Anda di halaman 1dari 44

PT PLN (PERSERO)

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

MATERI
STANDING OPERATION PROCEDURE ( SOP )
atau PEDOMAN OPERASI

Kursus Prajabatan Calon Pegawai S1/D3 Bidang Sistem Tenaga Listrik

MACAM-MACAM
MACAM-MACAM SOP
SOP
Pedoman Pemulihan Sistem

Pedoman Operasi gardu Induk


Pedoman komunikasi
Petunjuk Pengoperasian Gardu Induk
Pedoman Operasi Khusus
Pedoman Keselamatan & Kesehatan Kerja

Petunjuk Pemeliharaan
Suplemen SOP

TUJUAN SOP
Agar pekerjaan berjalan dengan baik & lancar
Agar pekerjaan tidak menemui kesalahan
Agar waktu dalam kerja efektif, cepat & efisien

Agar keselamatan dalam bekerja terjaga


Agar peralatan aman dan kualitas hasil kerja
memuaskan

BUKU MERAH - UNTUK DISPATCHER

PEDOMAN PEMULIHAN
Disempurnakan
oleh Tim
Pemutakhiran SOP
Pemulihan Sistem
selesai bulan
Februari 2003
sesuai SK GM PT
PLN (Persero) P3B
No.055.K/021//G
M.P3B/2002

Terdiri atas 4 bagian


1. Pendahuluan menjelaskan pentingnya
pemulihan dan fasilitas blackstart

pedoman

2. Kondisi
gangguan
menjelaskan
asumsi
kejadian gangguan padam total dan padam
partial serta hal-hal yang perlu diperhatikan
3. Pelaksanaan pemulihan menjelaskan jalur
pengiriman tegangan dan cara pemulihan
gangguan sampai dengan cara merangkai
subsistem
4. Penutup menjelaskan tindakan khusus yang
harus diperhatikan dan dilaksanakan bila
terjadi penyimpangan dan rekonfigurasi
sistem

Persiapan Pengiriman / Penerimaan Tegangan


Pada Gardu Induk Saat Sistem
1 Pengiriman Tegangan Dilaksanakan Melalui Sirkit 1,
Sedang Untuk Penerimaan Tegangan Melalui Sirkit 2.
Operator membuka Pmt yg belum terbuka sesuai daftar
RTN Tanpa Harus Melapor Terlebih Dahulu ke Dispatcher
Region
2 Meyakinkan operator GI sebelum pengiriman tegangan
bahwa PMT yg harus dibuka oleh RTN apakah sudah
terbuka,
apakah
ada
kelainan
instalasi
Untuk
Mempermudah Proses Pengiriman maupun Penerimaan
Tegangan.

Hal yang harus diperhatikan dan dilaksanakan


tindakan khusus bila terjadi penyimpangan
dan rekonfigurasi sistem

1. Memperhatikan ketidak siapan instalasi


penyaluran sebelum memulai pemulihan
2. Memilih alternatif apabila terdapat pemeliharaan pada
jalur pengiriman tegangan untuk pemulihan
3. Melaksanakan pemulihan secara bertahap dengan
memperhatikan beban dan tegangan

