Anda di halaman 1dari 29

BAGIAN PEMERINTAHAN SETDA

KABUPATEN PANGANDARAN

PEMERINTAHAN
DESA

KEPALA DESA

PERANGKAT
DESA

SEKRETARIAT
DESA

PELAKSANA
TEKNIS
LAPANGAN

UNSUR
KEWILAYAHAN

Kepala
Desa
mempunyai
tugas
menyelenggarakan urusan Pemerintahan,
antara lain pengaturan kehidupan masyarakat
sesuai dengan kewenangan desa, seperti :

Pembuatan Peraturan Desa


Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan
Pembentukan Badan Usaha Milik Desa
Kerja Sama Antar Desa
Urusan Pembangunan;dan
Urusan Kemasyarakatan.

Badan
Permusyawaratan
Desa
(BPD)
berkedudukan sebagai unsur penyelenggara
pemerintahan desa :
Anggota BPD adalah wakil dari penduduk desa,
berdasarkan keterwakilan wilayah yang ditetapkan
dengan cara musyawarah dan mufakat
Anggota BPD terdiri dari Ketua Rukun Warga,
Pemangku adat, golongan profesi, pemuka agama dan
tokoh atau pemuka masyarakat lainnya;
Masa jabatan anggota BPD adalah 6 (enam) tahun dan
dapat diangkat/ diusulkan kembali untuk 1(satu) kali
masa jabatan berikutnya;

Jumlah anggota BPD berjumlah ganjil, minimal 5 (lima) orang


maksimal 11 (sebelas) orang , berdasarkan :
a. luas wilayah;
b. jumlah penduduk, dan
c. kemampuan keuangan desa

Peresmian
anggota
BPD
ditetapkan
dengan
Keputusan
Bupati/Walikota;
Sebelum memangku jabatannya, anggota BPD mengucapkan
sumpah/ janji secara bersama-sama di hadapan masyarakat dan
dipandu oleh Bupati/Walikota
Pimpinan BPD terdiri dari:
a. Ketua (1 orang)
b. Wakil Ketua (1 orang)
c. Sekretaris (1 orang);

Berdasarkan Pasal 211 UU No. 32 Tahun 2004


dan Pasal 89 ayat (1) PP No. 72 Tahun 2005,
yang diatur lebih lanjut dengan Permendagri No.
5 Tahun 2007 tentang Pedoman Penataan
Lembaga Kemasyarakatan.
Merupakan mitra Pemerintah Desa
Dapat dibentuk atas prakarsa masyarakat yang
difasilitasi Pemerintah melalui musyawarah
dan mufakat.
ditetapkan dalam Peraturan Desa dengan
berpedoman
pada
Peraturan
Daerah
Kabupaten/Kota.

Guna meningkatkan pendapatan masyarakat dan


Desa, Pemerintah Desa dapat mendirikan Badan
Usaha Milik Desa sesuai dengan kebutuhan dan
potensi desa yaitu:
kebutuhan masyarakat terutama dalam pemenuhan
kebutuhan pokok,
tersedia sumberdaya desa yang belum dimanfaatkan
secara optimal terutama kekayaan desa,
tersedia sumberdaya manusia yang mampu mengelola
badan usaha sebagai aset penggerak perekonotnian
masyarakat,
adanya unit-unit usaha masyarakat yang merupakan
kegiatan ekonomi warga masyarakat yang dikelola
secara parsial dan kurang terakomodasi

Berdasarkan Pasal 214 UU No. 32 Tahun 2004, dan Pasal


182 PP No. 72 Tahun 2005, terbitlah Permendagri No. 38
Tahun 2007 tentang Kerja Sama Desa;
Kerjasama Desa dengan pihak ketiga dapat dilakukan
dalam bidang:

peningkatan perekonomian masyarakat desa;


peningkatan pelayanan pendidikan;
kesehatan;
sosial budaya;
ketentraman dan ketertiban;
pemanfaatan sumber daya alam dan teknologi tepat guna dengan
memperhatikan kelestarian lingkungan.

Kerjasama Antar Desa ditetapkan dengan Keputusan


Bersama Kerjasama Desa dengan pihak ketiga ditetapkan
dengan Perjanjian Bersama.

Penetapan Keputusan Bersama atau Perjanjian


Bersama antara lain memuat:

Ruang lingkup keIjasama;


Bidang Kerjasama;
Tata cara dan ketentuan pelaksanaan kerjasama;
Jangka waktu;
Hak dan kewajiban;
Pembiayaan;
Tata cara perubahan, penundaan dan pernbatalan;
Penyelesaian perselisihan;
Lain-lain ketentuan yang diperlukan.

