Anda di halaman 1dari 38

PAPARAN KASAT LANTAS

BAB I

TAHUN 2010
NO

BULAN

JUMLAH LAKA

KORBAN
MD

LB

LR

KERUGIAN
MATERIIL

JANUARI

31

29

72.700.000

FEBRUARI

24

35

74.400.000

MARET

32

30

73.000.000

APRIL

21

22

61.800.000

MEI

18

20

27.000.000

JUNI

19

20

17.000.000

JULI

21

21

52.600.000

AGUSTUS

17

13

41.300.000

SEPTEMBER

21

18

72.700.000

10

OKTOBER

15

15

26.500.000

11

NOVEMBER

13

13

51.300.000

12

DESEMBER

15.800.000

241

28

58

244

586.200.000

JUMLAH

KET

TAHUN 2011
NO

BULAN

JUMLAH LAKA

KORBAN

MD

LB

LR

KERUGIAN
MATERIIL

JANUARI

18

58.800.000

FEBRUARI

24

20

59.500.000

MARET

23

27

23.200.000

APRIL

18

19

52.900.000

MEI

22

26

23.400.000

JUNI

18

18

41.800.000

JULI

16

18

37.300.000

AGUSTUS

19

17

51.700.000

SEPTEMBER

19

22

42.700.000

10

OKTOBER

18

11

62.600.000

11

NOVEMBER

16

19

26.900.000

12

DESEMBER

21

22

12.200.000

232

26

52

227

493.000.000

JUMLAH

KET

TAHUN 2012
NO

BULAN

JUMLAH LAKA

KORBAN
MD

LB

LR

KERUGIAN
MATERIIL

JANUARI

30.800.000

FEBRUARI

10.100.000

MARET

1.300.000

APRIL

17

10

23.500.000

MEI

15

12

32.700.000

JUNI

10

11

11.100.000

JULI

24

22

29.200.000

AGUSTUS

18

20

18.500.000

SEPTEMBER

24

23

7.300.000

10

OKTOBER

27

29

35.900.000

11

NOVEMBER

19

22

24.200.000

12

DESEMBER

31

39

30.400.000

205

21

16

205

255.000.000

JUMLAH

KET

TAHUN 2013
NO

BULAN

JUMLAH LAKA

KORBAN
MD

LB

LR

KERUGIAN
MATERIIL

JANUARI

23

16

34.100.000

FEBRUARI

19

24

28.400.000

MARET

13

16

11.600.000

APRIL s.d tgl 22

14

25.900.000

MEI

JUNI

JULI

AGUSTUS

SEPTEMBER

10

OKTOBER

11

NOVEMBER

12

DESEMBER

69

10

65

100.000.000

JUMLAH

KET

KORBAN LAKA LANTAS

ANGKA LAKA LANTAS

300
250
200
150
100
50

0
MD
LB
LR

2010
28
58
244

2011
26
52
227

2012
21
16
205

2013
5
10
65

CHART JUMLAH LAKA TIAP TAHUN


300
250

241

232
205

200

150

LAKA

100
69
50
0
2010

2011

2012

2013

NO

TAHUN

JUMLAH
LAKA

KORBAN

KERUGIAN MATERIIL

MD

LB

LR

KETERANGAN
SELESAI

TUNGGAKAN

2010

241

28

58

240

Rp 586.300.000

241

2011

232

26

52

227

Rp 493.000.000

233

2012

205

21

16

205

Rp 255.000.000

197

15

2013
s/d
APRIL

69

10

65

Rp 100.000.000

66

18

Pertumbuhan :
- Trand Ranmor meningkat
- Penduduk meningkat
Namun data lantas dari
Kepolisian dalam 3 Thn
terakhir laka turun (khusus
Nya di Gorontalo)

Dilihat dari jenis ranmor


Yang terlibat laka

Kerugian yg ditimbulkan
sebesar 30,82 triliun
Rupiah

Usia produktif (22-30 th)


