Anda di halaman 1dari 128

BAHASA INDONESIA

2 SKS
JATI DIRI BAHASA (arti bahasa, fungsi
bahasa, ragam bahasa)
DIKSI (pilihan kata)
KALIMAT (kata, frasa, klausa, kalimat)
PARAGRAF
KARYA ILMIAH (artikel, makalah,
proposal, dan skripsi)
TEKNIS EJAAN (tanda baca dan
penulisan kata)

RUJUKAN

Arifin, Zaenal dan Amran Tasai, 2004. Cermat Berbahasa Indonesia, Jakarta: Akapres
Badudu, J.S, 2005. Kamus Kata-kata Asing dalam Bahasa Indonesia, Jakarta: Kompas
Keraf, Gorys, 2000. Diksi dan Gaya Bahasa, Ende: Nusa Indah
----------------, 2000. Argumentasi dan Narasi, Ende: Nusa Indah
----------------, 2000. Eksposisi dan Deskripsi, Ende: Nusa Indah
Pusat Bahasa Depdiknas, 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka
---------------- , 2003. Petunjuk Praktis Bahasa Indonesia, jakarta: Balai Pustaka
-----------------, 2003. Bentuk dan Pilihan Kata, Jakarta: Balai Pustaka
Ramlan, M, 1993. Paragraf, Alur Pikiran dan Kepaduannya dalam Bahasa Indonesia,
Yogyakarta: Andi Offset
Rahadi, Kunjana, 2009. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi, Jakarta: Erlangga
Rozak, Abdul, 1985. Kalimat Efektif: Struktur, Gaya, dan Variasinya, Jakarta: Gramedia
Samsuri, 2001. Analisis Bahasa. Jakarta: Erlangga
Sudjito, 2002, Kalimat Efektif, Malang: IKIP Malang

SKENARIO PERKULIAHAN
Perkuliahan sebanyak 14 kali pertemuan
Evaluasi : ujian tengah semester, ujian akhir
semester, tugas, dan kehadiran
Metode Perkuliahan: ceramah, kooperatif,
kolaboratif, kontekstual
Pendalaman, Latihan, dan Refleksi
Rencana Tindak Lanjut (RTL)

ARTI BAHASA
MERUPAKAN KEBIASAAN
BERSIFAT BERUBAH-UBAH
BERHUBUNGAN DENGAN BUDAYA
MERUPAKAN ALAT KOMUNIKASI
BERSIFAT UNIK DAN KHAS
MERUPAKAN LAMBANG ARBITRER
BERSIFAT VOKAL
MERUPAKAN SISTEM
(BROWN DALAM RAHARDI, 2009:4)

FUNGSI BAHASA
FUNGSI UTAMA : ALAT KOMUNIKASI DAN
INTERAKSI
FUNGSI UMUM: INSTRUMENTAL, REGULASI,
REPRESENTASIONAL, INTERAKSIONAL,
PERSONAL, HEURISTIK, IMAGINATIF
(Halliday dalam Rahardi, 2009:6)

FUNGSI INSTRUMENTAL
DAPAT MELAYANI LINGKUNGAN
MENYEBABKAN TERJADINYA
PERISTIWA TERTENTU
MENGHASILKAN KONDISI
KOMUNIKASI TERTENTU

FUNGSI REGULATIF
MENGAWASI DAN MENGENDALIKAN
PERISTIWA-PERISTIWA TERTENTU
MENGATUR ORANG-ORANG SEBAGAI
MASYARAKAT

FUNGSI REPRESENTASIONAL
MEMBUAT PERNYATAAN-PERNYATAAN
MENYAMPAIKAN FAKTA-FAKTA DAN
PENGETAHUAN
MENJELASKAN PERISTIWA
MELAPORKAN SESUATU

FUNGSI INTERAKSIONAL
MENJAMIN TERJADINYA HUBUNGAN
TIMBAL BALIK
MEMANTAPKAN KOMUNIKASI

FUNGSI PERSONAL
MENGEKSPRESIKAN MAKSUD-MAKSUD
PRIBADI
MENYATAKAN EMOSI
MENGUNGKAPKAN PERASAAN

FUNGSI HEURISTIK
MEMPERLAJARI PENGETAHUAN
MENCARI ILMU
MENGEMBANGKAN TEKNOLOGI
MENYAMPAIKAN RUMUSANRUMUSAN YANG BERSIFAT
PERTANYAAN

FUNGSI IMAJINATIF
PENCIPTAAN DAYA KHAYAL
MEMBUAT CERITA
MENGAKTUALKAN MIMPI

KEDUDUKAN DAN FUNGSI


BAHASA INDONESIA
KEDUDUKAN SEBAGAI BAHASA NASIONAL
(SUMPAH PEMUDA, 28 OKTOBER 1928)
BAHASA INDONESIA BERFUNGSI:
Lambang Kebanggaan Nasional
Lambang identitas nasional
Alat Pemersatu Berbagai Masyarakat yang Berlatar
belakang Sosial Budaya dan Bahasanya
Alat Perhubungan Antarbudaya dan Antardaerah

KEDUDUKAN SEBAGAI BAHASA


NEGARA (Pasal 36 UUD 1945)
Berfungsi:
Bahasa Resmi Kenegaraan
Bahasa Pengantar Resmi di Lembaga-lembaga
Pendidikan
Bahasa Resmi di dalam Perhubungan Tingkat
Nasional untuk Kepentingan Perencanaan
Pembangunan serta Pemerintahan
Bahasa Resmi dalam Pengembangan Kebudayaan
dan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

RAGAM BAHASA
PENYEBAB TERJADINYA RAGAM BAHASA
RAGAM BAHASA BERDASARKAN DAERAH
DAN PENUTURNYA
RAGAM BAHASA BERDASARKAN
WAKTUNYA
RAGAM BAHASA BERDASARKAN
MEDIANYA
RAGAM BAHASA BERDASARKAN PESAN
KOMUNIKASINYA

PENYEBAB TERJADINYA RAGAM


BAHASA
SEJARAH PERADABAN MANUSIA
(BUDAYA, SOSIAL, EKONOMI,
DEMOGRAFI, DSB)
PERKEMBANGAN MASYARAKAT

RAGAM BAHASA BERDASARKAN


DAERAH DAN PENUTURNYA
DIALEK ATAU LOGAT (CIRI BAHASA
KEDAERAHAN)
IDIOLEK (CIRI BAHASA
INDIVIDU/PENUTUR BAHASA)
PROKEM (CIRI BAHASA KELOMPOK/
KOMUNITAS)

