Anda di halaman 1dari 26

marina a rumawas

departemen farmakologi fk ukrida


kbk 2009/2010

Farmakokinetik Klinik
Prinsip farmakokinetik dalam farmakoterapi
Data farmakokinetik klinik :
Bioavailabilitas obat
Volume distribusi (Vd)
Waktu paruh (t )
Bersihan/clearance (Cl)

Prinsip Farmakokinetik Klinik


Model 1 Kompartemen
Penyebaran obat merata di seluruh bagian tubuh
model paling sederhana
Model 2 kompartemen
Kompartemen sentral

Jaringan yg byk dialiri darah : jantung, paru, hati, ginjal,


kelenjar endokrin
Obat menyebar dan merata cepat

Kompartemen perifer
Jaringan yg kurang dialiri darah : otot, kulit, jaringan lemak
Obat sukar masuk, penyebaran lambat

Prinsip Farmakokinetik Klinik


Model 3 Kompartemen
Kompartemen sentral

Jaringan yg byk dialiri darah : jantung, paru, hati, ginjal, kelenjar


endokrin
Obat menyebar dan merata cepat

Kompartemen perifer
Jaringan yg kurang dialiri darah : otot, kulit, jaringan lemak
Obat sukar masuk, penyebaran lambat
Tdd :
Kompartemen perifer dangkal
Kompartemen perifer dalam

Kinetika Linear Non Linear


Kinetika linear / first order kinetic :
Kecepatan proses farmakokinetik sebanding dengan
jumlah obat yang tersisa
dX
____ = keX
dt

dX : laju eliminasi obat


ke : konstanta eliminasi
first order (/mnt)
X : jumlah obat yg tinggal
(blm dieliminasi)

Kinetika Zero Order


Proses farmakokinetika yg berlangsung dgn kecepatan

konstan per satuan waktu, tidak tergantung dari


jumlah obat yang masih tinggal / tersisa

Kinetika Non-Linear
Perubahan eliminasi obat dari kinetika zero order mjd

kinetika first order


Terjadi pada pemberian dengan dosis toksik
Perubahan terjadi karena :
Awal : terjadi kejenuhan kapasitas metabolisme hati dan

/ kapasitas ekskresi ginjal kinetika zero order


Tahap lanjut : jumlah obat dlm tubuh kinetika first
order

Parameter Farmakokinetik
Tdd :
1. Bioavailabilitas / availabilitas sistemik (= F)
2. Volume distribusi (Vd)
3. Waktu paruh eliminasi (t1/2)
4. Bersihan clearance (=Cl)

Bioavailabilitas / Availabilitas Sistemik


sesuai Kinetika First Order (1)
Obat parenteral
Obat diberikan i.v F=1
Obat i.v dlm btk yg perlu dikonversi tubuh F = fraksi
yg perlu dikonversi mjd btk aktif

Ct/ kloramfenikol etilsuksinat, hidrokortison Na-suksinat,


klindamisin fosfat

Bioavailabilitas / Availabilitas Sistemik


sesuai Kinetika First Order (2)
Obat oral
F<1
Faktor penentu F :

Jumlah obat yg diabsorpsi


Jumlah obat yg mengalami metabolisme lintas pertama
ct/ propranolol, metoprolol, levadopa, klorpromazin, morfin,
propoksifen, verapamil, diltiazem

Bioavailabilitas / Availabilitas Sistemik


sesuai Kinetika First Order (3)
AUC (area under the curve) :

besarnya bioavailabilitas suatu obat oral yg


digambarkan sbg luas area di bawah kurva kadar
obat dlm plasma terhadap waktu
o Bioavailabilitas obat oral tdd :
o Bioavailabilitas absolut obat oral
o Bioavailabilitas relatif produk obat oral

Bioavailabilitas / Availabilitas Sistemik


sesuai Kinetika First Order (4)
Bioavailabilitas absolut obat oral = F
AUC oral
AUCi.v
o Sedangkan unt suatu obat oral bermerek X :
AUC oral produk X
AUC oral produk inovator

Volume Distribusi
sesuai Kinetika First Order (1)
Vd =

X
_____ =
C

Di.v
FDoral
_____ = ______
Co(IV) Co(0ral)

