Anda di halaman 1dari 16

ANTIBODI

MONOKLONAL & POLIKLONAL

Pendahuluan
Antibodi monoklonal adalah antibodi yang homogen
atau mempunyai sifat yang spesifik karena dapat
mengikat 1 epitop antigen dan dapat dibuat dalam
jumlah tidak terbatas. Antibodi monoklonal dibuat
dengan cara penggabungan atau fusi dua jenis sel
yaitu sel limfosit B yg memproduksi antibodi dengan
sel kanker (sel mieloma) yang dapat hidup dan
membelah terus menerus. Hasil fusi antara sel B
dengan sel kanker secara in vitro disebut dengan
Hibridoma.

Pendahuluan
Pd tahun 1975 Kohier dan Milstein memperkenalkan
cara baru utk membuat antibodi dg mengimunisasi
hewan percobaan kemudian sel limfositnya difusikan
dg sel mieloma,shg sel hibrid dpt dibiakan terus
menerus (immortal) dan membuat antibodi yg
homogen yg diproduksi oleh satu klon sel hibrid.

Tahap-tahap pembentukan Ab Monoklonal

1.

2.
3.
4.

5.
6.

Imunisasi mencit dengan antigen yang akan dibuat Ab


monoklonalnya
Limpa mencit diambil dan dibuat suspensi termasuk sel
B yg mengandung Ab terhadap Ag yang disuntikan
Fusi sel limpa dengan sel mieloma
Seleksi sel dengan membiakkan sel dalam media
selektif, dimana hanya sel hibrid saja yang bisa tumbuh
Sel hibrid berproliferasi membentuk klon yang disebut
Hibridoma
Seleksi sel hibridoma unggul yang menghasilkan Ab
monoklonal.

Pembentukan & Seleksi Sel Hibrid


Hybridoma: Sel limfosit B X sel myeloma
Dihasilkan menggunakan polyethylene glycol (PEG) untuk
terjadi fusi sel
Sel myeloma : mempunyai kemampuan pertumbuhan yang
tidak ada hentinya
Sel B : membantu memberikan informasi genetik untuk
sintesis antibodi spesifik
Seleksi dilakukan dengan medium HAT (hypoxanthine,
aminoprotein, and thymidine)
Sel Myeloma tidak dapat tumbuh
Sel B cells dapat survive, namun tdiak dalam waktu lama

Aplikasi terapi Antibodi monoklonal

Induksi imunisasi pasif


Diagnostik imaging. Antibodi monoklonal dapat
digunakan untuk melihat protein tertentu dalam
tubuh, misal antibodi monoklonal dikonjugasikan
dengan logam inert
pasien yang dirontgen.
Dari hasil rontgen tersebut dapat dikenali protein
tertentu yang terlibat dalam penyakit. Cara
ini juga diterapkan dalam melihat metastasis sel
kanker.

Diagnostik molekular. Antibodi monoklonal dapat


diaplikasikan untuk identifikasi penyakit yang lebih
dikenal dengan imunologikal diagnostik. Di mana
deteksi imunologik merupakan deteksi imunologik
merupakan sistem deteksi yang sensitif, spesifik,
dan sederhana. Misal: membedakan DHF dan tifus.
Monitoring terapi obat (untuk live-saving drug)
Sistem penghantaran obat (Drug delivery
system/DDS)
Isolasi dan atau purifikasi obat baru

Terapi kanker. Para ahli bisa membuat antibodi


monoklonal yang mampu bereaksi dengan antigen
spesifik berbagai jenis sel kanker. Dengan
ditemukannya lebih banyak lagi antigen kanker,
berarti akan semakin banyak antibodi monoklonal
yang bisa digunakan untuk terapi berbagai jenis
kanker.Bila antibodi berikatan dengan antigen
tumor spesifik yang terdapat di permukaan sel,
maka ia juga bisa menginduksi sel mengalami
apoptosis.

ANTIBODI MONOKLONAL GENERASI BARU


1. Chimaric monoclonal antibodies
Antibodi ini dibuat melalui teknik rekayasa genetika untuk
menciptakan suatu mencit atau tikus yang dapat
memproduksi sel hibrid mencit-manusia. Bagian variabel
dari
molekul
antibodi,
termasuk
antigen binding site berasal dari mencit, sedangkan bagia
n lainnya yaitu bagianyang konstan berasal dari manusia.
Salah satu contohnya antibodimonoklonal yang struktur
molekulnya terdiri dari 67% manusia adalah Rifuximab

2. Humanized monoclonal antibodies

Antibodi ini dibuat sedemikian rupa sehingga


bagian protein yang berasaldari mencit hanya
terbatas pada antigen binding site saja.
Sedangkan bagian yang lainya yaitu bagian
variabel dan bagian konstan berasal dari
manusia. Antibodi monoklonal yang struktur
molekulnya terdiri dari 90% manusia
diantaranya adalah Alemtuzumab

3. Fully human monoclonal antibodies

Antibodi ini merupakan antibodi yang paling ideal


untuk menghindari terjadinya respon imun karena
protein antibodi yang disuntikkan kedalam tubuh
seluruhnya merupakan protein yang berasal dari
manusia. Salah satu pendekatan yang dilakukan
untuk merancang pembentukan antibodi ini
adalah dengan teknik rekayasa genetika untuk
menciptakan mencit transgenik yang membawa
gen yang berasal dari manusia. Sehingga mampu
memproduksi antibodi yang diinginkan

Contoh lain Ab monoklonal :


Trastuzumab (herceptin) digunakan untuk kanker
payudara stadium lanjut
Cetuximab digunakan untuk terapi
kanker kolorektal metastatik.
Gemtuzumab ozogamicin Acute Myelogenous
Leukimia (AML)
Ibritumomab tiuxetan Limfoma Non-Hodgkin
Tositumomab Limfoma Non-Hodgkin
Bevacizumab Kanker kolon.

Penggunaan antibodi monoklonal untuk


terapi kanker dibagi dalam 2 tipe yaitu :

1.

Antibodi monoklonal murni tanpa


dikombinasikan dg senyawa lain.
- Trastuzumab menyerang protein HER2 merupakan
protein yang terdapat dalam jumlah besar pada sel
kanker payudara

2. Antibodi monoklonal yang dikombinasikan dengan


beberapa senyawa lain (Conjugated monoclonal
antibodies) antara lain kemoterapi, toksin dan
senyawa radioaktif.
obat ini berperan sebagai wahana yang akan
menghantarkan substansi2 obat, racun, dan materi
radioaktif menuju langsung ke sasaran yakni sel
kanker.

Ab monoklonal yg dikombinasikan dg obat


kemoterapi chemolabeled
Ab monoklonal yg dikombinasikan dg senyawa
radioaktif Radioimmunotherapy (RIT)
Ab monoklonal yg dikombinasikan dg racun
immunotoksin