RAGAM BAHASA BERDASARKAN


WAKTU
BAHASA RAGAM LAMA ATAU RAGAM KUNO
(penggunaan kata, istilah dari dokumendokumen kuno yang dipengaruhi bahasa Kawi,
Sansekerta, dsb)
BAHASA RAGAM BARU ATAU RAGAM
MODERN (penyempurnaan ejaan, pemakaian
kata, penggunaan kata serapan,
ketatabahasaan, dsb)
BAHASA RAGAM KONTEMPORER (pemakaian
bahasa yang cenderung tidak peduli dengan
kedudukan bahasa)

RAGAM TULIS
(lanjutan)
Ketentuan yang lazim ditemukan dalam ragam
bahasa baku, terlebih ragam tulis baku, (1) memakai
ucapan baku, (2) memakai ejaan resmi, (3)
menghindari unsur kedaerahan, (4) memakai unsur
gramatikal secara eksplisit, (5) pemakaian kata
depan secara tepat, (6) menghindari unsur leksikal
yang terpengaruh bahasa daerah.
Ciri-ciri ragam tulis baku dalam karya ilmiah
akademis, (1) jelas struktur bahasa, susunan kalimat,
jelas dan runtut, (2) mengemban konsep makna yang
jelas, (3) cermat diksi dan tata bahasa, (4) bersifat
objektif, (5) memiliki daya nalar, dan (6) rasional dan
sistematis.

RAGAM BAHASA BERDASARKAN MEDIA


BAHASA RAGAM LISAN ATAU TUTURAN
Ragam lisan baku, misalnya dalam berpidato,
berceramah, berdiskusi, berseminar, berwawancara, dan
aktivitas berbahasa lisan lainnya dalam situasi dan kondisi
formal
Ragam lisan tidak baku, misalnya mengobrol santai di
warung, di tepi jalan, di tempat kamling, dan di tempat
yang tidak formal.
BAHASA RAGAM TULIS
Syarat: harus sangat cermat dalam pemakaian tanda baca,
pemakaian ejaan, kata, frasa, klausa, kalimat, paragraf,
dan wacana.

RAGAM BAHASA BERDASARKAN


PESAN KOMUNIKASI
BAHASA RAGAM ILMIAH (ragam ilmiah
akademis dan ragam ilmiah populer)
BAHASA RAGAM SASTRA ( diksi, gaya
bahasa, dan imajinasi)
BAHASA RAGAM PIDATO (tujuan, topik,
dan audien)
BAHASA RAGAM BERITA (mengikuti
ketentuan bahasa baku dan mengikuti
perkembangan)

DIKSI (PILIHAN KATA)


KATA MERUPAKAN UNSUR PEMBENTUK KALIMAT
KATA ADALAH UNSUR BEBAS TERKECIL DAN
BERMAKNA
SEBAGAI UNSUR BEBAS TERKECIL KARENA KATA
DAPAT BERDIRI SENDIRI, YAKNI DIUCAPKAN ATAU
DITULISKAN TERPISAH DARI KATA-KATA YANG LAIN
SEBAGAI UNSUR KALIMAT YANG BERMAKNA, KATA
DIGUNAKAN UNTUK MEWADAHI DAN MEYAMPAIKAN
PESAN
KATA MENJADI SALAH SATU UNSUR PEMBENTUK
KALIMAT YANG SANGAT MENENTUKAN TINGKAT
KEEFEKTIFAN KALIMAT

1. Kalau ada yang ditanyakan, silakan!


2. Kalau ada yang bertanya, silakan!
Kalimat (1) adalah kalimat yang tidak efektif.
Berdasarkan logika, dalam kalimat itu
terkandung pengertian bahwa yang disilakan
adalah yang ditanyakan.
Kalimat (2) adalah kalimat efektif. Dalam
kalimat itu terkandung pengertian bahwa
yang disilakan adalah yang bertanya.

PEMBIASAAN YANG PERLU


DILATIHKAN DALAM MEMILIH
KATA

MENCERMATI DAN MELATIH


MENGGUNAKAN KATA-KATA YANG
BERSINONIM
MEMBIASAKAN DIRI MENGGUNAKAN
KATA-KATA SECARA HEMAT
MEMBIASAKAN DIRI MENGGUNAKAN
KATA-KATA SECARA KONSISTEN

PENGGUNAAN KATA-KATA YANG


BERSINONIM
BERMAKNA UMUM
Buku
Pemberian
Besenang-senang
Bersekolah
Ujian
Guru
Pelajar/siswa

BERMAKNA KHUSUS
Kitab
Sedekah
Berpesta
Berkuliah
Tentamen
Dosen
mahasiswa

LANJUTAN SINONIM
LEBIH INTENSIF
Meneliti

Memeriksa
Melihat
Menjenguk
Mengganggu

KURANG INTENSIF
Memeriksa,
mempelajari
Melihat
Melirik
Menengok
mengacau

LANJUTAN SINONIM
LEBIH EMOTIF
Bengis
Nyaman
Duka
ikhlas

KURANG EMOTIF
Kejam
Enak
sedih, susah
lega

LANJUTAN SINONIM
UMUM
Dubur
Urine
Nomina
Verba
Mutasi
Renovasi

TEKNIS
Anus
Air kencing
Kata benda
Kata kerja
Perpindahan
perbaikan

LANJUTAN SINONIM
LEKSIKON BAKU
Berkata
Membuat
Hanya
Tetapi
Karena
Beri
Sudah
Tidak
Lepas

LEKSIKON TIDAK BAKU


Bilang
Membikin
Cumak, cuman
Tapi
Lantaran
Kasi, kasih
Udah
Nggak, ndak
Copot

LANJUTAN SINONIM
BENTUKAN BAKU
Bercerita
Berdagang
Bernyanyi
Berpindah
Membantah
Mendapatkan
Mengapa
Mengelola
Tertabrak

BENTUKAN TIDAK BAKU


Cerita
Dagang
Nyanyi
Pindah
Mbantah
Dapat
Ngapain
Ngelola
ketabrak

PENGGUNAAN KATA SECARA


HEMAT
Sepanjang pengetahuan saya masalah ini
pernah dikaji dalam seminar minggu lalu.
(tidak hemat)
Setahu saya masalah ini pernah dikaji dalam
seminar minggu lalu. (hemat)
Nilai etis tersebut di atas menjadi pedoman dan
dasar pegangan hidup bagi setiap warga
negara Indonesia. (tidak hemat)
Nilai etis tersebut menjadi pedoman hidup bagi
setiap warga negara Indonesia. ( hemat)

PENGGUNAAN KATA SECARA


KONSISTEN

Perluncuran senjata di wilayah Bosnia itu tidak terpenting bagi


muslim Bosnia. Bagi mereka, yang terpenting adalah pencabutan
embargo persenjataan.

