Anda di halaman 1dari 37

Disusun oleh:

ALDI MULYANA
FAISAL AMIN
LISNA INDRIANA
SOFAN

BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pembangunan suatu konstruksi, pertama tama sekali yang dilaksanakan

dan dikerjakan dilapangan adalah pekerjaan pondasi ( struktur bawah )


baru kemudian melaksanakan pekerjaan struktur atas. Pembangunan
suatu pondasi sangat besar fungsinya pada suatu konstruksi. Secara
umum pondasi didefinisikan sebagai bangunan bawah tanah yang
meneruskan beban yang berasal dari berat bangunan itu sendiri dan
beban luar yang bekerja pada bangunan ke tanah yang disekitarnya.
Secara umum tiang pancang dapat diklasifikasikan antara lain: dari segi

bahan ada tiang pancang bertulang, tiang pancang pratekan, tiang


pancang baja, dan tiang pancang kayu. Dari segi bentang penampang,
tiang pancang bujur sangkar, segitiga, segi enam, bulat padat, pipa, huruf
H, huruf I, dan bentuk spesifik. Dari segi teknik pemancangan, dapat
dilakukan dengan palu jatuh (drop hammer), diesel hammer, dan hidrolic
hammer.

Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan Tugas ini adalah :

Memahami Pengertian Pondasi Tiang Pancang dan Cara Kerjanya


Mengetahui Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Pondasi Tiang
Pancang
Mengetahui Ukuran Tiang Pancang dan Jenis-jenis Tiang Pancang

Manfaat
Penulisan Tugas ini diharapkan bermanfaat bagi :

Penulis sendiri, menambah pengetahuan dan pengalaman serta


mampu melaksanakan dan mengembangkan ilmu tersebut pada proses
kegiatan yang sama pada saat kerja ataupun terjun dilapangan.
Sebagai bahan referensi bagi siapa saja yang membacanya khususnya
bagi mahasiswa yang menghadapi masalah yang sama.
Untuk pihak-pihak lain yang membutuhkan informasi dan
mempelajari hal yang dibahas dalam Tugas ini.

BAB II PEMBAHASAN
Pengertian Pondasi Tiang Pancang
Pondasi tiang pancang adalah suatu konstruksi pondasi yang mampu

menahan gaya orthogonal ke sumbu tiang dengan jalan menyerap


lenturan. Pondasi tiang pancang dibuat menjadi satu kesatuan yang
monolit dengan menyatukan pangkal tiang pancang yang terdapat di
bawah konstruksi dengan tumpuan pondasi.
Pelaksanaan pekerjaan pemancangan menggunakan diesel hammer.

Sistem kerja diesel Hammer adalah dengan pemukulan sehingga dapat


menimbulkan suara keras dan getaran pada daerah sekitar. Itulah
sebabnya cara pemancangan pondasi ini menjadi permasalahan tersendiri
pada lingkungan sekitar.

Permasalahan lain adalah cara membawa diesel hammer kelokasi

pemancangan harus menggunakan truk tronton yang memiliki crane.


Crane berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan. Namun saat ini
sudah ada alat pancang yang menggunakan system hidraulik hammer
dengan berat 3 7 ton,
Pekerjaan pemukulan tiang pancang dihentikan dan dianggap telah
mencapai tanah keras jika pada 10 kali pukulan terakhir, tiang pancang
masuk ke tanah tidak lebih dari 2 cm. Tiang pancang bentuknya panjang
dan langsing yang menyalurkan beban ke tanah yang lebih dalam. Bahan
utama dari tiang adalah kayu, baja (steel), dan beton. Tiang pancang yang
terbuat dari bahan ini adalah dipukul, di bor atau di dongkrak ke dalam
tanah dan dihubungkan dengan Pile cap (poer). Tergantung juga pada tipe
tanah, material dan karakteistik penyebaran beban tiang pancang di
klasifikasikan berbeda-beda.
Seperti tipe pondasi yang lainnya, tujuan dari pondasi tiang adalah :
Untuk menyalurkan beban pondasi ke tanah keras
Untuk menahan beban vertical, lateral, dan beban uplift