Peraturan Desa dibentuk berdasarkan pada


asas pembentukan peraturan perundangundangan yang baik (Pasal 2 Permendagri NO
29 Tahun 2006), meliputi:

Kejelasan Tujuan;
Kelembagaan Atau Organ Pembentuk Yang Tepat;
Kesesuaian Antara Jenis Dan Materi Muatan;
Dapat Dilaksanakan;
Kedayagunaan Dan Kehasilgunaan;
Kejelasan Rumusan, Dan
Keterbukaan.

Seluruh materi muatan dalam rangka


penyelenggaraan Pemerintahan Desa,
pembangunan desa, dan pemberdayaan
masyarakat;
Penjabaran pelaksanaan Peraturan Desa yang
bersifat pengaturan;
Penjabaran pelaksanaan Peraturan Desa dan
Peraturan Kepala Desa yang bersifat
penetapan;

Peraturan Desa yang wajib dibentuk :

Peraturan Desa tentang Pembentukan Dusun (atau sebutan lain)


(Pasal3);
Peraturan Desa tentang susunan organisasi dan tata kerja
pemerintahan desa (Pasal 12 ayat (5));
Peraturan Desa tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa
(Pasal 73 ayat (3));
Peraturan Desa tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Desa (RPJMD) (Pasal 64 ayat (2));
Peraturan Desa tentang Pengelolaan Keuangan Desa (Pasal 76);
Peraturan Desa tentang Pembentukan Badan Usaha Milik Desa
(Pasal 78 ayat (2)), apabila Pemerintah Desa membentuk BUMD;
Peraturan Desa tentang Pembentukan Badan Kerja Sama (Pasa182
ayat (2));
Peraturan Desa tentang Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan
(Pasal 89 ayat (2)).

Pemerintahan Desa juga dapat membentuk


Peraturan Desa yang merupakan pelaksariaan
lebih lanjut dari Peraturan Daerah dan
peraturan perundangundangan lainnya yang
disesuaikan dengan kondisi sosial budaya
setempat

Perencanaan pembangunan desa disusun


dalam periode 5 (lima) tahun. Perencanaan
pembangunan 5 (lima) tahun tersebut
merupakan RPJM-Desa yang memuat arah
kebijakan keuangan desa, strategi
pembangunan desa, dan program kerja desa,
dan ditetapkan dengan peraturan desa.
kemudian dijabarkan ke dalam Rencana Kerja
Pembangunan Desa (RKP Desa) untuk jangka
waktu 1 (satu) tahun.

RKP-Desa bertujuan untuk:


Menyiapkan Daftar Usulan Rencana Kegiatan
Pembangunan Desa (DURKP-Desa) tahunan yang
sifatnya barn, Rehab maupun lajutan kegiatan
pembangunan untuk dilaporkan kepada
Bupati/Walikota melalui camat sebagai bahan dasar
RKP Daerah Kabupaten;
Menyiapkan DU-RKP-Desa tahunan untuk
dianggarkan dalam APB Desa, APBD Kabupaten/
Kota, APBD Provinsi, APBN, pihak ketiga maupun
swadaya masyarakat.

PELAPORAN

Kepala Desa melaporkan RPJM-Desa dan RKP-Desa


secara berjenjang dan disampaikan paling lambat
1(satu) bulan sejak ditetapkan.

PENDANAAN

Perencanaan pembangunan desa bersumber dari


dana:
APBN;
APBD Provmsi;
APBD Kabupaten/Kota;
;
APB-Desa; dan
Sumber lain yang sah dan tidak mengikat.

Pengertian Menurut UU no 32 Tahun 2004


pasal 212 ayat (1) jo Permendagri No. 37
Tahun 2007 Pasal 1 angka (1) :
Bahwa Keuangan Desa adalah semua hak
dan
kewajiban dalam rangka penyelenggaraan
pemerintahan desa yang dapat dinilai dengan uang
termasuk di dalamnya segala bentuk kekayaan yang
berhubungan dengan hak dan kewajiban desa
tersebut.

Keuangan Desa dikelola berdasarkan azasazas transparan, akuntabel, partisipatifserta


dilakukan dengan tertib dan disiplin
anggaran, dan dikelola dalam masa 1(satu)
tahun anggaran yakni mulai 1 Januari sampai
dengan tangga131 Desember.

