Anda di halaman 1dari 70

10

1
2
3
4
5
6
7
8
9

Peta Konsep Sistem


Pernafasan Manusia

Sistem pernapasan atau


sistem respirasi adalah
sistem
organ
yang
digunakan
untuk
pertukaran gas.
Sistem
pernapasan
umumnya
termasuk
saluran yang digunakan
untuk membawa udara ke
dalam paru-paru di mana
terjadi pertukaran gas.

Hidung/ Nasal
Bagian eksternal : kulit disangga kartilago dan
tulang hidung.
Internal : membran mukosa/ konka nasalis. Ada
3 bagian:
-Konka nasalis inferior (karang hidung bag
bawah)
-Konka nasalis medial (karang hidung bag
tengah)
-konka nasalis superior (karang hidung bag
atas)
Fungsi :

1.

sebagai saluran udara pernafasan


Penyaring udara pernafasan oleh bulu hidung
Menghangatkan udara pernafasan oleh mukosa

2. Faring

Merupakan tempat persimpangan antara jalan


pernafasan dan jalan makanan
Ke atas dengan rongga hidung, ke depan dengan
rongga mulut, ke bawah depan ke laring, bawah
belakang dengan esofagus.

Lanjutan......
Faring dibagi menjadi 3 bagian :
1.
Nasofaring adalah bagian posterior rongga nasal yang
membuka ke arah rongga nasal melalui 2 naris internal
(koana), yaitu :
a) Dua tuba eustachius (auditorik) yang menghubungkan
nasofaring dengan teling tengah.
b) Amandel (adenoid) faring adalah penumpukan jaringan
limfatik yang terletak di dekat naris internal.
2.
Orofaring, dipisahkan dari nasofaring oleh palatum lunak
muscular, suatu perpanjangan palatum keras tulang.
a) Uvula (anggur kecil) adalah prosesus kerucut (conical) kecil
yang menjulur ke bawah dari bagian tengah tepi bawah
palatum lunak.
b) Amandel palatinum terletak pada kedua sisi orofaring
posterior.
3.
Laringofaring, mengelilingi mulut esophagus dan laring,
yang merupakan gerbang untuk sistem respiratorik
selanjutnya.

3. Laring
Fungsi utama memungkinkan
Vokalisasi /pembentuk suara
Melindungi jalan nafas bawah dari
obstruksi benda asing dan
memudahkan batuk
Menghubungkan faring dan trachea.

Di dalam laring terdapat beberapa organ,


yaitu:
Epiglotis merupakan katup tulang rawan
untuk menutup laring sewaktu orang
menelan.
Pita suara merupakan ligamen yang
dikontrol oleh gerakan otot yang
menghasilkan bunyi, pita suara melekat pada
lumen laring
Kartilago tiroid kartilago terbesar pada
trakea, sebagian dari kartilago ini membentuk
jakun (adams apple)
Kartilago krikoid satu satunya cincin
kartilago yang komplit dalam laring (terletak
dibawah kartilago tiroid)

4. Trachea
Terdiri dari 16-20 cincin cartilago
berbentuk cincin ( hurup C )
Panjang trachea 9-11cm
Epilelium bersilia yang berbulu getar
disebut Sel bersilia berfungsi
mengeluarkan benda asing.
Yang memisahkan trachea menjadi
brunkus kiri dan kanan di sebut
KARINA.

SISTEM PERNAFASAN
BAWAH/ PARU-PARU
1. Bronkus
Terletak di ketinggian vertebra
torakalis ke IV dan V
Bronkus kanan lebih pendek dan
lebar, terdiri 6-8 cincin, mempunyai 3
cabang.
Bronkus kiri lebih panjang dan
ramping, terdiri 9-12
cincin,mempunyai 2 cabang.

