Anda di halaman 1dari 32

KONSELING

BERHENTI MEROKOK

Pentingnya membantu klien


berhenti merokok
Banyak perokok kesulitan berhenti karena
ketergantungan nikotin
Berhenti merokok menyebabkan withdrawal effect, yang
membuat klien relaps di saat berusaha berhenti merokok

Karena withdrawal effect berlangsung 2-4 minggu,


membantu klien di bulan pertama adalah sangat penting

Manfaat Upaya berhenti merokok


1. Kesehatan

Risiko Lematian akan menurun


Memberikan usia harapan hidup yang
panjang

Manfaat Upaya berhenti merokok


2. Mento-Sosial
Hasil penelitian di luar negeri (USA dan Inggris)
bahwa, mantan perokok lebih dihormati
dibandingkan perokok.
Di Indonesia dengan pemberian penghargaan berupa
Sertifikat, PIN dan Plakat ( Sumatera Barat, Walikota
Padang Panjang)

Manfaat Upaya berhenti merokok


3. Ekonomi
Di Indonesia pengeluaran untuk rokok menjadi
pengeluaran nomor dua setelah bibit padi yang besarnya
rata-rata 10,4% atau 4 kali lipat lebih besar daripada
pengeluaran untuk membeli daging, telur dan susu.
Pengeluaran untuk rokok 3 kali lebih tinggi dari biaya
pendidikan (3,2%), dan hampir 4 kali lebih besar daripada
biaya kesehatan (2,7%).

Upaya Berhenti Merokok

1. Identifikasi awal
2. Evaluasi dan suport motivasi
3. Terapi berhenti merokok

4. Follow up

1. Identifikasi Awal

a. Identifikasi profil perokok

b. Identifikasi ketergantungan nikotin


c. Identifikasi tingkat motivasi

Identifikasi Status Klien


IDENTIFIKASI TIPE KLIEN

STRATEGI

Klien yang mau berhenti


merokok

Bantu dengan langkah 4T


(Modifikasi 5As dan ABC)

Klien yang belum ingin


berhenti merokok

Tingkatkan motivasi klien


(Contoh: dengan wawancara/
konseling motivasional)

Klien yang baru berhenti


merokok

Lanjutkan berhenti merokok

Klien yang tidak pernah


merokok

Berikan selamat
Jaga pola hidup bebas dari
rokok

Test untuk Ketergantungan Nikotin


Item
1.

Berapa lama setelah bangun tidur anda merokok?

2. Apakah anda mengalami kesulitan untuk menahan diri dari


merokok ditempat-tempat yang dilarang?
3.

0-5
ketergantungan rendah
Waktu Rokok pada saat
kapan yang
paling susah ditinggalkan?
6-10
ketergantungan
sedang
11-15 ketergantungan berat

Pilihan Respon

Point

dalam 5 menit
6-30 menit
30-60 menit
setelah 60 menit

3
2
1
0

ya
tidak

1
0

pagi hari
waktu lain

1
0

4. Berapa jumlah batang rokok yang dihisap setiap hari?

10
11-20
21-30
31

0
1
2
3

5. Apakah merokok lebih banyak selama beberapa jami setelah


bangun tidur dibanding waktu lain?

ya
tidak

1
0

6. Apakah tetap merokok apabila tidak sehat dan pada saat bed
rest?

ya
tidak

1
0

Menilai tingkat motivasi


Simpel :
Pasien ditanyakan mengenai berapa besar
motivasi untuk berhenti merokok dengan skala
angka 0 sampai 10
0 = Tidak ada motivasi sama sekali

10 = Sangat termotivasi/motivasi sangat tinggi

2. Evaluasi dan dukungan motivasi

Semua tahapan terdapat proses pembicaraan penting yaitu


menelaah sejauh mana pasien termotivasi untuk tetap
berhenti merokok.
Apabila tingkat motivasi seseorang yang rendah/kurang
maka diperlukan dukungan motivasi.
Dukungan motivasi juga diperlukan dari anggota keluarga
atau orang terdekat

Nardini S, European Respiratory Monograph 42, 2008


Fiore MC, Treating tobacco use and dependence, 2008
Haora MoHM. Guidelines for smoking cessation, New Zealand: 2002.

1.

2.

3.

4.

