Anda di halaman 1dari 27

LALU KHAIRUL ILHAM

F1A 009 011

Pada musim kemarau,petani Desa


Pringgabaya kesulitan mendapatkan air
untuk pertanian
Pada saat hujan, lahan pertanian tergenang
air di sekitar daerah hilir sungai
Luas lahan kering Desa Pringgabaya
1200 ha
1025 ha lahan kering ditanami, hasil panen
5 ton jagung/ha
Luas lahan sawah 298 ha, hasil panen 5-7
ton padi/ha
Sumur bor P2AT menjadi sumber air
pertanian pada musim kemarau
Ada 29 sumur bor yang beroperasi

Untuk mengatasi masalah tersebut,


harus dibangun embung sebagai
bangunan penyimpan air dan
pengendali banjir

Perencanaan Embung Batu Payung


1.

2.

3.

1.

2.
3.

4.

Rumusan Masalah
Berapa debit banjir rancangan dengan kala ulang 100 tahun di rencana
Embung Batu Payung?
Berapa dimensi tubuh embung, spillway, dan intake pada rencana Embung
Batu Payung yang memenuhi kriteria perencanaan ?
Berapa Rencana Anggaran Biaya pembangunan Embung Batu Payung ?

Batasan Masalah
Data hujan yang digunakan adalah data hujan yang diambil dari Pos Hujan
Sapit dan Pos Hujan Pringgabaya dengan ketersediaan data dari tahun 19942013.
Data klimatologi yang digunakan adalah data dari Pos Iklim Sambelia.
Perencanaan Embung dilakukan untuk meretansi banjir dan digunakan untuk
memenuhi kebutuhan air irigasi lahan kering di Desa Pringgabaya.
Tidak melakukan analisis ekonomis embung.


1.

2.

3.

1.

2.

3.

Tujuan
Untuk mengetahui besar debit banjir rancangan dengan kala ulang 100
tahun di rencana Embung Batu Payung.
Untuk menentukan dimensi tubuh embung, spillway, dan bangunan
intake pada rencana Embung Batu Payung yang memenuhi kriteria
perencanaan.
Untuk mengetahui besarnya Rencana Anggaran Biaya pembangunan
Embung Batu Payung.

Manfaat
Dapat memberikan pengalaman, wacana dan pengetahuan baru tentang
perencanaan embung selama penyusunan tugas akhir ini.
Merealisasikan disiplin ilmu yang didapatkan selama mengenyam
pendidikan di bangku perkuliahan.
Dapat digunakan sebagai masukan konstruksi bagi pihak terkait.

Wijaya (2010), merencanakan Embung Kendo diperoleh debit banjir rencana dengan
periode ulang 100 tahun sebesar 38,194 m3/dt, volume tampungan sebesar 474.522,25 m3
dengan elevasi mercu pelimpah +134,54 m, elevasi muka air banjir +138,65 m, elevasi
puncak embung pada ketinggian +140,65 m, elevasi dasar sungai pada ketinggian +119,00
m, tinggi jagaan diambil 2,00 m, tinggi embung 21,65 m, dan lebar mercu embung 7 m.

Siswadi (2011), melakukan perencanaan Embung Telaga Lebur berdasarkan dam axis yang baru,
dari perencanaan tersebut didapatkan kapasitas tampungan sebesar 1.748.000 m3, elevasi
pelimpah yaitu +26,00 m dan elevasi dasar pelimpah yaitu +22,40 m, sehingga tinggi pelimpah
yaitu 3,60 m.
Narayana (2014) merencanakan Embung Tamanrejo untuk memenuhi kebutuhan air irigasi di
wilayah Kecamatan Sukorejo seluas 750 ha, diperoleh volume tampungan embung sebesar
126.073,69 m3, kebutuhan air irigasi didapat 1,54 lt/dt/ha, debit banjir rencana sebesar 83,189
m3/dtk dengan periode ulang 100 tahun, tinggi embung yaitu 11 m, dengan elevasi dasar embung
pada +140,00 m dan elevasi puncak embung pada +151,00 m, lebar puncak embung 5,00 m,
kemiringan hulu 1:3 dan kemiringan hilir 1:2,25, meggunakan Pelimpah Ogee tipe Terbuka
(overflow spillway) dengan lebar 25 m dan panjang 13 m dengan elevasi puncak +147,00 m,
menggunakan kolam olak USBR tipe III dengan panjang 5,00 m, rencana waktu pelaksanaan
adalah 24 minggu dengan rencana anggaran biaya sebesar Rp. 6.258.700.000,00.