2. Alveoli
Fungsi pertukaran O2 dan CO2
Terdiri dari sekitar 700jt gelembung
alveoli, bila di bentangkan sekitar
90m2
Terdiri 3 sel aveolar ( Tipe 1
membentuk dinding alveolar, Tipe 2
aktif secara metabolik, mensekresi
surfactan, Tipe 3 sebagai Magrofag )

PARU -PARU
Terletak di dalam rongga dada,
menghadap rongga mediastinum, di
depan jantung.
Terbagi 2 yaitu:
Paru kanan: 3 lobus, 10 segment (
superior 5 segment, medial 3
segment, inferior 2 segment)
Paru Kiri: 2 lobus, 10 segment (
Superior 5 segment, Inferior 5
segment)

Di bungkus 2
Pleura:
Pleura viseralis (
langsung
membungkus
paru-paru)
Pleura Parietalis (
melapisi rongga
dada sebelah

dalam)

Otot-otot yang berfungsi dalam bernafas adalah


sebagai berikut :
- interkostalis eksterrnus (antar iga luar) yang
mengangkat masing-masing iga.
- sternokleidomastoid yang mengangkat sternum
(tulang dada).
- skalenus yang mengangkat 2 iga teratas.
- interkostalis internus (antar iga dalam) yang
menurunkan iga-iga.
- otot perut yang menarik iga ke bawah sekaligus
membuat isi perut mendorong diafragma ke atas.
- otot dalam diafragma yang dapat menurunkan
diafragma.

Pengertian Respirasi
Respirasi adalah pertukaran gas, yaitu
oksigen (O) yang dibutuhkan tubuh
untuk metabolisme sel dan
karbondioksida (CO) yang dihasilkan
dari metabolisme tersebut dikeluarkan
dari tubuh melalui paru.
Bernafas meliputi proses inspirasi
(memasukkan udara) dan ekspirasi
(mengeluarkan udara)

Proses Respirasi

Peristiwa menghirup udara dari luar


yang mengandung O2 ke dalam tubuh
serta menghembuskan udara yang
banyak mengandung CO2 sebagai
sisa dari oksidasi keluar dari tubuh.

FISIOLOGI PERNAPASAN
VENTILASI
DIFUSI
TRANSPORTASI
PERTUKARAN GAS DALAM
JARINGAN

VENTILASI
VENTILASI PULMUNAL: Masuk keluarnya
udara antara atmosfir dg alveoli paru.
Prinsip Fisika : udara mengalir dari tempat
tekanan tinggi ke tempat tekanan yang
rendah. ( Paru adalah struktur elastis dapat
mengembang dan mengempis seperti balon,
sesuai perubahan volume rongga dada.
Paru dikelilingi lapisan tipis cairan pleura
yang berfungsi sebagai pelumas bagi
pergerakan paru dalam rongga thorax.
Dibentuk dlm jumlah yg sama dengan yg

Hukum Boyle
Hukum Boyle : Tekanan pada ruangan
tertutup berbanding terbalik dengan volume
nya
Bila rongga dada mengembang Volume
paru akan meningkat dan tekanan udara
paru akan turun maka udara luar akan
masuk ke dalam paru (INSPIRASI)
Bila volume thorak menurun, volume paru
juda menurun, dan tekanannya meningkat
sehingga udara keluar dari paruparu(EKSPIRASI).

Berdasarkan cara melakukan inspirasi dan ekspirasi serta tempat terjadinya,


manusia dapat melakukan dua mekanisme pernapasan, yaitu pernapasan
dada dan pernapasan perut.

Pada pernafasan normal (


Eupnea/quiet Breathing) inspirasi
berlangsung aktif oleh kontraksi otot,
pada ekspirasi berlangsung pasif oleh
daya elastisitas (elastic recoil)
jaringan.
Saat latihan atau secara sadar
melakukan ekspirasi secara kuat,
terdapat tambahan aktifitas kontraksi
otot.

Otot yang bekerja saat inspirasi normal


untuk mengembangkan cavum thorax :
Musculus Diafragma, berkontraksi
menjadi datar.
M Intercostalis Externa, meregangkan
costa dan sternum ke depan.
Saat INSPIRASI DALAM selain
kontraksi kedua otot di atas, di tambah
dengan otot:
M Sternocleido Mastoideus
Musculus Scalenus.

.Otot Yang Bekerja Saat EKSPIRASI


Normal (Quiet Ekspirasi) berlangsung
pasif, terjadi relaksasi musculus;

Diafragma

sehingga melengkung ke atas

(superior)
Intercostalis eksterna sehingga sternum
kembali ke posisi istirahat.

Sedang Pada EKSPIRASI Kuat (dalam)


terjadi Kontraksi:
Intercostalis Interna
Rectus Abdominalis
Tranversus Abdominalis
Obligus Eksterna
Obligus Interna.