Perluncuran senjata di wilayah Bosnia itu tidak penting bagi


muslim Bosnia. Untuk mereka, yang terpenting adalah
pencabutan embargo persenjataan

Pemerintah setempat sudah memukimkan para pengungsi akibat


bencana alam di kawasan yang aman. Di tempat pemukiman itu
mereka disambut baik oleh masyarakat sekitar.

Para pengungsi akibat bencana alam merasa senang bermukim di


kawasan yang aman yang disediakan oleh pemerintah. Di tempat
permukiman itu mereka disambut baik oleh masyarakat sekitar.

LANJUTAN KATA KONSISTEN


Pemerintah setempat sudah memukimkan para
pengungsi akibat bencana alam di kawasan yang
aman. Di tempat permukiman itu mereka
disambut baik oleh masyarakat sekitar. (tidak
konsisten)
Para pengungsi akibat bencana alam merasa
senang bermukim di kawasan yang aman yang
disediakan oleh pemerintah. Di tempat
pemukiman itu mereka disambut baik oleh
masyarakat sekitar. (tidak konsisten)

KALIMAT EFEKTIF
KONSEP DASAR KALIMAT EFEKTIF
Kalimat yang harus memenuhi 2 persyaratan,
yakni persyaratan kebenaran dan persyaratan
kecocokan
FUNGSI KALIMAT EFEKTIF
Sebagai pengungkap dan penangkap pesan
agar komunikasi terjadi secara efektif

PERSYARATAN KALIMAT EFEKTIF


PERSYARATAN KEBENARAN STRUKTUR
Kalimat yang berstruktur benar adalah kalimat yang
unsur-unsurnya memiliki hubungan yang jelas

Contoh:
Saya sudah sarankan agar rapat ditunda pelaksanaannya
agar anggota semuanya dapat hadir. (mengandung
kesalahan struktur)
Sudah saya sarankan agar pelaksanaan rapat ditunda agar
semua anggota dapat hadir. (mengandung kebenaran
struktur)

LANJUTAN
Dengan memperingati Sumpah Pemuda, menggalang rasa
persatuan dan nasionalisme 45. (kesalahan struktur)
Dengan memperingati Sumpah Pemuda, kita galang rasa
persatuan dan nasionalisme 45. (kebenaran struktur)
Peringatan Sumpah Pemuda dapat kita gunakan untuk
menggalang rasa persatuan dan nasionalisme 45.
(kebenaran struktur)
Barang siapa yang kehilangan kunci sepeda motor, dapat
diambil di kantor Satpam. (kesalahan struktur)
Barang siapa yang kehilangan kunci sepeda motor, dapat
mengambilnya di kantor Satpam. (kebenaran struktur)

PERSYARATAN KECOCOKAN
Konsep Dasar
Persyaratan kecocokan adalah persyaratan yang mengatur
ketepatan kalimat dalam konteks.

Contoh
Belum ada hujan di daerah yang mengalami kekurangan air
itu. Gerimis pun tak pernah ada. (mengandung kecocokan)
Sudah lama tidak hujan. Gerimis pun tak pernah ada.
(mengandung kecocokan)
Pada musim kemarau hanya satu atau dua kali hujan.
Gerimis pun tak pernah ada. (tidak mengandung kecocokan)

KIAT MENYUSUN KALIMAT EFEKTIF


PENGULANGAN
PENGEDAPANAN
PENYEJAJARAN

PENGULANGAN
Untuk menguasai kemahiran menulis diperlukan latihan,
latihan dan sekali lagi latihan.
John Davy menuntut maskapai Malaysian Airlines System
(MAS) agar membayar ongkos tes darahnya. Selasa pekan
lalu. Tentara Australia ini takut ketularan penyakit menular.
Pasalnya, dalam penerbangan menuju Sydney, Australia,
awal September, tiba-tiba seorang penumpang bernama
Louis Helen Wardan jatuh pingsan. Davy yang cekatan,
langsung menolong wanita berusia 29 tahun itu. Ia
melakukan pernafasanbuatan dengan menyedotdan
menghembuskan lewat mulut si korban.

PENGEDEPANAN
Konidin melenyapkan batuk dengan
melegakan tenggorokan Anda. Konidin,
tablet batuk dengan formula khusus dari
Konimex untuk meredakan batuk dengan
cepat. Konidin telah terbukti
kemanjurannya.

PENYEJAJARAN
Yang dilakukannya selama ini di kampung
adalah mengurus harta pusaka, memelihara
sawah, menengok sanak famili, dan
membersihkan kuburan nenek.
Penelitian dilakukan dengan tiga tahap, yakni
penyusunan proposal, pelaksanaan
penelitian, dan pembuatan pelaporan.

PELATIHAN
Mengapa kalimat-kalimat berikut tidak efektif
dan bagaimana pengefektifannya?
Setelah diberikan penjelasan secara mendalam, mereka tidak
melakukan pengrusakan terhadap toko-toko itu.
Untuk memungkinkan kami memberikan penilaian secara
tepat, kami sangat memerlukan data dari saudara.
Siapa yang menemukan dompet berisi surat-surat penting
yang hilang di jalan Brawijaya diharap segera diserahkan
kepada polisi setempat.

ALTERNATIF JAWABAN PELATIHAN


Setelah dijelaskan secara mendalam, mereka
tidak merusak toko-toko itu.
Agar kami dapat menilai secara tepat, kami
sangat memerlukan data dari saudara.
Yang menemukan dompet berisi surat-surat
penting yang hilang di jalan Brawijaya diharap
menyerahkannya kepada polisi setempat.

PARAGRAF
PENGERTIAN PARAGRAF

Untaian kalimat yang berisi sebuah gagasan


dalam karangan.
PERSYARATAN PARAGRAF

Kesatuan
Pengembangan
Kepaduan atau koherensi
Kekompakan atau kohesi

PERSYARATAN KESATUAN
Pada hakikatnya, paragraf adalah satu kesatuan atau
keutuhan pikiran yang lebih luas daripada kalimat
CONTOH
Indonesia masih dapat disebut sebagai negara agraris. Lebih
dari 80% penduduk Indonesia sebagai petani di pedesaan.
Sebagian besar di antara petani itu adalah petani tradisional.
Sebagian kecil telah menjadi petani modern yang ditandai
dengan rekayasa teknologi pertanian. Kelompok yang terakhir
itu telah mendapatkan dan memanfaatkan pengembangan
teknologi pertanian.

