Anda di halaman 1dari 18

TERAPI DIABETES MELITUS

OLEH: KURNIATI HATMI

Tujuan terapi DM
Mencapai target glikemik dengan cara pemeriksaan kadar HbA1c dan
parameter lainnya, antara lain:

Algoritme pengelolaan DM tipe 2


Intervensi
Pola Hidup
dan
Metformin
Target glikemik
tercapai

Target glikemik tidak


tercapai

Lanjutkan terapi dan cek


HbA1c tiap 3-6 bulan

Terapi Kombinasi

Target glikemik
tercapai

Target glikemik tidak


tercapai

Lanjutkan terapi dan cek


HbA1c tiap 3-6 bulan

Penyesuaian lebih
lanjut

Intervensi pola hidup


Diet
Untuk mempertahankan/mencapai BB ideal
sehingga dapat mengurangi resistensi insulin dan
memperbaiki respon sel pankreas.
Makanan dengan komposisi seimbang

terkait karbohidrat, protein, dan lemak.

Perencanaan makan (meal planning)


Telah ditetapkan standar yang dianjurkan :
Karbohidrat (60%-70%)
Protein (10%-15%)
Lemak (20%-25%)

Olahraga

Memperbaiki metabolisme glukosa, asam lemak,


keton bodies, dan merangsang sintesis glikogen
Olahraga yang dianjurkan yang bersifat CRIPE
(Continous,Rhytmical,Internal,Progresive, Endurance
training) antara lain:
- Jalan cepat
- Lari
- Bersepeda
- Renang

Obat-obatan
Biguanid
Farmakokinetik dan farmakodinamik
Metformin terdapat dalam konsentrasi yang tinggi di
usus dan hati, tidak dimetabolisme tapi secara cepat
dikeluarkan melalui ginjal

Mekanisme Kerja
pemakaian glukosa oleh sel usus dan menghambat
absorpsi glukosa di usus glukosa darah

Efek samping
50% mengakibatkan gangguan gastrointestinal pada
saat pemakaian awal dimulai dari dosis rendah
dan bersamaan dengan makanan
Kontraindikasi
- Gangguan fungsi ginjal
- Gangguan fungsi hati
- Infeksi berat
- Penyakit jantung

Sulfonilurea
Farmakokinetik dan farmakodinamik
Akut: masa paruh 4 jam
Jangka lama: masa paruh bisa 12 sampai lebih dari 20
jam, karena itu dianjurkan pemakaian sehari sekali.
Mekanisme Kerja
Merangsang kerja sel beta pankreas untuk melepas
insulin yang tersimpan. Hanya bermanfaat pada
pasien yang masih bisa menghasilkan insulin

Efek samping
- Hipoglikemia
- Penambahan BB
- Gangguan pencernaan
- Gangguan enzim hati
Kontraindikasi
- DM tipe 1
- Hipersensitif sulfa
- Hamil dan menyusui

Glinide

Bekerja di kelenjar pankreas, cara kerja seperti


sulfonilurea namun memiliki waktu paruh yang lebih
pendek sehingga harus lebih sering frekuensi
pemakainya
Contoh: Nateglinide
Repaglinide

Thiazolidinedione
Peningkatan sensitivitas otot, lemak, dan hepar
terhadap insulin baik yang endogen maupun eksogen
Inhibitor alpha glukosidase
Menghambat pemecahan polisakarida di usus halus
sehingga monosakarida yang diabsorbsi berkurang

Insulin
Terbuat dari ekstrak pankreas babi atau sapi

Sekarang sudah dapat dibuat dari bakteri E. coli


yang ditanami gen insulin (human/ recombimant)
banyak beredar di Indonesia
Jarang timbul hipersensitif (human)
Pankreas orang dewasa menghasilkan 40-50
unit/hari.

Kadar insulin waktu puasa 10 Unit/ml (0,4


ng/ml atau 69 pmol/L)

Untuk memenuhi kebutuhan insulin basal


digunakan insulin kerja menengah
(intermediate-acting insulin) atau kerja panjang
( long-acting insulin)
Untuk memenuhi kebutuhan insulin prandial
digunakan insulin kerja cepat (short-acting
insulin) atau kerja sangat cepat (rapid-acting
insulin)

Klasifikasi Insulin
Kelas

Mulai efek Puncak Lama

Aksi pendek
Reguler insulin
Actrapid
Humulin R

15-30 mnt 2-4jam

6-8jam

60 mnt

1-8jam

14-15
jam

2-4jam

1-8jam

14-15
jam

Campuran (premixed)
Humulin 30/70
Mixtard 30/70
Aksi sedang
NPH
Humulin N
Monotard
Insulatard

Aksi panjang
Lantus

Tanpa Puncak 24 jam

Cara penyimpanan insulin


Harus disimpan dalam lemari es (suhu 2-8 derajat
Celcius), vial yang sudah terbuka bertahan 6-9 bulan
Insulin dalam kamar penyejuk (15-20o C) selama 1
bulan, bila suhu >30o C insulin hilang kekuatannya

Bila insulin dingin diputar-putar di telapak tangan atau


ditaruh dalam suhu kamar dahulu
Insulin beku atau menggumpal, berubah warna (jernih
jadi keruh) jangan dipakai

Lokasi penyuntikan