Anda di halaman 1dari 40

KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN


KAWASAN PERBATASAN DALAM RPJMN 2015-2019
DIREKTUR KAWASAN KHUSUS DAN DAERAH TERTINGGAL
BAPPENAS
Jakarta, 14 November 2014

Outline Paparan
1. Nawa Cita Presiden RI
2. Rancangan Skema Perencanaan Dan Pelaksanaan
Kegiatan Bidang Kawasan Perbatasan
3. Rancangan Awal Buku I RPJMN 2015-2019
Bidang Kawasan Perbatasan
4. Rancangan Awal Buku II RPJMN 2015-2019
Bidang Kawasan Perbatasan
5. Rancangan Awal Buku III RPJMN 2015-2019
Bidang Kawasan Perbatasan

Slide - 2

ALUR KOORDINASI PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN


PENGELOLAAN PERBATASAN
RTRWN
RANCANGAN RENCANA INDUK PENGELOLAAN
PERBATASAN 2015-2019
Kebijakan, Strategi, Sasaran, Target Outcome,
Agenda Program, Rencana Kebutuhan
Anggaran, dan Lokus Prioritas

RANCANGAN
AWAL RPJMN
2015-2019

Renstra
SETTAP BNPP

Menetapkan kebijakan
program pembangunan
perbatasan

Renstra K/L

Renstra K/L

Menetapkan rencana
kebutuhan anggaran
pelaksanaan
Mengkoordinasikan
pelaksanaan

Renja K/L

RKA K/L

Renja K/L

RKA K/L

Melaksanakan evaluasi
dan pengawasan
Slide - 16

NAWA CITA PRESIDEN RI

RUJUKAN PROGRAM PEMBANGUNAN NASIONAL


KABINET KERJA 2015-2019
Undang-Undang Dasar 1945;
UU No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025;

Trisakti:
Berdaulat di Bidang Politik,
Berdikari di Bidang Ekonomi, dan
Berkepribadian dalam Kebudayaan.

Tujuh Misi Pemerintahan Joko Widodo Jusuf Kalla;


Sembilan Agenda Strategis Prioritas (Nawa Cita);
Janji-janji Kampanye Jokowi-JK.
Slide - 4

MISI PEMERINTAHAN
PRESIDEN JOKO WIDODO JUSUF KALLA
Mewujudkan keamanan Nasional yang mampu menjaga kedaulatan
wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan
sumberdaya maritim, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai
Negara Kepulauan;
Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan dan demokratis
berlandaskan Negara Hukum;
Mewujudkan Politik Luar Negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri
sebagai Negara Maritim;
Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan
sejahtera;
Mewujudkan Bangsa yang berdaya saing;
Mewujudkan Indonesia menjadi Negara Maritim yang mandiri, maju,
kuat, dan berbasis kepentingan Nasional;
Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.
Slide - 5

TITIK TEKAN PEMBANGUNAN


KABINET KERJA 2015-2019

Membangun untuk Manusia dan Masyarakat;


Mewujudkan pertumbuhan ekonomi, pembangunan sosial
dan pembangunan ekologi yang berkelanjutan;
Memulihkan dan menjaga keseimbangan antarsektor,
antarwilayah dan antarkelas sosial pembangunan;
Mewujudkan perekonomian yang inklusif, berbasis ilmu
pengetahuan dan teknologi, dan keunggulan sumber daya
manusia.

Slide - 6

SEMBILAN AGENDA PRIORITAS STRATEGIS


(NAWA CITA)
1. Menghadirkan kembali Negara untuk melindungi segenap Bangsa dan
memberikan rasa aman pada seluruh Warga Negara;
2. Membuat Pemerintah tidak absen dengan membagun tata kelola
pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya;
3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerahdaerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan;
4. Menolak Negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan
penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya;

5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia;


6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing pasar internasional;
7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor sektor
strategis ekonomi domestik;

8. Melakukan revolusi karakter Bangsa;


9. Memperteguh ke-Bhineka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.
Slide - 7

NAWA CITA

INDIKATIF DLM RPJMN 2015-2019

QUICKWINS NAWA CITA

(2)

(5)

(6)

RKP 2015
KEGIATAN
TARGET
(7)
(8)

K/L
(9)

Agenda 1 Memberikan rasa aman pada seluruh warga Negara


Kedaulatan Maritim

1. Kerjasama pertahanan dan keamanan


laut dengan negara tetangga (patroli
laut)
2. Penguatan dan standarisasi sarana
dan prasarana pertahanan dan
keamanan di kawasan perbatasan laut

1.
Membangun Wibawa
Politik Luar Negeri dan
Mereposisi Peran
2.
Indonesia DaIam Isu-Isu
Global
Pertahanan dan
Keamanan

1.