Selama berlangsung nya Ventilasi Paru


(Pernafasan) yang berupa Inspirasi dan
Ekspirasi terjadi perubahan:
Volume paru
Tekanan alveolus ( turun saat inspirasi
(0 sampai (-1) cm
H2O, naik saat ekspirasi (0 sampai
(+1)cm H2O))
Tekanan pleura (intra pleura)

Frekuensi pernapasan
Frekuensi

pernapasan adalah
intensitas memasukkan atau
mengeluarkan udara per menit.
Pada umumnya intensitas
pernapasan pada manusia berkisar
antara 16 20 kali.

Faktor yang mempengaruhi


kecepatan frekuensi pernapasan
adalah:

1. Usia
Balita memiliki frekuensi pernapasan
lebih cepat dibandingkan manula.
Semakin bertambah usia, intensitas
pernapasan akan semakin menurun
2. Jenis kelamin
Laki-laki memiliki frekuensi pernapasan
lebih cepat dibandingkan perempuan

3. .Suhu tubuh
Semakin tinggi suhu tubuh (demam) maka
frekuensi pernapasan akan semakin cepat
4. Posisi tubuh
Frekuensi pernapasan meningkat saat
berjalan atau berlari dibandingkan posisi
diam.frekuensi pernapasan posisi berdiri lebih
cepat dibandingkan posisi duduk.
Frekuensi pernapasan posisi tidur terlentar
lebih cepat dibandingkan posisi tengkurap.
5. Aktivitas
Semakin tinggi aktivitas, maka frekuensi
pernapasan akan semakin cepat pertukaran
Oksigen dan Carbondioksida

Tekanan transpulmoner

Beda tekanan alveolus dan pleura.


Merupakan beda tekanan alveoli dan
tekanan permukaan luar paru.
Merupakan nilai elastisitas dalam paru
yang cenderung mengempiskan paru
pada tiap titik pengembangan disebut
tekanan daya lenting paru.

REGULASI VENTILASI
Kontrol dari pengaturan ventilasi dilakukan
oleh sistem syaraf dan kadar/konsentrasi
gas-gas yang ada di dalam darah
Pusat respirasi di medulla oblongata
mengatur:
-Rate impuls
-Respirasi rate
-Amplitudo impuls
-Tidal volume
Pusat inspirasi dan ekspirasi : posterior
medulla oblongata, pusat kemo reseptor :
anterior medulla oblongata, pusat apneu
dan pneumothoraks : pons.

DIFUSI
Gerakan

pertukaran O2 dan CO2


didalam alveoli dan darah di dalam
kapiler sekitarnya.
Difusi oksigen dari alveoli ke
pembuluh darah paru dan difusi
karbondioksida dalam arah
sebaliknya melalui membran
pernafasan.

Prinsip-prinsip Fisis Pertukaran Gas ;


Difusi O2 dan CO2 melaluiMembran
pernafasan
Difusi Gas berdasarkan Molekul: makin
tinggi tekanan gas makin rapat molekul
gas, makin besar energi unuk saling
berbenturan.
Difusi Netto Gas Satu Arah Efek
Gradien Konsentrasi : Difusi mengalir
dari tempat dengan konsentrasi tinggi ke
konsentrasi rendah.

Difusi Gas melalui Jaringan


Daya larutnya yang tinggi dalam lipid
Pembatas utama kecepatan difusi gas
adalah melalui air jaringan (tissue
water), misalnya melalui membran sel.
Difusi gas melalui jaringan membran
pernafasan, hampir sama dengan difusi
gas melalui air.
Udara alveolus mempunyai komposisi
konsentrasi gas yang tidak sama
dengan udara atmosfer.

Difusi gas Melalui Membran


Pernafasan
Alveolus sangat tipis di dalamnya
terdapat jaringan kapiler yg hampir padat
dan saling berhubungan sebagai suatu
lembaran aliran darah.
Gas alveolus berada sangat dekat
dengan darah alveolus.
Membran ini dikenal sebagai membran
pernafasan atau membran paru.