Yg terlibat Laka (korban
Sebesar 42 %

Sepeda motor
Mobil pribadi
Mobil penumpang
Truk

7%

47 %

24 %

22 %

BAB
II

BAB III

CARA BERTINDAK

1. PRE-EMTIVE
DIKMAS LANTAS :
a) BERI MATERI PENERANGAN DAN PENYULUHAN
LALU LINTAS
b) BERI MATERI BAHAN AJAR SEKOLAH & KAMPUS
c) BUAT LEAFLET, SPANDUK, BROSUR DLL
d) PENDEKATAN MASYARAKAT PENGEMUDI &
PENGGUNA JALAN
e) SOSIALISASI UU 22 THN 2009 TTG LLAJ

2. PREVENTIF
PENCEGAHAN :
a) PENGATURAN PADA JAM2 RAWAN
(PULANG-PERGI KANTOR/SEKOLAH)
b) PENJAGAAN PADA POS-POS RAWAN
LAKA&GAR
c) PENGAWALAN
d) PATROLI PADA LOKASI/DAERAH RAWAN
LAKA&GAR

3. REPRESIVE

4. QUICK RESPON
AMANKAN TKP

MENOLONG KORBAN UTK


SEGERA DISELAMATKAN
KEMAMPUAN
OLAH TKP

AMANKAN TERSANGKA AGAR TDK


MELARIKAN DIRI DAN TDK DIHAKIMI
OLEH MASY

AMANKAN SAKSI UTK MENDAPATKAN


KETERANGAN TTG TERJADINYA
LAKA LANTAS
AMANKAN BB AGAR TDK HILANG
ATAU RUSAK DAN ATUR LALIN

5. KERJASAMA LINTAS SEKTORAL


PU/BINA MARGA

KONTROL THD DESIGN


EKSISTING GEOMETRI
JLN
KONTROL THD FAS
PELENGKP JALAN

KEMENHUB

JARINGAN JALAN
ARUS PERGERAKAN RAN
DAN LOGISTIK

KERJASAMA

MENPERINDAG

AKADEMISI

KESEHATAN

KONTROL THD
KEHANDALAN RAN DAN
KOMPONEN MESIN DAN
MEKANIKNYA

BAHAN PENELITIA DAN


PENGKAJIAN

KESEHATAN PENGENDARA

HASIL KERJASAMA SATLANTAS


POLRES GORONTALO KOTA
DENGAN KEMENTRIAN KESEHATAN DAN BTKL PP
KELAS I MANADO

MENGENAI DETEKSI ALKOHOL


PENGEMUDI KENDARAAN BERMOTOR DI
KOTA GORONTALO
DENGAN MENGGUNAKAN ALAT ALCOMETER
HARI SABTU TANGGAL 13 APRIL 2013

NO

NAMA

UMUR
(thn)

SEX
L

ALAMAT
P

JAM
(Wita)

Nomor kendaraan

PLAT NOMOR
KENDARAAN
MERAH HITAM KUNING

HASIL
mg/l

TIPE
R2

SIM
R4

ADA

JENIS SIM
TDK

JAFAR MOHAR

48

SUAWA

20,15

DM. 2294 EL

0,00

2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28

SYAMSU DARISE
PATRIS MUSA
ANDRE
ABDUL. H
TOMMY
SAINS
ABDURAHMAN
ISHAD
JOHAR
AFRIAN
JOHNY. E
SUPARDIANTO
FADLY
BAHMI
HARIS
MUCHLIS
UPIK
HUSAM
IMAN LUTI
ORIAN
MOH. ALI
DIDI AMBO
KARIM ABDUL
YANTO
ANDI
KRISTIAN
MOHAMAD

30
20
19
20
19
16
12
26
17
15
64
40
22
25
24
19
21
19
24
19
19
33
34
34
19
20
22

v
v
v
v
v

20,20
20,35
20,45
20,50
20,55
21,03
21,05
21,08
21,30
21,37
21,43
21,46
21,50
21,54
22,00
22,03
22,06
22,09
22,12
22,15
22,18
22,20
22,23
22,25
22,30
22,32
22,34

