Anda di halaman 1dari 44

SANITASI INDUSTRI DAN PENGENDALIAN

LIMBAH INDUSTRI

SANITASI

USAHA
MASYARAKAT YANG MENITIK
BERATKAN PADA PENGAWASAN TERHADAP
BERBAGAI
FAKTOR
LINGKUNGAN
YG
MEMPENGARUHI
DERAJAT
KESEHATAN
MANUSIA

SANITASI INDUSTRI

USAHA KESEHATAN MASYARAKAT LINGKUNGAN


DALAM BATAS-BATAS TERTENTU TERMASUK
CARA-CARA PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR
ATAU
LAIN-LAIN
GANGGUAN
TERHADAP
KESEHATAN TENAGA KERJA YANG TIDAK DAPAT
DIPISAHKAN DALAM PROSES INDUSTRI

UNSUR POKOK SANITASI INDUSTRI


HEIGENE

ESTETIKA

EKONOMI

GOLONGAN LINGKUNGAN INDUSTRI


1. FISIK

2. KIMIA

3. BIOLOGI

4. ERGONOMI

1. FISIK

HASIL PENGUJIAN INTENSITAS BISING


NO

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

LOKASI

Gerenda Plat
Potong Plat
Bag. Stel
Potong Pipa
Boor Pipa
Bag. Las
Bag. Gerenda
Bag. Serut
Gergaji Sirkel
Kompresor

TK. KEBISINGAN (dB


A)
L eq

L max

99,6
92,8
99,4
95,8
82,0
87,9
93,9
94,3
95,0
73,1

104,7
96,9
111,2
97,7
90,3
108,1
99,1
97,2
103,4
80,6

JENIS
BISING

Intermitten
Intermitten
Impulsif
Intermitten
Intermitten
Intermitten
Intermiten
Kontinyu
Intermitten
kontinyu

SUMBERBI NAB KET


SING

Gerenda
Gergaji
Pukulan
Gergaji
Boor
Gerenda
Gerenda
Serut
Gergaji
Kompresor

85
85
85
85
85
85
85
85
85
85

>NAB
>NAB
>NAB
>NAB
<NAB
>NAB
>NAB
>NAB
>NAB
<NAB

HASIL PENGUJIAN INTENSITAS CAHAYA


NO

LOKASI

TK. PENCAHAYAAN (LUKS)


UMUM
LOKAL
RANGE
RATA2
RANGE RATA2

JENIS
KERJA

TK.
PENCAHAYAAN
DIPERLUKAN
200

KET.

1.

Spray

581 - 3440

1526

1890 2160

2025

Agak
teliti

Cukup

2.

Anti Jamur

154 - 1143

461

461 - 480

471

Agak
teliti

200

Cukup

3.

9 57

23

9 57

23

Kasar

50

4.

Gudang
Bsh
QC

394 - 1074

733

540
593

567

Sgt.
Teliti

500

Kuran
g
Cukup

5.

Packing

591 - 1263

987

987
990

988

Agak
teliti

200

Cukup

6.

Gudang

135 292

229

229

Kasar

50

Cukup

7.

Kantor

32 44

39

135
292
42 44

43

Teliti

300

Kuran
g

2. KIMIA

4. ERGONOMI

PENGADAAN AIR BERSIH


1. PELARUT
2. PENDINGIN
3. KATALIS
4. PENGANGKUT

5. PEMBERSIH
6. PANAS DAN TENAGA

7. TENAGA KERJA
8. PEMADAM KEBAKARAN

PENGADAAN AIR MINUM

Air minum air yang langsung dapat diminum yaitu air


yang bebas unsur kimia dan mikrobiologi serta aman
diminum, proses pengolahan air minum meliputi
beberapa tahapan antara lain (1) penyaringan;(2)
pengendapan; (3) menghilangkan partikel tersuspensi
dan koloid; (4) penyaringan; dan (5) disinfeksi

PENAMPUNGAN AIR BUANGAN


Air buangan : air limbah yang dibuang baik mengandung
kotoran manusia, hewan, bekas tumbuhan, maupun yang
mengandung sisa industri.
1. AIR KOTOR.

