Anda di halaman 1dari 11

Dr.I.B.

Gd Surya Putra P, SpF


Bagian Ilmu kedokteran Forensik dan Medikolegal
FK-UGM/RSUP Dr.Sardjito

APA SEBAB,MEKANISME & CARA MATINYA?

SEBAB KEMATIAN
Setiap luka, cedera atau penyakit yang mengakibatkan

rangkaian gangguan fisiologis tubuh yang berakhir


dengan kematian.
Misalnya :
- Luka tembak di kepala,luka tusuk di dada,
- Penyakit aterosklerotik koroner
- Tuberkulosis paru,dll

MEKANISME KEMATIAN
Suatu keadaan gangguan fisiologis dan biokimiawi

yang disebabkan oleh sebab kematian ,sehingga


menyebabkan kematian seseorang.
Misalnya :
- Perdarahan,
- Septikimia,
- Asfiksia,
- fibrilasi jantung atau aritmia jantung, dll

CARA KEMATIAN
Yang menjelaskan bagaiman kematian itu terjadi.

Bisa karena :
a.Sebab yang alamiah (natural death/mati wajar),
misalnya karena penyakit.
b. Sebab yang tidak alamiah (unnatural death/mati tidak
wajar),misalnya pembunuhan,bunuh diri, dan
kecelakaan, mati mendadak, dan tidak bisa
ditentukan.

PERBEDAAN
MATI WAJAR

MATI TDK WAJAR

Penentuan

cara
kematian
(CK)
seringkali
membutuhkan data yg lengkap dan adekuat, baik dari
saksi,pemeriksaan di TKP, maupun pemeriksaan
mayatnya.
Sehingga kadang-kadang cara kematian tidak dapat
dipastikan/ditentukan.
Di Indonesia telah disepakati bahwa dokter forensik
tidak berkewajiban untuk menentukan CK korban,
meskipun ia dapat memberikan petunjuk tentang
perkiraan CK.

Suatu mekanisme kematian bisa disebabkan oleh

beberapa sebab kematian.


Misalnya:
Perdarahan bisa diakibatkan oleh luka tembak,luka
tusuk ataupun tuberkulosis paru.
Demikian juga sebaliknya, sebuah sebab kematian
dapat mengakibatkan kematian melalui beberapa
mekanisme kematian. Misal : Luka tusuk dapat
mengakibatkan perdarahan dan septikimia.

Oleh karena itu dalam wacana kedokteran sebab

kematian selalu disebutkan bersama-sama dengan


mekanisme kematian.
Di dalam klinik kita sering menuliskan mekanisme
kematian di depan sebab kematian. Contohnya :
perdarahan ec luka tusuk, infark jantung ec
aterosklerotik koroner.
Di dalam konteks kedokteran forensik, penulisan
sebab kematian dilakukan sebaliknya,

Lanjutan..
Yaitu sebab kematian diletakkan di depan mekanisme

kematian,
Misalnya : luka tusuk yang mengakibatkan
perdarahan,
aterosklerotik
koroner
yang
mengakibatkan infark jantung, dll.
Penulisan seperti ini sesuai dengan teori sebab akibat
yang sesuai dengan logika kedokteran, yaitu keadaan
yang memulai suatu rangkaian akibat dianggap
sebagai sebab.

Thank you

Anda mungkin juga menyukai