Anda di halaman 1dari 24

CONGENITAL TALIPES EQUINOVEROS

(CTEV)
Disusun Oleh :
Anggun Larasati 1210011022

DEFINISI
Congenital Talipes Equina
Veros (CTEV) atau Clubfoot
merupakan bentuk
deformitas yang terjadi pada
calcaneotalar-navicular
complex atau bagian kaki
belakang (hindfoot).

Komponen dari kelainan ini teridiri


atas Cavus, Adductus, Varus dan
Equines (CAVE),
Cavus
: plantarfleksi
Adductus
: adduksi kaki bagian
depan dan tengah
Varus
: posisi kaki bengkok
ke
arah dalam
Equinus
: bentuk kaki
menyerupai kaki
kuda,seolah-olah
berjalan dengan
pergelangan kaki1.

KLASIFIKASI
Klasifikasi Clubfoot terdiri dari atas:
Positional atau Postural clubfoot
Positional dan postural clubfoot bukan merupakan clubfoot
sebenarnya. Kondisi kakinya normal namun mengalami kelainan
posisi kaki ketika di intrauterine dan kondisi kakinya fleksibel
pada saat pemeriksaan awal setalah bayi lahir.
Fixed atau Rigid Clubfoot
Terdiri atas 2 jenis yaitu:
Fleksibel
: dapat dikoreksi tanpa operasi
Resisten
: membutuhkan terapi operatif

EPIDEMIOLOGI

Kasus kelainan kongenital Clubfoot terjadi sebanyak 12/1000 kelahiran di Amerika Serikat.

Dari keseluruhan kasus , kasus ini lebih sering terjadi


pada bayi laki-laki sebanyak 50%.

Kelainan anatomi sebanyak 50% terjadi secara bilateral.

ETIOLOGI
Etiologi CTEV tidak diketahui pasti, beberapa teori
tentang etiologi CTEV antara lain:
1. Faktor mekanik intrauteri
Kompresi mekanik eksternal
2. Defek neuromuscular
3. Perkembangan fetus terhambat
4. Herediter
5. Vaskular
Berkurangnya perfusi arteri tibialis anterior selama
masa perkembangan.

PATOFISIOLOGI
Beberapa teori mengenai patogenesis CTEV antara lain:
1. Terhambatnya perkembangan fetus pada fase fibular
2. Kurangnya jaringan kartilagenosa talus
3. Faktor neurogenik
4. Reaksi fibrosis sekunder karena peningkatan jaringan
fibrosa di otot dan ligament.

DIAGNOSIS
Diagnosis2
1. Anamnesis
Keluhan utama: kaki pengkor
Riwayat kehamilan
Riwayat keluarga menderita clubfoot atau kelainan
neuromuskuler (contohnya mielomeningocele)

2. Pemeriksaan fisik
Inspeksi (ciri khas: Cavus,
Adductus, Varus dan Equinus)
Beberapa komponen deformitas
yang terjadi adalah:
Tulang navikular dan kuboid
bergeser ke arah lebih medial.
Terjadi kontraktur plantar pedis
bagian medial
Tulang kalkaneus tidak hanya
berada dalam posisi ekuinus,
tetapi bagian anteriornya
mengalami rotasi ke arah
medial disertai rotasi ke arah
lateral pada bagian
posteriornya.
Tumit tampak kecil dan kosong

b. Palpasi
Tumit terasa lebih halus seperti pipi
Maleolus medialis menjadi sulit diraba dan pada umunya
menempel pada tulang navikular
3. Pemeriksaan penunjang
Gambaran radiologis
Adanya kesejajaran talus dan kalkaneus. Posisi anteroposterior
dan lateral sangat direkomendasikan untuk pemeriksaan ini.

TERAPI MEDIS
Tujuan terapi medis adalah untuk mengoreksi
deformitas dan mempertahankan koreksi yang telah
dilakukan sampai terhentinya pertumbuhan tulang.
Secara tradisional, CTEV dikategorikan menjadi dua
macam:
CTEV yang dapat dikoreksi
CTEV resisten

THE PIRANI SCORING SYSTEM


Dapat digunakan untuk identifikasi keparahan dan
memantau perkembangan kasus CTEV selama koreksi
dilakukan. Sistem ini terdiri dari 6 kategori, masingmasing 3 dari hindfoot dan midfoot.
Untuk kategori hindfoot terbagi menjadi tonjolan
a. posterior/posterior crease (PC),
Pada keadaan normal, kulit bagian tumit
posterior akan memperlihatkan lipatan kulit
multiple halus. Terdapatnya lipatan kulit yang
dalam menunjukan kemungkinan kontraktur
posterior yang lebih berat.
b. kekosongan tumit/emptiness of the heel (EH)
c. derajat dorsofleksi/degree of dorsoflexion (DF).

Untuk kategori midfoot terbagi menjadi kelengkungan


batas lateral/ curvature of lateral border (CLB). Tonjolan
di sisi medial/medial crease (MC) dan terpajanannya
kepala lateral talus/uncovering of the lateral head of the
talus (LHT)
a. Curvature of lateral border (CLB)
Lateral kaki normalnya lurus. Batas kaki yang tampak
melengkung menandakan terdapat kontraktur medial.

b. Medial crease (MC) of the foot


Pada keadaan normal, kulit daerah telapak kaki akan
memperlihatkan garis-garis halus. Lipatan kulit yang
lebih dalam dapat menandakan adanya kontraktur di
daerah medial.

c. Lateral part of the Head of the Talus (LHT)


Pada kasus CTEV yang tidak diterapi,
pemeriksa dapat meraba kepala talus di
bagian lateral. Dengan terkoreksinya
deformitas, tulang navikular akan turun
menutupi kepala talus, membuatnya
menjadi lebih sulit teraba dan akhirnya
sama sekali tiadk dapat teraba. Tanda
turunnya tulang navikular menutupi
kepala talus adalah ukuran besarnya
kontraktur di daerah medial.

