Anda di halaman 1dari 67

1

METABOLISME LIPID
PENDAHULUAN :
LIPID adalah SENYAWA
ORGANIK YANG TIDAK
LARUT DALAM AIR
ATAU HIDROFOBIK,
TETAPI LARUT DALAM
PELARUT NON POLAR
( ETER, ALKO-HOL,
BENZEN ); BERUPA
ESTER DENGAN ASAM
LEMAK.
2

FUNGSI LIPID
Sumber energi tubuh
Dapat sebagai Cadangan energi
Hormon
Pelarut beberapa vitamin (A, D, E, K)
Isolator panas
Sebagai Pelindung organ penting
Ciri kelamin sekunder
Bahan penyusun untuk:
- membran sel/organel
- lipoprotein

12/11/2014

TRANSPORT LEMAK
TG dari Usus ( Berasal dari Makanan)
Dari Usus
Dari Usus

Jaringan Ekstrahepatik
Jaringan Lemak

(Oksidasi)
(Ditimbun/Esterifikasi)

TG dari Hati (Hasil Sintesa)


Dari Hati
Dari Hati

Jaringan Ekstrahepatik
Jaringan Lemak

(Oksidasi)
(Ditimbun/Esterifikasi)

Kolesterol dari Usus (Berasal dari Makanan)


Dari Usus

Hati

(Oksidasi)

Dari Hati

Jaringan Lemak

(Ditimbun/Esterifikasi)

Asam Lemak Hasil Lipolisis TG Dalam Jar.lemak


Dari Jar. Lemak
Dari Jar. Lemak
12/11/2014

Jaringan Ekstrahepatik
Hati

(Oksidasi)
(Ketogenesis)
4

ALAT TRANSPORT LEMAK


Dasar :
Lipid bersifat Hidrofobik
Tdk larut dalam air
Komponen Darah terutama terdiri dari air

Alat Transport Lemak Dlm Darah adalah


Lipoprotein, yang strukturnya terdiri dari :
-Lemak agak polar : Kholesterol Bebas
-Lemak NonPolar :TG, Kholesterol Ester
-Lemak polar : Fosfolipid
-Protein : Apoporotein
12/11/2014

HASIL PENCERNAAN + ASAM / GARAM EMPEDU :


MISEL / EMULSI

DISERAP MUKOSA USUS

RE-ESTERIFIKASI / RESINTESIS
APOPROTEIN A & B

CALON KILOMIKRON ( NASCENT CHYLOMICRON )

RUANG ANTAR SEL MUKOSA USUS

PEMBULUH LIMFE
APOPROTEIN C & E

SIRKULASI DARAH

KILOMIKRON

LIPOPROTEIN
Berfungsi sebagai :
Pengangkut lipid eksogen yi Khilomikron
Pengangkut lipid endogen yi VLDL, IDL, LDL
Pengangkut balik kholesterol jaringan ke hati
yi HDL, VLDL, LDL
VLDL
IDL
LDL
HDL
12/11/2014

= Very Low Density Lipoprotein


= Intermediate Density Lipoprotein
= Low Density Lipoprotein
= High Density Lipoprotein
7

PEMBAGIAN LIPOPROTEIN
a. Berdasarkan Densitasnya (Kepadatan)

Khilomikron

Kholesterol
12/11/2014

VLDL

Trigliserida

LDL

Fosfolipid

HDL

Apoprotein

KOMPOSISI LIPOPROTEIN DALAM PLASMA


Fraksi

Sumber

Diame
ter
(nm)

Densitas

Prote Total
in
lipid TG
(%)
(%)

Komposisi
Persentase total lipid
FL

Koles. Koles.
FFA
ester bebas

Kilomimi
kron

Usus

90 1000

< 0,95

1-2

98 99

88

Sisa
Kilomi.

Kilomikron

45-100

< 0.019

6-8

92 -94

80

11

VLDL

Hati
/usus

30 - 90

0,95 1,006

7-10

90-93

56

20

15

IDL

VLDL

25-30

1,006
1,019

11

89

29

26

34

LDL

VLDL

20-25

1,019
1,063

21

79

13

28

48

10

HDL1

Hati dan
usus,
VLDL, Kilo
mikron

20 25

1,019
1,063

32

68

53

34

11

...

10 20

1,063-1,125

33

67

18

43

31

10

5 - 10

1,125-1,210

57

43

13

46

29

<5

> 1,21

70

30

...

83

...

17

...

...

