Anda di halaman 1dari 24

DEFINISI

Setelah minggu lalu kita mempelajari konstruksi statis tidak tentu


untuk konstruksi balok, maka kasus kedua yang akan dipelajari adalah
konstruksi Portal.
Secara umum analisa Konstruksi Portal statis tidak tentu dengan
menggunakan metode Momen Distribusi (Cross) dapat dibagi menjadi
2 kelompok :
1. Portal Tetap
2. Portal Bergoyang
Bagaimana cara membedakan portal tetap dan portal bergoyang ?

Untuk membedakan jenis portal tersebut gunakan rumus :


n = 2 x jumlah ttk simpul ( 2 x jumlah perletakan jepit + 2 x
jumlah perletakan sendi + 1 x jumlah perletakan rol + jumlah

batang tidak termasuk kantilever).


1

DEFINISI

Kriteria :
1. Jika n 0

portal tetap

2. Jika n 0

portal bergoyang

Contoh :
1. Perhatikan gambar konstruksi portal berikut, tentukan apakah
jenis portal tetap atau portal bergoyang ?
Penyelesaian :
A
C
E

Gambar 1. Konstruksi Portal


2

Dari gambar diperoleh :

DEFINISI

- Jumlah perletakan sendi = 1 (pd ttk E)


- Jumlah perletakan rol = 1 (pd ttk B)
- Jumlah perletakan jepit = 1 (pd ttk D)
- Jumlah batang 3 buah (btg BC, CE dan CD)
- Batang BA adalah batang kantilever
- Jumlah titik simpul = 4 buah (ttk B, C, D dan E)
Dari rumus :
n = 2 x jumlah ttk simpul ( 2 x jumlah perletakan jepit + 2 x
jumlah perletakan sendi + 1 x jumlah perletakan rol + jumlah
batang tidak termasuk kantilever).
= 2 x 4 ( 2 x 1 + 2 x1 + 1x1 + 3)
= 8 8 =0

Jadi termasuk Portal Tetap

Latihan Soal

Contoh Soal :

2. Sebuah konstruksi portal seperti pada gambar, tentukan apakah


termasuk portal tetap atau portal bergoyang ?
Penyelesaian :
B
C
E
D

Gambar 2. Konstruksi Portal

Dari gambar diperoleh :

Latihan Soal

- Jumlah perletakan sendi = 0 (tidak ada)

- Jumlah perletakan rol = 1 (pd ttk D)


- Jumlah perletakan jepit = 1 (pd ttk A)
- Jumlah batang = 2 buah (btg AB dan BD)

- Batang BC dan DE adalah batang kantilever


- Jumlah titik simpul = 3 buah (ttk A, B, dan D)
Dari rumus :
n = 2 x jumlah ttk simpul ( 2 x jumlah perletakan jepit + 2 x
jumlah perletakan sendi + 1 x jumlah perletakan rol + jumlah

batang tidak termasuk kantilever).


= 2 x 3 ( 2 x 1 + 2 x0 + 1x1 + 2)
= 6 5 =1

Jadi termasuk Portal Bergoyang


5

DEFINISI
1. Portal Tetap
Secara umum langkah-langkah perhitungan mencari gaya dalam
pada portal tetap adalah sama dengan pada konstruksi balok statis
tidak tentu.
Berikut adalah langkah-langkah perhitungan gaya dalam pada

suatu konstruksi portal tetap statis tak tentu :


1. Hitung Momen Primer masing-masing batang.
2. Tentukan faktor distribusi masing-masing titik.
3. Distribusikan Momen-momen tersebut.

2. Portal Bergoyang
Untuk portal bergoyang ada perbedaan cara menghitung gaya
dalam dengan portal tetap. Secara lebih detail akan dibahas pada

pertemuan berikutnya.
6

Latihan Soal
1.

Perhatikan

konstruksi

portal

dengan

beban-beban

dan

perletakan seperti pada gambar. Hitung gaya-gaya Momen,


Lintang dan Geser pada masing-masing batang!
P=2
Ton
A

q=2
Ton/m

EI

EI
C

2m

2 EI

P=4
Ton

2m

2m

2m

3m

Gambar 3. Konstruksi Portal dengan beban merata dan terpusat


7

Latihan Soal
Penyelesaian :
1. Menentukan jenis portal :
n = 2 x 4 ( 2 x 2 + 2 x0 + 1x1 + 3)
=88= 0

Portal Tetap

2. Menentukan Angka kekakuan dan faktor distribusi ()


AB

= 0 (jepit)

BA : BC : BD

= kBA : kBC : kBD

BA : BC : BD

BA : BC : BD

=1

BA =

1
11 2

= 0,25

Bc =

1
11 2

= 0,25

Bc =

2
11 2

= 0,5

4. EI
4

3 EI
3

: 4. 2 EI
4

:1 :2

Latihan Soal
3. Menghitung Momen Primer pada batang
MFAB = - MFBA

= ( 1 x 2 x 42 ) ( 1 x 2 x 4)
12

= 3,667 t.m
MFBC =

1
x 2 x 32
8

MFBD = - MFBD

= 2,25 t.m
1

= 8 x4x4
= 2 t.m

4. Distibusi Momen
Untuk membantu memudahkan penyelesaian buat tabel yang

terdiri atas kolom dan baris seperti berikut :