2.

3.

Diplomasi Maritim dengan 10


negara tetangga
Diplomasi penetapan dan
penegasan batas wilayah darat
dengan 3 (tiga) negara
Penguatan dan standarisasi sarana
dan prasarana pertahanan dan
keamanan di kawasan perbatasan
darat
Mengembangkan standar
operasional prosedur (SOP)
pertahanan dan keamanan yang
profesional bagi aparatur
pengaman perbatasan
Pelibatan peran serta masyarakat
dalam menjaga kedaulatan negara

Keamanan Laut
Peningkatan
1.Peningkatan Koordinasi Operasi
dan Pemantapan
Bersama
Komando Keamanan Laut Keamanan Laut
2.Pembangunan
Operasional
prasarana dan sarana
dan
untuk mendukung
Pemeliharaan
operasi keamanan laut di
Kapal Pengawas
Indonesia
Bukan Quickwins
Optimalisasi
Diplomasi Terkait
*(Masuk kedalam Program
Penetapan dan
Lanjutan 5 TahunanPenegasan Batas
Perundingan Batas Wilayah)
Wilayah Negara
1. Bukan Quickwins
*(Masuk kedalam program
lanjutan 5 tahunan- Bidang
Pembangunan Kekuatan
Pertahanan dan Modernisasi
Pertahanan)
2. Meningkatkan pelatihan dan
pendidikan TNI
3. Bukan Quickwins

Pembangunan
sarpras hankam
matra darat
Pembangunan
sarpras hankam
matra laut

12 Kali

Bakorkamla
KKP
BNPP

116 Hari
27 Unit

12
Kemenlu
Perundingan BNPP

24 Pos

Kemenhan
BNPP
KKP

6 Pos

Pembentukan
garda batas
Pembentukan
Kelompok
Masyarakat
Pengawasan
[POKMASWAS

1.128
Kelompok

Slide - 8

Agenda 2
Membuat Pemerintah Selalu Hadir Dengan Membangun tata Kelola Pemerintahan Yang Bersih, Efektif, Demokratis, dan Terpercaya
Menjalankan reformasi 1. Peningkatan kualitas
birokrasi
pelayanan publik di daerah
perbatasan
2. Peningkatan Kapasitas
aparatur pemerintahan di
pusat dan daerah dalam
pembangunan kawasan
perbatasan
Membuka partisipasi
publik

Meningkatkan keterlibatan
masyarakat dalam
perencanaan, pelaksanaan,
pemantauan dan evaluasi
pembangunan di kawasan
perbatasan negara

1. Pilot project format


1. Kegiatan
birokrasi Pemerintah Desa
Penyelenggaraan
untuk implementasi dana
Hubungan Pusat dan
desa;
Daerah Serta Kerjasama
2. Harmonisasi Peraturan
Daerah
Perijinan antara Pusat dan 2. Peningkatan Kapasitas
daerah;
Aparatur Perbatasan
(Infrastruktur
Pemerintahan)
1. Program pendampingan
desa;
2. Blusukan Tematik
Presiden ke daerah
perbatasan dan pulau
terdepan

Kegiatan Pengelolaan
Potensi Kawasan
Perbatasan Darat dan
Kawasan Perbatasan Laut

Kemendagri
BNPP
Kemen Hukum dan
Ham
Kemendes, PDT,
Trans

4
Lokasi

BNPP

Agenda 3

Membangun Indonesia Dari Pinggiran Dengan Memperkuat Daerah-Daerah Dan Desa Dalam Rangka Negara Kesatuan
Desentralisasi Asimetris 1.Penyusunan kebijakan khusus 1.
(asimetris) untuk kawasan
perbatasan negara dalam
memberikan pelayanan publik
(infrastruktur dasar wilayah
2.
dan sosial dasar) (contoh:
harmonisasi regulasi terkait
dengan penggunaan dan
perizinan kawasan hutan
pemanfaatan kawasan hutan
untuk masyarakat perbatasan)
2.Penyusunan kebijakan khusus
(asimetris) untuk kawasan
perbatasan negara dalam
distribusi keuangan negara

Penyusunan skema
pengelolaan hutan
negara

...