DM. 2629 A
DM. 3750 AC
DM 2238 AM
DM 2877
DM 3343 AQ
DM 2637 AP
DM 2035 DE
DB 9730 NM
DM 2215 AQ
DM 3832 FC
DM 1020 AQ
DM 4063 AK
DM 2916 AV
DM 4297 CK
DM 5613 AL
DM 2459 AC
DN 4645 KE
DM 6800 AA
DM 2063 AP
DM 3560 IM
DM 2107 AZ
DM 4314 BF

v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v

0,00
0,00
1,52
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
1,45
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,34
0,00
0,00
0,00
0,00

v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v

v
v
v

C
C
C

v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v

BULADU
MELINDA
BULIDE
LILUWO
JLN. MOH YAMIN
PULUBALA
JL. RAJAWALI
MARISA
PONGGO 2
IPILO
JL. RAJA EJATO
GELATIK
ANDALAS
SIENDENG
JL. IMAM BONJOL
KAMPUNG BUGIS
DUNGINGI
KABILA
IPILO
ALHUDAA
JL. S BOTUTIHE
IPILO
LEJATO
JL. DEWI SARTIKA
JL. FARID LIPUTO
JL. JERUK
JL. DEWI SARTIKA

29 ALUM MADA
30 KRISMAN

24
24

v
v

JL. CENDRAWASIH
JL. DURIAN

22,42
22,45

DM 4878 CA
DM 4851 C

v
v

0,00
0,00

v
v

31
32
33
34
35
36
37
38
39
40

25
29
27
33
42
33
27
38
19
27

v
v
v
v
v
v
v
v
v
V

ONGKADITI BARAT
LIMBOTO
IPILO
KAMPUNG TENDA
BONEBOLANGO
BUALEMO
IPILO
SUAWA
KAMPUNG TENDA
KAMPUNG BUGIS

22,54
23,00
23,03
23,07
23,09
23,12
23,17
23,18
23,20
23,40

DM 3329 AT
DM 3340 DA
DM 2254
DM 8684 AB
DM 6483
DM 2646 B
DM 2138 AV
DM 6106 FC
DM 3111 AH
-

v
v
v
v
v
v
v
v
v
v

0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00

v
v
v

SAMIN HAJI
SULAEMAN
OMAY
TIKA
YUNUS YUSUF
RISWAN BANO
ANDI KAIRUPAN
JUMIANTO
MOH. FAHRUL
IMRAN

v
v
v
v
v
v
v
v

C
v
v
v
v
v

C
v

C
v

C
v
v

v
v

C
C
v
v
v

C
v

v
v
v
v
v
v
v

C
C

v
v
v

C
A
C
v
v

v
v

C
C
v

TUJUAN PENELITIAN
DETEKSI ALKOHOL

MENELITI RATA2
PENGGUNA
ALKOHOL DI
INDONESIA

SEBAGAI
ANALISA UTK
MENYUSUN PP
KADAR
MINIMAL
PENGGUNAAN
ALKOHOL
DALAM
BERKENDARA

DOKUMENTASI

6. ANEV DATA DAKGAR & LAKA LANTAS


PELANGGAR
AN LL & AJ

LAKA
LANTAS

KONVERSI
DATA

IDENTIFIKASI PENYEBAB LAKA, DATAKAN : SATPAS PENERBIT


SIM, MEREK /FABRIKAN RANMOR, PRASARANA JALAN & LALIN
GEOMERI JALAN
IDENTIFIKASI KARAKTER PELANGGARAN TERTINGGI
PENDIDIKAN, PEKERJAAN/PROFESI, USIA, PASAL/JENIS
PELANGGARAN, KENDARAAN, SIM, SATPAS PENERBIT SIM

STRATEGI SATLANTAS
DLM RUNK

POTENSIAL LAKA, MACET,


PERAN SATPAS PNERBIT SIM

KEBIJAKAN

KONTIJENSI ATASI LAKA /


PROGRAM,
JANGKA PENDEK,
JANGKA MENENGAH/SEDANG,
,JANGKA PANJANG.

PROGRAM

CRASH

SASARAN

BAB IV

1. BID PEMBINAAN KESATUAN

2. BID PENINGKATAN YAN PRIMA


Pelayanan Umum Prima
antara lain :
meningkatkan mutu dan produktivitas pelaksanaan tugas dan fungsi
instansi pemerintah dibidang pelayanan umum
mendorong upaya mengefektifkan sistem dan tatalaksana
pelayanan, sehingga pelayanan umum dapat diselenggarakan secara
lebih berdaya guna dan berhasil guna (efisien dan efektif)
mendorong tumbuhnya kreativitas, prakarsa dan peran serta
masyarakat dalam pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan
masyarakat luas