PERSYARATAN PENGEMBANGAN
Paragraf yang baik adalah paragraf yang terdiri atas satu
gagasan yang dikembangkan ke dalam beberapa kalimat
pengembang.
CONTOH
Dengan penuh kepuasan Pak Marto mendatangi hamparan
padi yang tumbuh dengan subur. Jerih payahnya tidak sia-sia.
Bebrapa bulan lagi ia akan memetik hasilnya. Sudah
terbayang di matanya, orang sibuk memotong, memanggul
padi berkarung-karung, dan menimbunnya di halaman rumah.
Tentu anaknya Sumi dan calon menantunya Acep akan ikut
bergembira. Hasil panen yang berlimpah ini tentu dapat
mengantarkan mereka ke mahligai perkawinan.

PERSYARATAN KEPADUAN ATAU KOHERENSI


Keserasian hubungan antargagasan dalam paragraf yang
berarti juga keserasian hubungan antarkalimat dalam
paragraf.
CONTOH
Pada waktu itu tenaga manusia merupakan sumbangan
utama yang sangat dibutuhkan dalam program pembangunan
Kerajaan Romawi. Tenaga manusia yang puluhan ribu
jumlahnya diorganisasi secara rapi untuk membuat jalan,
saluran irigasi, ataupun gedung-gedung yang penting. Dengan
tenaga manusia, dijalankanlah mesin-mesin pengangkut
barang dan benda-benda berat, pemompaan air, penggerak
perahu, dan sebagainya. Pendek kata, tenaga manusia
menjadi sumber energi utama

PERSYARATAN KEKOMPAKAN ATAU KOHESI


Persyaratan kepaduan dinyatakan oleh adanya hubungan
antargagasan yang serasi.
CONTOH
Perkuliahan bahasa Indonesia sering kali sangat membosankan,
sehingga tidak mendapat perhatian sama sekali dari mahasiswa.
Hal ini disebabkan oleh bahan kuliah yang disajikan dosen
sebenarnya merupakan masalah yang sudah diketahui oleh
mahasiswa, atau merupakan masalah yang tidak diperlukan
mahasiswa. Di samping itu, mahasiswa yang sudah mempelajari
bahasa Indonesia sejak mereka duduk di bangku Sekolah Dasar atau
sekurang-kurangnya sudah mampu menggunakan bahasa
Indonesia. Akibatnya, memilih atau menentukan bahan kuliah yang
akan diberikan kepada mahasiswa, merupakan kesulitan tersendiri
bagi para dosen bahasa Indonesia

JENIS-JENIS PARAGRAF
PARAGRAF DEDUKTIF
Paragraf yang memiliki kalimat topIk pada bagian awal
paragraf.
CONTOH
Semangat serta kesungguhan hati guru dalam mengajar
dirasakan makin pudar karena kesejahteraan terabaikan.
Imbalan yang mereka terima rendah. Gaji mereka sering
terlambat dan banyak potongan untuk keperluan yang
kadang-kadang tidak jelas. Mereka juga tidak memiliki status
sosial-ekonomi yang bergengsi.

PARAGRAF INDUKTIF
Paragraf yang memiliki kalimat topik pada bagian akhir kalimat.
CONTOH
Pada waktu anak didik memasuki dunia pendidikan, pembelajaran bahasa
Indonesia secara metodologis dan sistematis bukanlah merupakan
halangan baginya untuk memperluas dan memantapkan bahasa
daerahnya. Setelah anak didik meninggalkan kelas, ia kembali
mempergunakan bahasa daerah, baik dalam pergaulan dengan temantemannya atau dengan orang tuanya. Ia merasa lebih intim dengan bahasa
daerah. Jam sekolah berlangsung hanya beberapa jam. Baik pada waktu
istirahat ataupun di antara jam-jam pelajaran, unsur-unsur daerah
tetaplah menerobos. Ditambah lagi jika sekolah itu bersifat homogen dan
gurunya pun penutur asli bahasa daerah itu. Faktor-faktor inilah yang
menyebabkan pengetahuan si anak terhadap bahasa daerahnya akan
melaju terus dengan cepat.

PARAGRAF CAMPURAN
Paragraf yang memiliki dua kalimat topik yang ditempatkan pada
bagian awal bagian akhir.
CONTOH
Peningkatan taraf pendidikan para petani, dirasakan sama
pentingnya dengan usaha peningkatan taraf hidup mereka.
Petani yang berpendidikan cukup, dapat mengubah sistem
pertanian tradisional misalnya bercocok tanam hanya memenuhi
kebutuhan pangan, menjadi petani modern yang produktif. Petani
yang berpendidikan cukup, mampu menunjang pembangunan
secara posistif. Mereka dapat memberikan umpan palik yang
setimpal terhadap gagasan-gagasan yang dilontarkan perencana
pembangunan, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah.
Itulah sebabnya, peningkatan traf pendidikan para petani
dirasakan sangat mendesak.

PELATIHAN
Susunlah masing-masing sebuah paragraf
deduktif, induktif, dan campuran!

PENULISAN KARYA ILMIAH


PENDAHULUAN
ISI SKRIPSI, TESIS, DAN DISERTASI
ARTIKEL, MAKALAH, TUGAS AKHIR, DAN
LAPORAN PENELITIAN
TEKNIK PENULISAN

PENDAHULUAN
RUANG LINGKUP PEDOMAN PENULISAN KARYA
ILMIAH
Konsep Dasar Karya Ilmiah
Skripsi, Tesis, dan Disertasi
Perbedaan Skripsi, Tesis, dan Disertasi
Artikel, Makalah, Tugas Akhir, dan Laporan
penelitian
KODE ETIK PENULISAN KARYA ILMIAH

KONSEP DASAR KARYA ILMIAH


Salah satu ciri pokok kegiatan perguruan
tinggi.
Karya ilmiah adalah karya tulis atau bentuk
lainnya yang telah diakui dalam bidang ilmu
pengetahuan, teknologi, atau seni yang
ditulis atau dikerjakan sesuai dengan tata
cara ilmiah, dan mengikuti pedoman atau
konvensi ilmiah yang telah disepakati atau
ditetapkan.

SKRIPSI, TESIS, DAN DISERTASI


Skripsi, Tesis, dan Disertasi merupakan karya
ilmiah dalam suatu bidang studi yang ditulis
oleh mahasiswa Sarjana (S1), program Magister
(S2), dan program Doktor (S3) pada akhir
studinya.
Karya tulis ini merupakan salah satu persyaratan
untuk menyelesaikan program studi mereka,
yang dapat ditulis berdasarkan penelitian
lapangan, hasil kajian pustaka, atau hasil
penelitian dan pengembangan (proyek)

Lanjutan
Yang dimaksud dengan skripsi, tesis, dan disertasi hasil
penelitian lapangan adalah jenis penelitian yang berorientasi
kepada pengumpulan data empiris di lapangan.
Yang dimaksud dengan kajian pustaka adalah telaah yang
dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada
dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam
terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan.
Yang dimaksud dengan penelitian dan pengembangan adalah
kegiatan penelitian yang menghasilkan rancangan atau produk
yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah
aktual.