....
PP terkait keuangan
desa (desa-khususnya
kawasan perbatasan
negara)

Kemenhut&LH
Kemendagri,
Kemen Hukum dan
Ham
Kemendes, PDT,
Trans
Kemenkeu
BNPP

Slide - 9

NAWA CITA

INDIKATIF DLM RPJMN 2015-2019

QUICKWINS NAWA CITA

(2)

(5)

(6)

RKP 2015
KEGIATAN
(7)

TARGET
(8)

K/L
(9)

Agenda 3
Membangun Indonesia Dari Pinggiran Dengan Memperkuat Daerah-Daerah Dan Desa Dalam Rangka Negara Kesatuan
Pemerataan
pembangunan
antar wilayah
terutama desa,
kawasan timur
Indonesia dan
kawasan
perbatasan

1. Pengembangan pusat-pusat
pertumbuhan ekonomi
kawasan perbatasan (PKSN)
berbasis potensi lokal dan
berorientasi pada pasar
negara tetangga.

1.
2.

1.
2.
3.

Meningkatkan pengelolaan
perdagangan perbatasan
Memperkecil Kesenjangan Harga
Barang Kebutuhan Pokok dan
Barang Penting Antar Daerah
Program desa nelayan berdaya;
Pengembangan 25 Armada
Perikanan Tangkap 30 GT di
Wilayah Perbatasan;

Kemedag,
BNPP
Kementan
Kemenkeu
1.
2.

3.
1. Pengembangan programprogram afirmasi kawasan
perbatasan terutama pada
bidang transportasi,
pendidikan, kesehatan,
energi, informasi dan
telekomunikasi,
permukiman dan
perumahan serta
transportasi (infrastruktur
dasar wilayah dan sosial
dasar)

1.

Pengembangan Sistem Logistik Ikan


dalam rangka stabilitas harga ikan
dengan penyediaan 1 cold storage
di setiap sentra perikanan

4.

5.
1.

2.

Memperkecil Kesenjangan Harga


Barang Kebutuhan Pokok dan
Barang Penting Antar Daerah
Dialog re-orientasi pembangunan
ekonomi yang didukung oleh
kebijakan rekognisi dan afirmasi
kekuatan ekonomi masyarakat
lokal

6.

Pengembangan
Produksi Garam
Pembangunan
Balai Benih
Pengembangan
Minapolitan
berbasis perikanan
budidaya;
Pengembangan
Produk dan Usaha
Pengelolaan Hasil
Kelautan dan
Perikanan;
Pemberdayaan
Masyarakat di
Wilayah Pesisir dan
Pulau-pulau kecil;
Pengembangan
Pembangunan dan
Pengelolaan
Pelabuhan
Perikanan

1. 11 kab
2. 1 kab
3. 10 kab

4. 7 kab

5. 2 kab

6. 1
pelabuhan
perikanan

Slide - 10

Agenda 6 :Meningkatkan Produktivitas Rakyat dan Daya Saing di Pasar Internasional Sehingga Bangsa Indonesia Bisa
Maju dan Bangkit Bersama Bangsa-Bangsa Asia Lainnya
1. Pembangunan jalan-jalan
strategis nasional, jalan poros
perbatasan , dan non status yang
menghubungkan desa dan distrik
yang masih terisolir di kawasan
perbatasan (kecamatan lokpri)
1. Pengembangan pelabuhan
Membangun
sekurang-kurangnya
perbatasan
10 pelabuhan baru
2. Pengembangan dermaga perintis
dan merenovasi yang
3. Pengembangan moda
lama
transportasi sungai, danau, dan
laut sebagai penghubung desadesa di kawasan perbatasan
negara, pulau-pulau kecil terluar
1. Pengembangan bandar udara
Membangun
sekurang-kurangnya
perintis
10 bandara baru dan 2. Penyediaan pesawat udara
merenovasi yang
perintis di wilayah perbatasan
lama

Pelaksanaan
Preservasi dan

Membangun
Infrastuktur jalan
baru sepanjang
sekurang-kurangnya
2000 Km

1. Pembangunan Pasar tradisional


Membangun
sekurang-kurangnya
kecamatan di kecamatan
5000 pasar
perbatasan
tradisional di seluruh
Indonesia dan
memodernisasikan
pasar tradisional
yang telah ada

3167,16
KM

Kemen PU,

Peningkatan Kapasitas
Jalan Nasional
1. Pengadaan 10 unit armada
ferry baru, dengan alokasi:
5 unit untuk penyebrangan
merak-bakauheni, 5 untuk
rute penyebrangan lainnya

Pengelolaan dan
15 unit
Penyelenggaraan
kapal
kegiatan di bidang Lalu perintis
Lintas dan Angkutan
Laut;

Kemenhub,
Kemen PU,
Kemendes,
PDT, Trans,
Kemendag

1. Pelayanan
Angkutan Udara
Perintis

Kemenhub

145 rute

35
2. Pembangunan
Bandara
bandara baru
perintis di wilayah
perbatasan
1. Pembangunan 5000 Pasar
1. Pengembangan
26 pasar
Tradisional
Sarana Distribusi
rakyat
2. Sistem Informasi Nelayan
Perdagangan;
(tipe
Pintar untuk akses informasi 2. Pemberdayaan
A/B);
cuaca, wilayah tangkap, dan
Masyarakat di
2
pasar di 100 sentra nelayan;
Wilayah Pesisir dan
kabupat
3. Pembangunan jalan akses
Pulau-pulau kecil
en
ke pasar-pasar tradisional