Struktur yang menggunakan pondasi tiang pancang apabila tanah dasar tidak

mempunyai kapasitas daya pikul yang memadai. Kalau hasil pemeriksaan


tanah menunjukkan bahwa tanah dangkal tidak stabil & kurang keras atau
apabila besarnya hasil estimasi penurunan tidak dapat diterima pondasi tiang
pancang dapat menjadi bahan pertimbangan. Lebih jauh lagi, estimasi biaya
dapat menjadi indicator bahwa pondasi tiang pancang biayanya lebih murah
daripada jenis pondasi yang lain dibandingkan dengan biaya perbaikan
tanah.
Tipe pondasi yang digunakan adalah pondasi tiang pancang dengan rata-rata
kedalaman bervariasi antara 10-20 m dari elevasi/peil bawah pile cap. Dari
hasil data penyelidikan tanah, muka air tanah berada pada kedalaman -08.00
m sampai dengan -10.00 m dari permukaan tanah setempat. Penggunaan
pondasi secara kelompok/group direncanakan pada Proyek tempat penulis
kerja praktek, dengan jarak antar tiang minimal 2,5 atau 3 x (diameter)
atau disyaratkan pula jarak antara 2 tiang pancang dalam kelompok tiang
min. 0,60 m dan maks. 2,00 m, dan bila menggunakan tiang pancang persegi,
jarak minimal antar tiang adalah 1,75 x diagonal penampang tiang pancang
tersebut.

Pondasi tiang pancang dipergunakan pada tanah-tanah lembek, tanah

berawa, dengan kondisi daya dukung tanah (sigma tanah) kecil, kondisi air
tanah tinggi dan tanah keras pada posisi sangat dalam. Bahan untuk pondasi
tiang pancang adalah : bamboo, kayu besi/kayu ulin, baja, dan beton
bertulang.

Alasan penggunaan pondasi tiang pancang ini adalah:


Pengerjaannya relatif cepat dan pelaksanaannya juga relatif lebih mudah.
Biaya yang dikeluarkan lebih murah dari pada tipe pondasi dalam yang lain (bored

pile).
Kualitas tiang pancang terjamin. Tiang pancang yang digunakan merupakan hasil
pabrikasi, sehingga kualitas bahan yang digunakan dapat dikontrol sesuai dengan
kebutuhan, serta kualitasnya seragam karena dibuat masal. (kontrol
kualitas/kondisi fisik tiang pancang dapat dilakukan sebelum tiang pancang
digunakan).
Dapat langsung diketahui daya dukung tiang pancangnya, pemancangan yang
menggunakan drop hammer dihentikan bila telah mencapai tanah keras/final set
yang ditentukan (kalendering). Sedangkan bila menggunakan Hydrolic Static Pile
Driver (HSPD), terdapat dial pembebanan yang menunjukkan tekanan hidrolik
terdiri dari empat silinder untuk menekan tiang pancang ke dalam tanah sampai
ditemui kedalaman tanah keras.

Jenis Pondasi Tiang pancang


Pondasi Tiang Pancang Kayu
Pondasi tiang pancang kayu di Indonesia, dipergunakan pada rumahrumah panggung di daerah Kalimantan, di Sumatera, di Nusa Tenggara,
dan pada rumah-rumah nelayan di tepi pantai. Tiang yang terbuat dari
kayu (timber pile) dipasang dengan dipukul ke dalam tanah dengan
tangan atau lubang yang digali dan diisi dengan pasir dan batu.

Gambar Pondasi Tiang Pancang Kayu

Pondasi Tiang Pancang Beton


Pondasi tiang beton dipergunakan untuk bangunan-bangunan tinggi (high rise building).
Pondasi tiang pancang beton, proses pelaksanaannya dilakukan sebagai berikut :
Melakukan test boring untuk menentukan kedalaman tanah keras dan klasifikasi panjang

tiang pancang, sesuai pembebanan yang telah diperhitungkan.


Melakukan pengeboran tanah dengan mesin pengeboran tiang pancang.
Melakukan pemancangan pondasi dengan mesin pondasi tiang pancang.
Pondasi tiang pancang beton pada prinsipnya terdiri dari :
Pondasi tiang pancang beton cor ditempat
Proses pelaksanaannya pondasi tiang pancang beton cor di tempat sebagai berikut :
Melakukan pemboran tanah sesuai kedalaman yang ditentukan dengan memasukkan
besi tulangan beton.
Memompa tanah bekas pengeboran ke atas permukaan tanah.
Mengisi lubang bekas pengeboran dengan adukan beton, dengan sistem dipompakan dan
desakan/tekanan.
Pengecoran adukan beton setelah selesai sampai di atas permukaan tanah,
Kemudian dipasang stek besi beton sesuai dengan aturan teknis yang telah ditentukan.