Faktor-Faktor yg mempengaruhi
kecepatan difusi Gas melalui Membran
Pernafasan.
Ketebalan Membran( edema, fibrosis)
Luas permukaan membran (lobektomi,
emfisema)
Koefisien difusi gas dalam substansi
membran ( berbanding lurus dg kelarutan
gas dan berbanding terbalik dg akar
pangkat 2 molekul)
Perbedaan tekanan antara kedua sisi
membran (perbedaan tekanan parsial
gas dalam alveoli dg tekanan dalam

Transportasi gas (perfusi)


Adalah: Proses perpindahan gas dr paru ke jaringan
dan dr jaringan ke peru dgn bantuan aliran darah.
oksigen kapiler jaringan tubuh karbondioksida jaringan.
Trasportasi gas oksigen:
Berikatan dgn Hb (Oxyhemoglobin 97%)
Larut dlm plasma (3%)
Transport karbondioksida:

Larut dlm plasma

Berikatan Hb (Carbaminohemoglobine 30%

Sebagai HCO3

Dalam keadaan normal,


volume udara vital
manusia mencapai 4600
cc (kapasitas total udara),
Kapasitas vital udara yang
digunakan dalam bernapas
mencapai 3500 cc, yang
1200 cc merupakan sisa
udara yang tidak dapat
digunakan tetapi mengisi
bagian paru-paru sebagai
residu atau udara sisa.

Kapasitas vital adalah


jumlah udara maksimum
yang dapat dikeluarkan
seseorang setelah mengisi
paru-parunya secara
maksimum.
Kapasitas tidal adalah
jumlah udara yang keluarmasuk paru-paru pada
pernapasan normal

Pusat Pernafasan

serabut saraf aferen:

reseptor peregangan(strech), di trakea dan


bronkus
bagian atas bronkodilatasi dan peningkatan
denyut
jantung
reseptor iritan, di bagian atas saluran nafas
batuk,
bronkokonstriksi, dan sekresi mukus.
Serabut C (reseptor jukstakapiler), yaitu serabut
tidak
bermielin yang berujung di parenkim paru dan
dinding
bronkus
berespon terhadap stimulus mekanis

Persarafan pada saluran


pernafasan
sistem saraf parasimpatik: reseptor muskarinik

respon bronkokonstriksi, vasodilatasi pulmonar, dan


sekresi kelenjar mukus.
sistem saraf simpatik: reseptor adrenergik a dan b
(epitelium bronkus, paru-paru, otot)
bronkodilatasi, vasokonstriksi pulmonar, dan
berkurangnya sekresi kelenjar mukus.
sistem saraf nonkolinergik non adrenergik (NANC)
pada bronkiolus :
-melibatkan berbagai mediator seperti ATP, oksida
nitrat, substance P, dan VIP (vasoactive intestinal
peptide) respon penghambatan, meliputi
bronkodilatasi, dan diduga berfungsi sebagai
penyeimbang terhadap fungsi pemicuan oleh sistem
kolinergik.

Fungsi Respirasi dari Paru-Paru


Respirasi : pertukaran gas O dan CO
Keseimbangan asam basa
Keseimbangan cairan
Keseimbangan suhu tubuh
Membantu venous return darah ke atrium
kanan selama fase inspirasi
Endokrin : keseimbangan bahan vaso aktif,
histamine, serotonin, ECF dan angiotensin
Perlindungan terhadap infeksi: makrofag
yang akan membunuh bakteri

Mekanisme Pernafasan
1.

Tekanan intar-pleural
Dinding dada merupakan suatu kompartemen tertutup
melingkupi paru. Dalam keadaan normal paru seakan
melekat pada dinding dada, hal ini disebabkan karena
ada perbedaan tekanan atau selisih tekanan atmosfir (
760 mmHg) dan tekanan intra pleural (755 mmHg).
Sewaktu inspirasi diafrgama berkontraksi, volume
rongga dada meningkat, tekanan intar pleural dan intar
alveolar turun dibawah tekanan atmosfir sehingga
udara masuk Sedangkan waktu ekspirasi volum
rongga dada mengecil mengakibatkan tekanan intra
pleural dan tekanan intra alveolar meningkat diatas
atmosfir sehingga udara mengalir keluar.