Kemendag,
Kemendes,
PDT, Trans,
KKP

Slide - 11

Agenda 7
Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Dengan Menggerakkan Sektor-Sektor Strategis Ekonomi Domestik
1. Pemberian bibit unggul produk
pertanian, peternakan, perikanan,
perkebunan
2. Pemberian bantuan peralatan usaha tani
3. Fasilitasi pemasaran produk hasil
pertanian, peternakan, perikanan,
perkebunan
4. Mencetak sawah baru
5. Pengembangan jaringan irigasi
6. Program intensifikasi, estensifikasi,
diversifikasi pertanian
7. Pemberian skema kredit yang afirmatif
1. Pengembangan PLTMH, PLTS, PLTU,
Mewujudkan
energi baru dan terbarukan
Kedaulatan Energi
2. Pengembangan energi biogas ramah
lingkungan
3. Penyediaan bahan bakar minyak di
wilayah terpencil
Membangun
Kedaulatan
Pangan

Mewujudkan
Kedaulatan
Keuangan

1. Pengembangan kelembagaan mikro


2. Pengembangan koperasi simpan pinjam
3. Pemberian skema kredit yang afirmatif
bagi petani, nelayan, peternak.

1. Peningkatan jumlah
peserta pelatihan
perdagangan menjadi
pelaku usaha
2. Meningkatkan
Konektivitas Distribusi
dan Logistik Nasional
3. Groundbreaking
pembangunan sentra
logistik

1. Pemenuhan elektrifikasi
100% di pulau-pulau dan
desa-desa terpencil
dengan energi surya dan
energi baru terbarukan
2. Pembangunan energi
kincir angin dan air
3. Penyusunan Kebijakan
dan Program serta
Evaluasi Pelaksanaan
Kebijakan
Ketenagalistrikan

93.323
Penyambung
Listrik Gratis
untuk Nelayan
dan Rakyat
Tidak Mampu

Kemendagri,
Kemendag,
Kementan
Kemenhub

Kemen ESDM,
Kemendes, PDT,
Trans

KUKM,
Kemendag,
Kementan,
Kemendes, PDT,
Trans

Slide - 12

RANCANGAN SKEMA PERENCANAAN DAN


PELAKSANAAN KEGIATAN BIDANG KAWASAN
PERBATASAN

DESENTRALISASI ASIMETRIS
PENGELOLAAN PERBATASAN (RANCANGAN KONSEP)

NAWA CITA - DESENTRALISASI ASIMETRIS dimaksudkan untuk:


a. Melindungi kepentingan nasional Indonesia di kawasankawasan perbatasan;
b. Memperkuat daya saing ekonomi Indonesia secara Global;
c. Membantu daerah-daerah yang kapasitas berpemerintahan
belum cukup memadai dalam memberikan pelayanan publik.

Perlu Pembahasan
Bagaimana BNPP menerjemahkan dalam koordinasi
perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pengelolaan
perbatasan yang terpadu?
Slide - 14

MASALAH PERBATASAN YANG MEMERLUKAN


KEBIJAKAN ASIMETRIS
URGENSI DESENTRALISASI ASIMETRIS DALAM PENGELOLAAN PERBATASAN
MASALAH

KEBUTUHAN

Keterisolasian

- Akses Jalan Non Status


- Akses Moda Transportasi Darat, Laut dan Udara
- Moda Keperintisan

Aktifitas Illegal

- Peningkatan Patroli Pengawasan


- Sarana Patroli

Kebijakan Fiskal

- DAK Afirmatif
- Afirmasi pendanaan K/L untuk perbatasan

Minimnya Pelayanan

Pengelolaan Batas Negara

- Pos Lintas Batas Internasional


- Diplomasi yg tegas utk silent occupation dan pelanggaran
batas

SBU khusus kegiatan di perbatasan


Listrik di pulau-pulau terluar
Air bersih, bahan bakar, logistik kebutuhan dasar
Sekolah, puskesmas, pasar modern, kredit usaha

Slide - 15

PERAN SEKRETARIAT TETAP BNPP


Tugas BNPP: (1) Menetapkan kebijakan Program Pemb
angunan Perbatasan; (2) Menetapkan rencana kebutuhan
anggaran; (3) Koordinasi pelaksanaan; (4) Melaksanakan
evaluasi dan pengawasan.
(Pasal. 15 UU No.43 Th.2008 tentang Wilayah Negara)

