Anda di halaman 1dari 40

Biomekanik

Wrist
and
Hand
Complex

Kelompok

HAND AND WRIST

HAND

WRIST

Biomechanical
of wrist dan hand complex

I. Wrist and Hand Osseus Structure


Tulang : terdiri dari 29 tulang

os ulna distal
os radial distal
ossa metacarpal
ossa carpal

Ossa Phalang

: 5 tulang
: 8 tulang dan saling bersendi 1 sama lainnya
scapoid, lunatum, triquetrum, pisiformis
Trapezium, trapezoid,capitatum, hamatum
: 14 tulang

Phalang I : proximal dan distal phalang ;


Phalang II , III, IV, V : proximal, middle dan distal phalang.

Persendian : terdiri dari 20 sendi


1.
Radio-ulna distal
3. idcarpal / intercarpal
2.
Radio-carpal
4. Carpometacarpal

II.Wrist and Hand Muscle


Otot berfungsi untuk men_stabil_kan dan
meng_optimal_kan gerakan
wrist dan tangan serta jari .
Gerakan :

Fleksi ektensi palmar


Abd add

Otot-otot wrist :
1.
2.
3.
4.
5.

Ektensor carpi radialis longus & brevis


Ektensor carpi ulnaris
Fleksor carpi radialis
Palmaris longus
Fleksor carpi ulnaris

Otot intrinsik :
Empat otot lumbricals
Tiga interoseus palmaris
Empat interoseus dorsalis
Otot-otot thenar :
- Opponens policis
- abduktor policis brevis
- adduktor policis
- fleksor policis brevis

Otot-otot hipothenar :
- opponens digiti minimi
- abductor digiti minimi
- fleksor digiti minimi brevis

Palmaris brevis

Otot ekstrinsik Jari :


Extensor digitorum
Extensor indicis proprius
Extensor digiti minimi
Extensor policis longus & brevis
Abduktor policis longus
Fleksor digitorum superfisilais & profundus
Fleksor policis longus

III. Ligamen Pergelangan Tangan


Ligamen-ligamen menutupi bagian volar, dorsal, radial
dan ulnar. Ligamen-ligamen ini berfungsi sebagai
stabilisasi sendi, menuntun dan memudahkan
pergerakan tulang, membatasi pergerakan sendi,
menyalurkan gaya dari tangan ke lengan dan
untuk mencegah dislokasi tulang carpal saat
bergerak.

Di bagi 2 ligamen, yaitu :


Extrinsic ligament : menghubungkan radius, ulna
dan metacarpal dengan carpal
Intrinsic ligament : menghubungkan antara tulang
carpal itu sendiri

IV. NERVES OF THE HAND

WRIST AND FINGER EXTENSION

THENAR COMPARTMENT,
OPPOSITION, PINCER GRIP
FLEKSION

RADIAL
MEDIAN

ULNAR

INTRINSIC MUSCLES
POWER GRIP

V. Gerak Osteokinematics

Merupakan pergerakan yang unik dari


sendi radiocarpal, midcarpal,
carpometacarpal, dan metecarpalpalangeal
yang bergerak pada luas gerak sendi wrist
ini menghasilkan gaya/gerakan maksimal
untuk menghasilkan kinematic sendi yang
optimal.

a. Radiocarpal &
Ulnarcarpal Joint

Merupakan sendi ellipsoid dan mempunyai 2 axis


gerak. Radius bersendi dengan os.scapoid dan
os.lunatum.
Dan pada radio-ulnar joint, ulna mempunyai
hubungan yang sangat penting dengan sendi siku,
tetapi ujung distal ulna tidak betul-betul berhubungan
dengan tulang pergelangan tangan (carpalia
triquetrum).
Diskus ini bisa rusak apabila terjadi trauma kuat ke
arah ekstensi pronasi

c. Midcarpal

Persendian yang di bentuk oleh tulang2


carpal deretan proximal dengan tulang
carpal deretan distal.
Persendian ini tidak terdapat ligamentum
interosseus (ligamen antar tulang)
sehingga gerakannya lebih luas di banding
dengan sendi pada intercarpal

d. Carpometacarpal
1.

2.
3.

4.