2.
Compliance
Hubungan antara perubahan tekanan dengan
perubahan volume dan aliran dikenal sebagai
copliance.
Ada dua bentuk compliance:
- Static compliance, perubahan volum paru
persatuan perubahan tekanan saluran nafas (
airway pressure) sewaktu paru tidak
bergerak. Pada orang dewasa muda normal :
100 ml/cm H2O
- Effective Compliance : (tidal volume/peak
pressure) selama fase pernafasan. Normal:
50 ml/cm H2O

Compliance dapat menurun karena:


- Pulmonary stiffes : atelektasis, pneumonia, edema
paru, fibrosis paru
- Space occupying prosess: effuse pleura,
pneumothorak
- Chestwall undistensibility: kifoskoliosis, obesitas,
distensi abdomen
Penurunan compliance akan mengakibatkan
meningkatnya usaha/kerja nafas.
3.
Airway resistance (tahanan saluran nafas)
Rasio dari perubahan tekanan jalan nafas

Fisiologi pernafasan

Bernafas : perpindahan oksigen (O2)


dari udara menuju ke sel-sel tubuh dan
keluarnya karbondioksida (CO2) dari
sel-sel menuju udara bebas
Pernafasan eksternal
Difusi O2 dan CO2 melalui membran
kapiler alveolus
Pernafasan internal : proses transfer O2
dan CO2 antara kapiler-kapiler dan sel
tubuh

DUA TEMPAT PERTUKARAN


GAS
D I PARU-PARU DI JARINGAN
Oksigen memiliki
tekanan yang tinggi di
dalam paru-paru dan
mengalir ke dalam
darah
CO2 memiliki
tekanan yang tinggi di
dalam darah dan akan
mengalir ke luar

Oksigen pindah
menuju ke
jaringan
CO2 berpindah
ke dalam darah

Pergerakan udara
Oxygen
Mengikat hemoglobin di dalam sel darah
merah
Hemoglobin menangkap O2 di dalam
kondisi hangat dan pH rendah
Karbon dioksida
20% mengikat hemoglobin, 70% dlm
bentuk bicarbonate dalam darah
Sel darah merah mengubah CO2 menjadi
HCO3-

Pernapasan Eksternal
Pernapasan
eksternal
merupakan pertukaran O2 dari udara
dengan CO2 dari kapiler darah dalam
alveolus.
Pada
sistem
pernapasan
ekternal O2 di dalam alveolus masuk ke
kapiler arteri darah dengan cara
berdifusi. Proses difusi ini dapat
berlangsung karena perbedaan tekanan
parsial antara O2 dalam alveolus dengan
O2 dalam kapiler darah. Tekanan parsial
O2 dalam alveolus lebih tinggi dibanding
O2 dalam kapiler darah.
Di dalam kapiler arteri darah O2
kemudian akan diikat oleh hemoglobin.
Proses pengikatan O2 oleh hemoglobin
melalui reaksi sebagai berikut.
Hb
+
O2
HbO2

Pernapasan internal,
Pernapasan

internal,

yaitu

proses

pertukaran O2 dan CO2 dari kapiler


darah ke sel-sel tubuh.
Pada pernapasan internal O2 yang
sudah
dalam

terikat

pada

bentuk

hemoglobin

oksihemoglobin

diangkut menuju sel.


Hemoglobin dalam darah berfungsi
untuk mengikat dan melepaskan
oksigen.

TRANSPORTASI DALAM
DARAH
PENGANGKUTAN O2 & CO2 OLEH
DARAH

Transport Oksigen dalam


Arteri
98% darah paru teroksigenasi sampai
PO2 104 mmHg
2% langsung dari aorta lewat sirkulasi
bronkhial menyuplai jaringan Paru dg
PO2 hampir sama dg Vena 40mmHg
(ALIRAN PINTAS).

Transport Oksigen dalam


keadaan terlarut
3% jumlah total, bandingkan 97% yang
di transport Hb.
Bila seseorang menghirup O2 pada
PO2s alveoli sangat tinggi, jumlah yg di
transport dlm bentuk terlarut menjadi
berlebihan, sehingga terjadi kelebihan yg
serius dalam jaringan dan
mengakibatkan keracunan O2.

Transport Karbondioksida dalam


darah
Transport CO2 lebih mudah di
banding O2 pada orang normal dlm
keadaan istirahat.
Bentuk-bentuk Kimia CO2 saat di
transport: Untuk memulai proses
transport CO2, maka CO2 dalam
bentuk gas berdifusi keluar dari sel
jaringan dalam bentuk molekul CO2
yang terlarut. Waktu memasuki kapiler
CO2 segera bereaksi secara kimia
dan fisika.

Transport Karbondioksida dalam


darah
Hanya sebagian kecil CO2 di transport
dalam bentuk terlarut ke paru (7%)
Transport CO2 dalam bentuk ion
bikarbonat. CO2 yg terlarut dalam darah
bereaksi dg air membentuk asam
karbonat,
Enzim karbonik anhidrase pd eritrosit
mengkatalis reaksi ini memungkinkan
sejumlah besar CO2 beraksi dg cairan
eritrosit bahkan sebelum darah tersebut
meninggalkan jaringan.