Definisi Embung
Embung adalah suatu bangunan yang berfungsi untuk
menampung kelebihan air pada saat debit tinggi dan
melepaskannya pada saat dibutuhkan.

Embung adalah sebutan lain untuk bendungan kecil.


Bendungan kecil adalah bendungan yang tidak memenuhi
syarat-syarat sebagai bendungan besar.
Syarat-syarat ICOLD tidak mutlak mengikat, karena pada
pelaksanaannya di lapangan ada bendungan-bendungan yang
memenuhi syarat bendungan besar diberi nama embung dan
sebaliknya.

Pemilihan Lokasi
Untuk menentukan lokasi dan denah embung, harus
diperhatikan beberapa faktor berikut, antara lain (Soedibyo,
2003) :
1. Cekungan yang cukup dalam untuk menampung air,
gotekniknya tidak lulus air.
2. Lokasi embung pada daerah yang membutuhkan air.
3. Lokasi embung berada di dekat jalan, mudah ditempuh.

Tipe Embung
1. Tipe Embung Berdasarkan Tujuan
Pembangunannya
2. Tipe Embung Berdasarkan Penggunaannya
3. Tipe Embung Berdasarkan Letaknya Terhadap
Aliran Air
4. Tipe Embung Berdasar Material Pembentuknya

Landasan Teori
Tipe Embung
Tipe Embung Berdasar Material Pembentuknya:
1. Embung Urugan
a. Homogen : jika bahan pembentuk sejenis dan gradasinya
hampir seragam
b. Zonal : jika timbunan yang membentuk tubuh embung
terdiri dari batuan dengan gradasi yang berbeda-beda
dalam urutan-urutan pelapisan tertentu.
c. Bersekat : di lereng udik tubuh embung dilapisi dengan
sekat tidak lulus air (dengan kekedapan yang tinggi)
seperti lembaran baja tahan karat, beton aspal, lembaran
beton bertulang, hamparan plastik, susunan beton blok dan
lain-lain.

Pot. Melintang Embung Tipe Urugan

Embung Tibu Kuning yang terletak di Desa Batu Tering, Kecamatan


Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat

Landasan Teori
Tipe Embung
Tipe Embung Berdasar Material Pembentuknya:
2. Embung Beton / Pasangan Batu
Yaitu embung yang dibuat dari konstruksi beton baik dengan
tulangan maupun tidak. Kemiringan permukaan hulu dan hilir
tidak sama pada umumnya bagian hilir lebih landai dan bagian
hulu mendekati vertikal dan bentuknya lebih ramping.
3. Embung Komposit
dibangun pada fondasi yang terdiri dari satuan batu, dengan
lembah yang cukup panjang. Bangunan pelimpah dibangun
menjadi satu dengan tubuh embung.

Tipe Beton - Embung Sungai Bilal mampu mensuplay kebutuhan air


baku bagi 4.547 KK

Landasan Teori
Pelimpah
Menurut Linsley dan Franzini (1976), dalam perancangan
hampir setiap bendungan harus dipikirkan cara untuk
mengalirkan air ke hilir. Suatu pelimpah (Spillway) diperlukan
untuk mengalirkan air banjir dan mencegah rusaknya
bendungan. Pintu-pintu air di mercu pelimpah bersama-sama
dengan alur pembuangan akan memungkinkan operator untuk
mengendalikan air ke hilir untuk berbagai tujuan.

Landasan Teori
Kebutuhan Air Irigasi
Kebutuhan air irigasi merupakan banyaknya air dalam lt/dt/ha yang
dibutuhkan di sawah untuk jenis tanaman tertentu dan pada tahap
pertumbuhan tertentu pula.
Kebutuhan air irigasi merupakan kebutuhan air untuk tanaman yang
ditentukan oleh faktor-faktor berikut :
1.
Penyiapan lahan
2.
Penggunaan konsumtif
3.
Perkolasi dan rembesan
4.
Penggantian genangan air
5.
Efisiensi irigasi
6.
Curah hujan efektif
7.
Pola tanam

Landasan Teori
Analisis Hidrologi
Curah Hujan Rata-rata
Dalam perencanaan ini menggunakan metode Poligon Thiessen
2. Uji Konsistensi Data Hujan
Menggunakan uji konsistensi dengan metode RAPS (Rescaled Adjusted
Partial Sum).
3. Analisis Distribusi Frekuensi/Agihan
Agihan Normal,
Agihan Log Normal,
Agihan Log Pearson Type III,
Agihan Gumbel.
4. Uji Kecocokan Agihan
Uji Chi-Kuadrat (chi-square)
Uji Smirnov-Kolmogorov
1.

Landasan Teori
Analisis Hidrologi
5.

6.

