proses
respirasi kira-kira 1710 Btu/ton apel yang disimpan
selama 24 jam. Hitung beban pendinginan jika apel
tersebut disimpan selama 5 hari!

Jawab :
Banyaknya panas yang harus diserap :
(2000 lb x 0,88 Btu/lb F x (92-32) F) + (1710 Btu/hari x 5 hari)
= 114150 Btu
Beban refrigerasi :
114150 Btu / 288000 Btu/ton = 0,40 Ton
3.

Udang didinginkan pada sistem refrigerasi


sederhana yang bekerja pada suhu evaporasi -5 0C
dan suhu kondensasi 40 0C menggunakan
refrigerant freon 12. Untuk pendinginan tersebut,
diperlukan energi sebesar 1000 kJ.
a. Berapa besarnya efek refrigerasi ?
b. Berapa panas yang dibuang pada saat
kondensasi?
c. Berapa besarnya COP ?
d. Berapa refrigerant yang disirkulasikan ?

Jawab

40 0C

- 5 0C

238,4

349,32 372,4

a. Efek refrigerasi : hC hB = (349,32 238,4) kJ / kg


= 110,78 kj/kg
(artinya per 1 kg refrigerant, mampu menukarkan
panas sebesar 110,78 kJ)
b. Panas yang dibuang pada kondendasi :
hD hA = (372,4 238,4) kJ/kg
= 133,86 kJ/kg
c. Panas kompresi : hD hC = (372,4 349,32) kJ/kg
= 23,08 kJ/kg
COP = efek ref / panas kompresi
= 110,78 / 23,08
= 4,8
d. Refrigerant yang disirkulasi : 1000 kJ/(110,7 kJ/kg)
= 9,033 kg

4.

A cold storage room is being maintained at 2 0C


using a vapor compression refrigeration system
that uses R-134a. The evaporator and condenser
temperatures are 5 0C and 40 0C, respectively.
The refrigeration load is 20 tons. Calculate the
mass flow rate of refrigerant, the compressor
power requirement, and C.O.P. Asume the unit
operates
under
saturated
conditions
and
compressor efficiency is 85 %.

HA = 250
HB = 391,7

HC = 425

a. 1 ton of refrigeration = 303852 kJ/24 h


refrigeration effect = (391,7 250) kj / kg
mass flow rate of refrigerant (m) :
20 tons x 303852 kJ

tons
(24 h) (3600 s /h) (391.7 kJ/kg - 250 kJ/kg)
0,5 kg/s

b. Compressor power requirement (q w) : (m . (HC HB)) / 85 %

(0,5 kg/s) (425 kJ/kg - 391.7 kJ/kg)


0,85
19,59 kW

qw

c. coefficient of performance :

(391,7 kJ/kg - 250 kJ/kg)


C.O.P
(425 kJ/kg - 391,7 kJ/kg)
4,26

LATIHAN
1.

Sistem refrigerasi kompresi yang berkapasitas 5


ton dengan menggunakan zat pendingin Freon 12
bekerja dengan suhu kondensor 40 0C dan suhu
evaporator -10 0C. Hitunglah :
a. Efek refrigerasi (kJ / kg)
b. Kecepatan sirkulasi zat pendingin (kg / menit)
c. Tenaga yang diperlukan kompresor (hp)
d. Besarnya COP

2.

Sebanyak 38,2 ton udang (Cp = 0,76 Btu / lb . F) dengan suhu mulamula 86 F, akan disimpan pada ruang pendingin yang bekerja
dengan sistem kompresi. Suhu udang selama penyimpanan
dipertahankan pada 41 F. Ruang pendingin tersebut bekerja pada
suhu evaporasi - 10 0C dan suhu kondensasi 40 0C.
a. Hitunglah beban refrigerasi (Ton) !
b. Jika sistem tersebut
refrigerant, maka :

menggunakan

Freon

12

sebagai

(i)

Hitunglah efek refrigerasi (kJ / kg) !

(ii)

Berapa kecepatan sirkulasi refrigerant (kg / menit) ?

(iii)

Hitung tenaga yang dibutuhkan kompresor (hp), jika


efisiensinya 85% !

(iv)

Hitung besarnya COP !

c. Jika sistem tersebut menggunakan R-134a sebagai refrigerant,


maka :
(i)

Hitunglah efek refrigerasi (kJ / kg) !

(ii)
(iii)

Berapa kecepatan sirkulasi refrigerant (kg / menit) ?


Hitung besarnya COP !