Anda di halaman 1dari 13

AKAD SALAM

Definisi
PSAK 103  Akad jual beli barang pesanan
(muslam fiih) dengan pengiriman di
kemudian hari oleh penjual (muslam ilaihi)
dan pelunasannya dilakukan oleh pembeli
(al muslam) pada saat akad disepakati
sesuai dengan syarat-syarat tertentu
(harga, kualitas, kuantitas, waktu
penyerahan)
Salam ≠ Ijon

Salam >< Murabahah


Rukun Akad Salam
1. Pelaku, terdiri atas penjual (muslam
illaihi) dan pembeli (al muslam)
2. Objek akad berupa barang yang akan
diserahkan (muslam fiih) dan modal
salam (ra’su maalis salam)
3. Ijab kabul/serah terima
Jenis Akad Salam :

1. Langsung : Pembeli ↔ Penjual


Transaksi jual beli dimana barang yang diperjual
belikan belum ada ketika transaksi dilakukan, pembeli
melakukan pembayaran di muka sedangkan
penyerahan barang baru dilakukan di kemudian hari.

2. Paralel : Pembeli ↔ Penjual ↔ Pemasok


Terdapat dua transaksi salam yaitu antara pemesan
dan penjual serta antara penjual dengan pemasok
(supplier). Syarat : tidak terjadi ta’alluq (saling
keterkaitan antara akad salam 1 dan 2)
Hakim Bin Hizam :
“Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku
membeli barang dagangan, apakah yang
halal dan apa pula yang haram
daripadanya untukku?” Rasulullah
bersabda: “Jika kamu telah membeli
sesuatu, maka janganlah kau jual sebelum
ada ditanganmu.”
Strategi Pemberdayaan Pertanian
Melalui Akad Salam
1. Perusahaan Pembiayaan Syari’ah
(Perluasan fungsi bulog sebagai
lembaga pembiayaan)
2. Bank Pertanian Syari’ah
3. Penerbitan Sukuk Berbasis Salam
Sumber Hukum
• Al-Quran
“Hai orang-orang yang beriman, apabila
kamu bermu’amalah tidak secara tunai
untuk waktu yang ditentukan, hendaknya
kamu menuliskannya dengan benar…”
(QS al-Baqarah:282)
“Hai orang-orang yang beriman penuhilah
akad-akad itu…” (QS 5:1)
• Al-Hadis
“Barang siapa melakukan salam, hendaknya ia
melakukannya dengan takaran yang jelas dan
timbangan yang jelas pula, untuk jangka waktu
yang diketahui.” (HR. Bukhari Muslim)
“ Tiga hal yang di dalamnya terdapat keberkahan:
jual beli secara tangguh, muqaradhah
(mudharabah), dan mencampur gandum dengan
tepung untuk keperluan rumah, bukan untuk
dijual.” (HR. Ibnu Majah)
Ilustrasi Akad