4 Memaksimalkan SCADA dan alat pendukung komunikasi


sesuai tatacara komunikasi yang sudah ditentukan

CONTOH ALUR PEMULIHAN


PLTGU BLOK 1

AA 1.1

GT2.3 GT2.
2

GT2.1
S

AUX

AUX

GT1.3 GT1.2 GT1.1 ST 2.0


S

ST 1.0
S

U3
S

U2
S

PLTU
U1

AA 2.1

AB
B

4
1

BB 1.1

10

12

11

13

14

BB 2.1

15

16

17
AUX

Sayung Kalisari Pandean


lamper

TAMBAKLOROK

DIENG
Pudak
Krapyak payung

GARUNG
I

Purwodadi
I

UNGARAN

II

II
1

2
3

WONOSOBO

GITET
Ungaran

Jelok

II
1

1
1

BAWEN

TEMANGGUNG

II
1

Jelok
2

SANGGRAHAN

II
1

SECANG

Medari

AB
B

MRICA

Rawalo

Kentungan

Klaten

BUKU MERAH - UNTUK OPERATOR GI & PEMBANGKIT

PEDOMAN OPERASI GARDU INDUK


Terdiri atas 8 bagian
1. Pendahuluan menjelaskan SOP ini merupakan petunjuk
bagi Operator dan Dispatcher untuk pelaksanaan
manuver untuk mengatasi gangguan, serta deklarasi
bahwa operasi sistem adalah wewenang Dispatcher
2. Tugas
dan Wewenang menjelaskan mengenai
wewenang para pelaksana SOP yaitu : Operator GI,
Operator PLT serta Dispatcher
3. Kondisi Normal menjelaskan konfigurasi normal GI
serta ketentuan bahwa switch ACC harus pada posisi
ON/Supervisori
4. Kondisi Gangguan menjelaskan mengenai tindakan
yang harus dilakukan oleh para pelaku SO apabila
terjadi kelainan/penyimpangan/gangguan di GI.

PEDOMAN OPERASI GARDU INDUK


5. Penormalan Kembali menjelaskan mengenai tindakan
yang harus dilakukan oleh Operator GI atas komando
Dispatcher.
6. Kondisi Darurat menjelaskan bahwa Operator GI
dapat mengamankan peralatan pada kondisi darurat
(kebakaran, banjir, perlatan membara), tanpa
menunggu komando Dispatcher.
7. Komunikasi Operasional menjelaskan komunikasi
antara Piket UPT, Dispatcher dan Operator GI.

8. Aturan
Tambahan
menjelaskan
kesepakatan beberapa kondisi.

mengenai

HAL- HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN


PADAM TOTAL
1. PADA KONDISI INI, OPERATOR GI HARUS BETUL-BETUL YAKIN

BAHWA GARDU INDUK PADA KONDISI HILANG TEGANGAN DENGAN


MELIHAT KV METER PADA BUS BAR, HARUS MENUNJUK NOL

PERINTAH / KOMANDO DISPATCHER

2. SETIAP PERINTAH DISPATCHER HARUS DICATAT DAN DIULANG


UNTUK MEYAKINKAN BAHWA PERINTAH TELAH DITERIMA DENGAN
BENAR.
ALUR KOMUNIKASI
3. KOMUNIKASI HARUS DILAKSANAKAN SESUAI PROSEDUR, DENGAN
TEPAT DAN BENAR.

BUKU BIRU - UNTUK SEMUA PERSONAL


YANG TERLIBAT DALAM PEKERJAAN PEMELIHARAAN

PROSEDUR PELAKSANAAN PEKERJAAN


PADA INSTALASI TT / TET
Terdiri atas 4 bagian
1. Pendahuluan menjelaskan mengenai latar belakang,
tujuan serta ruang lingkup, serta penekanan bahwa
semua personel yang terkait dengan pemeliharaan
harus mentaati sop ini.
2. Pengorganisasian Kerja menjelaskan harus dibentuk
organisasi yang jelas dengan beberapa personel
sebagai supervisor, peran dan tugas dan tanggung
jawab setiap personel yang jelas.
3. Tahapan Pelaksanaan Kerja menjelaskan persiapan
yang harus dilakukan, pembebasan tegangan,
manuver, pelaksanaan pekerjaan sampai pekerjaan
selesai.
4. Dokumen
Prosedure
Pelaksanaan
Pekerjaan
menjelaskan mengenai formulir yang harus diisi mulai
persiapan s.d pekerjaan selesai.

Lembar 1

TAHAPAN PELAKSANAAN PEKERJAAN


PADA INSTALASI TT / TET

Persiapan

Briefing kepada seluruh personil yang terlibat dalam


pekerjaan, disampaikan oleh
Pengawas K3 dan Pengawas.

Pengawas

Pekerjaan,

Ijin pembebasan tegangan


Dispatcher P3B / Region memberikan ijin pembebasan
instalasi kepada Pengawas Manuver

Pelaksanaan pembebasan tegangan

Dispatcher P3B / Region memberikan ijin pembebasan


instalasi kepada Pengawas Manuver

Lembar 2

TAHAPAN PELAKSANAAN PEKERJAAN


PADA INSTALASI TT / TET

Pernyataan bebas tegangan (Form 5)

