Anda di halaman 1dari 17

Kelompok 2

ISOLASI RUTIN DARI DAUN SINGKONG

Tinjauan Botani
Berikut ini adalah nama ilmiah singkong dan tingkatan klasifikasinya, yaitu:
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Class: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Clsas: Rosidae
Ordo: Euphorbiales
Famili: Euphorbiaceae
Genus: Manihot
Spesies: Manihot esculenta Crantz
Sinonim: Manihot utilissima

Deskripsi...

Merupakan umbi atau akar pohon yang panjang dengan fisik rata-rata bergaris tengah
2-3 cm dan panjang 50-80 cm, tergantung dari jenis singkong yang ditanam. Daging
umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi singkong tidak tahan simpan
meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Gejala kerusakan ditandai dengan
keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat racun bagi
manusia.Umbi singkong merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun
sangat miskin protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong
karena mengandung asam amino metionin.

Morfologi singkong
a) Akar
Tanaman singkong mempunyai sistem perakaran
serabut yang terspesialisasi, yaitu akar yang dapat
berubah bentuk kaarena berbeda dengan fungsi asal.
Akar berwarna putih kekuningan, panjang
akar 30cm, panjang rambut akar 50cm, termasuk
tumbuhan dikotil, akar menggembung berisi cadangan
makanan.
b) BatangPermukaan batang berwarna coklat, dalam
batang berwarna putih kekuning-kuningan, memiliki
diameter selebar 2-4cm, batangnya beruas-ruas.

c) DaunPermukaan daun rata, tulang daun menjari, jenis daun


tunggal, bentuk daun lingkaran, daun berwarna hijau
(berklorofil), tangkai daun berwarna merah, ujung daun lancip,
tangkai daun panjang, berwarna kemerahan.
d) BungaBunga berukuran sangat kecil, berwarna putih, kelopak
berjumlah 5 buah berwarna hijau dan berukuran lebih besar dari
ukuran bunga, bunga tidak memiliki alat kelamin jantan maupun
betina.
e) UmbiUmbi memiliki diameter 2-5cm, panjang 2060cm, daging umbi berwarna putih/ kekuning-kuningan, kulit
umbi berwarna coklat, dagingnya bergetah.

Ekologi dan penyebarannya


Ekologi
Jenis singkong Manihot esculenta pertama kali dikenal di Amerika Selatan kemudian
dikembangkan pada masa pra-sejarah di Brasil dan Paraguay. Bentuk-bentuk modern
dari spesies yang telah dibudidayakan dapat ditemukan bertumbuh liar di Brasil
selatan. Meskipun spesies Manihot yang liar ada banyak, semua varitas Manihot
utilissima dapat dibudidayakan. Produksi singkong dunia diperkirakan mencapai 184
juta ton pada tahun 2002. Sebagian besar produksi dihasilkan di Afrika 99,1 juta ton
dan 33,2 juta ton di Amerika Latin dan Kepulauan Karibia. Singkong ditanam secara
komersial di wilayah Indonesia (waktu itu Hindia Belanda) pada sekitar tahun 1810[1],
setelah sebelumnya diperkenalkan orang Portugis pada abad ke-16 ke Nusantara dari
Brasil.
Penyebarannya hamper keseluruh dunia, antara lain : Afrika, Madagaskar, India.
Singkong berkembang di Negara-negara yang terkenal wilayah pertaniannya dan
masuk ke Indonesia pada tahun 1852. Singkong ditanam secara komersial di wilayah
Indonesia sekitar tahun 1810, setelah sebelumnya diperkenalkan orang Portugis pada
abad ke-16 ke Nusantara dari Brasil.