PERBEDAAN SKRIPSI, TESIS, DAN DISERTASI


ASPEK PERMASALAHAN

Penulis disertasi dituntut mengarahkan


permasalahan yang dibahas dalam disertasi
agar temuan dapat memberikan sumbangan
asli bagi ilmu pengetahuan, sedangkan
penulis tesis diharapkan dapat menghasilkan
sesuatu yang memberikan sumbangan bagi
ilmu pengetahuan. Sumbangan yang demikian
tidak dituntut dari penulis skripsi.

ASPEK KAJIAN PUSTAKA


Pustaka yang dijadikan sumber acuan dalam
kajian pustaka pada skripsi seyogyanya
merupakan sumber primer dan dapat juga
merupakan sumber sekunder, namun pustaka
yang menjadi bahan acuan dalam tesis
diharapkan berasal dari sumber-sumber primer
(hasil-hasil penelitian dalam laporan penelitian,
seminar hasil penelitian, dan jurnal-jurnal
penelitian). Dalam disertasi, penggunaan
sumber primer merupakan keharusan

ASPEK METODOLOGI PENELITIAN


Penulis skripsi dituntut untuk menyebutkan
apakah sudah ada upaya untuk memperoleh
data penelitian secara akurat dengan
menggunakan instrumen yang valid. Bagi
penulis tesis, penyebutan adanya upaya saja
tidak cukup, harus menyertakan bukti-bukti
yang dapat dijadikan pegangan untuk
menyatakan bahwa instrumen pengumpulan
data yang digunakan cukup valid. Bagi penulis
disertasi, bukti-bukti validitas instrumen
pengumpul data harus dapat diterima sebagai
bukti-bukti yang tepat

ASPEK HASIL PENELITIAN


Hasil penelitian yang dipaparkan dalam
kesimpulan skripsi harus didukung oleh data
yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan.
Dalam tesis dan disertasi, hasil penelitian yang
dikemukakan, selain didukung oleh data yang
diperoleh dari penelitian yang dilakukan , juga
harus dibandingkan dengan hasil penelitian
lain yang sejenis.

ASPEK KEMANDIRIAN
Secara umum dapat dinyatakan bahwa
proses penelitian dan penulisan disertasi
lebih mandiri daripada tesis, dan proses
penelitian dan penulisan tesis lebih mandiri
daripada skripsi.

ARTIKEL, MAKALAH, TUGAS AKHIR, DAN


LAPORAN PENELITIAN
Artikel ilmiah adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat
dalam jurnal atau buku kumpulan artikel yang ditulis dengan tata
cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang
telah disepakati atau ditetapkan.
Makalah adalah karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu
masalah atau topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan
runtut dengan disertai analisis yang logis dan objektif.
Tugas akhir adalah bentuk karya tulis ilmiah akhir mahasiswa
dalam menyelesaikan program studi yang ditempuh pada program
diploma III (D III).
Laporan penelitian adalah karya tulis yang berisi paparan tentang
proses dan hasil-hasil yang diperoleh dari suatu kegiatan
penelitian

KODE ETIK PENULISAN KARYA ILMIAH


Kode etik adalah seperangkat norma yang perlu
diperhatikan dalam penulisan karya ilmiah.
Norma ini berkaitan dengan pengutipan dan perujukan,
perijinan terhadap bahan yang digunakan, dan
menyebutkan sumber data atau informan
Penulis karya ilmiah harus menghindarkan diri dari
tindak kecurangan yang lazim disebut plagiasi
Peraturan Mendiknas Nomor 17 Tahun 2010 mengenai
Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan
Tinggi dan cara menghindari tindak penjiplakan.

ISI DAN FORMAT ARTIKEL


Isi dan sistematika : penulisan artikel menggunakan
sistematika tanpa angka ataupun abjad.
Judul artikel: hendaknya informatif, lengkap, tidak I terlalu
panjang atau terlalu pendek, yaitu antara 5 14 kata.
Judul artikel memuat variabel-variabel yang diteliti atau
kata kunci yang menggambarkan masalah.
Nama Penulis: ditulis tanpa disertai gelar akademis atau
gelar lain apapun. Menyertai nama penulis adalah alamat
korespodensi penulis, nama lembaga tempat kerja
penulis, dan alamat lembaga
Sponsor: nama sponsor penelitian ditulis sebagai catatan
kaki pada halaman pertama atau sebagai catatan akhir di
bagian akhir artikel

ABSTRAK DAN KATA KUNCI


ABSTRAK
Berisi pernyataan ringkas dan padat tentang ide-ide yang
paling penting.
Memuat masalah dan tujuan penelitian, prosedur penelitian,
dan ringkasan hasil penelitian
Panjang abstrak 50 -75 kata dan ditulis dalam satu paragraf
Diketik dalam spasi tunggal dengan menggunakan format
yang lebih sempit dari teks utama (margin kanan dan kiri
menjorok masuk 1,2 cm)

KATA KUNCI
Kata pokok yang menggambarkan istilah-istilah yang
merupakan dasar pemikiran gagasan dalam karangan asli,
berupa kata tunggal atau gabungan kata
Terdiri sekitar 3 5 kata

CONTOH
Membina Bahasa Indonesia dengan Paradigma Kebudayaan
Anang Santoso
FPBS UM

Abstrak: Pembinaan dan pengembangan bahasa telah menjadi topik yang selalu
hangat dibicarakan dalam forum seminar, perdebatan, dan jurnal-jurnal. Namun
tampaknya, pertumbuhan dan pengembangan bahasa Indonesia dalam
pemakaian belum menunkukkan ke arah yang positif, yaitu suatu keadaan di mana
bahasa Indonesia menjadi unsur kebanggaan bagi pemakainya. Keadaan yang
demikian tentu sangat dicita-citakan bagi para pembina bahasa Indonesia. Adanya
unsur keterkaitan yang erat antara bahasa dan kebudayaan, mendorong penulis
artikel ini mengungkapkan idenya untuk membina bahasa Indonesia melalui
paradigma kebudayaan. Ada tiga level yang perlu digarap secara serius untuk
membina pertumbuhan dan perkembangan bahasa Indonesia.
Kata Kunci: bahasa Indonesia, pembinaan, pertumbuhan dan perkembangan,
kebudayaan, paradigma

PENDAHULUAN
Pendahuluan tidak diberi judul, ditulis
langsung setelah abstrak.
Menyajikan kajian pustaka yang berisi latar
belakang atau rasional penelitian, masalah
dan wawasan rencana pemecahan masalah,
rumusan tujuan penelitian
Disertai rujukan yang dapat dijamin otoritas
penulis

METODE
Bagian ini menyajikan bagaimana penelitian
itu dilakukan
Uraian disajikan dalam beberapa paragraf
tanpa subbagian, atau dipilah-pilah menjadi
beberapa subbagian
Hanya hal-hal pokok saja yang disajikan.