Pengawas

Manuver

kepada
disaksikan oleh Pengawas K3

Pengawas

Pekerjaan

Pelaksanaan Pekerjaan

Pelaksana Pekerjaan pemeriksaan tegangan, pemasangan


pentanahan lokal, pengaman tambahan, pemasangan
taging dan melaksanakan pekerjaan sesuai rencana

Pekerjaan selesai

Pelaksana Pekerjaan melepas pentanahan lokal, melepas


pengaman tambahan, melepas taging dan merapikan
peralatan

Lembar 3

TAHAPAN PELAKSANAAN PEKERJAAN


PADA INSTALASI TT / TET

Pernyataan Pekerjaan Selesai (Form 6)

Pengawas

Pekerjaan

kepada
disaksikan oleh Pengawas K3

Pengawas

Manuver

Pernyataan Instalasi Siap Diberi Tegangan

Pengawas

Manuver

memberikan pernyataan
Dispatcher bahwa instalasi siap diberi tegangan

kepada

Pelaksanaan Pemberian Tegangan

Pelaksana Manuver melepas pengaman pada Pmt dan


Pms, membuka Pms pentanahan, melepas tagging

URUTAN PELAKSANAAN PEKERJAAN

Permintaan &
persiapaan

Manuver
Jaringan
untuk
Keandalan

Manuver
Pembebasan
tegangan

Serah
Terima dari
Dispatcher
Ke PM

Buka PMS
Bus/ Line
Tutup Pms
Tanah

Serah Terima
dari PM ke PP

Pasang Pentanahan Lokal dan


Tanda 2

Pelaksanaan
Pekerjaan

Buka Pentanahan Lokal dan


Tanda 2

Operasi
Normal

NORMAL
OPERATION

Manuver
Jaringan untuk
Penormalan
Konfigurasi

Manuver
Pemberian
tegangan

SYSTEM
SAFETY

Serah Terima
dari PM ke
Dispatcher

Buka Pms
Tanah, Tutup
Pms Bus / Line

EQUIPMEN
SAFETY

Serah Terima
dari PM ke PP

PERSONAL
SAFETY

HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN


1. Pengawas Manuver, Pengawas Pekerjaan
Pengawas K3 tidak boleh dirangkap.

serta

2. Formulir-formulir harus diisi sesuai dengan prosedure.

3. Koordinasi dengan baik antara Para Pengawas dengan


Pelaksana Pekerjaan, Operator GI dan Dispatcher.
4. Pada saat pekerjaan berlangsung, Pengawas K3 dan
Pengawas Pekerjaan harus berada dilokasi.

BUKU KUNING - UNTUK OPERATOR GI

PETUNJUK PENGOPERASIAN GARDU INDUK


Terdiri atas 3 bagian
1. Pendahuluan menjelaskan mengenai latar belakang,
peranan Operator Gardu Induk, pola pemantatuan serta
maksud dan tujuan.
2. Tugas Operator Gardu menjelaskan mengenai yang
harus dilakukan oleh operator dari kondidi normal,
kondisi gangguan dsd. Juga mengenai pengoperasian
perlatan yang ada di GI terkait.

3. Petunjuk Pengoperasian GI menjelaskan mengenai


data
peralatan
yang
ada
serta
cara-cara
pengoperasiannnya.

HAL- HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN

1. Petunjuk pengoperasian GI merupakan buku manual


pengoperasian GI, sehingga setiap GI mempunyai satu
buku.
2. Merupakan dokumen yang mengenalkan kondisi
peralatan GI kepada Operator maupun pelaksana
operasi real time lainnya.
3. Diantaranya memuat hal hal yang spesifik di Gardu
Induk terkait.

TUGAS OPERATOR GI
Sebagai buku panduan (manual book) pengoperasian instalasi GI, berisi
petunjuk pengoperasian peralatan / yang ada di GI terkait, yang harus
dilaksanakan oleh Operator
NORMAL

: serah trima, supervisi peralatan, mengisi logsheet,


laporan secara periodek

GANGGUAN

: mematikan sirene, mengamati perubahan yang


terjadi, mencatat jam kejadian dan data lainya,
meyakinkan sistem black out, melaksanakan SOP
(sistem) GI

