Anda di halaman 1dari 25

Rencana Pengaturan Kelestarian

Hutan (RPKH)
Peran/Posisi RPKH

Isi/muatan RPKH
Prosedur Penyusunan

Pengertian
Rencana Pengaturan Kelestarian Hutan

(RPKH) merupakan dokumen yang berisi rencana


pengelolaan hutan (teknis/fisik) selama periode
tertentu (umumnya 10 tahun atau 5 tahun) yang
berazaskan kelestarian sumber daya hutan
dengan mempertimbangkan keseimbangan
lingkungan dan sosial untuk suatu unit
pengelolaan level tapak (Kesatuan Pemangkuan
Hutan /KPH) .

Posisi RPKH dalam Perencanan


Hutan Level Tapak
RPKH mencerminkan adanya rencana

pengelolaan hutan (teknis/fisik) pada


periode/jangka tertentu yang lestari.
Kelestarian dalam RPKH mencakup aspek
lingkungan, sosial, maupun ekonomi
RPKH merupakan sub-sistem perencanaan
sumber daya hutan, sebagai bagian dari sistem
perencanan suatu perusahaan atau pengelola
hutan level tapak.

Muatan RPKH
Sejarah pengelolaan
Kondisi fisik lapangan
Keadaan sosial ekonomi masyarakat sekitar

Data hasil inventarisasi


Evaluasi pengelolaan jangka lampau
Arah kebijakan pengelolaan (visi, misi, tujuan)
Perhitungan pemanenan hasil hutan yang

diperkenankan
Bagan pengaturan kelestarian hasil selama satu rotasi
Rencana-rencana kegiatan pengelolaan selama jangka
atau periode tertentu (misal 5 atau 10 tahun) aspek
linkungan, produksi, dan sosial

Muatan RPKH
Rencana-Rencana Pengelolaan :

Rencana pemanenan/pemungutan hasil hutan


Rencana penanaman
Rencana pemeliharaan
Rencana pengelolaan lingkungan
Rencana kelola sosial

Prosedur Penyusunan RPKH


Penataan Hutan

Tata Batas/Rekonstruksi Batas


Pembagian Blok (HP-HL)/Zonasi (HK)
Pembagian petak/anak petak
Inventarisasi Hutan Menyeluruh Berkala (IHMB)
Pemetaan hutan berdasarkan hasil penataan
hutan dan IHMB
Penyusunan Rencana Pengelolaan

SUB SISTEM PERENCANAAN SDH

SUB SISTEM PERENC PERUSAHAAN

RUP
(20 TH)
direksi

KPH

direksi

RPKH
(10 TH)

RTT+Ren lain
(tahunan)

Gabungan
(tahunan)
Unit

BSR,
Harga rata-rata,
Ren Investasi

RJP
(5 TH)

direksi

RKAP
(tahunan)

Direksi
Unit
KPH

SISTEM PERENCANAAN PERUM PERHUTANI


1. Sub-sistem Perencanaan SDH
2. Sub-sistem Perencanaan Perusahaan
- Satu sama lain bersifat komplementer.
- SS Perencaan SDH memberikan input kepada perencanaan
perusahaan
- SS Perencanaan perusahaan memberikan arah dalam
pengelolaan SDH sesuai dengan kebijakan dan strategi
perusahaan.
SS Perencanaan Perusahaan terdiri dari :
Rencana Umum Perusahaan
Rencana Jangka Panjang
Rencana Kerja dan Anggaran Persh.

RUP disusun untuk tingkat Direksi (jangka 20 thn).


berisi :
- perumusan visi, misi, dan tujuan perusahaan
- analisis internal dan eksternal
- kebijakan dan strategi perusahaan.
RUP dievaluasi kembali setiap 5 tahun.