Untuk membantu BNPP melaksanakan Tugas dan Fungsinya,


dibantu oleh Sekretariat Tetap. Tugas dan fungsi Sektap BNPP
:
membantu Kepala BNPP
memberikan dukungan teknis, koordinatif, dan
administratif kepada BNPP
(Pasal 9 Ayat (2) Perpres No.12 Th.2010 tentang Badan Nasional Pengelola Perbatasan)

Slide - 17

KERANGKA KELEMBAGAAN
SINERGI PENGELOLAAN PERBATASAN NEGARA
Kementerian
Luar Negeri

TNI, POLRI,
BIN

Kementerian
Hukum dan HAM

NGO/LSM

BNPP

Kementerian
ESDM

Kementerian
Pertanian
Kementerian
Keuangan

Kementerian
Perhubungan

Sekretariat
Tetap BNPP

Kementerian
PPN/Bappenas
Kementerian
PU
Kementerian
PDT

Kementerian : Dikbud,
Kesehatan, Nakertrans,
Sosial, Perindustrian,
Perdagangan, Dll

Kementerian
Hankam
Kementerian
KP

MITRA-MITRA

Kementerian
Dalam Negeri

DUNIA USAHA

UNIVERSITAS

Kementerian
Kehutanan

MENJADIKAN
HALAMAN
DEPAN
NEGARA DAN
PINTU
GERBANG
INTERAKSI
DENGAN
NEGARA
TETANGGA

LEMBAGA
PENELITIAN

SKPD PROVINSI, SKPD KAB/KOTA

REVISI PERPRES NO. 12/2010 : BNPP ??

Negara Tetangga

Slide - 18

SKENARIO RANCANGAN TEKNOKRATIK


RPJMN 2015-2019

Buku I

Buku II
Arah Pengembangan
Bidang/ K/L

Arah Prioritas
Nasional

Buku III
Arah Pengembangan
Wilayah

Slide - 19

RANCANGAN AWAL BUKU I RPJMN 2015-2019


BIDANG KAWASAN PERBATASAN

Buku I RA - RPJMN 2015-2019


Sasaran Pengembangan Kawasan Perbatasan
Tujuan:
Pengembangan kawasan perbatasan ditujukan untuk mewujudkan kawasan perbatasan sebagai
halaman depan negara yang berdaulat, berdaya saing, dan aman, yang difokuskan pada 26 Pusat
Kegiatan Strategis Nasional (PKSN), 10 PKSN didorong percepatan dan 16 PKSN sebagai tahap
persiapan, 187 Kecamatan Lokasi Prioritas (Lokpri) di 41 Kabupaten/Kota dan 13 Provinsi.

Sasaran:
Berkembangnya 10 PKSN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan
perbatasan negara yang dapat mendorong pengembangan kawasan di sekitarnya
dan penyiapan 16 PKSN lainnya;
Menjadikan 10 PKSN di kawasan perbatasan negara sebagai simpul utama
transportasi yang menghubungkan wilayah sekitarnya dan negara tetangga,
sebagai pintu gerbang internasional, dan pos pemeriksaan lintas batas negara
tetangga;
Meningkatnya efektifitas hasil diplomasi dan kejelasan batas wilayah negara
dengan 10 negara tetangga di kawasan perbatasan laut dan darat;
Menghilangkan aktivitas illegal logging, human trafficking, dan kegiatan ilegal
lainnya; dan
Meningkatnya
kesejahteran masyarakat perbatasan, termasuk di 92 pulau-pulau
21
kecil terluar.

Slide - 21

10 PKSN ?
To be discuss:
1. Jayapura (Skow) darat
2. Atambua darat
3. Entikong darat
4. Nangga Badau darat
5. Aruk darat
6. Tahuna laut
7. Dumai laut
8. Sabang laut
9. Nunukan laut
10. Saumlaki laut
Dasar pemilihan : Studi PKSN Settap BNPP berikut :

CURRENT STATUS PKSN DARAT


BERDASARKAN HASIL STUDI

skor

100

STANDAR MINIMAL = 90

90
80
GAP
60
40
20
0

CURRENT STATUS PKSN LAUT


BERDASARKAN HASIL STUDI

skor
140

STANDAR MINIMAL = 120

120

100
80
60
40
20

GAP

Buku I RA - RPJMN 2015-2019


Arah Kebijakan dan Strategi Pengembangan Kawasan Perbatasan

Arah Kebijakan:
Pengembangan kawasan perbatasan 2015-2019 adalah mempercepat pembangunan kawasan
perbatasan di berbagai bidang, terutama peningkatan bidang ekonomi, sosial dan keamanan, serta
menempatkan kawasan perbatasan sebagai pintu gerbang aktivitas ekonomi dan perdagangan
dengan negara tetangga secara terintegrasi dan berwawasan lingkungan.

