Anda di halaman 1dari 12

Fenomena Transien pada

Starting Motor Induksi


KELOMPOK 1B
Au d re y F u ad i
Nu ri Haryati
R e gi n a Ni sh a
R e za Novi ard i
Wi d ya R ah ayu

Pada saat ini listrik merupakan energi yang sangat


penting untuk kebutuhan hidup manusia. Oleh karena itu
kualitas listrik yang baik haruslah terpenuhi. Dalam hal ini
kualitas tenaga listrik meliputi aspek kontinuitas pelayanan
daya dan kualitas bentuk gelombang tegangan serta frekuensi.
Gangguan merupakan salah satu faktor penyebab
ketidakstabilan pada sistem tenaga listrik. Gangguan pada sisi
suplai dapat menyebabkan generator trip, dan hal ini akan
mengakibatkan ketidakseimbangan antara jumlah suplai daya
dengan daya beban. Selain itu efek motor starting akan
mengakibatkan sistem tidak stabil, berubahnya tegangan dan
frekuensi pada system tenaga listrik secara signifikan.
Tegangan system yang mengalami fluktuasi menyebabkan
munculnya fenomena kedip tegangan (Voltage Sag/Dip). Oleh
karena itu saat menggunakan motor induksi 3 phasa arus
startnya sangat besar, bisa mencapai 5 7 kali dari arus
nominal motor.

Motor Induksi 3 phasa


Motor induksi memiliki dua bagian konstruksi
yaitu stator dan rotor. Kumparan stator berfungsi
untuk menghasilkan medan putar yang digunakan
untuk perputaran motor. Kumparan rotor
merupakan bagian yang bergerak akibat adanya
induksi magnet dari kumparan stator yang
diinduksikan kepada kumparan rotor. Berdasarkan
bentuk konstruksi rotor, maka motor induksi dapat
dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
Rotor tipe sangkar (squirrel cage)
Rotor tipe belit (wound rotor)

Metode Starting Pada Motor Induksi


Dalam melakukan starting motor induksi, terdapat
beberapa metode yang digunakan untuk starting
tersebut, diantaranya yaitu
-direct on-line (DOL)
-star-delta
-autotrafo
-dll
Metode
starting
ini
menggunakan
prinsip
mengendalikan tegangan dan arus input yang berfungsi
untuk menurunkan torsi starting yang juga dapat
mencegah kerusakan pada beban.

Metode Starting Pada Motor Induksi


Saat pengasutan / starting motor induksi ada lonjakan
arus besar berkisar 5 6 kali dari arus nominal yang
terjadi dalam waktu yang sangat singkat, dan
mengakibatkan jatuh tegangan sesaat (voltage dip).
Fenomena seperti ini akan menyebabkan efek seperti :
1. Torsi yang transient akan menyebabkan stress
(tekanan) pada sistem mekanisnya
2. Menghambat percepatan putaran motor menuju
putaran nominal
3. Kegagalan kerja pada peralatan lain seperti Relai,
Kontaktor dan efek lainnya

Gambar diatas merupakan grafik karakteristik torka


pada motor induksi. Pada saat starting kondisi
transient terjadi karena perubahan arus yang begitu
signifikan mulai dari motor dihidupkan hingga
motor berputar pada putarannya.

1. Starting dengan metode direct on-line

Diagram rangkaian pengasutan diatas, motor induksi


menarik arus yang besarnya 5 7 kali arus nominalnya,
sehingga mengakibatkan kondisi transient pada
tegangan. Namun setelah kecepatan putaran motor stabil
maka arus akan berada pada kondisi nominalnya.

2. Starting dengan metode star-delta

Metode star-delta berfungsi untuk menurunkan


tegangan yang dicatu ke motor saat stator motor
terhubungan dalam rangkaian bintang. Saat start,
stator berada pada rangkaian bintang, arus motor
hanya mengambil sepertiga dari arus motor
seandainya motor di start dengan metode DOL.

3. Starting dengan metode autotrafo

Untuk starting dengan metode autotrafo, berfungsi


mengurangi tegangan penbasutan pada motor. Metodde
pengasutan ini dilakukan dengan memasang autotrafo yang
ditempatkan pada rangkaian primer. Pada saat starting,
tegangan terminal dari motor dikurangi 60% sampai 80% dari
tegangan penuh trafo. Hal ini dimaksudkan untuk membuat
arus start kecil. Setelah kecepatan motor induksi stabil,
transformator tegangan diputuskan.

Standar Tegangan Kedip


Kedip tegangan didefinisikan sebagai fenomena
penurunan magnitude tegangan efektif terhadap
harga nominalnya selama interval waktu (t).
Biasanya disebabkan oleh sistem fault, energization
beban besar ataupun starting dari motor-motor
besar.
Rumus untuk mendapatkan kedip tegangan:

Zektot .Vth

Vs

j
(
X

X
2
M
2
M

Dalam melakukan starting dengan menggunakan


tahanan rotor, maka diperlukan respon antara torsi-slip,
arus-slip, dan pf-slip. Untuk mendapatkan respon
tersebut dibutuhkan data motor meliputi:
Resistansi dan reaktansi stator
Resistansi dan reaktansi rotor
Nilai resistansi eksternal
Kecepatan sinkron motor
Daya nominal, tegangan nominal, dan faktor daya
nominal

Terimakasih