Berdasarkan Ketentuan Umum Pasal 1 angka 3


Permendagri No. 37 Tahun 2007, yang dimaksud
dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa
(APB-Desa) adalah rencana keuangan tahunan
pemerintahan desa yang dibahas dan disetujui
bersama oleh pemerintah desa dan Badan
Permusyawaratan Desa, dan ditetapkan dengan
peraturan desa, dengan demikian maka APBDesa
merupakan rencana operasional tahunan dari
program pemerintahan dan Pembangunan Desa
yang dijabarkan dan diterjemahkan dalam
angka-angka rupiah yang mengandung perkiraan
target, pendapatan dan perkiraan batas tertinggi
Belanja Desa.

Tata Usaha Kantor Desa Dan Kelurahan


Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun
2009 tentang Pedoman Tata Naskah Dinas di
Lingkungai Pemerintah Daerah.

Buku Administrasi Desa


Jenis Administrasi Desa
Administrasi Umum;
Administrasi Penduduk;
Administrasi Keuangan;
Administrasi Pembangunan;
Administrasi Badan Permusyawaratan
Desa (BPD); dan Administrasi
Lainnya.

Bentuk Administrasi Desa


Administrasi
Administrasi
Administrasi
Administrasi
Administrasi
Desa
Administrasi

Umum Desa
Penduduk
Keuangan Desa
Pembangunan Desa
Badan Permusyawaratan
Lainnya

Tahap Pencalonan

Mengumumkan kepada masyarakat desa tentang akan diselenggarakannya pemilihan kepala desa;
Melakukan pendaftaran pemilih terhadap penduduk desa Warga Negara Indonesia yang pada hari
pemungutan suara, sudah berumur 17 (tujuh belas) tahun atau sudah/pernah kawin,
Mengumumkan kepada penduduk desa tentang pendaftaran bakal calon kepala desa, beserta
persyaratan-persyaratannya;
Menyusun jadwal (time schedule) penyelenggaraan pemilihan kepala desa sesuai dengan tahapan
pemilihan;
Menyusun rencana biaya penyelenggaraan pemilihan kepala desadan mengajukannya kepada BPD;
Merancang tempat pemungutan suara;
Mempersiapkan administrasi penyelenggaraan pemilihan kepala desa;
Menerima pendaftaran bakal calon kepala desa;
Melaksanakan penjaringan dan penyaringan Bakal Calon Kepala Desa sesuai persyaratan, dengan
melakukan pemeriksaan identitas bakal calon berdasarkan persyaratan yang ditentukan (huruf c);
Menetapkan bakal calon kepala desa yang telah memenuhi persyaratan sebagai Calon Kepala Desa;
dan melaporkan Calon Kepala Desa tersebut kepada Bupati/Walikota.
Mengumumkan Calon Kepala Desa yang berhak dipilih kepada masyarakat di tempat-tempat yang
terbuka sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat setempat;
Menyiapkan kartu suara dan kotak suara serta perlengkapan lainnya dalam rangka pemungutan
suara dan perhitungan suara;
Melaksanakan pengundian tanda gambar Calon Kepala Desa, yang dilakukan dihadapan para Calon
Kepala Desa dengan disaksikan oleh para Pejabat Kecamatan, Kabupaten/Kota, dan Perangkat Desa,
BPD, serta tokoh-tokoh masyarakat.

Tahap Pemilihan
Kampanye Calon Kepala Desa
Panitia Pemilihan Kepala Desa mengirimkan undangan untuk memberikan
suaranya pada waktu dan tempat diselenggarakannya pemungutan suara,
kepada penduduk yang terdaftar dalam daftar pemilih;
Panitia Pemilihan mempersiapkan Tempat Pemungutan Suara, pada tempat
yang telah ditetapkan, beserta seluruh perlengkapan pemungutan suara;
Panitia Pemilihan mempersiapkan Tempat Pemungutan Suara, pada tempat
yang telah ditetapkan, beserta seluruh perlengkapan pemungutan suara;
Pemungutan suara dilaksanakan oleh Panitia Pemilihan pada hari dan
tempat yang telah ditetapkan, secara LUBER jujur dan adil;
Pemungutan suara dianggap sah apabila pemilih yang hadir untuk memerikan suaranya memenuhi jumlah quorum yaitu 2/3 dari jumlah daftar
pemilih;
Pemungutan suara dianggap sah apabila pemilih yang hadir untuk memerikan suaranya memenuhi jumlah quorum yaitu 2/3 dari jumlah daftar
pemilih;
Kepala Desa dapat dilaksanakan di desa bersangkutan di hadapan
masyarakat.

