Anda di halaman 1dari 18

Galih Arya Wijaya

20090310130

Hormon steroid yg dihasilkan oleh korteks


adrenal
Tanggapan ACTH oleh hipofisis, atau
angiotensin II
Dibagi 2 kelompok: glukokortikoid (kortisol)
dan mineralokortikoid (aldosteron)
Glukokortikoid yg banyak digunakan untuk
pengobatan
Imunosupresan dan anti inflamasi

Efek katabolik dari kortikosteroid bisa dilihat


pada kulit sebagai gambaran dasar sepanjang
penyembuhan luka. Bertanggungjawab pada
gambaran klinis ; keratinosik (atropi
epidermal, re-epitalisasi lambat), produksi
fibrolast mengurangi kolagen dan bahan
dasar (atropi dermal, striae),efek vaskuler
kebanyakan berhubungan dengan jaringan
konektif vaskuler (telangiektasis, purpura),
dan kerusakan angiogenesis (pembentukan
jaringan granulasiyang lambat).

Khasiat glukokortikoid adalah sebagai anti radang


setempat, anti- proliferatif, dan imunosupresif.
Melalui proses penetrasi, glukokortikoid masuk ke
dalam inti sel-sel lesi, berikatan dengan kromatin
gen tertentu, sehingga aktivitas sel-sel tersebut
mengalami perubahan. Sel-sel ini dapat
menghasilkan protein baru yang dapat membentuk
atau menggantikan sel-sel yang tidak berfungsi,
menghambat mitosis (anti- proliferatif), bergantung
pada jenis dan stadium proses radang. Glukokotikoid
juga dapat mengadakan stabilisasi membran lisosom,
sehingga enzim-enzim yang dapat merusak jaringan
tidak dikeluarkan

Kerja Singkat (812 jam)

Kerja Sedang (1230 jam)

Kerja Lama (36-72


jam)

Kortison

Prednison

Betametason

Hidrokortison

Meprednison

Parametason

Prednisolon

Deksametason

Metilprednosolon
Triamsinolon

Generik

Nama dagang

Betamethasone dipropionate 0,05%

Diprolene oint
Diprolene AF Cream

Difloracone diacetate 0,05%

Psorcon oint

Clobetasol propionate 0,05%

Temovate (oint & cr)

Halobetasol propionate 0,05%

Ultravate (oint & cr)

Generik

Nama dagang

Amicinonide 0,1%

Cyclocort oint

Betamethasone dipropiate 0,05%

Diprosone oint

Mometasone fuorate 0,01%

Elocon oint

Diflorasone diacetate 0,05%

Florone oint

Halcinonide 0,01%

Halog (oint, cr & sol)

Fluocinonide 0,05%

Lidex (oint, cr, gel, sol)

Diflorasone diacetate 0,05%

Maxiflor oint

Betamethasone dipropionate 0,05%

Maxivate (oint & cr)

Desoximethasone 0,25%

Topicort (oint, cr & gel)

Generik

Nama dagang

Triamcinolone acetonide 0,1%

Aristocort A oint

Fluticasone propionate 0,005%

Cutivate oint

Amcinonide 0,1%

Cyclocort (cr & lot)

Betamethasone dipropionate 0,05%

Diprosone cr

Diflorosone diacetate 0,05%

Fluorone cr

Fluocinonide 0,05%

Lidex E cr

Diflorosone diacetate 0,05%

Maxiflor cr

Betamethasone dipropionate 0,05%

Maxivate lot

Desoximethasone 0,05%

Topicort LP cr

Betamethasone valerate 0,01%

Valisone oint

Generik

Nama dagang

Triamcinolone acetonide 0,1 %

Aristocort oint

Flurandrenolide 0,05%

Cordran oint

Momethasone furote 0,1%

Elocon (cr & lot)

Triamcinolone acetonide 0,1%

Kenalog (oint & cr)

Fluocinolone acetonide 0,025%

Synalar (oint & gel)