PENATALAKASANAAN NON OPERATIF


Penatalaksanaan Non-operatif
Berupa pemasangan s[lint yang dimulai pada bayi
berusia 2-3 hari. Urutan koreksi yang akan dilakukan
adalah sebagai berikut:
1. Adduksi kaki depan (forefoot)
2. Supinasi kaki depan
3. Ekuinus

METODE PONSETI
1. Deformitas utama pada kasus CTEV
adalah adanya rotasi tulang kalkaneus
kea rah internal (adduksi) dan fleksi
plantar pedis. Kaki dalam posisis
adduksi dan plantar pedis mengalami
fleksi pada sendi dubtalar. Tujuan
pertama adalah membuat kaki dalam
kondisi abduksi dan dorsofleksi. Untuk
mendapatkan koreksi kaki yang
optimal, tulang kalkaneus harus bisa
dirotasikan ke bawah talus. Koreksi
dilakukan melalui lengkung normal
persendian subtalus, dapat dilakukan
dengan cara meletakan jari telunjuk
operator di maelolus medialis untuk
menstabilkan kaki, kemudian
mengangkat ibu jari dan diletakan di
bagian laterah kepala talus, sementara
melakukan gerakan abduksi pada kaki
depan dengan arah supinasi.

METODE PONSETI
2. Cavus kaki akan meningkat bila kaki depan
berada dalam posisi pronasi. Apabila ada
pes cavus (lengkungan kaki yang terlalu
tinggi), langkah pertama koreksi kaki
adalah mengangkat metatarsal pertama
dengan lembut dan mengoreksi cavusnya.
Setelah terkoreksi, kaki depan dapat
diposisikan abduksi seperti pada langkah
pertama.

3. Saat kaki dalam posisi pronasi dapat


menyebabkan posisi tulang kalkaneus
berada di bawah talus. Apabila hal ini
terjadi tulang kalkaneus tidak dapat
berotasi dan menetap pada posisi varus,
cavus akan meningkat. Hal ini dapat
menyebabkan terjadinya bean-shaped foot.
Pada akhir langkah pertama, kaki akan
berada pada posisi abduksi maksimal,
tetapi tidak pernah pronasi.

METODE PONSETI
4. Manipulasi dikerjakan di ruang khusus
setelah bayi disusui. Setelah kaki
dimanipulasi, selanjutnya dipasang long leg
cast untuk mempertahankan koreksi yang
telah dilakukan. Gips dipasang dengan
bantalan semininal mungkin, tetapi tidak
adekuat.
5. Usaha mengoreksi CTEV dengan paksaan
melawan tendon Achilles yang kaku dapat
mengakibatan patahnya kaki tengah
(midfoot) dan berakhir dengan
terbentuknya deformitas berupa
(rockerbottom foot. Kelengkungan kaki
abnormal (cavus) harus diterapi terpisah
pada langkah kedua, sedangkan posisi
ekuinusnya harus dapat dikoreksi tanpa
menyebabkan patahnya kaki tengah.
Secara umum dibutuhkan 4-7 kali
pemasangan gips untuk mendapatkan
abduksi kaki maksimum. Gips diganti tiap
minggu.

METODE PONSETI
6. Langkah selanjutnya setelah
pemasangan gips adalah pemakaian
sepatu. Kaki yang bermasalah
diposisiskan abduksi (rotasi
eksterna) hingga 70, kaki sehat
dianduksi 45o. sepatu digunakan 23
jam sehari selama 3 bulan,
kemudian dipake saat tidur siang
dan malam selama 3 tahun.
7. Pada 10-30% kasus, tendon tibialis
anterior dapat berpindah ke bagian
lateral kuneiformis saat anak berusi
3 tahun. Hal ini membuat koreksi
kaki dapat bertahan lebih lama,
mecegah adduksi metatarsal dan
inversi kaki. Prosedur ini
diindikasikan pada anak usia 2-2.5
tahun.

TERAPI OPERATIF
Terapi Operatif
Insisi
Insisi diikuti oleh pemasangan pin untuk fiksator.
Follow up pasien
Pin fiksator dilepas setelah 3-6 minggu. Setelah itu tetap
diperlukan pe
rban dan sepatu Dennis Brown selama 6-12 bulan

Komplikasi
Infeksi (jarang)
Kekakuan dan keterbatasan gerak: kekakuan yang
muncul awal berhubungan dengan hasil yang kurang
baik.
Pelepasan ligament interoseum dari persendian subtalus
Perpindahan tulang navikular yang berlebihan kea rah
lateral
Adanya perpanjangan tendon

Diagnosis banding2
Postural clubfoot
Terjadi karena posisi fetus dalam uterus. Jenis abnormalitas
kaki ini dapat dikoreksi secara manual. Postural clubfoot
member respon baik pada pemasangan gips serial dan jarang
relaps.
Metatarsus adduvtus (varus)
Suatu deformitas tulang metatarsal saja. Forefoot mengah ke
garis tengah tubuh atau berada pada poasisi adduksi.
Abnormalitas ini dapat dikoreksi dengan manipulasi dan
pemasangan gips serial.
Prognosis2
Kurang lebih 50% kasus CTEV bayi baru lahir dapat dikoreksi
tanpa tindakan operatif. Teknik Ponseti (termasuk tetonomi
tendon Achilles) dilaporkan memiliki tingkat kesuksesan
sebesar 89%. Hasil terbaik didapatkan pada anak yang
dioperasi pada usia lebih dari 3 bulan.

HATUR NUHUN..

Anda mungkin juga menyukai