Distribusi Hujan
Untuk mentransformasikan curah hujan rancangan menjadi debit banjir
rancangan diperlukan curah hujan jam-jaman. Pembagian curah hujan tiap
jam dihitung berdasarkan metode rasional. Adapun langkah
perhitungannya sebagai berikut (Soemarto, 1987):

Rata-rata curah hujan sampai jam ke-t

Curah hujan pada jam ke-t

Curah hujan efektif


Debit Banjir Rancangan
Analisis debit banjir rancangan dilakukan untuk mengetahui besaran debit
banjir yang akan terjadi untuk tiap kala ulang tertentu.

HSS Nakayasu ------ DIGUNAKAN

HSS Gama I

HSS Snyder

Landasan Teori
Analisis Hidrolika
Analisis Hidrolika merupakan perhitungan ulang perilaku aliran air dengan
menganalisis berdasarkan hukum kontinuitas dan hukum kekekalan energi.
Gaya- gaya yang bekerja pada aliran disebabkan gaya gravitasi dan gaya
tekan serta dinamika air.
1.

2.

Analisis Hidrolika Pelimpah


Saluran Pengarah Aliran
Saluran Pengatur Aliran
Saluran Peluncur
Peredam Energi
Analisis Hidrolika Bangunan Pengambilan (Intake)
Pengaliran Bebas
Pengaliran tekan (aliran tenggelam)

Landasan Teori
Analisis Struktur
1.

2.

Perencanaan Tubuh Embung


Lebar minimum embung
Kemiringan lereng
Tinggi embung
Analisis Stabilitas Tubuh Embung & Pelimpah
Stabilitas Terhadap Gaya Guling
Stabilitas Terhadap Gaya Geser
Stabilitas Terhadap Daya Dukung Tanah

Rencana Anggaran Biaya (RAB)


Rencana Anggaran Biaya adalah perhitungan banyaknya biaya yang
diperlukan untuk bahan dan upah, serta biaya-biaya lain yang berhubungan
dengan pelaksanaan bangunan atau proyek tertentu.

Metodologi Perencanaan
Lokasi Perencanaan
Lokasi Embung Batu Payung
Secara administratif lokasi pembangunan Embung Batu Payung
sebagian besar termasuk dalam Desa Pringgabaya Utara,
Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Lokasi
pekerjaan Embung Batu Payung berada pada koordinat 116 37'
16" BT dan 8 32' 24" LS.

Metodologi Perencanaan
Pengumpulan Data
1.

2.

3.

4.

Data Topografi
Data topografi dibutuhkan untuk menentukan elevasi dan tata letak lokasi di
mana akan didirikan embung dan untuk mengetahui luas daerah aliran
sungai (DAS)
Data Hidrologi
Data hidrologi yaitu berupa data curah hujan, data klimatologi, dan data
debit yang dibutuhkan untuk perencanaan yang diambil dari masing-masing
instansi terkait.
Data Geologi
Data ini digunakan untuk mengetahui karakteristik batuan yang berguna
untuk merencanakan struktur embung.
Data Tanah
Data tanah yaitu data yang dihasilkan dari penyelidikan tanah di sekitar
wilayah embung. Data ini berupa data struktur tanah, permeabilitas tanah,
sifat-sifat fisik tanah, dan daya dukung tanah terhadap konstruksi embung.

Metodologi Perencanaan
Pelaksanaan Perencanaan
1.

2.

Perencanaan Embung
Dalam Perencanaan Embung Batu Payung ini akan dilakukan perencanaan
embung yang sesuai dengan debit banjir maksimum yang terjadi
berdasarkan hasil perhitungan.
Analisis Pada Embung
Analisis Hidrologi
Analisis Topografi
Analisis Hidrolika
Analisis Stabilitas
RAB dan Gambar

Bagan Alir Perencanaan

MULAI

IDENTIFIKASI MASALAH

STUDI PUSTAKA

PENGUMPULAN DATA

DATA
TOPOGRAFI

DATA
HUJAN

KAPASITAS
TAMPUNGAN

ANALISA
HUJAN
RANCANGAN

DATA DAERAH
IRIGASI

EVAPOTRANSPIRASI
POTENSIAL (Eto)

KEBUTUHAN AIR
IRIGASI
BANJIR
RANCANGAN

ROUTING
BANJIR

DATA
KLIMATOLOGI

KEBUTUHAN AIR
INTAKE

DESAIN TUBUH EMBUNG,


INTAKE & PELIMPAH

Tidak Aman

ANALISA STABILITAS
BANGUNAN

Aman

GAMBAR DESAIN

RAB

SELESAI

DATA
GEOLOGI
TANAH

TERIMA KASIH