Ungkapkan Empati
Gunakan pertanyaan open ended untuk menggali informasi
Dengarkan pasien untuk memahami
Bangun ketidaksukaan/ ketidaksesuaian
Tekankan kepada pasien mengenai ketidaksesuaian kebiasaan pasien merokok
dengan suatu nilai, tujuan, harapan dari program
Tekankan pada kalimat yang mengundang komitmen dari pasien
Bangun dan perdalam komitmen yang sudah dibuat.
Menghadapi penolakan
Potong pembicaraan dan alihkan perhatian jika terdapat tanda-tanda penolakan
dari pasien
Nyatakan empati.
Tanyakan kepada pasien untuk memberikan informasi penunjang lain.
Dukungan motivasi saat follow up
Jika perokok berhasil melakukan pantangan
Jika perokok melakukan penyimpangan dari program
Jika perokok merokok kembali setelah 2-3 minggu program

3. Penatalaksanaan / terapi
Terapi nonfarmakologi
1. Self help
2. Brief advice
3. Konseling
a. Individu
b. Kelompok
c. Konseling melalui telepon

4. Terapi perilaku
5. Terapi pelengkap
a. Hipnoterapi
b. Akupuntur
c. Akupresure

Terapi farmakologi
1. Terapi pengganti nikotin
(Nicotine Replacement
Therapy/ NRT)
2. Bupropion SR
3. Varenicline tartrate

Kombinasi terapi baik terapi


nonfarmakologi dan farmakologi telah
terbukti bermakna memberikan tingkat
keberhasilan yang lebih baik
dibandingkan terapi tunggal.
Nardini S, European Respiratory Monograph 42, 2008
Fiore MC, Treating tobacco use and dependence, 2008
Haora MoHM. Guidelines for smoking cessation, New Zealand: 2002.

CARA BERHENTI MEROKOK


Cara 1:
BERHENTI SEKETIKA
Hari ini anda masih merokok, besok anda
berhenti sama sekali. Untuk kebanyakan orang,
cara ini yang paling berhasil. Untuk perokok
berat, mungkin dibutuhkan bantuan medis untuk
mengatasi efek ketagihan

Cara 2: PENUNDAAN
Menunda saat mengisap rokok pertama, 2 jam setiap hari dari
hari sebelumnya. Jumlah rokok yang dihisap tidak dihitung.
Misalnya kebiasaan menghisap rokok pertama rata-rata 07.00
pagi, berhenti merokok direncanakan dalam 7 hari. Maka
rokok pertama ditunda waktunya, yaitu :
Hari 1 : jam 09.00
Hari 2 : jam 11.00
Hari 3 : jam 13.00
Hari 4 : jam 15.00
Hari 5 : jam 17.00
Hari 6 : jam 19.00
Hari 7 : jam 21.00 terakhir

Cara 3 : PENGURANGAN
Jumlah rokok yang diisap setiap hari dikurangi secara
berangsur dengan jumlah yang sama sampai 0 batang pada
hari yang ditetapkan. Misalnya rata-rata menghisap 28 batang
rokok per hari. Berhenti merokok direncanakan dalam 7 hari.
Hari 1 : 24 batang
Hari 2 : 20 batang
Hari 3 : 16 batang
Hari 4 : 12 batang
Hari 5 : 8 batang
Hari 6 : 4 batang
Hari 7 : 0 batang

LANGKAH DAN TEKNIK KONSELING BERHENTI MEROKOK


SATU - TUJU
SA

Sambut kedatangan klien dengan memberi salam dan


berikan perhatian (mulai menciptakan hubungan yang baik).

Tanyakan kepada klien untuk menjajagi pengetahuan, perasaan


dan kebutuhan klien terkait dengan bahaya merokok bagi
kesehatan.
Uraikan informasi yang sesuai dengan masalah klien
Bantu klien untuk memahami keadaan dirinya serta
permasalahannya dan menetapkan alternatif pemecahan
masalah.
Jelaskan lebih rinci konsekuensi dan keuntungan dari setiap
alternatif pemecahan masalah.
Ulangi beberapa informasi penting dan ingatkan bila klien harus
melakukan kunjungan ulang atau rujuk ke tempat pelayanan lain
bila diperlukan.