Strategi :
Pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan negara berdasarkan
karakteristik wilayah, potensi lokal, dan mempertimbangkan peluang pasar negara tetangga;
Membangun sumber daya manusia (SDM) yang handal serta pemanfaatan pengetahuan dan
teknologi (IPTEK) dalam memanfaatkan dan mengelola potensi lokal;
Membangun konektivitas simpul transportasi utama Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN)
dengan lokasi prioritas (Kecamatan disekitarnya);
Melakukan transformasi kelembagaan lintas batas negara (CIQS) menjadi satu sistem
pengelolaan yang terpadu;
Meningkatkan kualitas dan kuantitas, serta standarisasi sarana-prasarana pengamanan
perbatasan laut dan darat;
Penegasan batas wilayah negara di darat dan laut, penataan kelembagaan diplomasi
perundingan yang didukung oleh kelengkapan data/peta dukung; dan
Meningkatkan25 kerjasama perdagangan (Border Trade Aggreement) dan kerjasama pertahanan
dan keamanan batas wilayah dengan negara tetangga.
Slide - 22

RANCANGAN AWAL BUKU II RPJMN 2015-2019


BIDANG KAWASAN PERBATASAN

Buku II RA - RPJMN 2015-2019


Sasaran Pengembangan Kawasan Perbatasan

Sasaran:
1) Terlaksananya pengelolaan batas wilayah negara yang berdaulat, meliputi: (a)
menurunnya aktivitas ilegal (pencurian sumber daya dan penyelendupan) di
kawasan perairan perbatasan laut dan perbatasan darat; (b) meningkatnya
kerjasama maritim, pertahanan dan keamanan, dan perundingan batas wilayah
negara (termasuk dengan Palau dan Timor Leste); (c) terwujudnya kelembagaan
Custom, Imigration, Quarantine, Security (CIQS) terpadu;
2) Terlaksananya percepatan pembangunan kawasan perbatasan diberbagai bidang,
meliputi: (a) berkembangnya 10 Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) sebagai
pusat pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan dan berkembangnya 16 PKSN
lainnya sebagai persiapan; (b) meningkatnya akses masyarakat terhadap
infrastruktur dasar wilayah (terutama transportasi, informasi, tekekomunikasi,
energi, dan air bersih) dan sosial dasar (terutama pendidikan, kesehatan, dan
perumahan) di 187 Kecamatan Lokasi Prioritas (Lokpri) pada 41 Kabupaten/Kota di
kawasan perbatasan negara; (c) meningkatnya pemanfaatan sumber daya laut dan
darat di perbatasan untuk kesejahteraan masyarakat perbatasan; (d) terwujudnya
pembangunan kawasan berlandaskan penataaan ruang dan terintegrasi antar
sektor dalam pembangunan kawasan perbatasan (e) meningkatnya arus
perdagangan tradisional dan internasional perbatasan.
Slide - 24

Buku II RA - RPJMN 2015-2019


Arah Kebijakan dan Strategi Pengembangan Kawasan Perbatasan
Arah Kebijakan:
Mempercepat pembangunan kawasan perbatasan di berbagai bidang sebagai beranda depan negara, dan sebagai pintu
gerbang aktivitas ekonomi dan perdagangan dengan negara tetangga secara terintegrasi dan berwawasan lingkungan
untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan semakin kuatnya pertahanan keamanan nasional.

Dimensi pembangunan kawasan perbatasan,

Strategi:
Dimensi pengelolaan batas wilayah negara

(a) Percepatan pusat pertumbuhan di 10 PKSN, dan menyiapkan 16 PKSN


lainnya;

(a)peningkatan koordinasi keamanan


perbatasan laut serta darat dan

dan

(b) percepatan penyediaan infrastruktur konektivitas kewilayahan di 187


lokpri;

(b)percepatan standarisasi kualitas dan


kuantitas sarana dan prasarana keamanan
laut dan darat;

(c) peningkatan akses dan standarisasi pelayanan pendidikan, kesehatan,


perumahan di 187 lokpri;

(c)pelibatan peran serta masyarakat dalam


rangka menjaga kedaulatan negara;
(d)penguatan infrastruktur diplomasi (data
dukung dan sarana)
(e)koordinasi tim perunding inter dan antar tim
perunding;
(f) mendorong
keamanan
tetangga

kerjasama pertahanan dan


dengan
negara
negara

(g)percepatan pembentukan kelembagaan dan


infrastruktur CIQS terpadu (satu atap).