DARURAT

: membebaskan peralatan dari tegangan, lapor ke


Dispatcher, apabila diperlukan menyelamatkan diri

PEMELIHARAAN

: a) pembebasan tegangan = ijin dispatcher, urutan


manuver, eksekusi, dll. serta b) serah terima
pekerjaan selesai, eksekusi dll

PETUNJUK PENGOPERASIAN
GARDU INDUK
RUANG KONTROL & PROTEKSI
PANEL KONTROL 150 KV

: Pht, Transformator, Koppel


KONFIGURASI, METER, ANNOUNCIATOR,
TOMBOL2, SWITCH, TEST PLUG

PANEL PROTEKSI

: terletak dibelakang panel kontrol


PROTEKSI PHT, TRAFO, KOPPELMETER, ANNOUNCIATOR,
TOMBOL2, SWITCH, TEST PLUG

PANEL KONTROL 20 KV : incoming, penyulang, koppel, PS


Panel incoming : meter2,
Tombol2, indikator, switch

Proteksi,

Announciator,

Panel penyulang : meter2, Proteksi,


Tombol2, indikator, switch

Announciator,

PETUNJUK PENGOPERASIAN
GARDU INDUK

PERALATAN SWITCHYARD

PEMUTUS TENAGA (Pmt) : Pht, Transformator, Koppel


PEMISAH (Pms) : Pms bus, Pms Line, Pms pentanahan
INSTALASI LAIN : Transformator, SUTT, CT, PT, LA

LEMARI PROTEKSI
DISTANCE
SHPM 101
1
MVTR
A/R

MVTR
A/R

MAVS

SINCH

MVAJ

10

6
MVTC

11

12

MCGG82
OCR/GFR

13

14
DFR

16

15

PELAKSANAAN MANUVER
Untuk melayani pekerjaan pemeliharaan, atau
meningkatkan keandalan, serta penormalan kembali
setelah gangguan, Operator GI harus melaksanakan
(eksekusi) manuver.
Melaksanakan (eksekusi) manuver.
Sesuai dengan fungsinya, peralatan manuver berada di panel
kontrol digunakan untuk :
1. Membebaskan instalasi sesuai SOP yang berlaku
2. Mengoperasikan instalasi kembali, setelah ada informasi bahwa
instalasi siap diberi tegangan.

PANEL KONTROL GI

MVAR

MW

KV

SWITCH VOLT
METER

ANNOUNCIATOR

LOKAL
REMOTE

KWH
KIRIM

KWH
TERIMA

RS
ST
TR

RN
SN
TN

OFF
ON

SYNCHROCHECK

KEMBALI

HAL KHUSUS ( ANOMALI )


Merupakan catatan kondisi peralatan Gardu Induk yang
hanya dapat dioperasikan secara khusus (mempunyai
disain khusus).

DATA INSTALASI GARDU INDUK


Data mampu, jenis, merk, type dan single diagram
instalasi di Gardu Induk.