Gambar Pondasi Tiang Pancang Beton Cor di Tempat

Pondasi tiang pancang beton sistem fabrikasi


Kemajuan teknologi khususnya pada bidang rancang bangun beton bertulang

telah menemukan pondasi tiang pancang sistem fabrikasi. Cetakan-cetakan


pondasi dengan beberapa variasi diameter tiang pancang dan panjang tiang
pancang dibuat dalam pabrik dengan system Beton Pra-Tekan Ukuran tiang
pancang produksi pabrik dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Pemasangan Pondasi Tiang Pancang Sistem Fabrikasi, sebagai berikut :


Dilakukan pengeboran sambil memancangkan tiang pondasi bagian per-bagian.

Kedalaman pengeboran sampai dengan batas kedalaman tanah keras yang dapat
dilihat secara otomatis dari mesin tiang pancang.
Kemudian setiap bagian tertentu dilakukan penyambungan dengan plat baja yang
telah dilengkapi dengan joint atau ulir penyambungan .

Gambar Pemasangan Pondasi Tiang Pancang Fabrikasi

Tiang Pancang Baja (steel)

Gambar Mesin Pancang De WaalpaaI, B.V

Gambar Mesin Pancang Franki

Ukuran Tiang Pancang


Berbagai ukuran tiang pancang yang ada pada intinya

dapat dibagi dua, yaitu :


Minipile (Ukuran Kecil)
Tiang pancang berukuran kecil ini digunakan untuk bangunan-bangunan
bertingkat rendah dan tanah relative baik. Ukuran dan kekuatan yang ditawarkan
adalah:
Berbentuk penampang segitiga dengan ukuran 28 dan 32.
Berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 20x20 dan 25x25.
Tiang pancang berbentuk penampang segitiga berukuran 28 mampu
menopang beban 25 30 ton
Tiang pancang berbentuk penampang segitiga berukuran 32 mampu
menopang beban 35 40 ton
Tiang pancang berbentuk bujur sangkar berukuran 20x20 mampu menopang
tekanan 30 35 ton
Tiang pancang berbentuk bujur sangkar berukuran 25 x 25 mampu

. Maxipile (Ukuran Besar)


Tiang pancang ini berbentuk bulat (spun pile) atau kotak (square pile).

Tiang pancang ini digunkan untuk menopang beban yang besar pada
bangunan bertingkat tinggi. Bahkan untuk ukuran 50x50 dapat
menopang beban sampai 500 ton.

Kelebihan Dan Kekurangan Pondasi Tiang Pancang


Kelebihan :
Karena dibuat dengan system pabrikasi, maka mutu beton terjamin
Bisa mencapai daya dukung tanah yang paling keras
Daya dukung tidak hanya dari ujung tiang, tetapi juga lekatan pada sekeliling

tiang
Pada penggunaan tiang kelompok atau grup (satu beban tiang ditahan oleh dua
atau lebih tiang), daya dukungnya sangat kuat
Harga relative murah bila dibanding pondasi sumuran

Kekurangan :
Untuk daerah proyek yang masuk gang kecil, sulit dikerjakan karena factor

angkutan
Sistem ini baru ada di daerah kota dan sekitarnya
Untuk daerah dan penggunaan volumenya sedikit, harganya jauh lebih mahal
Proses pemancangan menimbulkan getaran dan kebisingan.

Keuntungan dan Kerugian menurut Teknik


Pemasangan
Pondasi Tiang Pancang Pabrikan.
Keuntungan:

Karena tiang dibuat di pabrik dan pemeriksaan kwalitas sangat ketat, hasilnya
lebih dapat diandalkan
Pelaksanaan pemancangan relative cepat, terutama untuk tiang baja.
Walaupun lapisan antara cukup keras, lapisan tersebut masih dapat ditembus
sehingga pemancangan ke lapisan tanah keras masih dapat dilakukan
Persediaannya culup banyak di pabrik sehingga mudah diperoleh, kecuali jika
diperlukan tiang dengan ukuran khusus
Untuk pekerjaan pemancangan yang kecil, biayanya tetap rendah
Daya dukungnya dapat diperkirakan berdasar rumus tiang pancang sehingga
pekerjaankonstruksinya mudah diawasi
Cara pemukulan sangat cocok untuk mempertahankan daya dukung beban
vertical.