Kandungan kimia daun singkong


Adapun kandungan kimia dalam daun singkong, antara lain:
1. Memiliki kadar protein yang cukup tinggi, sumber energi yang setara
dengan karbohidrat, 4 kalori setiap gram protein.
2. Sumber vitamin A setiap 100 gram yaitu mencapai 3.300 RE sehingga baik
untuk kesehatan mata.
3. Kandungan serat yang tinggi yang dapat memperlancar buang air besar dan
mencegah kanker usus dan penyakit jantung.
4. Kandungan vitamin C per 100 gram daun singkong mencapai 275 mg, bisa
terbebas dari sariawan dan kekebalan tubuh bisa lebih terjaga dengan
asupan vitamin C .

TINJAUAN SENYAWA

Rutin
Rutin, juga disebut rutoside, quercetin-3-O-rutinoside dan sophorin,
adalah glikosida antara flavonol quercetin dan disakarida rutinose (-Lrhamnopyranosyl-(1 6))--D-glukopiranosa). Rutin adalah salah satu
senyawa fenolik yang ditemukan dalam spesies tanaman invasif
Carpobrotus edulis dan berkontribusi terhadap antibakteri dan
antioksidan. Namanya berasal dari nama Ruta graveolens , tanaman yang
juga berisi rutin
Rutin (quercetin rutinoside), seperti quercitrin , merupakan glikosida
dari flavonoid quercetin. Dengan demikian, struktur kimia dari keduanya
sangat mirip, dengan perbedaan yang ada di hidroksil kelompok
fungsional. Quercetin dan rutin digunakan di banyak negara sebagai obat
untuk perlindungan pembuluh darah, dan bahan baku multivitamin dan
obat herbal.

sifat fisikokimia rutin


Senyawa Rutin memiliki rumus molekul C 27 H 30
O 16, dengan massa molar 610,52 g mol -1. Senyawa
ini berbentuk padat / Kristal dengan titik lebur 242
C , 515 K, 468 F. Senyawa ini memiliki kelarutan
dalam air 12,5 mg/100 ml (13 mg/100 ml), tidak ,
larut dalam heksan, PE, kloroform, eter, sedikit larut
dalam etil asetat dan etanol, serta sangat larut dalam
air.

Proses Ekstraksi
Dilakukan ekstraksi berturut turut dengan
petroleum eter , kloroform, dan etil asetat
Fase etil asetathasil dari ekstraksi tersebut
diuapkan sampai kering kemudian dilarutkan
dalam metanol

Ekstrak cair
Dipekatkan
Ekstrak pekat
Diambil 20 gram (dilarutkan dalam metanol+air)
Ekstrak cair
ECC kloroform
3x15 ml

Fase metanol+air

Fase kloroform

ECC dengan etil asetat

Fase metanol+air

Fase Etil asetat

Metode yang digunakan : ECC (corong pisah)


Alasan : karena senyawa rutin ini mempunyai
sifat yang polar, maka rafinat yang digunakan
metanol+air. Sifat dari metanol+air itu sendiri
adalah polar. Diekstraksi dengan kloroform
bertujuan untuk memisahkan senyawa dari
senyawa lain yang bersifat non polar.
Senyawa yang tidak polar tersebut akan ikut
bersama kloroform.

Analisis kualitatif :
Fase diam : selulosa
Fase gerak : asam asetat 15 %
Cuplikan :
Seri 1, 2, 3, dan pembanding larutan rutin dalam metanol 50 %, masingmasing sebanyak 3 totolan kecuali seri 3.
Sinar UV 366
Uap amoniak, dibawah sinar tampak dan uv 366
Pereaksi sitroborat, panaskan 1000 C selama 5 menit.

Uji kemurnian menggunakan HPLC


Cara kerja :
Penyusunan standar dan solusi :
Larutan stok standar rutin dan quercetin yang dibuat dengan
melarutkan 10 mg rutin dan quercetin dalam 10 ml metanol.
Dari 3 mikroliter ini masing-masing solusi diterapkan
mengunakan aplikator linomart. 100 mg ekstrak
hidroalcoholic dari A.latifolia adalah dilarutkan 10 ml metanol
dan disaring, filtrat (10 mg/ml) digunaka untuk HPLC.

TERIMA KASIH