2. AIR BEKAS
3. AIR HUJAN.

4. AIR BUANGAN KHUSUS

SAMPAH

Sampah sering dibuang dengan sistem


dumping
dapat
mengakibatkan
(1)
pencemaran;(2) pengotoran ; (3) kekurangan
O2; (4) mengganggu kesehatan; (5) estetika
kurang nyaman; (6) bau busuk. Berdasarkan
UU No : 18 Tahun 2008 tentang sampah pada
pasal
(9)
ayat(1)
penyelenggaraan
pengelolaan sampah berupa penyediaan
tempat penampungan sampah, alat angkut
sampah; tempat penampungan sampah
sementara; tempat pengolahan sampah
terpadu; dan/ atau tempat pemrosesan
terakhir sampah

PENGELOLAAN SAMPAH
1. HOG FEEDING
2. INCENERATION
3. SANITARY LANDFILL
4. COMPOSTING
5. DUMPING

6. LANDFILL
7. RECYCLING
8. REDUCTION

MENJAMIN KEBERSIHAN DALAM PENYEDIAAN MAKANAN

1. PERUSAHAAN MEMPEKERJAKAN 50-200 T.K HARUS SEDIAKAN


TEMPAT MAKAN / RUANG MAKAN
2. LEBIH DARI 200 T.K HARUS SEDIAKAN KANTIN
SE.MENAKERTRANS. NO : 01 / MEN / 79

PENYEDIAAN MAKANAN DAN MINUMAN


Golongan penyebab keracunan makanan ditinjau dari sanitasi makanan dibedakan
menjadi :
1. Golongan parasit : mencemari makanan disebabkan oleh amuba dan cacing
(disentri, taenia saginata,taenia sallium,trichinasis dan diphyllabatrium)
2. Golongan mikroorganisme : makanan tercemar bakteri seperti bakteri shigella
menyebabkan desentri basiler, bakteri salmonellasis menyebabkan tifus perut
dan paratifus A, dan virus menyebabkan hepatitis, flu burung.
3. Golongan kimia karena kelalaian seperti meletakkan insektisida dengan bumbu
dapur, pembungkus yang mengandung bahan kimia (arsen,cadmium,tembaga,
cyanida, flour, timah hitam, dan seng)
4. Golongan fisik seperti makanan terkontaminasi radioaktif
5. Golongan toxin karena bahan makanan telah mengandung racun/cendawan
(botillisme, staphylocaccus dan clostridium welchii)

BANGUNAN / GEDUNG
Bangunan atau gedung harus memenuhi persyaratan teknis
bangunan sesuai dengan Permen PU No : 29 /PRT/M/2006
dikarenakan seluruh provinsi di Indonesia rawan gempa. Untuk
keselamatan kerja mengacu UU No: 1 tahun 1970 tentang
keselamatan kerja seperti (1) suhu lingkungan kerja (2) penerangan
baik alami atau buatan harus baik (3) ventilasi harus baik (4) tidak ada
kebisingan (5) bangunan fisik harus kokoh (6) tangga tidak curam/licin
(7) melindungi TK dari penularan penyakit atau bahan yang
membahayakan (8) kepuasan estetika

PENCEGAHAN /PEMBASMIAN SERANGGA DAN


BINATANG MENGERAT
1. Pengawasan fisik atau mekanik (pemukulan,kelambu, kawat kasa, alat
pendingin/pemanas, mengaliri listrik))
2. Pengawasan kimiawi (pestisida)
3.

Pengawasan biologis (ikan, burung,laba-laba,ular, burung hantu)

4. Pengawasan cultural (membuang sampah ditempat sampah,


menanam pohon, mengalirkan air yang menggenang)

PERLENGKAPAN FASILITAS KEBERSIHAN

1. PEYEDIAAN TEMPAT PAKAIAN


2. PENYEDIAAN KAKUS

3. PENYEDIAAN TEMPAT CUCI TANGAN


4. PENYEDIAAN TEMPAT MANDI

PMP. NO : 7 TAHUN 1964

INDIKATOR HOUSEKEEPING INDUSTRI BAIK

1. INDUSTRI KELIHATAN BERSIH


2. INDUSTRI TERATUR

3. CAT TEMBOK BAIK


4. CUKUP PENERANGAN
5. CUKUP VENTILASI

PENGAWASAN TERHADAP PENCEMARAN

FAKTOR YANG BERKAITAN DENGAN


SANITASI HARUS DIMONITORING SESUAI
DENGAN NAB DAN PMP.NO:7 TAHUN 1964

SUMBER AIR BAKU

PENCEMARAN AIR

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA


NOMOR : 82 TAHUN 2001 TURUNNYA KUALITAS AIR
SAMPAI
KETINGKAT
TERTENTU
YANG
MENYEBABKAN AIR TIDAK DAPAT BERFUNGSI
SESUAI DENGAN PERUNTUKANNYA