Berhubungan dengan bagian distal dari tulang carpal


(triquetrum, trapezium, capitatum,hamatum)
Mempunyai sifat sendi synovial
10 lebih luas pada gerakan fleksi ekstensi
pada sendi CMC yang berhubungan dengan sendi
MCP yang bersendi dengan ibu jari mempunyai
pergerakan serta ROM yang lebih luas dan lebih
terlihat saat kita memegang / menggenggam benda
seperti gelas

e. Metacarpalphalangeal

Berhubungan dengan bagian distal sendi


CMC
Mempunyai jenis sendi Condyloid
Pada sendi yang berhubungan dengan ibu
jari (phalang I) mempunyai ROM yang lebih
luas dari sendi MCP yang berhubungan
dengan sendi Phalang yang lainnya
(phalang I,II,III,IV)

f. Interphalangeal Joint
1.

Ibu jari ( thumbs)

Mempunyai 2 ruas sendi


Tulang Phalang I Bersendi dengan tulang
trapezium
Pada saat gerakan ekstensi ibu jari kita akan
melihat tabatiere anatomique dan di batasi
oleh:

Tendon M.pollicius longus


Tendon M.pollicius brevis dan M.abductor longus
berjalan bersama di dalam satu selubung tendon.

2. Jari-jari
Terdiri dari 3 ruas (phalang)
Gerakan jari2 dilakukan oleh ekstensor
digitorium communis dan dua otot fleksor
yaitu M.Fleksor digitorium superficialis dan
profundus.
Pada jari telunjuk terdapat extra ekstensor
yaitu M.Extensor indiscis propius dan pada jari
kelingking terdapat Extensor digiti minimi.
Gerakan abd dan add jari dilakukan oleh
M.inter osei dan M.Abductor digitiminimi.

Forces Transmision
(perpindahan kekuatan/gaya)

Gaya yang di hasilkan pada pergelangan tangan


cenderung lebih kecil. Ini bisa kita lihat pada pergerakan
aktivitas sehari2 yang menggunakan sendi wrist dan
tangan lebih cenderung menyeluruh. Namun jika pada
genggaman yang kuat kekuatan sendi akan meningkat
secara signifikan. Dan akan menyebabkan cidera yang
fatal. Seperti saat kita memukul.

Functional Position

Berdasarkan posisi wrist :

200 dari ekstensi wrist


100 dari posisi deviasi ulna
sedikit fleksi pada sendi MP dan sendi IP
(seluruh jari)
Setengah jarak pada pergerakan oposisi ibu jari

Prehension
(keseimbangan untuk menggenggam dan membuka
tangan)

menggunakan untuk menahan objek/benda yang terdiri


dari 2 tekhnik yaitu kekuatan menggenggam dan
ketepatan menanganinya.
Kekuatan menggenggam fleksi jari dan
memposisikan ibu jari pada urutan :

Membuka tangan
Memposisikan jari
Jari menggenggam benda
Keutamaan suatu gaya yang penuh/maksimal pd
genggaman/pegangan.

Klasifikasi genggaman

Mgenggam silinder
Mgenggam bola
Mgenggam sangkutan
Mgenggam lat prehension

Precision Handling
(ketepatan pegangan)

Pad-to-pad

sebagai bantalan

Tip-to-tip

ujung ke ujung

Contohnya : memegang benang untuk di masukkan ke jarum.

Lateral pinch

menjepit sesuai kebutuhan

Yang terpenting
1.

2.

3.

Pergerakan sendi CMC pada ibu jari dan


sendi CMC pada sendi jari IV dan V untuk
Sendi jari digiti II dan III untuk stabilitas
pusat
kestabilan semua jari untuk
menggenggam lebih kuat.

4.

5.

Kestabilan otot sinergis dan antagonis


antara kedua kelompok eksentrik dan
intrinsik untuk memungkinkan hubungan
penguluran yang optimal
fungsi sensorik di seluruh tangan sebagai
motorik dengan respon baik

ACTIVE vs PASSIVE
INSUFFICIENCY

Active :

Merupakan tekanan saat memanjangnya otot primer (fleksor dan


dan ekstensor wrist) untuk melakukan pegangan/ genggaman.
Pada saat jari fleksi : maka otot wrist ekstensi dalam keadaan aktif.
Juga sebaliknya.
Dan pada saat mengepal (tinju) jari mengalami fleksi secara
optimal kedalam , maka otot ekstensor wrist jg melakukan ekstensi
yang optimal
Tetapi pada saat jari melakukan fleksi pada wrist secara
full/optimal, maka kita akan sulit untuk melakukan kepalan secara
penuh dan ini di sebut dg aktif melawan pasif dg ketidak mampuan.
Keadaan ini juga di pengaruhi oleh keadaan
trauma,saraf,otot,tendon yang bekerja aktif pada sendi tersebut.