Rencana Jangka Panjang (RJP) disusun utk jangka waktu 5 thn,


berisi :
- rumusan tujuan
- sasaran
- analisis internal dan eksternal.
- kebijakan dan strategi
- prakiraan, asumsi, dan proyeksi
- program kerja lima tahunan.
RJP memberikan pedoman dan arahan dalam penyusunan
Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan setiap tahun.


1.
2.
3.

RKAP memuat :
evaluasi pelaksanaan program kerja tahun
lalu,
estimasi dan asumsi keadaan tahun yang
direncanakan, dan
menetapkan program kerja tahun yang akan
datang dengan memperhatikan RJP jangka
berjalan.
Bahan untuk menyusun RKAP bersumber
pada Gabungan RTT unit, rencana-rencana
fisik lain, standar prestasi kerja, dan biaya
standar rata-rata (BSR), perkiraan harga
dan rencana investasi.

SUB SISTEM PERENCANAAN SDH

* Rencana Pengaturan Kelestarian Hutan (RPKH)


disusun tiap KP per KPH jangka waktu 10
tahun.
* RTT disusun tiap KPH jangka waktu satu tahun
yang berisi rencana semua kegiatan fisik
tahunan suatu KPH yang merupakan penjabaran
dari RPKH.
* RTT tiap KPH digabung menjadi Gabungan RTT
satu Unit.
- RPKH disusun oleh SPH (Intruksi 74)
- RTT disusun oleh KPH.

RENCANA TERESAN DAN TEBANGAN


(TEBANG HABIS)
RENCANA TANAMAN
RENCANA PEMELIHARAAN/PENJARANGAN

Data Base
RPKH

risalah

UP DATING
TIAP 10 TH

Data SISDH

UP DATING
TIAP 1 TH

JILID A
-BUKU A I : Risalah Umum dan Sejarah (warna cover abu-abu)
-BUKU A II : Penyelidikan tentang keadaan hutan, termasuk di dalamnya daftar kelas hutan tiap petak dan rekapitulasinya
(warna cover coklat)
-BUKU A III : Peta-peta (12 macam dengan skala mulai dari skala 1: 10.000
sampai skala 1 : 250.000.

JILID B
-BUKU B I : Rencana Teresan dan Tebangan (warna cover merah)
-BUKU B II : Rencana Tanaman (warna cover Hijau)
-BUKU B III : Rencana Pemeliharaan (warna cover kuning)
-BUKU B IV: Statistik Perusahaan (warna cover biru)

1. REKONSTRUKSI BATAS
Pemancangan pal batas berdasarkan hasil pengukuran
rekonstruksi (Baca Juknis Penataan Batas)
2. PEMBAGIAN HUTAN ( UNIT KELESTARIAN )
a. Bagian Hutan
- satu kesatuan produksi (Kelas Perusahaan)
- satu kesatuan eksploitasi (berdasarkan DAS)
b. RPH Unit Pengelolaan Hutan Terkecil
c. Petak:
- Kesatuan manajemen
- Kesatuan administrasi
3. PEMBAGIAN WILAYAH PENGELOLAAN (STRUKTUR)
a. Kesatuan Pemangkuan Hutan/KPH (tdr satu atau bbrp
BH), sebagai Unit Pengelolaan Hutan/ FMU,
b. Sub Kesatuan Pemangkuan Hutan/SKPH

c. Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan/BKPH


d. Resort Pemangkuan Hutan (RPH)/Resort Polisi Hutan
e. Petak/anak petak
4. RISALAH HUTAN
- Register Risalah Hutan (PK 2) Identitas Petak
5. PERHITUNGAN ETAT
- Daftar kelas hutan (PK 3) tiap petak/anak petak)
- Rekapitulasi rata-rata Umur, KBD, Bonita, KW
- Perhitungan Potensi Produksi (Taksiran Masa Kayu)
* Masa kayu KU ditentukan berdasarkan tabel tegakan :
- Umur tebang rata-rata untuk seluruh tegakan
- Bonita rata-rata masing-masing kelas umur
- KBD masing-masing kelas umur