Kerugian :

Karena pekerjaan pemasangannya menimbulkan getaran dan kegaduhan maka


pada daerah yang berpenduduk padat akan menimbulkan masalah di
sekitarnya.
Untuk tiang yang panjang, diperlukan persiapan penyambungan dengan
menggunakan pengelasan (untuk tiang pancang beton yang bagian atas atau
bawahnya berkepala baja). Bila pekerjaan penyambungan tidak baik, akibatnya
sangat merugikan.
Bila pekerjaan pemancangan tidak dilaksanakan dengan baik, kepala tiang
cepat hancur. Sebaiknya pada saat dipukul dengan palu besi, kepala tiang
dilapisi denga kayu.
Bila pemancangan tidak dapat dihentikan pada kedalaman yang telah
ditentukan, diperlukan perbaikan khusus.
Karena tempat penampungan di lapangan dalam banyak hal mutlak diperlukan
maka harus disediakan tempat yang cukup luas.
Tiang-tiang beton berdiameter besar sangat berat, sehingga sulit diangkut atau
dipasang. Karena itu diperlukan mesinpemancang yang besar.
Untuk tiang-tiang pipa baja, diperlukan tiang yang tahan korosi.

Pondasi Tiang yang Dicor di Tempat


Keuntungan:
Karena pada saat melaksanakan pekerjaan hanya terjadi getaran dan
keriuhan yang sangat kecil maka pondasi ini cocok untuk pekerjaan
pada daerah yang padat penduduknya.
Karena tanpa sambungan, dapat dibuat tiang yang lurus dengan
diameter besar dan lebih panjang.
Diameter tiang ini biasanya lebih besar daripada tiang pracetak atau
pabrikan.
Daya dukung sstiap tiang lebih besar sehingga beton tumpuan (Pile
cap) dapat dibuat lebih kecil.
Selain cara pemboran di dalam arah berlawanan dengan putaran jam,
tanah galian dapat diamati secara langsung dan sifat-sifat tanah pada
lapisan antara atau pada tanah pendukung pondasi dapat langsung
diketahui.
Pengaruh jelek terhadap bangunan di dekatnya cukup kecil.

Kerugian :
Dalam banyak hal, beton dari tubuh tiang diletakkan di bawah air dn
kualitas tiang yang sudah selesai lebih rendah dari tiang-tiang pracetak
atau pabrikan. Disamping itu, pemeriksaan kualitas hanya dapat
dilakukan secara tidak langsung.
Ketika beton dituangkan, dikawatirkan adukan beton akan bercampur
dengan reruntuhan tanah. Oleh karena itu, beton harus segera
dituangkan dengan seksama setelah penggalian tanah dilakukan.
Walaupun penetrasi sampai ke tanah pendukung pondasi dianggap
telah terpenuhi, terkadang tiang pendukung kurang sempurna karena
ada lumpur yang tertimbun di dasar.
Karena diameter tiang cukup besar dan memerlukan banyak beton,
maka untuk pekerjaan yang kecil dapat mengakibatkan biaya tinggi.

Metode Pemasangan Tiang Pancang


Penentuan Jenis pondasi didasarkan pada penyelidikan Tanah, Jenis

penyelidikan tanah yang kerap dilakukan adalah Test SPT atau CPT . Pertama
tim surveyor menentukan titik-titik dimana tiang pancang akan diletakkan,
penentuan ini harus sesuai dengan gambar konstruksi yang telah ditentukan
oleh perencana. Jika sudah fix titik mana yang akan dipancang, nah sampai
saat itu, pekerjaan tiang pancang sudah bisa dilakukan.
Peralatan dan Bahan yang harus disiapkan untuk pekerjaan tiang pancang

antara lain Pile (tiang pancang), Alat Pancang (dapat berupa diesel hammer
atau Hydrolic Hammer), Service Crane.
Proses pengangkatan tiang pancang dari tempat tiang pancang untuk

dipasangkan ke alat pancang menggunakan service crane. Dengan Service


crane tiang dipasangkan ke alat pemancang dimana biasa alat pemancang
sudah berada tepat diarea titik pancang.