Selanjutnya Asam Karbonat berdisosiasi


jadi ion H & ion Bikarbonat. Sebagian
besar ion H bercampur dg Hb dlm
Eritrosit sebab protein Hb merupakan
dapur asam-basa kuat. Sebaliknya
banyak ion HCO3 berdifusi dari eritrosit
ke dalam plasma. Sementara ion Clorida
berdifusi ke dlm eritrosit dan
menggantikannya (chlorid Shift).
sehingga kadar Cl vena lebih dari kadar
Cl arteri.
Dibawah pengaruh Karbonat Anhidrase,
gabungan CO2 dg air dlm eritrosit

Pertanyaan
Apakah oksigen yang diserap dan dikeluarkan sebanding ?
2.
Mengapa orang yang mengalami sakit radang paru-paru
badannya berubah menjadi kurus ?
jawab: karena orang yang mengalami sakit paru-paru harus
mengeluarkan energi yang lebih untuk bernafas
3.
Bagaimana cara mengukur intensitas pernafasan ?
4.
Mengapa pada saat berolahraga pernafasan menjadi cepat ?
Jawab: saat tubuh berolah raga, tubuh mmerlukan banyak energi
sehingga metabolisme dalam tubuh juga berlangsung dengan
cepat agar energi yang diperlukan saat berolahraga dapat
terpenuhi maka dari itu oksigen yang diperlukan saat
metabolisme juga besar sehingga tubuh meresponnya dengan
frekwensi pernafasan yang sering dan cepat.
5.
Mengapa frekwensi pernafasan laki-laki dibanding perempuan
berbeda ?
Jawab: karena laki-laki memerlukan energi yang lebih banyak
dibanding perempuan sehingga frekwensi pernafasan laki-laki
lebih banyak dari pada perempuan.
1.

Lanjutan...
Bagaimana proses pernafasan berlangsung ?
7. Apa yang menyebabkan seseorang terserang
penyakit ispa ?
Jawab: faktor penyebab orang terkena ispa adalah
rokok,virus, bakteri, suhu yang dingin, udara yang
tidak bersih, daya tahan tubuh lemah dan gaya hidup
yang tidak sehat.
8. Bagaimana cara kerja pernafasan ?
9. Bagaimana transport gas antara paru-paru dan
jaringan ?
10. Mengapa rokok merusak paru ?
Jawab: karena rokok memiliki banyak zat aditif yang
berbahaya bagi tubuh. Terutama tar yang dapat
membuat kapasitas paru-paru berkurang
6.

Lanjutan...
Apa yang dimaksud tissue water, letaknya dimana
dan cara kerjanya ?
12. Mengapa saat kita berada didataran tinggi, atau
suasana dingin, dada terasa sesak nafas ?
Jawab: karena tekanan udara di dataran tinggi lebih
rendah dari pada tekanan udara di dataran rendah.
karena perbedaan tekanan udara di paru-paru
dengan tekanan udara di dataran tinggi tidak
sebanyak di dataran rendah, maka jumlah udara yang
masuk juga tidak banyak sehingga dada terasa
sesak.
13. Apa yang dimaksud edema dan fibrosis ?
Jawab: edema paru adalah suatu keadaan dimana
terdapat cairan di dalam alveoli. Fibrosis paru adalah
suatu keadaan dimana jaringan pada paru menjadi
tebal dan kaku sehingga terjadi pernafasan yang
pendek.
11.

Lanjutan...
Apa yang dimaksud lobektomi dan enfisema ?
Jawab: lobektomi pulmoner adalah prosedur
pembedahan yang dilakukan untuk
mengangkat lubus dari paru-paru. Enfisema
adalah suatu penyakit yang menyebabkan
sulitnya mengeluarkan udara dari paru-paru
yang dikarenakan adanya tekanan berlebih di
dalam alveoli.
15) Jelaskan secara singkat pernafasan dada dan
perut ?
Jawab: pernafasan dada adalah pernafasan yang
melibatkan otot tulang rusuk. Sednagkan
pernafasan perut adalah pernafasan yang
melibatkan
14.

Anda mungkin juga menyukai