Latihan Soal
Titik
Batang

BA

B
BC

BD

C
DB

- 0,25

- 0,25

- 0,5

Momen Primer

3.667

- 3.667

2.25

-2

Momen Distribusi
Momen Induksi

0
0.427

Momen Distribusi

4.094

- 2.813

3.104

-0.291

2.854

Faktor Distribusi

Momen Akhir

A
AB

?MB = - 3.667 - 2 + 2.25 = 3.417


0.854
0.854
1.708
0
0
0

0
0.854

10

Latihan Soal
5. Gambar Free Body diagram
Langkah-langkah membuat free body diagram adalah sebagai
berikut :
- Masing-masing batang dilepas satu per satu.
- Beban luar yg ada (p atau q) dipasang sesuai dg arah gaya
- Momen akhir hasil analisa ditempatkan, sesuai perhitungan
- Menghitung keseimbangan masing-masing batang :
1. Menghitung reaksi perletakan Vertikal
2. Menghitung reaksi perletakan Horisontal
3. Menghitung momen keseimbangan

11

Latihan Soal
P = 2 Ton

4,094

2,813

1,36

q = 2 Ton/m

3,104
1,36

EI

EI

B
RAB

RBA

RBC

RCB

8,71
0,291
RBD
P = 4 Ton

2 EI

RDB

8,71

Gambar 4. Free Body Diagram pada Portal


12

Latihan Soal
Batang B C
MB = 0
- RCB.3 + 3.2.1,5 3,104 = 0
RCB = 1,97 ton (

) dengan cara yg sama

RBC = 1,36 ton (

dengan cara yg sama RBA = 4,68 ton (

Batang A B
MB = 0
RAB.4 - 2.2 - 4,094 4.2.2 + 2,813 = 0
RAB = 5,32 ton

Batang B D
MB = 0
- HD.4 - 4.2 - 2,854 + 0,291 = 0
HD = -2,64 ton

)
13

Latihan Soal
6. Menghitung dan Menggambar bidang Momen, Lintang dan Geser
Setelah di dapatkan reaksi perletakan maka langkah selanjutnya

adalah menghitung gaya dalam berupa momen, lintang dan


geser pada balok, beserta dengan cara penggambarannya.

1,36 T

8,71 T

Gambar 5. Bidang Normal/Lintang (N)

14

Latihan Soal
5,32

0,985

4,03
+
-

1,97
-

1,36
+

2,64

Gambar 6. Bidang Normal/Lintang (N)


Batang BC
DX = -1,97 + 2.x = 0
Dx = 0,985 t

Batang AB
DX4 = 5,32 - 2.x = 0
X=2
Dx4 = 1,32 t

15

4,09

Latihan Soal

2,81

+ 2,54

0,985

2,43

Gambar 7. Bidang Momen (M)


MX1 = 4,68.X1 X12 2,813
X=0
MX1 = - 2,813
X=1
MX1 = - 0,867
X=2
MX1 = 2,547 ton.m
MX4 = 5,32.X4 4.0,94 x2
X=0

MX4 = - 4.094

X=2

MX4 = 6,546 4 = 2,546 ton.m


16

Latihan Soal
Latihan Soal
1. Perhatikan konstruksi portal dng beban-beban dan perletakan
seperti pada gambar. Hitung gaya-gaya Momen, Lintang dan

Geser pada masing-masing batang!


q = 2 Ton/m

4 t.m
E

B
EI

2 EI

2 EI

3m

1,5 EI
P = 4 Ton

3m

2m

8m

8m

17

Soal Short Quis Metode Cross, 16 November 2006

2 ton/m

2 ton

2 EI

1 EI

A
2 ton

1 EI

4m

D
6m

1m
18

JAWABAN QUIZ

Angka Kekakuan :
Titik B :
mBA : mBC: mBD= 3.2EI/6 : 0 : 4.EI/4 = EI:0:EI
FD BA = =0,5
(5)
FDBD = 0,5
Momen Primer :
MF BA = -1/8 x 2 t/m x 62 m2 = - 9 tm
MF BC = +(1/2 x 2 t/m. 12 m2)+(1t x 1 m)= 2 tm
(5)
MF DB = - MF BD = 1/8x 2tx 4m = 1 tm
(10)

(5)
(5)

19

TABEL MOMEN DISTRIBUSI


Titik
Batang
FD
MF
MD
MI
MD
M Akhir

BA
-0,5
-9
4
0
0
-5

B
BC
0
2
0
0
0
2

BD
-0,5
-1
4
0
0
3

D
DB
0
1
0
2
0
3

10
10
10
10

20

2 t/m

VA

6m

5 tm

(10)

VB

S MB = 0

S MA = 0

VA 6 0,5.2.62+5 =0

VB 6 0,5.2.62-5 =0

VA = (36-5)/6 = 5,2 ton

VB = (36+5)/6 = 6,8 ton

SV=0
VA +VB -2.6 =0
5,2+6,8-12 = 0 ok!!!

21

2 tm

2 t/m

1 ton

(10)

1m
VB

SV=0
VB-2x1-1 =0
VB = 3 ton (ke atas)

22

3 tm

S MB = 0

HB

(10)

HD 4 2x2-3-3 =0
2m
2ton

HD = 10/4 = 2,5 ton (ke kiri)


S MD = 0

2m

HD
3 tm

HB 4 2x2+3+3 =0
HB = -2/4 = -0,5 ton (ke kanan)
SH=0
HD+HB-2 =0

2,5 0,5 -2 = 0
0=0

23

5tm
0,5t

1t

2tm

(20)

0,5t

5,2t

3t

6,8t

0,5t

3tm
2t

3tm
2,5t

9,8t
24