Service Crane yang sedang Mengangkat Tiang Pancang

Setelah Pile Terpasang dan posisi alat sudah berada pada titik

pemancangan, maka pemancangan siap dilakukan. Alat


pancang yang digunakan dapat berbeda - beda jenisnya. Seperti
Diesel Hammer atau Hydraulic Hammer. Beda keduanya adalah
Diesel Hammer bersifat memukul sehingga pasti terdengan
suara bising.. dueng..duengg..dueng... dan terkadang
meminbulkan getaran, getaran ini dapat mengakibatkan
bangunan disekitar menjadi retak jika jarang antara bangunan
dan daerah pemancangan terlalu dekat, sementara itu hydraulic
hammer bersifat menekan, jadi pengaruh suara dan getaran
relatif kecil.
Bedanya yang lain adalah penggunaan Hydraulic hammer lebih

mahal. Proses pemancangan dapat dilihat pada gambar dibawah


ini :

Proses Pemancangan Hydraulic hammer

Pemancangan dihentikan jika sampai mencapai tanah keras, indikasi jika

pemancangan sudah mencapai tanah keras adalah palu dari hammer sudah
mental tinggi, biasanya dalam tiap alat pancang sudah ada ukurannya, jika
sudah pada posisi seperti itu maka segera dilakukan pembacaan kalendering.

Contoh Bacaan Kalendering

Pembacaan ini dilakukan pada alat pancang sewaktu memancang. Jika dari

bacaan tinggi bacaan sudah bernilai 1 cm atau lebih kecil, maka


pemancangan sudah siap dihentikan. Itu artinya tiang sudah menencapai
titik tanah keras, tanah keras itulah yang menyebabkan bacaan
kalenderingnya kecil yaitu 1 cm atau kurang. Jika diteruskan dikhawatirkan
akan terjadi kerusakan pada tiang pancang itu sendiri seperti pada topi tiang
pancang atau badan tiang pancang itu sendiri. Pembacaan 1 kalendering
dilakukan dengan 10 pukul.
Selain itu juga ada yang disebut dengan system pemancangan dengan jacking

pile. Sistim pemancangan jacking pile adalah sistim pemancangan dengan


metoda tiang bukan dipukul sampai 10 pukulan terakhir < 10 cm tapi ditekan
sampai 2x beban rencana(kapasitas alat saat ini 300- 800 ton).

Kelebihan pemancangan jacking pile yakni :


Cocok untuk daerah Jakarta yang padat perumahan karena tidak
berisik (promosi supplier ditaruh aqua gelas dimesinnya, airnya tidak
akan tumpah karena getarannya,jadi kalo orang sekitarnya bilang dia
shock / kaca rumahnya pecah gara2x kita pancang,itu tidak mungkin;

Jumlah tiang bisa berkurang banyak sehingga membuat lebih murah (


di satu proyek 140 tiang dengan hammer bisa jadi 100 tiang dengan
jacking pile);
Di masa depan, jika disetujui oleh P2B, jacking pile bisa untuk
menggantikan loading test karena sifatnya berdasarkan tekanan,
sehingga menyerupai loading test, sehingga biaya loading test yang
ratusan juta bisa dihemat;
Akurasi pemancangan lebih tepat(kemungkinan miring kecil),
sehingga design jarak antar tiang bisa minimal, yang menyebabkan
banyaknya besi pilecap dan volume beton pilecap bisa diminimalkan.

Kelemahan pemancangan jacking pile yakni:


Tidak cocok untuk lokasi yang tanahnya sempit karena jarak bebas alat
pancang ke tembok harus 2.5m - 5 m(tergantung alatnya);
Tidak bisa untuk tanah yang ada lensanya;
Penghematannya bisa dilakukan jika perancangan strukturnya diubah,
sehingga harus banyak melibatkan dengan konsultan struktur.

