Anda di halaman 1dari 34

WALK THROUGH SURVEY

DI PERUSAHAAN PT KARMA
MANGGALA YUDHA
27 MARET 2014
KESEHATAN DAN ERGONOMI
Pelatihan Hiperkes dan Kesehatan Kerja
Dokter Perusahaan
Periode 24 Maret 1 April 2014

Disusun Oleh:
Fitrisia Rahma, S.Ked
Elfira, S.Ked
Diah Permata Kinanti, S.Ked
Giovanno Rachmanda M.,
S.Ked
Sofiudin Bin Nordin, S.Ked
Nurul Haslinda Bt. Mohd.,
S.Ked
Nadiah Zakaria, S.Ked
Selvi Annisa, S.Ked
Paramitha Dwi Putri, S. Ked
Nurul Nurnita Afifah, S.Ked
M. Azmuddin Bin M.N., S.Ked

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Ergonomi:
Cabang ilmu sistematis u/ memanfaatkan
informasi mengenai sifat, kemampuan,
dan keterbatasan manusia merancang
suatu sistem kerja sehingga dapat hidup
dan bekerja pada sistem dengan baik

Posisi kerja operator yang salah


kelelahan dan rasa nyeri

Latar Belakang
Kesehatan kerja:
Spesialisasi dalam ilmu
kesehatan/kedokteran beserta
prakteknya yang bertujuan agar
pekerja/masyarakat memperoleh derajat
kesehatan setinggi-tingginya

Jenis sifat-sifat kesehatan kerja:


Sasaran manusia
Bersifat medis

Dasar Hukum
UU no. 13/2003
tentang
ketenagakerjaan,
pasal 86

UU no. 14/1969
tentang ketentuanketentuan pokok
mengenai tenaga
kerja, pasal 9 & 10

UU no.1 /1970
tentang
keselamatan kerja

UU no. 3/1992
tentang jaminan
sosial tenaga kerja

Profil Perusahaan

IDENTITAS PERUSAHAAN
Nama
Sektor usaha
Alamat
Sektor usaha
Jumlah pegawai
Status pegawai

Pegawai kontrak : 118 orang


Staff tetap : 63 orang

Usia pekerja
: 20-50 tahun
Asuransi pegawai
: Jamsostek
Sertifikasi perusahaan : ISO dan SMK3
Waktu kerja
:

: PT. Karma Manggala Yudha


: Konstruksi bangunan
: Jl. Jend. A Yani Kav 49 Jakarta Pusat, 10570
: Bidang konstruksi
: 181 orang
:

08.00-16.00 WIB, 16.00-22.00 WIB jika lembur (overtime)


Istirahat : 12.00 13.30 WIB

Hari kerja
Dokter perusahaan

: setiap hari (Senin - Minggu), berlaku shift kerja


: - (Tidak ada)

PELAKSANAAN

Waktu dan Tempat Kegiatan


Kamis, 27 Maret
2014 pukul 09.0011.00 WIB

PT Karma Manggala
Yudha
Jl. Jendral A. Yani,
Kav. 49, Jakarta
Pusat, 10570

TINJAUAN TEORITIS

Pengertian Ergonomi
Human Factor Engineering

Ergo = kerja
Nomos = peraturan & hukum kerja
Penerapan ilmu biologi, teknik, teknologi

Cabang ilmu yang mempelajari perancangan pekerjaan yang


dilaksanakan manusia agar dapat dijalankan dengan cara paling
efektif
Memenuhi ENASE (Efektif, Nyaman, Aman, Sehat, dan Efisien)
memenuhi kriteria baik

Manfaat dan Peran Ilmu


Ergonomi
Meningkatkan unjuk kerja

Mengurangi waktu
Mengoptimalkan pendayagunaan SDM
Mengurangi waktu yang terbuang sia-sia &
meminimalkan kerusakan peralatan
Meningkatkan kenyamanan karyawan

Risiko karena Kesalahan


Ergonomi
Kecelakaan kerja
disebabkan:

Faktor pekerja
Pihak
manajemen
perusahaan

Untuk
menghindari
cidera:

Identifikasi risiko
Menghilangkan
cara kerja yang
mengakibatkan
cidera

Kesehatan Kerja
Penting dalam dunia kerja dalam rangka
meningkatkan kinerja dan mencegah
potensi kerugian bagi perusahaan

Masih ada pekerja dan perusahaan yang


tidak mengetahui aturan tentang kesehatan
kerja
UU no.1 tahun 1970 tentang keselamatan
kerja

Kesehatan Kerja
Dasar
Hukum

UU no. 13/2003 tentang ketenagakerjaan,


pasal 86
UU no. 14/1969 tentang ketentuanketentuan pokok mengenai tenaga kerja,
pasal 9 & 10
UU no.1 /1970 tentang keselamatan kerja

UU no. 3/1992 tentang jaminan sosial


tenaga kerja

Hasil Pengamatan

Sikap Kerja
Sudah sesuai dengan aspek
keselamatan kerja dan ergonomis
APD sesuai kebutuhan helm,
body harness, sepatu boots,
kacamata pelindung, dan sarung
tangan

Cara Kerja
Posisi Kerja
Sebagian besar sudah
sesuai dengan aspek
ergonomi
Posisi duduk tidak
membungkuk, tidak
kaku, peralatan sesuai
dengan jangkauan
tenaga kerja
Posisi berdiri dilakukan
bergantian untuk
menghindari kelelahan

Im not
working,
just
relaxing Sir

Gambar : Seorang pekerja yang tidak memakai helm di area kerja. Namun bekerja
sesuai dengan ergonomi.

Cara Kerja
Proses Kerja
Banyak
menggunakan
men power dan
bantuan mesin
Pekerja
menggunakan
mesin sesuai
jangkauan

Jam Kerja
Staff 08.0016.00 (SeninJumat)
Pekerja 08.0016.00, lembur
16.00-22.00
(Senin-Minggu),
libur 2 hari setiap
2 minggu

Kesehatan Kerja
Sepuluh Besar Penyakit di
Tempat Kerja
Tidak diterangkan secara urut &
rinci
ISPA, luka tusuk, luka robek
terbanyak

Dipengaruhi perilaku pekerja

Kesehatan Kerja
Fasilitas Kesehatan dan Sarana P3K
Tidak ada klinik khusus untuk pekerja
Ada ruangan untuk memberikan
pertolongan pertama
Tersedia 1 kotak P3K (betadine, rivanol,
kasa, alkohol, kapas, perban, plester)
12 orang sudah diberikan pelatihan dan
penyuluhan bersertifikasi tentan
pertolongan pertama pada kecelakaan

Kesehatan Kerja
Program Kesehatan
Promotif General Safety Talk
setiap Sabtu selama 1 jam
Preventif APD
Kuratif bekerja sama dengan
Klinik Rawasari dan RS Agung
Rehabilitatif tidak ada

Kesehatan Kerja
Pencegahan HIV-AIDS dan Narkoba
Tidak ada upaya pencegahan
Terdapat larangan pemakaian narkoba
Pemeriksaan Kesehatan
Awal tidak dilakukan pemeriksaan, pekerja
hanya diminta menuliskan riwayat penyakit
dan menyertakan surat keterangan hasil
medical check up
Berkala tidak ada
Khusus tidak ada

Kesehatan Kerja
Kesesuaian
Pekerja dengan
Alat

Personil Kesehatan

Sesuai antara
pekerja dan alat

Tidak ada personil


kesehatan khusus
di lapangan kerja

Jumlah APD sesuai


jumlah pekerja

Kunjungan tenaga
kesehatan setiap 2
bulan oleh dokter
dan paramedis

Kesehatan Kerja

Penyakit Akibat
Kerja yang Terjadi
Tidak ada pencatatan
Trauma tajam (luka
robek) terbanyak