U
TU

J
U

Cth Pendekatan Konseling sesuai Kelompok Umur


Umur
Remaja

Karakter
- Perspektif jangka pendek

Pendekatan
- Hindari nasehat menakut-nakuti
(penyakit)

- Merasa merokok bukan adiksi


- Alasan: Sosialisasi dan
Penampilan

- Fokus pada dampak langsung rokok


(nafas bau, gigi/jari kuning)
- Tegaskan akibat nikotin & CO pada
prestasi olahraga
- Jelaskan iklan rokok yang tidak jujur

1. http://www.stop-smoking-tips.com/dangers-smoking-passive-smokers.html
2. http://thescooponsmoking.org/xhtml/faq.php

Cth Pendekatan Konseling sesuai Kelompok Umur


Umur
2030 thn

Karakter
- Banyak baru
berumahtangga
- Mulai sadar dampak
buruk rokok

Pendekatan
- Dukung quitter untuk cepat berhenti efek
buruk dari merokok bersifat kumulatif
- Jelaskan dampak buruk rokok pada perokok
pasif
- Jelaskan bahaya rokok pada janin

- Ingin berhenti, tapi


ketagihan
- Ingin berhenti karena
akan/sudah hamil

1. http://www.stop-smoking-tips.com/dangers-smoking-passive-smokers.html
2. http://thescooponsmoking.org/xhtml/faq.php

Cth Pendekatan Konseling sesuai


Umur

3140
thn

Karakter

Kelompok Umur
Pendekatan

- Responsif terhadap bantuan


berhenti

- Tekankan pentingnya kualitas hidup


yang baik

- Risau akan efek gejala putus


nikotin

- Jelaskan :
a) Gejala putus nikotin sementara &
dapat diatasi
b) Sakit kronis

- Sudah pernah mencoba


berhenti gagal

- Kegagalan adalah sukses yang tertunda


perlu terus mencoba

1.

Fiore MC, et al. US Department of Health and Human Services. Public Health Service. June 2000.

2.

Foulds J, et al. Expert Opin Emerg Drugs. 2004;9:3953. 3. Grandes G, et al. Br J Gen Pract. 2003;53:101107.

Cth Pendekatan Konseling sesuai Kelompok Umur


Umur

Karakter

> 40 thn - Berpendapat tak masalah,


karena sudah lama merokok

- Sudah sering mencoba


gagal terus

Pendekatan
- Simpatik terhadap logika mereka
- Tegaskan manfaat berhenti merokok
pada umur berapapun
- Jelaskan bahwa relaps adalah umum
usaha terus mencoba adalah penting

1.

Fiore MC, et al. US Department of Health and Human Services. Public Health Service. June 2000.

2.

Foulds J, et al. Expert Opin Emerg Drugs. 2004;9:3953. 3. Grandes G, et al. Br J Gen Pract. 2003;53:101107.

Wawancara Motivasional
Untuk memahami tahapan perubahan perilaku
pada klien
Prinsip:
Ekspresikan Empati
Menghindari argumentasi
Dukungan keyakinan diri

Tahapan Perubahan Perilaku


1. Tahap prokontemplasi
Belum berpikir sama sekali
Mendidik klien mengenai efek adiksi, perilaku dan bahayanya

2. Tahap Kontemplasi
Mulai berpikir bahwa merokok menimbulkan masalah
Beri dukungan, umpan balik (konfrontasi dengan ramah , humor)

3. Tahap Preparation/persiapan
Mau dan siap berhenti merokok
Membantu upaya berhenti merokok, identifikasi hambatan,
rencanakan berhenti merokok.

Tahapan Perubahan Perilaku


4. Tahap Aksi
Sudah berhenti merokok
Penguatan komitmen klien
5. Tahap pemeliharaan /Maintenance
Tetap tidak merokok)
Mengenali ketidaknyamanan yang dialami klien selama
melakukan upaya berhenti merokok
6. Kekambuhan (Relaps)
Gagal
- membantu menghadapi ambivalensi, mengevaluasi komitmen
dan hambatan yang ada.

4. Tindak lanjut / follow up


1.

Menilai apakah sudah berhasil berhenti merokok atau seberapa besar


sudah dapat mengurangi jumlah rokok yang dikonsumsi.

2.

Menilai kendala utama apabila belum berhasil.

3.

Menilai motivasi dan memberikan dukungan motivasi.

4.

Menilai withdrawal effect yang timbul dan cara mengatasinya.

5.

Mengevaluasi efek samping obat (bila mendapatkan obat).

6.

Memberikan terapi tambahan jika diperlukan sesuai hasil evaluasi


penyebab belum berhasil berhenti merokok misalnya terapi perilaku,
hipnoterapi dan lain-lain.

7.