Cara Kerja Jacking Pile


TAHAP 1

Gambar : mengangkat tiang pancang dengan crane

TAHAP 2

Gambar : tiang pancang dimasukkan ke alat pancang

TAHAP 3

Gambar : menjepit tiang dengan penjepit alat pancang dan mulai memancang
tiang dengan tekanan hidraulik

TAHAP 4

Gambar 4 : setelah selesai memancang, crane akan mengambil tiang kedua

Karena pada cara pemasangan tiang yang diputar berlawanan arah jarum jam

menggunakan air maka lapangan akan menjadi kotor. Untuk setiap cara
perlu dipikirkan cara menangani tanah yang telah dibor atau digali.
Perkembangan desain pondasi tiang pancang telah maju dengan pesat seiring

dengan berkembangnya ilmu dan teknologi rancang bangun dalam dunia


teknik sipil. Penggunaan Tiang Pancang dalam berbagai konstruksi sipil
turut mengalami perbaikan dan penyempurnaan, jenis pondasi ini masih
menjadi pilihan yang utama terutama untuk daerah (site) lapangan yang
kurang menguntungkan.
Kerusakaan akan terjadi jika gerakan tersebut mempunyai pengaruh pada

struktur di atasnya yang karena mempunyai massa maka akan


mengakibatkan gaya dinamik. Jika gaya dinamik struktur di atas pondasi dan
pondasi tidak selaras maka timbul gaya restrain Ini yang harus diwaspadai.

Perhitungan Kebutuhan Pondasi Tiang Pancang


Berikut ini cara sederhana untuk menghitung kebutuhan pondasi tiang

pancang dan penampang tiang pancang yang akan digunakan :


Misalnya didapat brosure produk tiang pancang segitiga ukuran 25/25.
Jika daya dukung setiap tiangnya mencapai 2 ton maka berapakah jumlah
tiang dalam setiap kolomnya?
Adapun tahap perhitungannya adalah sebagai berikut:
Denah bangunan dibagi-bagi di antara kolom-kolom untuk
mengetahui berat yang harus dipikul setiap pondasi. Dapat juga semua
luas denah bangunan dijumlahkan kemudian dibagi ke dalam beberapa
titik pondasi dalam setiap kolomnya. Cara kedua ini memiliki
kelemahan karena beban di pinggir kolom tentu saja berbeda dengan
beban di tengah.
Selanjutnya total volume beton dikalikan dengan berat jenis beton,
volume lantai dikalikan berat jenis lantai, demikian seterusnya untuk
tembok, kayu, genteng, dan sebagainya. Hasilnya dijumlahkan
sehingga diperoleh berat = X ton.

Selain itu juga dihitung jumlah beban hidup untuk jenis bangunan tersebut.

Misalnya beban rumah tinggal 200 Kg/m2. Sehingga diperoleh 200 kg


dikalikan dengan seluruh luas lantai, misalnya Y ton.
Jumlah semua beban tersebut yaitu : X ton + Y ton. Misalnya, hasil
penjumlahannya 48 ton. Dengan demikian kebutuhan tiang pancang adalah
48 ton : 25 ton atau sekitar dua buah tiang pancang pada satu titik kolom.
Jadi jumlah tiang pancang untuk bangunan tersebut adalah hasil perkalian
antara jumlah kolom dengan dua titik pancang.
Hasil tersebut hanya untuk sebuah tiang pancang yang ukurannya 6 meter
setiap batangnya. Bila kedalaman tanah keras adalah 9 meter, maka
diperlukan dua buah tiang pancang per titiknya.
Hitungan sederhana tersebut mengabaikan daya dukung tanah hasil
laboratorium dan daya lekat tanah si sepanjang tiang pancang. Bila hal
tersebut dihitung, jumlah tiang pancang tentu akan berkurang. Bahkan cara
perhitungannya tidak sesederhana hitungan di atas.

BAB III PENUTUP


Kesimpulan
Pondasi tiang pancang adalah suatu konstruksi pondasi yang

mampu menahan gaya orthogonal ke sumbu tiang dengan


jalan menyerap lenturan. Pondasi tiang pancang dibuat
menjadi satu kesatuan yang monolit dengan menyatukan
pangkal tiang pancang yang terdapat di bawah konstruksi
dengan tumpuan pondasi. Pondasi tiang pancang
dipergunakan pada tanah-tanah lembek, tanah berawa,
dengan kondisi daya dukung tanah (sigma tanah) kecil,
kondisi air tanah tinggi dan tanah keras pada posisi sangat
dalam. Bahan untuk pondasi tiang pancang adalah : bamboo,
kayu besi/kayu ulin, baja, dan beton bertulang.

TERIMA KASIH