HASIL
Bagian hasil adalah bagian utama artikel
ilmiah, dan oleh karena itu biasanya
merupakan bagian terpanjang.
Menyajikan hasil-hasil analisis data, yang
dilaporkan adalah hasil bersih
Proses analisis data tidak perlu disajikan
Proses pengujian hipotesis pun tidak perlu
disajikan

PEMBAHASAN
Bagian terpenting dari keseluruhan isi artikel
Tujuan pembahasan adalah (a) menjawab
masalah penelitian, (b) menafsirkan temuantemuan, (c) mengintegrasikan temuan
penelitian, dan (d) menyusun teori baru atau
memodifikasi teori yang ada.

KESIMPULAN DAN SARAN


KESIMPULAN
Menyajikan ringkasan dari uraian yang disajikan pada
bagian hasil dan pembahasan
SARAN
Disusun berdasarkan kesimpulan yang telah ditarik
Saran-saran bisa mengacu kepada tindakan praktis,
atau pengembangan teoritis, dan penelitian lanjutan
Bagian kesimpulan dan saran dapat pula disebut
bagian penutup

DAFTAR RUJUKAN
Daftar rujukan harus lengkap dan sesuai
dengan rujukan yang disajikan dalam batang
tubuh artikel
Bahan pustaka yang dimasukkan dalam
daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam
batang tubuh artikel
Semua rujukan yang disebutkan dalam
batang tubuh harus disajikan dalam daftar
rujukan.

ISI DAN FORMAT MAKALAH


CIRI POKOK
ISI DAN SISTEMATIKA

CIRI POKOK
Ciri makalah terletak pada sifat keilmiahannya
(objektif, tidak memihak, berdasarkan fakta,
sistematis dan logis)
Baik tidaknya makalah dapat diamati dari (1)
signifikansi masalah atau topik yang dibahas, (2)
kejelasan tujuan pembahasan, (3) kelogisan
pembahasan, dan (4) kejelasan pengorganisasian
pembahasannya
Berdasarkan sifat dan jenis penalaran : makalah
deduktif, makalah induktif, dan makalah
campuran

ISI DAN SISTEMATIKA


Bagian Awal
Halaman sampul
Daftar isi
Daftar tabel dan gambar (bila ada)
Bagian Inti
Pendahuluan
Latar belakang penulisan makalah
Masalah atau topik bahasan
Tujuan penulisan makalah
Teks utama

Penutup
Bagian akhir
Daftar rujukan
Lampiran (bila ada)

HALAMAN SAMPUL
PERISTIWA JEBOLNYA TANGGUL SITU GINTUNG
MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Pendidikan Bahasa Indonesia
Yang dibina oleh Bapak Drs. DWI RAJAB JANUHADI, M.Pd
Oleh
Happi Amalis Sutanti
209311420831

UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN MATEMATIKA
2011

DAFTAR ISI
Panduan dan gambaran tentang garis
besar isi makalah
Pembaca akan lebih mudah menemukan
bagian-bagian yang membangun makalah
Akan dapat diketahui sistematika
penulisan makalah
Dipandang perlu jika panjang makalah
lebih dari 15 halaman

Contoh Daftar isi


Alternatif 1
ABSTRAK
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Hipotesisi Penelitian
Kegunaan Penelitian
Asumsi dan Keterbatasan Penelitian
Ruang Lingkup Penelitian
Definisi Istilah
BAB II KAJIAN PUSTAKA

Alternatif 2
ABSTRAK
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Hipotesisi Penelitian
E. Kegunaan Penelitian
F. Asumsi dan Keterbatasan Penelitian
G. Ruang Lingkup Penelitian
H. Definisi Istilah
BAB II KAJIAN PUSTAKA

Alternatif 3
ABSTRAK
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Hipotesisi Penelitian
1.5 Kegunaan Penelitian
1.6 Asumsi dan Keterbatasan Penelitian
1.7 Ruang Lingkup Penelitian
1.8 Definisi Istilah
BAB II KAJIAN PUSTAKA

DAFTAR TABEL DAN GAMBAR (BILA ADA)

Memudahkan pembaca menemukan


tabel atau gambar
Jika jumlah dan gambar lebih dari satu,
sebaiknya penulisannya secara
terpisah
Jika hanya satu tabel atau gambar,
penulisannya disatukan dengan daftar
isi

ISI BAGIAN INTI


PENDAHULUAN
Latar belakang penulisan makalah
Masalah atau topik bahasan
beserta batasannya
Tujuan penulisan makalah

LATAR BELAKANG
Hal-hal yang melandasi perlunya ditulis
makalah
Penulisan bagian latar belakang dapat
dilakukan dengan berbagai cara (1) dimulai
dengan sesuatu yang diketahui bersama
(pengetahuan umum), (2) dimulai dengan
suatu pertanyaan retoris, dan (3) dimulai
dengan suatu kutipan dari ungkapan orang
terkenal atau pakar, slogan.

MASALAH ATAU TOPIK PEMBAHASAN

Masalah atau topik bahasan merupakan hal


yang harus pertama kali ditetapkan dalam
penulisan makalah
Topik yang dipilih harus bermanfaat
Topik yang dipilih hendaknya yang menarik
dan sesuai dengan minat penulis
Topik yang dipilih haruslah dikuasai
Bahan yang diperlukan sehubungan dengan
topik tersebut memungkinkan untuk diperoleh

MEMBUAT JUDUL MAKALAH


Harus mencerminkan isi makalah atau topik
yang diangkat
Sebaiknya dinyatakan dalam bentuk frasa
atau kalusa, bukan dalam bentuk kalimat
Hendaknya singkat dan jelas, sekitar 5 15
kata
Menarik perhatian pembaca

TUJUAN PENULISAN MAKALAH


Memberikan gambaran tentang cara
menguraikan atau membahas topik
Sebagai pembatasan ruang lingkup makalah
Rumusan tujuan dapat berupa kalimat kompleks
atau dijabarkan dalam bentuk rinci
Contoh:
Makalah ini dimaksudkan untuk membahas
sejumlah kekeliruan yang seringkali dibuat oleh
mahasiswa dalam melakukan observasi pada
kegiatan PPL