Mengecek beberapa parameter (seperti berat badan, kadar CO udara


ekspirasi, tekanan darah dan lain-lain)
Nardini S, European Respiratory Monograph 42, 2008
Fiore MC, Treating tobacco use and dependence, 2008
Haora MoHM. Guidelines for smoking cessation, New Zealand: 2002.

Penanganan withdrawal
effect seringkali
membutuhkan konsultasi
dengan spesialis

Susanto AD.. Medicinal 2010; 2(IX):26-31.


Nicotine withdrawal symptoms.
http://www.helpwithsmoking.com/nicotine-withdrawal.php

LANGKAH-LANGKAH BERHENTI MEROKOK


Dalam berbagai pedoman umumnya mengenal istilah
pendekatan 5A yaitu Ask, Advice, Assess, Assist dan
Arrange untuk membantu seseorang berhenti merokok.
Meskipun begitu ada beberapa pedoman lain yang
memperkenalkan pendekatan ABC yaitu Ask, Brief
advice dan Cessation support. Pada prinsipnya kedua
pendekatan tersebut sama dalam upaya membantu
berhenti merokok.
Modifikasi dari kedua pendekatan tersebut di Indonesia
diperkenalkan istilah pendekatan 4T yaitu Tanyakan,
Telaah, Tolong dan nasihati serta Tindak Lanjut dalam
membantu kegiatan berhenti merokok.

Garis besar langkah pendekatan


Tanyakan
Apakah klien merupakan seorang
perokok atau bukan?

Telaah
Nilai keinginan klien untuk berhenti
merokok

4T

Tanyakan tipe klien, profil perokok, tingkat


adiksi/ ketergantungan nikotin dan tingkat
motivasi untuk berhenti merokok.
Identifikasi dan dokumentasi setiap
perkembangan upaya berhenti merokok
setiap pertemuan.
Perlu dipastikan klien memiliki keinginan untuk
berhenti merokok atau tidak, bila tidak maka
diperlukan suatu konseling motivasi.
Nilai sampai manakah tahap keinginan klien
ntuk berhenti merokok apakah pada tahap
prekontemplasi, kontemplasi, siap, tindakan
dan pemeliharaan.

Tolong dan nasehati


Anjurkan klien untuk berhenti
merokok

Gunakan pendekatan secara personal, kuat, jelas


untuk menganjurkan klien berhenti merokok.
Untuk klien yang berniat berhenti merokok,
berikan konseling agar klien dapat berhenti
merokok
Susun waktu kapan berhenti merokok akan di
mulai, target minimum adalah 2 minggu
Berikan informasi cara/metode untuk berhenti
merokok seperti berhenti langsung, atau
bertahap.
Beritahu keluarga dan orang sekitar bahwa kita
akan berhenti merokok dan mintalah dukungan
dan pengertian mereka
Antisipasi hambatan yang akan muncul. Biasanya
hambatan paling besar akan terjadi pada minggu
pertama yakni gejala putus nikotin (withdrawal
effect)

Untuk klien yang belum berniat untuk berhenti


merokok, tingkatkan motivasi dan upayakan
intervensi lanjut sehingga klien di masa yang
akan datang akan berhenti merokok
Wawancara / konseling motivasional

Tindak
lanjut
LANJUTAN
4 t
Menyusun rencana untuk
menindak lanjuti terapi yang
sudah dilakukan

Untuk klien yang berusaha untuk berhenti merokok,


maka susunlah jadwal untuk konsultasi rutin/berkala
misalnya satu minggu atau 2 minggu sekali
Pada pertemuan berikut lakukan penilaian antar lain:

Tingkat keberhasilan berhenti merokok


Tingkat motivasi
Kendala yang timbul
Gejala withdrawal effect dan penanganannya
Penilaian parameter klinis (seperti berat badan, kadar
CO udara ekspirasi, tekanan darah dll).

Untuk klien yang tidak ingin berhenti merokok untuk


saat ini, perkenalkan mengenai ketidaktergantungan
rokok dan dan tingkatkan motivasi klien untuk
berhenti merokok pada kunjungan klien berikutnya
Tindak lanjut
Pertimbangan tambahan terapi
jika ada, atau merujuk ke fasilitas
kesehatan lanjutan jika 3 bulan
belum berhasil berhenti merokok

Jika diperlukan rencanakan terapi tambahan untuk


berhenti merokok dengan merujuk ke fasilitas
pelayanan kesehatan lanjut.