Cidera Pada Pergelangan Dan Tangan

Cedera Karena Trauma (286%)

Akibat Dari Jatuh

kebanyakan
menggunakan tangan dalam upaya untuk
berusaha tidak jatuh sementara tidak ada
dari kita yangkebal terhadap jatuh,

orang tua cenderung berada pada


risiko yang lebih besar, mungkin karena
kekuatan deecreased dan
proprioception.

Posisi saat jatuh. Misalnya : Perlindungan untuk


mendarat di tangan terentang. gasture ini
menempatkan sejumlah besar berat pada tulang
skafoid. Sehingga banyak di dapat patah pada
tulang skapoid
seseorang dengan cedera ligamen dapat kembali
ke kegiatan sehari hari dengan bantuan. Spt :
Rest (mengistirahatkan jari yang cidera)

Cidera Tendon
Cidera

pada tendon pergelangan tangan


dan tangan cukup sering terjadi dan sangat
dapat mempengaruhi fungsi.
Cidera tendon dapat berkisar dari respon
inflamasi ringan (tendonitis) untuk luka
yang lebih parah yang membutuhkan
pembedahan dan rumah sakit (OPERASI).

MALLET FINGER

ANATOMY

MECHANISM:

Dorsal avulsion
Extensor digitorum tendon
tear
Forced flexion of extended
digit

TREATMENT:

No fracture: DIP extended


for 6-8 weeks
FRACTURE: if <30% joint
surface, splint x 4 weeks
If >30% refer for ORIF
Less than full passive
extension refer

COMPLICATIONS:

Pressure necrosis from


splint
Permanent extensor lag

JERSEY FINGER

ANATOMY:

MECHANISM:

Tendon retraksi
Ketegangan pada
daerah yang terkena
Aliran darah yang
tertekan
Tekanan dari luar
pada otot flexor jari

TREATMENT:

Penanganan dg cepat

KOMPLIKASi:
Tidak bisa fleksi
secara Permanent
(loss of flexion)

JERSEY FINGER
tanda nya adalah:

Tidak dapat Fleksi


pada sendi DIP
Dislocasi pada sendi
DIP yang lama shg
mempengaruhi
tendon flexor
Cidera hingga putus
nya tendon bisa
extensi tp tidak bisa
fleksi

BOUTONNIERE DEFORMITY

ini adalah kelainan yang mengakibatkan perpanjangan


abnormal dari sendi MP dan DIP selain fleksi sendi
PIP.
Penyebab :

trauma tumpul dengan tergelincir pusat dari ekstensor digitorum


communis tendon, yang merupakan bagian dari ekstensor .
Boutonniere deformity juga dapat hadir pada mereka yang memiliki
rheumatoid arthritis, sebagai akibat sekunder dari kerusakan
lapisan pada sendi sinovial.

Penanganan :obati dengan pembebatan untuk


membantu memulihkan pelurusan normal.

RHEUMATOID ARTHRITIS

Rheumatoid arthritis adalah :

suatu kondisi yang biasanya mempengaruhi kedua


pergelangan tangan dan tangan secara bilateral.
sifat penyakit ini menyebabkan kerusakan dari kedua
tendon dan selubung yang mengelilingi mereka,
serta perubahan dalam jenis hadir kolagen. akhirnya,
hal ini dapat menyebabkan berbagai kelainan bentuk
pergelangan tangan dan tangan, kehilangan
berbagai gerakan, dan penurunan kekuatan.

seperti yang disebutkan, deformitas boutonniere


mungkin hadir sendiri di tangan sebagai akibat
rheumatoid arthritis.
tambahan, suatu kondisi yang disebut swan neck
deformity juga dapat berkembang. ini adalah hasil dari
contracture dari otot intrinsik. orang dengan swan neck
deformity akan muncul dengan fleksi MP dan DIP
sendi dan ekstensi PIP bergabung. kedua kondisi ini
sangat dapat mempengaruhi kemampuan seseorang
untuk melakukan aktivitas sehari-hari dan karenanya
memerlukan intervensi terapeutik dan profilaksis.