BAKU MUTU AIR : UKURAN BATAS/KADAR MAHLUK


HIDUP,ZAT,ENERGI, ATAU KOMPONEN YG ADA ATAU
H A R U S A D A D A N ATA U U N S U R P E N C E M A R Y G
D I T E N G G A N G K E B E R A D A A N N YA D I D A L A M A I R

PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI


1. METODE FISIK : PROSES PENYARINGAN,PROSES PASIR,
PROSES MINYAK, SEDIMENTASI, PENGAPUNGAN DAN
KOAGULASI
2. METODE BIOLOGI: REAKTOR PERTUMBUHAN TERSUSPENSI
DAN REAKTOR PERTUMBUHAN LEKAT
3. METODE KIMIA : BAHAN TERSUSPENSI YANG TIDAK
MUDAH LARUT DENGAN ELEKTROLIT

PENGOLAHAN AIR LIMBAH RUMAH SAKIT

IPAL

SIKLUS HIDROLOGI

GOLONGAN AIR BAKU

1. GOLONGAN A : LANGSUNG DAPAT DIMINUM


2. GOLONGAN B : DAPAT DIMINUM TAPI DIOLAH
3. GOLONGAN C : UNTUK PERIKANAN
4. GOLONGAN D : UNTUK PERTANIAN

PENCEMARAN UDARA
PP.RI.NO:41 TAHUN 1999 : TURUNNYA KUALITAS
UDARA
SEHINGGA
UDARA
MENGALAMI
PENURUNAN MUTU DALAM PENGGUNAANNYA
YANG AKHIRNYA TIDAK DAPAT DIGUNAKAN LAGI
SEBAGAIMANA MESTINYA SESUAI FUNGSINYA.

AKIBAT SUMBER BERGERAK & SUMBER TIDAK


BERGERAK

TOLOK UKUR BAKU MUTU

PENCEMARAN UDARA LINGKUNGAN KERJA


SE.MENAKER NO: 51 TAHUN 1997 : PENGUSAHA AGAR
SELALU
MENGENDALIKAN
L.KERJA SECARA TEKNIS
SEHINGGA KADAR BAHAN KIMIA DI UDARA LINGKUNGAN
KERJA TIDAK MELAMPAUI NAB

AKIBAT CECERAN BAHAN KIMIA DAN EMISI LEWAT UDARA

TOLOK UKUR / NILAI AMBANG BATAS

ASAL PENCEMARAN UDARA

PENCEMARAN UDARA PRIMER: SO2, CO,NOX, CH4

PENCEMARAN UDARA SEKUNDER : reaksi


hidrokarbon dengan Nox oleh sinar UV
menjadi ozon

PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA

1. PENDEKATAN TEHNOLOGIS
2. PENDEKATAN PLANOLOGIS

3. PENDEKATAN ADMINISTRATIF
4. PENDEKATAN EDUKATIF

PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA


LINGKUNGAN KERJA

1. DILUTION VENTILATION
2. LOCAL EXHAUST VENTILATION
3. COMFORT VENTILATION

1. DILUTION VENTILATION

2. LOCAL EXHAUST VENTILATION

3. COMFORT VENTILATION

1. PENCEMARAN TANAH LANGSUNG

PENCEMARAN TANAH PEMBUKAAN HUTAN


RUSAKNYA TANAH DIAKIBATKAN BUANGAN SISA-SISA BAIK
YANG DIBUANG KEUDARA KE SUNGAI SEHINGGA TANAH TIDAK

DAPAT DIGUNAKAN ATAU DIMANFAATKAN UNTUK MAKSUD


MAKSUD TERTENTU

3. PENCEMARAN TANAH KARENA BUANGAN KE SUNGAI

PENGGUNAAN BAHAN BERBAHAYA INDUSTRI


1. MENGETAHUI SIFAT BAHAN
2. MEMBUAT SISTEM PENGAMAN
3. DIKEMAS DALAM DRUM,KALENG,DAN BOTOL
4. ANGKUTAN HARUS TAHAN KOROSIF
5. TENAGA KERJA MENGGUNAKAN APD LENGKAP

6. WADUK BETON DILAPIS PLASTIK


7. DRUM,BOTOL,KALENG DITANAM

deep injection well

DEKLARASI RIO

LINGKUNGAN KERJA YANG SEHAT DAN AMAN


MEMERLUKAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI YG PALING
AMAN, RENDAH ENERGI,RENDAH EMISI, RENDAH
LIMBAH, DAN DIBANYAK NEGARA PERATURAN
TENTANG
KESEHATAN
KERJA
MEMERLUKAN
TEKNOLOGI PRODUKSI TERBAIK YANG ADA

TERIMA KASIH