>1,281

99

100

HDL2
HDL3
Pre
HDL3
AlbuminFFA

Jaringan
Adiposa

LUMEN USUS

SEL MUKOSA
NASCENT CHYLOMICRON

LIPASE

TG
TG

COLIPASE

FL
MG MG
FA FA

MISELE

LFL

MG
LPL
FA
MG

TG FA
FL FL APOB48

SER

KILOMI
KRON

RER

KOMPLEKS
EMULSI LEMAK
HDL

GARAM
EMPEDU

ABSORPSI LEMAK dan PEMBENTUKAN KILOMIKRON


10

METABOLISME KILOMIKRON dan VLDL :


. KILOMIKRON DI SINTESIS DI USUS HALUS
VLDL DISINTESIS DI HEPAR.
. KOMPOSISINYA HAMPIR SAMA

. PROSES METABOLISMENYA SAMA


LIHAT S K E M A

KILOMIKRON DARAH JARINGAN :


HIDROLISA

ASAM LEMAK
REESTERIFIKASI
DI ADIPOSA & HEPAR

GLISEROL
& -OKSIDASI
DI OTOT

11

Dibentuk dalam sel epitel usus


Paling banyak mengandung lipida (terutama TG)
Paling besar diameter partikel, sehingga membias
sinar
bila kadar tinggi
serum/plasma keruh
Mengandung apoprotein ; Apo-B; Apo-C dan Apo-A
Fungsinya mengangkut :
-TG dari usus
ke jaringan
Ekstrahepatik/jar.Lemak
-Kholesterol bebas/kholesterol ester dari usus

12/11/2014

12

Lipoprotein Lipase (LPL) pada pembuluh darah


kapiler akan menghidrolisis TG dari Khilomikron
menjadi :
- Asam lemak
Oksidasi (Ekstrahepatik)
Reesterifikasi (Jar.Lemak)
- Gliserol
ke hati

Akibat hidrolisis oleh LPL menyebabkan partikel


khilomikron menyusut
- TG berkurang
- Kholesterol, Fosfolipid, protein relatip
meningkat

12/11/2014

13

Dibentuk dalam sel hati


Banyak mengandung lipid (TG)
Mengandung : Apo-B dan Apo-C
Fungsi, mengangkut :
TG
Jar. Ekstrahepatik (Oksidasi)
Jar. Lemak (Esterifikasi) utk Ditimbun
Kholesterol bebas/Ester dari hati ke Sirkulasi
darah
LPL menghidrolisis TG dari VLDL menjadi
Asam lemak

12/11/2014

14

Terbentuk dalam sirkulasi darah sebagai bentuk hasil


akhir metabolisme VLDL
Paling banyak mengandung kholesterol
Mengandung : Apo-B
Akibat hidrolisis TG, proporsi protein & Lipida
(kecuali TG) meningkat
Pada jaringan perifer :
LDL berikatan dengan reseptor masuk dlm sel
hidrolisis kholesterol ester
menjadi kholesterol
bebas untuk digunakan sel yang bersangkutan

12/11/2014

15

Sintesis di hati dan di usus


Paling banyak mengandung protein : Apo-A dan
Apo-C
Komponen lemak terutama kholesterol dan
fosfolipida, sedikit TG
Mengangkut kelebihan kholesterol dari jaringan
perifer ke hati untuk ekskresi

12/11/2014

16

OKSIDASI ASAM LEMAK


TEMPAT OKSIDASI terjadi didalam MITOKONDRIA

TUJUAN OKSIDASI : UNTUK MEMPEROLEH ENERGI ( ATP )


3 MACAM OKSIDASI ASAM LEMAK :
1. OKSIDASI

2. OKSIDASI

CH3-CH2-------CH2-CH2-CH2-COOH

3. OKSIDASI
DIKATALISA OLEH ENZIM-ENZIM TERTENTU ( FATTY ACID
OXIDASE ) dengan NAD+ & FAD+ SEBAGAI KOENZIM.
ASAM LEMAK ( FFA ) DIAKTIFKAN LEBIH DAHULU.
KoA; ATP
ASAM LEMAK

Asil-KoA sintetase

PPi + AMP
ASIL-KoA (as.lemak aktif)
17

KETOGENESIS & KETOLISIS


PADA KEADAAN TERTENTU ( KELAPARAN; DIABETES M.)
MOBILISASI AS. LEMAK
OKSIDASI- ENERGI
KETOGENESIS
KETOGENESIS = SINTESIS BENDA KETON
KETOLISIS
= KATABOLISME BENDA KETON

KETOGENESIS terjadi di HEPAR, dengan TUJUAN UNTUK


PENGHEMATAN ENERGI ( TIDAK SEMUA AS.LEMAK DI OKSIDASI + SAS, TAPI DIBENTUK MENJADI BENDA KETON )
BENDA KETON : -HIDROKSI BUTIRAT, ASETOASETAT dan
ASETON.
18

HEPAR
(BENDA KETON)

DARAH
OTOT SKELET
ENERGI

OTAK

ENERGI ( sebagai pengganti glukosa, melalui :


glucose-fatty acids-keton
bodies cycle )
BENDA KETON bersifat ASAM
GANGGUAN ASAM BASA DARAH ( KETOASIDOSIS )
terutama pada - DIABETES MELLITUS
- KELAPARAN masih dapat diatasi
19

oleh tubuh dengan SISTEM BUFFER

FFA

KETOGENESIS

( MOBILISASI dari ADIPOSA )