(d) penyediaan sarana dan prasarana penunjang aktivitas ekonomi


perbatasan (kapal tangkap, pasar);
(e) menyediakan industri nilai tambah dan daya saing terhadap produk;
(f) menciptakan kemudahan investasi di kawasan perbatasan;
(g) mendorong terciptanya pengembangan ekonomi yang menyerap
lapang kerja;
(h) menciptakan sumber daya manusia perbatasan yang berdaya saing;
(i) menetapkan kebijakan Rencana Tata Ruang KSN Perbatasan dan
PKSN);

(j) memperkuat koordinasi kelembagaan pembangunan batas wilayah


negara;
(k) penataan perdagangan lintas batas negara dan peningkatan arus
ekspor-impor.

Slide - 27

Buku II RA - RPJMN 2015-2019

Kerangka Regulasi
1. Penyusunan regulasi sistem keuangan negara yang berpihak pada daerah
perbatasan (distribusi keuangan negara dan tata hubungan keuangan pusat-daerah);
2. Penyusunan Peraturan terkait perdagangan perbatasan (lintas batas negara) yang
kondusif, berpihak pada masyarakat perbatasan (inklusif) dan mendorong proses
nilai tambah (daya saing);
3. Perkuatan instrumen Rencana Induk dan Rencana Aksi Pengelolaan Batas Wilayah
Negara dan Kawasan Perbatasan (BNPP) sebagai acuan pembangunan kawasan
perbatasan, baik di Pusat maupun Daerah;

4. Pembagian kewenangan Pusat-Pusat, serta Pusat-Daerah dalam pengelolaan


pembangunan kawasan perbatasan negara;
5. Penyelesaian Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan sebagai acuan spasial
pembangunan;
6. Penyusunan regulasi terkait dengan penggunaan dan perizinan kawasan hutan baik
kepentingan infrastruktur dasar wilayah, meliputi transportasi, telekomunikasi, air
bersih, dan energi, serta pemanfaatan kawasan hutan untuk masyarakat perbatasan.
7. Penyusunan regulasi peningkatan status beberapa PLB tradisional menjadi PLB
internasional.
Slide - 16

Buku II RA - RPJMN 2015-2019

Kerangka Kelembagaan
1. Dalam hal pengelolaan batas wilayah negara dan pembangunan kawasan
perbatasan, perlunya penguatan kelembagaan BNPP dengan sektor terkait, baik
mekanisme koordinasi dan sinergi di Pusat maupun di Daerah. Instrumen Rencana
Induk dan Rencana Aksi BNPP diperkuat untuk dijadikan acuan seluruh stakeholder
dalam membangun kawasan perbatasan.
2. Dalam hal kerjasama antar negara untuk membangun kawasan perbatasan,
perlunya harmonisasi kelembagaan kerjasama antar negara agar terintegrasi
dengan lembaga pengelola perbatasan negara.
3. Dalam hal pengelolaan lintas batas negara, perlu pembentukan kelembagaan
pelayanan lintas batas negara satu atap terpadu (Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, dan
Keamanan). Saat ini, pelayanan lintas batas negara tidak efektif dan efisien, karena
masing-masing sektor memiliki unit pelayanan tersendiri.

4. Dalam hal mempertegas batas wilayah negara dengan negara tetangga, perlunya
penguatan kelembagaan diplomasi batas antar negara, baik kapasitas tim
perunding, maupun restrukturisasi kelembagaan dari tingkat teknis, strategi, hingga
kebijakan (tingkat pengambilan keputusan).
Slide - 16

RANCANGAN AWAL BUKU III RPJMN 2015-2019


BIDANG KAWASAN PERBATASAN

PETA PERSEBARAN LOKPRI 2015-2019

Difokuskan pada 10 Pusat Kegiatan Strategis Nasional/PKSN (dari 26


PKSN), dengan 16 PKSN tahap persiapan dan 187 Kecamatan Lokasi
Prioritas (Lokpri) di 41 Kabupaten/Kota dan 13 Provinsi.
Slide - 29

ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI


PEMBANGUNAN KAWASAN PERBATASAN
Arah Kebijakan:
Mewujudkan kawasan perbatasan sebagai halaman depan negara yang berdaulat, berdaya saing, dan
aman serta pintu gerbang aktivitas ekonomi dan perdagangan dengan negara tetangga.
Strategi :
Pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan negara berdasarkan karakteristik
wilayah, potensi lokal, dan mempertimbangkan peluang pasar negara tetangga dengan didukung
pembangunan infrastruktur transportasi, energi, sumber daya air, dan telekomunikasi;
Pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang handal serta pemanfaatan pengetahuan dan teknologi
(IPTEK) dalam memanfaatkan dan mengelola potensi lokal, untuk mewujudkan kawasan perbatasan
negara yang berdaya saing;
Pembangunan konektivitas simpul transportasi utama Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) dengan
lokasi prioritas (Kecamatan disekitarnya), Pusat Kegiatan Wilayah (Ibukota Kabupaten), Pusat Kegiatan
Nasional (Ibukota Provinsi). Untuk kawasan perbatasan laut, pelayanan transportasi laut perlu peningkatan
kualitas dan intensitas pelayanan. Transformasi kelembagaan lintas batas negara, yaitu Costum,
Immigration, Quarantine, Security (CIQS) menjadi satu sistem pengelolaan yang terpadu;
Peningkatan kualitas dan kuantitas, serta standarisasi sarana-prasarana pengamanan perbatasan laut dan
darat, serta melibatkan peran aktif masyarakat dalam mengamankan batas dan kedaulatan negara;
Penegasan batas wilayah negara di darat dan laut melalui Pra-investigation, refixation, maintanance
(IRM), pelaksanaan IRM, penataan kelembagaan diplomasi perundingan yang didukung oleh kelengkapan
data/peta dukung dan kapasitas peran dan fungsi kelembagaan yang kuat; dan
Peningkatan kerjasama perdagangan (Border Trade Aggreement) dan kerjasama pertahanan dan
keamanan batas wilayah dengan negara tetangga.

Slide - 30

ARAH PENGEMBANGAN KAWASAN PERBATASAN


PULAU PAPUA

Arah Pengembangan Kawasan Perbatasan Papua


"Peningkatan produksi dan nilai tambah hasil pertanian
pangan, perkebunan, perikanan dan kelautan untuk
kebutuhan lokal dan melayani negara Papua Nugini di
PKSN Merauke, PKSN Tanah Merah, dan PKSN Jayapura;

Slide - 31

ARAH PENGEMBANGAN KAWASAN PERBATASAN


KEPULAUAN NUSA TENGGARA

Arah Pengembangan Kawasan Perbatasan Nusa Tenggara


Peningkatan supply, peternakan, pertanian tanaman pangan, perkebunan,
perikanan tangkap dan sumber daya kelautan melalui pengembangan sarana
dan prasarana produksi, pengolahan, dan pemasaran di PKSN Kalabahi, PKSN
Atambua, dan PKSN Kefamenanu, nilai potensi pariwisata alam dan budaya
melalui pengelolaan pariwisata yang optimal, serta orientasi perdagangan
memenuhi kebutuhan dasar negara RDTL;

Slide - 32

ARAH PENGEMBANGAN KAWASAN PERBATASAN


PULAU KALIMANTAN
Arah Pengembangan
Kawasan Perbatasan
Kalimantan

Meningkatkan nilai
tambah produk hasil
perkebunan dan
pertanian melalui
pengembangan sarana
dan prasarana
pengolahan dan
pemasaran hasil
perkebunan,
pengembangan
ekowisata, dan
perdagangan lintas
batas berorientasi
memenuhi kebutuhan
dalam interaksi dengan
negara Malaysia;

Slide - 33

ARAH PENGEMBANGAN KAWASAN PERBATASAN


KEPULAUAN MALUKU
Arah Pengembangan
Kawasan Perbatasan
Maluku
Peningkatan kualitas
dan kuantitas produksi
perikanan tangkap dan
sumber daya kelautan
melalui pengembangan
sarana dan prasarana
produksi, pengolahan,
dan pemasaran di PKSN
Saumlaki, PKSN Ilwaki,
PKSN Dobo, dan PKSN
Morotai, industri
pengolahan serta nilai
potensi pariwisata
bahari;

Slide - 34

ARAH PENGEMBANGAN KAWASAN PERBATASAN


PULAU SUMATERA

Arah Pengembangan Kawasan Perbatasan


Sumatera
Meningkatkan kualitas dan kuantitas
supply produk perikanan tangkap dan
sumberdaya kelautan ke negara tetangga,
hasil pertanian dan perkebunan untuk
kebutuhan lokal, potensi pariwisata
bahari dan budaya, pusat perdagangan
antar negara internasional;

Slide - 35

ARAH PENGEMBANGAN KAWASAN PERBATASAN


PULAU SULAWESI

Arah Pengembangan Kawasan Perbatasan


Sulawesi
Peningkatan kualitas dan kuantitas hasil
perikanan dan kelautan melalui
pengembangan sarana dan prasarana
produksi, pengolahan, dan pemasaran di
PKSN Tahuna dan PKSN Melonguane ke
Filiphina, kerjasama investasi lintas
negara, kualitas dan kuantitas produk
perkebunan, pariwisata bahari dan
budaya;

Slide - 36

KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/


BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

TERIMA KASIH