TEKS UTAMA
Berisi pembahasan topik-topik makalah
Sebagai inti kegiatan penulisan makalah
Dilakukan setelah bahan makalah berhasil
dikumpulkan

ISI BAGIAN AKHIR


Daftar rujukan
Lampiran (bila ada)

ISI DAN FORMAT LAPORAN


PENELITIAN
Format laporan: sebagai bentuk susunan atau
organisasi suatu laporan, yaitu bagian-bagian
laporan itu diurutkan dan disusun
Biasanya format laporan penelitian ditentukan
oleh lembaga penentu dana.
Laporan penelitian dapat disajikan dengan
format bebas dan format tetap.
Format bebas tidak dibatasi jumlah babnya serta
isi masing-masing babnya, sedangkan format
tetap harus mengikuti aturan tertentu mengenai
jumlah bab dan isi tiap-tiap bab

SISTEMATIKA LAPORAN
PENELITIAN KUANTITATIF
BAGIAN AWAL
Halaman Sampul
Halaman Judul
Abstrak
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar
Daftar Lampiran

BAGIAN INTI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah (hasil kajian pustaka dipadukan
dalam bagian ini, tidak dituliskan secara terpisah dalam
bab tersendiri)
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Hipotesis Penelitian (jika ada)
E. Kegunaan Penelitian
F. Asumsi
G. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian
H. Definisi Istilah atau Definisi Operasional

Lanjutan
BAB II

METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
B. Populasi dan Sampel
C. Instrumen Penelitian
D. Pengumpulan Data
E. Analisis Data

BAB III HASIL PENELITIAN


A.
B.
C.
BAB IV PEMBAHASAN (hasil kajian pustaka, berupa temuan-temuan
penelitian sebelumnya yang dibandingkan dengan temua peneliti,
dipadukan dalam bagian ini, tidak dicantumkan secara terpisah
dalam bab tersendiri)
A. .
B. .
C. .

Lanjutan
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
BAGIAN AKHIR
Daftar Rujukan
Lampiran-lampiran

SISTEMATIKA LAPORAN PENELITIAN


KUALITATIF
BAB I PENDAHULUAN
A. Konteks Penelitian atau Latar Belakang
B. Fokus Penelitian atau Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Landasan Teori
E. Kegunaan Penelitian
BAB II METODE PENELITIAN
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
B. Kehadiran Peneliti
C. Lokasi Penelitian
D. Sumber Data
E. Prosedur Pengumpulan Data
F. Analisis Data
G. Pengecekan Keabsahan Data
H. Tahap-tahap Penelitian

Lanjutan
BAB III PAPARAN DATA DAN TEMUAN
PENELITIAN
BAB IV PEMBAHASAN
BAB V PENUTUP

SISTEMATIKA SKRIPSI

Skripsi Hasil Penelitian Kuantitatif


Skripsi Hasil Penelitian Kualitatif
Skripsi Hasil Kajian Pustaka
Skripsi Hasil Kerja Pengembangan
Skripsi Hasil Penelitian Tindakan

Sistematika
SKRIPSI HASIL PENELITIAN KUANTITATIF
BAGIAN AWAL
Halaman sampul
Lembar logo
Halaman judul
Lembar persetujuan (pembimbing dan lembar persetujuan dan
pengesahan)
Pernyataan keaslian tulisan
Abstrak
Kata pengantar
Daftar isi
Daftar tabel
Daftar gambar
Daftar lampiran
Daftar lainnya

Lanjutan
ALTERNATIF I

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah atau Tujuan
Penelitian (pilih salah satu saja)
C. Hipotesis Penelitian (bila ada)
D. Kegunaan Penelitian
E. Asumsi Penelitian (jika diperlukan)
F. Definisi Istilah atau Definisi
Operasional

Lanjutan
BAB II METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
B. Populasi dan Sampel
C. Instrumen Penelitian
D. Pengumpulan Data
E. Analisis Data
BAB III HASIL ANALISIS
A.
B.
C.
BAB IV PEMBAHASAN
A.
B.
C.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran

BAGIAN AKHIR
Daftar Rujukan
Lampiran-lampiran
Riwayat Hidup
Catatan:
alternatif II sistematika skripsi kuantitatif
pada Bab II berisi Kajian Pustaka

Sistematika
SKRIPSI HASIL PENELITIAN KUALITATIF
BAGIAN AWAL SAMA DENGAN
SISTEMETIKA PENELITIAN KUANTITATIF
BAB I PENDAHULUAN
A.Konteks Penelitian atau Latar
Belakang (pilih salah satu)
B.Fokus Penelitian atau Rumusan
Maslah (pilih salah satu)
C.Landasan Teori
D.Kegunaan Penelitian

Lanjutan
BAB II METODE PENELITIAN
A.Pendekatan dan Jenis Penelitian
B.Kehadiran Peneliti
C.Lokasi Peneliti
D.Sumber Data
E.Prosedur Pengumpulan Data
F.Analisis Data
G.Pengecekan Keabsahan Temuan
H.Tahap-tahap Penelitian

Lanjutan
BAB III PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
BAB IV PEMBAHASAN
BAB V PENUTUP
Catatan: Alternatif II
BAB II (Bab ini dan seterusnya memuat hasil-hasil
penelitian yang diperoleh. Judul dan isi
masing-masing bab disesuaikan dengan topik
dan hasil penelitian, termasuk
pembahasannya)

BAGIAN AKHIR
DAFTAR RUJUKAN
LAMPIRAN-LAMPIRAN
RIWAYAT HIDUP

Sistematika
SKRIPSI HASIL KAJIAN PUSTAKA
BAGIAN AWAL
Halaman Sampul
Lembar Logo
Halaman Judul
Lembar Persetujuan: (a) Lembar persetujuan pembimbing, (b)
lembar persetujuan dan pengesahan)
Pernyataan Keaslian Tulisan
Abstrak
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar
Daftar Lampiran
Daftar lainnya

Lanjutan
BAGIAN INTI
BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
B.Rumusan Masalah
C.Tujuan Kajian
D.Kegunaan Kajian
E.Metode Kajian
F.Definisi Istilah

Lanjutan
BAB II dan Bab-bab selanjutnya masing-masing berisi
gagasan pokok diteruskan dengan kajian mendalam
dan diakhiri dengan rangkuman pembahasan dan
implikasi. Judul bab disesuaikan dengan materi yang
dibahas. Bab inti dari skripsi, tesis, dan disertasi
diakhiri dengan Bab Penutup yang berisi kesimpulan
dan saran.
BAGIAN AKHIR
Daftar Rujukan
Lampiran-lampiran
Riwayat Hidup

