Anda di halaman 1dari 13

Presented By Kelompok 5

Elisabeth Nevoria (1206317171)


Indah Tiara A. ( 1206317410 )
Nabila Ahmad Mashabi (1206317745)
Rizky Mafriza (1106317991)

Permanent
Establishment

Branch Profit Tax


Pasal 26 ayat 4 UU No 36 Tahun 2008
Penghasilan
Kena
Pajak
sesudah
dikurangi pajak dari suatu bentuk usaha
tetap di Indonesia dikenai pajak sebesar
20% (dua puluh persen), kecuali
penghasilan
tersebut
ditanamkan
kembali
di
Indonesia,
yang
ketentuannya diatur lebih lanjut dengan
atau berdasarkan Peraturan Menteri
Keuangan

Branch Profit Tax


Pasal 1 ayat 3 PMK No 14/PMK.03/2011

Branch Profit Tax Tanpa Tax Treaty


Apabila kantor pusat dari Bentuk Usaha Tetap di Indonesia
merupakan penduduk dari Negara yang mempunyai P3B dengan
Indonesia, besarnya tarif PPh Pasal 26 ayat 4 sesuai dengan P3B
tersebut.
Tanpa Tax Treaty
dalam IDR
Penghasilan Kena Pajak

4.100.000.000

PPh Terutang (25%)

1.025.000.000

Penghasilan Kena Pajak setelah dikurangi PPh terutang

3.075.000.000

PPh Pasal 26 ayat 4 (20%)

615.000.000

BUT Aktivitas
Tax Treaty Jepang dan Indonesia

BUT tipe aktivitas timbul apabila


terdapat perusahaan asing yang
menjalankan
kegiatan
jasa-jasa
(furnishing of services) di Indonesia
dalam jangka waktu melebihi time
test.
Dalam tax treaty Indonesia Jepang,
mengenai BUT tipe Aktivitas diatur
dalam pasal 5 ayat (5), (8)

Tax Treaty Indonesia - Jepang


Article 5 (5)
An enterprise of a Contracting State shall be deemed to have a
permanent establishment in the other Contracting State if it
furnishes in that other Contracting State consultancy services, or
supervisory services in connection with a building, construction or
installation project through employees or other personnel -- other
than an agent of an independent status to whom the provisions of
paragraph 8 apply -- provided that such activities continue (for the
same project or two or more connected projects) for a period or
periods aggregating more than six months within any taxable year.
However, if the furnishing of such services is effected under an
agreement between the Governments of the two Contracting States
regarding economic or technical cooperation, that enterprise shall,
notwithstanding any provisions of this Article, not be deemed to
have a permanent establishment in that other Contracting State.

>> Dalam P3B Indonesia dengan


Jepang, pemberian jasa yang dapat
dianggap sebagai bentuk usaha tetap
hanya
pemberian
jasa
yang
ada
hubungannya dengan proyek konstruksi
dan instalasi.
>> Time test: 6 bulan dalam jangka
waktu satu tahun pajak, bukan 6 bulan
sejak kedatangan

Tax Treaty Indonesia - Jepang


Pasal 5 ayat (8)
Suatu perusahaan dari suatu Negara tidak dianggap
mempunyai pendirian tetap di Negara lain hanya karena
menjalankan usaha di Negara lain tersebut melalui
makelar, komisioner umum atau agen lainnya
yang
berdiri sendiri, sepanjang mereka bertindak dalam rangka
usahanya yang lazim.

BUT Tipe Aktivitas

Keberadaan BUT tipe aktivitas, baik aktivitas konstruksi


maupun pemberian jasa ditentukan dari lamanya (time test)
aktivitas tersebut dilakukan di negara sumber. Penentuan
time test tidak melihat pada formalitas (kontrak) tetapi pada
keadaan yang sebenarnya. (UU PPh No. 17 Tahun 2000 Pasal
2 ayat 6).

Contoh : berdasarkan kontrak pemberian jasa, PT XYZ yang


berkedudukan di Jepang mengirimkan Mr. Takeshi ke
Indonesia dari tanggal 10 April 2014 s/d 10 Juni 2014.
Namun ternyata Mr. Takeshi sudah berada di Indonesia sejak
bulan Januari 2014. Dengan demikian syarat time test yang
digunakan dihitung sejak Mr. Takeshi berada di Indonesia,
yaitu sejak Januari 2014.

Perdirjen KEP - 62/PJ/1995


Jenis Dan Besarnya Biaya Administrasi Kantor Pusat Yang
Diperbolehkan Untuk Dibebankan
Sebagai Biaya Suatu Bentuk Usaha Tetap

Biaya administrasi kantor pusat yang diperbolehkan untuk


dikurangkan dari penghasilan bruto yang diterima atau diperoleh
suatu bentuk usaha tetap di Indonesia adalah biaya administrasi
yang dikeluarkan oleh kantor pusat yang berkaitan dan dalam
rangka untuk menunjang usaha atau kegiatan bentuk usaha
tetap yang bersangkutan untuk mendapatkan, menagih, dan
memelihara penghasilan. (pasal 1)
Biaya-biaya yang dapat dibebankan oleh kantor pusat merupakan
biaya yang secara aktual terjadi, dan dikeluarkan dalam rangka
menjalankan proses bisnis yang normal, seperti jika bentuk usaha
tetap tersebut merupakan suatu perusahaan lain yang terpisah dari
kantor pusatnya. Selain itu biaya yang dialokasikan oleh kantor
pusat kepada BUT seharusnya merupakan reimbursement, tanpa
mark-up.

Syarat Penerapan Perdirjen


KEP - 62/PJ/1995

Setinggi-tingginya adalah sebanding dengan besarnya peredaran


usaha atau kegiatan bentuk usaha tetap di Indonesia terhadap
seluruh peredaran usaha atau kegiatan perusahaan di seluruh
dunia (pasal 2)
BUT di Indonesia wajib menyampaikan laporan keuangan
konsolidasi atau kombinasi dari kantor pusat yang meliputi
seluruh usaha dan/atau kegiatan perusahaan di seluruh dunia
untuk tahun pajak yang bersangkutan sebagai lampiran Surat
Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan
Laporan Keuangan konsolidasi atau kombinasi harus sudah
diaudit oleh akuntan publik dan mengungkapkan rincian
peredaran usaha atau kegiatan perusahaan serta jenis dan
besarnya biaya administrasi yang dibebankan kepada masingmasing bentuk usaha tetap di negara tempat perusahaan yang
bersangkutan melakukan usaha atau kegiatan

Pembayaran yang tidak boleh


dibebankan

Royalti atau imbalan lainnya sehubungan dengan penggunaan


harta, paten, atau hak-hak lainnya.
Imbalan sehubungan dengan jasa manajemen dan jasa lainnya.
Bunga kecuali bunga yang berkenaan dengan usaha perbankan.
Berdasarkan atas SE-08/PJ.42/2000, tanggal 18 April 2000
menegaskan bahwa keuntungan atau kerugian selisih kurs mata
uang asing yang terjadi.
Akibat fluktuasi nilai rupiah pada perkiraan hutang kepada kantor
pusat suatu Bentuk Usaha Tetap tidak diperbolehkan untuk
dibebankan sebagai biaya atau diakui sebagai penghasilan bagi
BUT yang bersangkutan.
Pembayaran yang diterima atas Imbalan, Bunga dan Royalti yang
diterima oleh Kantor Pusat tidak dianggap sebagai Obyek Pajak,
kecuali bunga yang berkenaan dengan usaha perbankan.