Hydrocortisone valerate 0,2%

Westcort oint

Generik

Nama dagang

Flurandrenolide 0,05%

Cordran cr

Fluticasone propionate 0,05%

Cutivate cr

Prednicarbe 0,1%

Dermatop cr

Betamethasone dipropionate 0,05%

Diprosone lot

Triamcinolone acetonide 0,1%

Kenalog lot

Hydrocortisone butyrate 0,1%

Locoid (cr & oint)

Fluocinolone acetonide 0,025%

Synalar cr

Desonide 0,05%

Tridesilone oint

Betamethasone valerat 0,1%

Valisone cr

Hydrocortison valerate 0,2%

Westcort ce

Generik

Nama dagang

Aclomethasone 0,05%

Aclovate (oint & cr)

Triamcinolone acetonide 0,1%

Aristocort cr

Desonide 0,05%

Desowen cr

Triamcinolone acetonide 0,025%

Kenalog (cr & lot)

Hydrocortisone butyrate 0,1%

Locoid sol

Fluocinolone acetonide 0,01%

Synalar (cr & sol)

Desonide 0,05%

Tridesilon cr

Betamethasone valerate 0,1%

Valisone lot

4 mg Methyl Prednisolone = 5 mg Prednisone


= 0,5 Dexametason

Dermatosis Responsif
KS

Dermatosis Kurang
Responsif KS

Dermatosis Respon KS
Intralesi

Psoriasis

DLE

keloid

Dermatitis Atopik

Psoriasis pada
telapak

Jaringan parut
hipertrofi

Nekrobiosis lipoidika
diabetikorum

Alopesia aerata

Vitiligo

Prurigo nodularis

Granuloma anulare

Morfea

Dermatitis venenata

Sarkoidosis

Dermatitis
intertrigenosa

Liken plana

Dermatitis dengan
likenifikasi

Pemfigoid

Liken amiloidosis

Dermatitis solaris

Eksantema fiksatum

Vitiligo

Dermatitis Kontak
Neurodermatitis
Sirkumskripta
Dermatitis numularis

Dermatitis stasis

Akne kistik

Dosis dibagi 2 hingga 3 kali perhari


Tappering dose
Kortikosteroid lemah dipakai tak lebih dari 4
hingga 6 minggu
Kortikosteorid Kuat dipakai tak lebih dari 2
minggu

- Psoroasis: skuama tebal berupa plakat KST


super poten (oint/cr)
- Dermatitis atopik pada anak diberi KS ringansedang, dewasa KS poten (oint)
- DKA: KS potensi medium
- Dermatitis numularis: lesi multipel KS
sistemik
- Dermatitis seboroik: sensitif terhadap
pemakaian KS KSTpotensi medium
- Dermatitis intertriginosa: gatal & panas KS
potensi medium

Saluran
Cerna

Hipersekresi asam lambung

Osteoporosis

Penurunan proteksi gaster

Fraktur

Ulkus peptic
Kolitis ulseratif

Tulang

Hipotrofi

Otot

Fibrosis
Miopati panggul

Kompresi Vertebra
Skoliosis

Hirsutisme

Kulit

Hipotrofi
Dermatosis
akneiformis
Purpura

Perubahan kepribadian

SSP

Psikosis
Nafsu makan bertambah

Mata

Katarak Subcapsular
Posterior
Glaukoma

- Efek sistemik: jarang, dosis aman tidak lebih


dari 30 mg/d tanpa metode oklusi
- Pada bayi gunakan KS ringan-sedang
- Gunakan KS sedang pada subakut, lesi daerah
lipatan & wajah
- Gunakan KS kuat pada lesi kronis & penebalan
- Tappering dose
- Oklusi tak lebih dari 12 jam
- Kontraindikasi: infeksi bakteri, jamur, virus &
skabies
- Terapi intralesi: 1mg/tempat dengan dosis
maksimal 10mg per kali

Diet tinggi protein rendah garam


Pemberian KCl 3x500 mg sehari untuk orang
dewasa, jika terjadi defisiensi K
ACTH (synacthen depot) 4 minggu sekali 1mg
Antibiotik jika dosis prednisone lebih dari 40
mg/hari
Antasida