UNTUK DISPATCHER, OPERATOR GI/PLT

ALUR KOMUNIKASI OPERASI SISTEM JAWA


BALI
JCC
DISPATCHER

GI / PL , 150 KV

RCC

GI / PL 500 KV

OPERATOR

DISPATCHER

OPERATOR

DCC
DISPATCHER

ALUR INFORMASI OPERASIONAL SISTEM JAWA BALI


P3B

Pimpinan
P3B

DIRUT /
DIREKSI

Pimpinan
BOPS

BOPS

Region

UPT

Dispatcher

Supervisor
ORT

Dispatcher

Supervisor
ORT

Pimpinan
Region

Pimpinan
UPT

Operator
GITET

Pimpinan
Distribusi

U P D / A PJ

Operator
GI 150, 70 kV

Dispatcher

Sub Region Bali


Operator
GI

Penyelia
ORT

Pimpinan
SRB

Pimpinan
Distribusi Bali

BAGAN WAKTU PENANGANAN DAMPAK NON TEKNIS


GANGGUAN SISTEM KELISTRIKAN
YANG BERSKALA NASIONAL
Gangguan Selesai
Diatasi

GANGGUAN

Sesuai Kebutuhan
1 jam

Sesuai
Kebutuhan

45 menit
15 menit

Laporan hasil
Assessment oleh
Penanggung Jawab
Operasional

Bahan penjelasanl
ke PLN Pusat
oleh Unit-unit
Terkaitl

Penjelasanl
ke Media Massa
Press Release
oleh PLN Pusatl

Informasi
perkembangan
oleh Unit-unit
Terkaitl

Penjelasan
ke
Media
Massa

Informasi
Perkembangan
Oleh unit-unit
terkait

Penjelasan
ke
Media
Massa

UNTUK DISPATCHER, OPERATOR GI & PEMBANGKIT

PEDOMAN OPERASI KHUSUS


1. Pendahuluan menjelaskan mengenai dibuatnya SOP
untuk mengantisipasi peristiwa-peristiwa tertentu (Hari
Raya Idul Fitri, Pemilu Legislatif dll).
2. Pengaturan dan pengendali menjelaskan mengenai
kondisi operasi sistem, normal atau gangguan serta
cara pemulihannya.
3. Strategi Operasi menjelaskan mengenai pasokan listrik,
ke lokasi penting serta pengamanannya serta prakiraan
beban sistem.
4. Permasalahan penyaluran menjelaskan mengenai
permasalahan yang ada pada sistem penyaluran
berikut strategi antisipasinya.

PEDOMAN OPERASI KHUSUS

5. Sistem SCADA dan Komunikasi menjelaskan mengenai


kondisi SCADA serta peralatan komunikasi berikut
nomor telepon atau radio komunikasi GI.
6. Komunikasi Operasion menjelaskan mengenai SOP
komunikasi yang berlaku

7. Jadwal Piket berisi jadwal dinas Piket Pimpinan, Piket


Khusus serta Piket lainnya.

HAL HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN


1. Peristiwa-peristiwa tertentu atau hari-hari tertentu
operasi sistem berbeda dengan hari-hari biasa, karena
sifat bebannya atau karena sifat peristiwanya.
2. Antisipasi harus dituangkan dalam SOP sehingga setiap
personel yang terlibat mempunyai persepsi yang sama
mengenai operasi sistem saat itu.
3. Perubahan yang sifatnya kondisional harus segera
diantisipasi, dengan demikian perlu peningkatan
kewaspadaan di semua lini.

Lembar 3

PETUNJUK PENGOPERASIAN
GARDU INDUK

Sebagai buku panduan (manual book) pengoperasian


instalasi Gardu Induk.
Terdiri atas :

1.

KONDISI OPERASI NORMAL.

2.

KONDISI GANGGUAN.

3.

EMERGENCY.

4.

MENCATAT DAN MERESET ANNOUNCIATOR INDIKATOR.

5.

EKSEKUSI MANUVER.

6.

HAL KHUSUS.

7.

DATA INSTALASI GARDU INDUK.

TUGAS OPERATOR GI
PADA KONDISI OPERASI NORMAL
Dalam kondisi operasi normal OGI melakukan tugas
rutin monitoring operasi instalasi Gardu Induk
meliputi :
1. Pencatatan parameter instalasi listrik.
2. Melaporkan secara periodik kepada Dispatcher.
3. Monitoring rangkaian catu daya.
4. Monitoring kondisi fisik peralatan instalasi sesuai
check list yang tersedia.

TUGAS OPERATOR GI
PADA KONDISI GANGGUAN
Dalam kondisi gangguan listrik, Operator GI harus melakukan
tahapan-tahapan sebagai berikut :

1.
2.
3.
4.
5.

Mengamati secara menyeluruh perubahan pada


panel kontrol dan indikasi rele proteksi.
Mematikan klakson, mencatat indikasi dan
mereset rele proteksi.
Melaksanakan pemulihan sesuai SOP yang
berlaku.
Melaporkan gangguan kepada Dispatcher.
Melaksanakan instruksi dari Dispatcher.

TUGAS OPERATOR GI
PADA KONDISI EMERGENCY
Dalam kondisi emergency, Operator GI harus
melakukan tindakan :
1. Membebaskan Gardu Induk dari tegangan.

2. Melakukan evakuasi untuk menyelamatkan diri.


3. Melapor kepada Dispatcher dan atasannya.

TINDAKAN PADA SAAT TERJADI


GANGGUAN
Apabila terjadi gangguan maka announciator pada
panel kontrol dan indikator pada panel proteksi akan
menyala (bekerja), Operator GI harus :
1. Mematikan klakson.
2. Mencatat announciator dan mereset indikasi relay
proteksi di lemari proteksi.
3. Melapor kepada Dispatcher.