Perhitungan Etat
Utr : rata-rata umur dari semua KU ditambah

setengah daur, merupakan cerminan komposisi


seluruh KU dan tidak boleh menebang di bawah
Utr
Untuk 1 daur dan dievalusi tiap jangka (10 tahun)
Dijabarkan di PK 10 : pengaturan hasil/tebangan
menurut waktu (tiap tahun) dan tempat/lokasi
(BH, petak)
Etat luas dan volume digabung melalui cutting
time test (Uji JWP) selisih maksimal 2,5% dari
daur

6. Uji JWP Etat teruji


7. Penyusunan BTHSD
8. Penyusunan Rencana-rencana
- Tebangan (RTWT)
- Teresan
- Tanaman
- Pemeliharaan

2. RENCANA TEBANG HABIS BIASA


Penentuan massa kayu/etat tingkat pertama
Pengujian JWP (Cutting Time Test)
Penentuan etat tingkat berikutnya

Bagan Tebang Habis (BTH Selama Daur)

- ikhtisar renc prod selama daur


- dirinci tiap jangka dan kelas hutan
Tebangan menurut waktu dan tempat
- Penjabaran rencana tebangan Jangka Pertama
dari BTHSD

Rencana Tebangan Menurut Waktu dan Tempat


Luas dan volume tebangan per tahun diusahakan

merata
Urutan waktu penebangan didasarkan pada luas dan
potensi produksi rata-rata per tahun.
Urutan tempat bidang penebangan yang terpusat
(kapsentra)

Pertimbangan Pemilihan Lokasi Pusat Tebang


Luas tebangan maksimum
Keadaan wilayah
Keamanan

Perluasan Pusat Tabang


Hutan lindung tidak boleh ditebang

3. RENCANA TERESAN (PK 11)


Rencana teresan tiap tahun diproyektir langsung dari

PK 10
Dicantumkan pula anak-anak petak yang akan
ditebang habis 2 tahun pertama jangka yang akan
datang
Dibuat gabungan rencana teresan (PK 12)
berdasarkan bentuk tebangan habis

4. RENCANA TEBANG HABIS DAN IKHTISAR


PELAKSANAANNYA PK13 PK 10 + tebangan A1,

B, dan C
5. RENCANA TEBANGAN LAIN-LAIN DAN IKHTISAR
PELAKSANAANNYA PK14 Tebangan pembersihan
dan tak tersangka (tebangan D)
6. REKAPITULASI DARI HASIL KAYU MENURUT
RENCANA TEBANGAN DAN PENJARANGAN
gabungan volume kayu nyata berbagai bentuk tebangan
7. DAFTAR DARI HASIL-HASIL KAYU DIBAGI MENURUT
SORTIMEN UTAMA

II. RENCANA TANAMAN


Lapangan tebangan habis biasa (A)
A1. sebelum awal jangka
A2. jangka berjalan
2. Lapangan Tebang B
B1. Lapangan tak menghasilkan dari kelas
perusahaan tebang habis
B2. Lapangan tak baik untuk perusahaan
tebang habis
B3. Lapangan tak baik untuk jati
1.

III. RENCANA PEMELIHARAAN


Perhitungan Harapan Produksi
- Tiap kelas dasawarsa dihitung luas rata-rata
penjarangan dan harapan hasil kayu
- Harapan hasil kayu tabel WvW
2. Rencana Produksi Penjarangan
Taksiran produksi kayu dari penjarangan
Daftar Penjarangan dan Gabungannya
Daftar Petak ukur
Perhitungan harapan produksi
1.

Rencana Jangka Panjang - Disusun oleh Kepala KPH


- Disahkan oleh Menteri/gubernur/bupati/walikota

Rencana jangka Pendek


(tahunan)

- Disusun oleh Pejabat yg ditunjuk Kepala KPH


- Disahkan oleh Kepala KPH