X = jumlah obat dlm tubuh


pd wkt
C = kadar obat dalam plasma/serum
yg sama
Di.v = dosis obat pd pemberian i.v
Doral = dosis obat pd pemberian oral
F = fraksi obat oral yg mencapai peredaran darah sistemik dlm btk aktif /
bioavailabilitas absolut obat oral
Co = kadar plasma/serum pd wkt t = 0

Volume Distribusi
sesuai Kinetika First Order (2)
Faktor2 penentu Vd :
Ukuran dan komposisi tubuh
Kemampuan molekul obat memasuki bbagai
kompartemen tubuh
Derajat ikatan obat dgn protein plasma dan bbagai
jaringan
Ct/ obat dgn Vd besar : digoksin
Ct/ obat dgn Vd kecil : warfarin, tolbutamid, salisilat

Waktu Paruh Eliminasi


sesuai Kinetik First Order
Suatu bilangan konstan; tdk tergantung besar dosis,

interval pemberian, kadar plasma, cara pemberian


Indeks terbaik unt menentukan waktu tercapainya
kadar mantap (tss), wkt unt menghilangkan obat dari
tubuh (= tss), serta memperkirakan interval dosis (T)
0,693
t = ---------ke
ke = konstanta eliminasi first order (per menit)
Slope fase eliminasi = - ke

Bersihan (Clearance)
sesuai Kinetika First Order (1)
Definisi : volume darah/plasma yg dibersihkan dari

obat per satuan waktu (mL/menit)


Tdd :
Bersihan renal ClR = laju ekskresi obat utuh oleh ginjal

kadar obat dlm plasma


= laju eliminasi ginjal
kadar plasma
= laju filtrasi + laju ekskresi laju reabsorpsi
kadar plasma

Bersihan (Clearance)
sesuai Kinetika First Order (2)
Bersihan hepar ClH = laju metabolisme obat o/ hepar

kadar obat dlm plasma


o

Dipengaruhi oleh :
o Aktivitas enzim metabolisme pengaruh variasi genetik >>
o Ikatan obat dgn protein plasma
o Aliran darah hepar
Ct/ obat yg dipengaruhi aktivitas enzim metabolisme
(aktivitas tinggi ) dan aliran darah hepar : lidokain,
propranolol, morfin
Ct/ obat yg dipengaruhi aktivitas enzim metabolisme
(aktivititas rendah) dimana laju metabolisme sebanding
dengan fraksi obat bebas dlm plasma : fenitoin, teofilin,
warfarin

Bersihan (Clearance)
sesuai Kinetika First Order (3)
Bersihan total ClT = ke X Vd

0.693
= ------- X Vd
t
= ClR + ClNR
dimana bersihan nonrenal (ClH)
terutama adl bersihan hepar
o

Adl volume plasma/darah yg dibersihkan dari obat per satuan


waktu oleh seluruh tubuh (mL/menit)
Tergantung t dan Vd

Penyesuaian Dosis
Indikasi :
Obat dgn margin of safety yg sempit
Ada ggn fungsi ginjal
Obat terutama dieliminasi di ginjal (ct/ aminoglikosida,
vankomisin, digoksin)
Langkah2 penyesuaian dosis :
1. Tentukan ClCr
2. Menentukan penyesuaian dosis dgn ClCr yg diperoleh

Penyesuaian Dosis
Menentukan ClCr : (rumus Cockcroft & Gault)

(140 umur) X BB (kg)


ClCr =
___________________ (unt laki-laki dws)
(mL/mnt) 72 X CCr (mg/dL)
Bila pasien adl perempuan, hasil di atas di-X 0,85

Penyesuaian Dosis
Penentuan dosis dengan rumus Giusti-Hayton :

G = 1 - fR

ClCr U
1 - --------ClCr N

dimana :
G = faktor koreksi
fR = fraksi eliminasi obat oleh ginjal
ClCr U = klirens kreatinin pd uremia
ClCr N = klirens kreatinin normal

Interval Dosis
Cara lain unt mengurangi dosis obat total yg masuk ke

dlm tubuh unt obat2 dengan batas keamanan sempit


atau pada gagal ginjal :

IU = IN X 1/G
dimana :
IU = interval dosis pd uremia
IN = interval dosis normal

Kwek, kwek..

Kwek, kwek

KW E KK!