Pelayanan Pemberian Kartu Keluarga (Kk);


Pelayanan Pemberian Kartu Tanda Penduduk
(Ktp);
Pendaftaran Pelaporan Kelahiran;
Pendaftaran Pelaporan Lahir Mati;
Pendaftaran Pelaporan Kematian;
Pendaftaran Pelaporan Perpindahan
Penduduk;
Pendaftaran Pelaporan Kedatangan Penduduk.

berdasarkan Pasal 15 ayat (2) PP No. 72 Tahun


2005, bahwa Kepala Desa mempunyai kewajiban
untuk memberikan laporan penyelenggaraan
pemerintahan desa kepada Bupati/Walikota,
memberikan
laporan
keterangan
pertanggungjawaban
kepada
Badan
Permusyawaratan
Desa
(BPD),
serta
menginformasikan
laporan
penyelenggaraan
pemerintahan desa kepada masyarakat, namun
tetap memberikan peluang kepada masyarakat
melalui BPD untuk menanyakan dan/atau
meminta keterangan lebih lanjut terhadap halhal yang bertalian dengan pertanggungjawaban
dimaksud.

Laporan Pertanggungjawaban, meliputi:


Laporan Kepala Desa.
LPPD Kepala Desa
LPPD Akhir Tahun Anggaran;
LPPD Akhir Masa Jabatan

LKPJ Kepala Desa


LKPJ Akhir Tahun Anggaran
LKPJ Akhir Masa Jabatan

Penginformasian LPPD kepada masyarakat

Laporan Keuangan BPD.

Kepala Desa wajib menginformasikan LPPD kepada


masyarakat desanya;
Penginformasian LPPD dimaksud disampaikan secara tertulis
melalui pengumuman resmi atau media setempat, dan secara
lisan langsung kepada masyarakat dalam berbagai pertemuan
masyarakat desa;
Penginformasian LPPD dilakukan sekurang-kurangnya 1(satu)
kali dalam setahun;
Penginformasian LPPD sekurang-kurangnya memuat, antara
lain:
Penyelenggaraan Pemerintahan Desa;
Pelaksanaan Peraturan Desa, Peraturan Kepala Desa dan
Keputusan Kepala Desa;
Penyusunan, Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban APBDesa;
Hal-hal lain yang dianggap perlu.

BPD juga wajib menyampaikan laporan


administrasi keuangan BPD yang
bersumber dari Anggaran Pendapatan
dan Belanja Desa kepada Kepala Desa
selaku Pemegang Kekuasan
Pengelolaan Keuangan Desa;
Laporan administrasi keuangan BPD
dimaksud disampaikan secara tertulis.

Dalam rangka pembinaan dan pengawasan Pemerintah dan Pemerintah


Daerah melakukan fasilitasi kepada Pemerintah Desa dan BPD berupa
pemberian pedoman, bimbingan, arahan, supervisi, dan pelatihan.
Bupati/Walikota
dapat
melimpahkan
kewenangan
pembinaan
pemerintahan Desa kepada Camat.
Dalam hal Kepala Desa tidak menyampaikan laporan, Bupati/Walikota
memberikan teguran tertulis dan tindakan administrasi lainnya sesuai
dengan peraturan perundang-undangan;
Dalam hal kepala desa tidak menyampaikan laporan sebagaimana dalam
pasal 3, Badan Permusya-waratan Desa dapat memberikan teguran tertulis kepada Kepala Desa.
Apabila Kepala Desa berhenti sebelum akhir masa jabatan, LPPD dan
LKPJ Kepala Desa disampaikan oleh pejabat pengganti atau pelaksana
tugas Kepala Desa;
Materi LPPD dan LKPJ Kepala Desa disampaikan oleh pejabat pengganti
atau pelaksana tugas Kepala Desa berdasarkan laporan dalam memori
serah terima jabatan Kepala Desa yang diganti ditambah dengan sisa
waktu sampai dengan akhir tahun anggaran yang bersangkutan.

Strategi Jangka Pendek


Implementasi UU No. 32 Tahun 2004 beserta peraturan pelaksanaannya;
Membangun hubungan kerja yang harmonis dan egaliter antara
Pemerintah Desa dengan BPD;
Pengelolaan sistem administrasi pemerintahan desa
Pengelolaan Alokasi Dana Desa sesuai dengan ketentuan yang berlaku,
kebutuhan dan kepentingan masyarakat;

Strategi Jangka Menengah


Menginventarisir potensi desa, sehingga dapat dipetakan ke mampuan
dan kekuatannya;
Menggali sumber-sumber keuangan desa sesuai dengan potensi desa;
Peningkatan kapasitas Sumber Daya Sosial

Strategi Jangka Panjang


Secara bertahap membangun birokrasi desa menjadi lebih profesional;
Menciptakan tatanan kehidupan masyarakat yang sejahtera;