Sistematika
SKRIPSI HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
BAGIAN AWAL
Halaman Sampul
Lembar Logo
Halaman Judul
Lembar Persetujuan: (a) lembar persetujuan pembimbing, (b)
lembar persetujuan dan pengesahan
Pernyataan Keaslian Tulisan
Abstrak
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar
Daftar Lampiran
Daftar Lainnya

Lanjutan
BAGIAN INTI
Alternatif Pertama
BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah atau Tujuan Penelitian (pilih
salah satu saja)
C.Hipotesis Tindakan (jika dianggap perlu)
D.Manfaat Penelitian
E. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian
F. Definisi Istilah atau Definisi Operasional

Lanjutan
BAB II METODE PENELITIAN
A.Pendekatan Penelitian
B.Kehadiran dan Peran Peneliti di Lapangan
C.Kancah Penelitian
D.Subjek Penelitian
E.Data dan Sumber Data
F. Pengumpulan Data
G.Analisis Data, Evaluasi, dan Refleksi
H.Prosedur Penelitian

Lanjutan
BAB III PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
A.Paparan Data
B.Temuan Penelitian
a. Temuan Tiap Siklus
b. Temuan Lengkap
BAB IV PEMBAHASAN
A..
B..
BAB V PENUTUP
A.Kesimpulan
B.Saran

Alternatif kedua
BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
B.Rumusan Masalah atau Tujuan Penelitian
(pilih salah satu)
C.Hipotesis Tindakan (jika dianggap perlu)
D.Manfaat Penelitian
E.Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian
F.Definisi Istilah atau Definisi Operasional

Lanjutan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB III METODE PENELITIAN
A.Pendekatan Penelitian
B.Kehadiran dan Peran Peneliti di
Lapangan
C.Kancah Penelitian
D.Subjek Penelitian
E.Data dan Sumber Data
F.Pengumpulan Data
G.Analisis Data, Evaluasi, dan Refleksi
H.Prosedur Penelitian

Lanjutan
BAB IV PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
A.Paparan Data
B.Temuan Penelitian
a. Temuan Tiap Siklus
b. Temuan Lengkap
BAB V PEMBAHASAN
A...
B...
BAB VI PENUTUP
A.Kesimpulan
B.Saran

BAGIAN AKHIR
Daftar Rujukan
Lampiran-lampiran
Riwayat Hidup

MENYUSUN PROPOSAL
Seputar tentang Proposal
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam
Menyusun Proposal
Ciri-ciri Proposal
Jenis Proposal

SEPUTAR TENTANG PROPOSAL


Proposal adalah rencana yang dituangkan dalam bentuk
rancangan kerja.
Proposal diajukan dengan tujuan mendapatkan ijin,
persetujuan, memohon dana, dsb.
Proposal merupakan sebuah media penyampaian ide
mengenai suatu peluang, seperti penawaran bisnis, hiburan,
penelitian, dsb
Ditulis dengan meyakinkan dan sungguh-sungguh
Isi disesuaikan dengan lembaga atau perusahaan target
proposal
Harus memiliki daya pikat
Tahapan penulisan proposal (1) prapenulisan,
(2) penulisan, dan (3) revisi

HAL-HAL YANG PERLU


DIPERHATIKAN

Mempelajari situasi usaha calon mitra


Memiliki struktur dan logika yang jelas
Tampilan proposal harus memikat/menarik
Harus dapat diukur
Rasionalisasi besar anggaran dan kegiatan
Melampirkan data pendukung
Membuat jadwal kegiatan yang lebih operasional
Pesan yang persuasif
Analisis SWOT (strengths= kekuatan,
weaknesses=kelemahan, opportunities=peluang,
threats=ancaman)

CIRI-CIRI PROPOSAL

Kerjasama saling menguntungkan


Bahasa resmi
Kalimat singkat, padat, jelas, dan memikat
Bersifat tidak rahasia
Persuasif

JENIS PROPOSAL
Proposal Formal
Proposal Nonformal (bisnis, event,
kerjasama, proyek)

PROPOSAL FORMAL
Proposal yang bersifat resmi atau dinas
Digunakan untuk tujuan penelitian, skripsi,
tesis, dan disertasi
Sering digunakan dalam dunia akademis dan
proyek pemerintah
Bersifat baku seperti penggunaan bahasa
resmi, format baku, sistematika jelas
Komponen proposal: surat pengantar,
abstrak, halaman judul, daftar isi, isi, daftar
tabel, dan lampiran-lampiran

SISTEMATIKA PROPOSAL FORMAL

Latar Belakang Masalah


Masalah yang akan Diteliti
Teori yang Digunakan
Hipotesis yang akan Diteliti
Literatur yang Digunakan Sebagai Rujukan
Tujuan Penelitian
Metode Penelitian
Estimasi biaya yang Diperlukan
Lembaga/peneliti serta Curriculum Vitae

PROPOSAL NONFORMAL
Jenis proposal bersifat fleksibel
Komponen proposal nonformal terdiri dari
(pendahuluan, latar belakang, tujuan,
bentuk kegiatan, tahapan pelaksanaan,
logika kerangka kerja, jenis kegiatan,
anggaran, susunan panitia dan curriculum
vitae, pengesahan)

EJAAN YANG DISEMPURNAKAN


(EYD)

Pemakaian Huruf
Penulisan Huruf
Penulisan Kata
Tanda Baca
Pengertian Konsep Dasar
Sumber Istilah
Aspek Tatabahasa Peristilahan
Aspek Semantik Peristilahan
Istilah Singkatan dan Lambang
Ejaan dalam Peristilahan

PEMAKAIAN HURUF
Abjad
Huruf Vokal
Diftong
Huruf Konsonan
Persukuan
Nama Diri

PENULISAN HURUF
Huruf Besar atau Huruf Kapital
Huruf Miring

PENULISAN KATA
Kata Dasar
Kata Turunan
Kata Ulang
Kata Depan
Gabungan Kata
Kata si dan sang
Kata Ganti ku, kau, mu, dan nya
Partikel
Angka dan Lambang Bilangan

TANDA BACA
Tanda Titik (.)
Tanda Koma (,)
Tanda Titik Koma (;)
Tanda Titik Dua (:)
Tanda Tanya (?)
Tanda Seru (!)
Tanda Kurung ()
Tanda Hubung (-)
Tanda Petik Ganda ()
Tanda Pisah (_)
Tanda Petik Tunggal ()
Tanda Garis Miring (/)
Tanda Elipsis ()
Tanda Kurung Siku ([])