o KEMAMPUAN (Ability)
pengetahuan dan ketrampilan tertentu yang mutlak diperlukan untuk
menunjang program layanan prima;
o SIKAP (Attitude)
perilaku atau perangai yang harus ditonjolkan ketika menghadapi pelanggan;
o PENAMPILAN (Appearance)
penampilan seseorang, baik yang bersifat fisik maupun non fisik yang mampu
merefleksikan kepercayaan dan kredibilitas;
o PERHATIAN (Attention)
kepedulian penuh terhadap pelanggan, termasuk pemahaman atas saran dan
kritik
o TINDAKAN (Action)
berbagai kegiatan nyata yang harus dilakukan dalam memberikan layanan;
o TANGGUNG JAWAB (Accountability)
sikap keberpihakan kepada pelanggan sebagai wujud kepedulian.

PELAKSANAAN
BIMBINGAN TEKNIS
TENTANG
ETIKA PELAYANAN
PUBLIK

Dalam rangka peningkatan


pelayanan kepada masyarakat
khususnya di bidang Regident
Pengemudi maka diperlukan
bimbingan teknis tentang etika
pelayanan publik.
Etika pelayanan sangat perlu guna
mengubah kesan angker terhadap
anggota Polisi yang sebenarnya
adalah sopan dalam melayani
masyarakat.

Pelaksanaan Pelayanan Umum oleh Instansi Pemerintah


Hak dan Kewajiban
Kewajiban yang harus dipenuhi pelanggan haruslah jelas dan diketahui secara
pasti, baik oleh pelanggan maupun birokrasi.

Sesuai Kondisi Kebutuhan


Setiap bentuk pelayanan umum harus diatur sesuai kondisi kebutuhan dan
kemampuan masyarakat berdasakan ketentuan yang berlaku dengan tetap
berpegang pada efisiensi dan efektivitas.

Dapat Memberikan 4 K
Mutu proses dan hasil pelayanan umum harus diupayakan agar dapat
memberikan keamanan, kenyamanan, kelancaran dan kepastian hukum.

Kerja Sama Kemitraan


Dalam hal pelayanan umum yang diselenggarakan pemerintah terpaksa harus
mahal, hendaknya pelayanan diselenggarakan oleh masyarakat berdasarkan
kerjasama kemitraan, saling menguntungkan, dan saling percaya dalam
melakukan terobosan. Pemerintah berfungsi sebagai pengendali (steering) dan
masyarakat sebagai pelaksana (rowing).

Keberhasilan dalam pelayanan tidak hanya berdasarkan kemauan


saja tetapi juga harus didasarkan pada :

Kekuatan (power)
kewenangan untuk melakukan tindakan berkaitan dengan suatu
pelayanan
Kemampuan (ability)
pelaku pelayanan harus mempunyai kemampuan yang baik (memiliki
pengetahuan dan ketrampilan yang memadai dibidangnya)
Moral (morality)
tuntutan terhadap pelaku pelayanan untuk bersikap baik, mengingat
pelayanan yang baik hanya muncul dari orang yang bermoral baik
Integritas (integrity)
tuntutan kepada pelaku pelayanan untuk memiliki integritas yang tinggi
terhadap pekerjaan dan organisasi
Tanggungjawab Total (total accountability)
pelaksanaan terhadap tugas pekerjaan dengan sungguh-sungguh, karena
kesungguhan merupakan wujud tanggungjawab total
34

3. PENINGKATAN EFISIENSI GAKKUM LANTAS


KEHIDUPAN HUKUM
STRUKTUR HUKUM
SIAPA APARAT
HUKUMNYA

NORMA/SUBSTANSI
HUKUM
PERATURAN PER UU AN
YANG MENGATUR

KULTUR HUKUM
BUDAYA/KEBIASAAN

PENGETAHUAN HUKUM MASY


TENTANG PERATURAN LALU LINTAS

EFISIENSI GAKKUM LANTAS


MELALUI :
1. OPERASI KEPOLISIAN SECARA RUTIN
2. PENGEMBANGAN PENERAPAN PASAL-PASAL
PELANGGARAN YANG BERPOTENSI LAKA
3. TILANG MASIH LEBIH EFEKTIF DALAM
MENEKAN LAJU DAKGAR LANTAS DAN
MENGURANGI LAKA LANTAS

SEKIAN DAN

TERIMA KASIH