Kantin dan Gizi Kerja


Tim tidak berkesempatan melihat keadaan kantin
5 buah kantin, dibuka sejak 08.00-22.00 WIB
Pengadaan konsumsi dilaksanakan oleh kepala mandor yang
mengepalai 25-30 orang
Pemberian makan 2x (pagi dan siang) dengan menu bervariasi
Kecukupan gizi secara kualitatif dirasa cukup, secara kuantitatif
belum bisa dihitung
Kebersihan makanan tidak dapat dinilai
Tidak ada pencatatan tentang penyakit yang disebabkan dari
makanan

Pemecahan masalah

No Unit Kerja

Permasalahan

Penanganan

Ergonomi:

Beberapa pekerja dalam

Edukasi

cara kerja

cara pengangkutan barang

mengangkut barang yang

tidak sesuai dengan yang

baik

dianjurkan ketika

menggunakan

mengangkut barang.

yang tersedia di lapangan.

2.

didapatkan

ulang

dan

Fasilitas

Tidak

pelayanan

fasilitas

kesehatan

personil kesehatan di proyek memadai

benar

serta

alat

bantu

adanya Pengadaan

kesehatan

cara

fasilitas

serta pelayanan kesehatan yang

ini

seperti

dokter,

klinik dan obat-obatan yang


memadai

3.

Pemeriksaan

Belum adanya pemeriksaan Menganjurkan

kesehatan

kesehatan secara berkala

kepada

perusahaan

agar

(Awal,

melaksanakan pemeriksaan

berkala,

kesehatan secara berkala

khusus)

bagi para pekerja lama dan


melakukan screening pada
pekerja baru

4.

Pencegahan

Upaya

pencegahan

HIV Melakukan sosialisasi

HIV AIDS dan AIDS yang tidak dilakukan

pencegahan HIV/AIDS dan

narkoba

bahaya Narkoba dalam


bentuk penyuluhan oleh
tenaga kesehatan secara

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan
Belum adanya fasilitas kesehatan yang memadai, serta tidak
dilakukannya pemeriksaan kesehatan baik pada screening,
berkala maupun khusus.
Masih minimnya pengetahuan para pekerja mengenai
bahaya HIV AIDS dan Narkoba.

Dalam hal promotif kesehatan, perusahaan rutin melakukan


general safety talk seminggu sekali.
Belum terpenuhinya aspek ergonomi dalam cara kerja serta
posisi kerja.

Saran
Pelatihan / penyuluhan mengenai sikap dan cara
bekerja dengan baik dan benar & membuat SOP yang
tersosialisasi dengan baik untuk setiap pekerjaan
Melakukan pemeriksaan kesehatan
Screening awal sebelum penerimaan karyawan yang dilakukan
kepada seluruh karyawan
Screening berkala (minimal setahun sekali bekerja sama dengan
fasilitas kesehatan)
Screening khusus karyawan yang memiliki kecenderungan atau
kecurigaan berpotensi tinggi terjadinya PAK
Serta dilakukan pencatatan PAK secara rapi dan terstruktur.

Saran
Membangun fasilitas
kesehatan serta SDM
didalamnya (Dokter dan
Paramedis) serta dilengkapi
dengan peralatan yang
menunjang dan obatobatan.

Melakukan penyuluhan
secara rutin dan teratur
mengenai bahaya HIV/AIDS
dan Narkoba bagi seluruh
karyawan dengan bekerja
sama dengan BNN.

Daftar Pustaka

Soeripto, M. Higiene Industri. Jakarta: Balai


Penerbit FKUI. 2008.
Subaris, H. Higiene Lingkungan Kerja.
Yogyakarta: Mitra Cendika Press. 2008.
Sumamur. Higiene Perusahaan dan
Kesehatan Kerja. Jakarta: CV Haji
Masagung. 1994.
Sumamur. Higiene Perusahaan dan
Kesehatan Kerja. Jakarta: Toko gunung
agung. 1996.
Wahyu, Atjo. Higiene Perusahaan.
Universitas Hasanuddin. 2003.
Indan,E. Ilmu Kesehatan Masyarakat.
Bandung: PT. Citra Aditya Bakti. 2000.