Osteoarthritis

Semua sendi dalam tubuh rentan terhadap perubahan


rematik pada sendi akibat harian dan keausan.
Paling sering, kita berpikir sendi berat tubuh, seperti
lutut dan pinggul, sebagai daerah yang mengalami
jumlah yang lebih besar dari stres/tekanan.
Di pergelangan tangan dan tangan, perubahan
osteoarthritic sering dibawa sebagai akibat dari
kebiasaan kerja dan rekreasi berulang dan
berkepanjangan.

Untuk secara efektif mengelola osteoartritis di daerah


ini, kita harus melihat dari dekat pada tugas yang
sebenarnya yang mungkin menjadi pelopor untuk
perubahan ini. Intervensi mungkin termasuk penguatan
otot-otot sekitarnya, teknik dimodifikasi, dan
penggunaan alat yang dirancang ergonomis.

Tiga saraf perifer utama pasokan fungsi motorik dan


sensorik ke pergelangan tangan dan daerah tangan:
median, ulnar, dan radial. Dari jumlah tersebut, saraf
median tampaknya menjadi yang paling terlibat dari
sudut pandang mempengaruhi fungsi normal di tangan.

Biasanya terjadi di daerah disebut sebagai carpal tunnel. Para


tunnelis karpal bagian yang relatif kecil di tangan yang berisi saraf
median bersama dengan tendon fleksor dari digitorum superfisialis
(4), fleksor digitorum profunda (4), dan fleksor polisis longus (1)
otot.
Di batasi di tiga sisi oleh tulang karpal dan keempat oleh
ligamentum karpal volar

Jika saraf median dikompresi atau diubah dengan cara apapun


dalam saluran ini, baik defisit sensorik dan motorik di tangan
dapat dilihat pada pemeriksaan klinis.
Dapat terjadi dari perubahan dalam ukuran terowongan, yang
dapat dilihat dengan respon inflamasi atau perubahan bentuk
perbatasan terowongan sebagai akibat dari peristiwa traumatis.
Kondisi ini disebut sebagai carpal tunnel syndrome. Seseorang
memadai dapat mengkompensasi gejala cedera saraf median
dengan menggunakan visi dan tangan kontralateral,
menunjukkan bahwa salah satu erat harus menilai hasil kinerja
selama tugas hidup sehari-hari melalui penggunaan skala
pengukuran.

Karena saraf median innervates banyak otot fleksor intrinsik,


artrophy pada kelemahan otot dapat hadir pada penilaian
seseorang kekuatan pegangan. Akhirnya, atrofi eminensia tenar
mungkin diucapkan cukup untuk menyebabkan kondisi yang
dikenal sebagai tangan kera.
Cedera pada saraf ulnaris di pergelangan tangan dan daerah
tangan tidak biasa seperti itu adalah di daerah siku. Namun,
mungkin terjadi, dan itu juga akan hadir sendiri dengan
tantangan bagi dokter yang berurusan dengan orang yang
memiliki ketidakmampuan untuk secara efektif memanfaatkan
otot interosei untuk kegiatan sehari-hari. Jika kondisi menjadi
kronis, baik interosei dan medial dua lumbricales mungkin
terpengaruh dan menyebabkan signifikan buang jauh dari otototot hipotenar. Deformitas yang hadir sendiri dalam keadaan ini
disebut sebagai tangan uskup., Sekunder kemiripan sikap
seorang uskup

cedera pada pergelangan tangan, terutama yang traumatis di alam,


mungkin melibatkan saraf radial. Karena saraf radial terutama
innervates otot-otot ekstensor pergelangan tangan, orang yang
menderita kelumpuhan atau gangguan saraf ini sering dibiarkan
dengan kondisi yang dikenal sebagai pergelangan penurunan, di
mana ada ketidakmampuan untuk secara aktif memperluas
pergelangan tangan.
Cedera median, ulnar, atau saraf radial harus ditangani
berdasarkan kasus per kasus. Tingkat kerusakan pada saraf itu
sendiri akan menentukan potensi keseluruhan untuk regenerasi.
Secara umum, program rehabilitasi yang lengkap meliputi motorik
dan sensorik pelatihan ulang, serta pelaksanaan setiap adaptasi
yang harus dilakukan untuk mengakomodasi cedera.

Sanov , dkk
AKFIS XI Dustira