ASIL-KoA

GLISEROL-P

TG
FOSFOLIPID

Membran Mitokondria

ASIL-KoA
OKSIDASI -

( ASETIL-KoA )n

KOLESTEROL

H3C-CO-CH2-CO~SKoA

ASETOASETIL-KoA

CH2-COO-

H3C-COH-CH2-CO-SKoA

KoA-SH

HMG-KoA
H2O
CH3-CO-SKoA

ASETIL-KoA

CH3-CO-SKoA

HMG-KoA
Liase

ASETOASETAT
NADH + H+
NAD+

ASIL-KoA

SAS

20
3-HIDROKSI BUTIRAT
( paling dominan )

O
CH3-C-CH2
CO2

ASETON

O
CH3-C-CH2-COO-

ASETOASETAT
NADH + H+

NAD+

- HIDROKSI BUTIRAT DEHIDROGENASE

OH
CH3-CH-CH2-COO- HIDROKSI BUTIRAT

INTERELASI ANTAR KE TIGA BENDA KETON

21

KETOGENESIS HANYA TERJADI DI HEPAR, KATABOLISME NYA


TERJADI DI LUAR HEPAR SEBAGIAN BESAR DI OTOT SKELET

3-HIDROKSI BUTIRAT
NAD
NADH + H+

ASETO ASETAT
SUKSINIL-KoA
KoA-Transferase

SITRAT

SIKLUS ASAM SITRAT

SUKSINAT

OKSALO ASETAT

ASETO ASETIL-KoA
Tiolase

ASETIL-KoA
22

FFA

LIVER

ACYL-CoA

EXTRA HEPATIC
TISSUE
eq. MUSCLE
ACETYL-CoA

ACETYL-CoA

THIOLASE
ACETOACETYL-CoA
SUCCINATE

HMG-CoA

ACETOACETATE
NADH + H+

NADH + H+

NAD+

NAD+

3-HYDROXYBUTYRATE

TRANSPORT OF KETONE BODIES


FROM THE LIVER

OAA

CoA CYTRIC ACID CYCLE


TRANSFER
SUCCINYL
CITRATE
ASE
-CoA
ACETOACETATE

3-HYDROXYBU
TYRATE

23

BIOSINTESIS ASAM LEMAK


BAHAN BAKU : ASETIL-KoA

PRINSIPNYA : PENGGANDENGAN ASETIL-KoA


ASETIL-KoA BERASAL DARI - KH glikolisis
- PROTEIN / AS.AMINO
CARA SINTESIS :1. SISTEM MITOKONDRIA
2. SISTEM EKSTRA MITOKONDRIA
24

SINTESIS ASAM LEMAK SISTEM MITOKONDRIA :


MERUPAKAN SISTEM UNTUK MEMPERPANJANG ASAM
LEMAK YANG SUDAH ADA atau UNTUK KONVERSI SATU
ASAM LEMAK KE JENIS ASAM LEMAK YANG LAIN
LEBIH SERING DIPAKAI UNTUK SINTESIS ASAM LEMAK
TIDAK JENUH = UNSATURATED FATTY ACIDS = UFA
BAHAN BAKU : ASAM PALMITAT ( 16 C )
atau ASAM LEMAK TIDAK JENUH YANG
ADA DALAM TUBUH.
PRINSIP REAKSINYA merupakan KEBALIKAN DARI
OKSIDA-SI ( ENZIMNYA SAMA, KECUALI ENZ. TIOLASE
DIGANTI DENGAN ENZ. ENOIL-KoA REDUKTASE.

BERLANGSUNG DALAM SUASANA ANAEROB

25

SINTESIS ASAM LEMAK SISTEM MITOKONDRIA


CH3-(CH2)n-CH2-CO-S-KoA
FAD+

FADH + H+
CH3-(CH2)n-1-CH=CH-CO-S-KoA
H2O
OH
CH3-(CH2)n-1-CH-CH2-CO-S-KoA

NAD+
NADH + H+

O
CH3-(CH2)n-1-C-CH2-CO-S-KoA

KoA-SH
O
CH3-(CH2)n-1- C-S-KoA

CH2-CO-S-KoA
26

ASETIL-KoA

SINTESIS ASAM LEMAK SISTEM EKSTRA MITOKONDRIA :


SINTESIS ASAM LEMAK DE NOVO (LIPOGENESIS)
MENGGUNAKAN BAHAN DASAR : ASETIL-KoA + CO2

SISTEM INI SERING DIGUNAKAN dan AKTIF DI


JARINGAN- JARINGAN HEPAR, ADIPOSA dan
KELENJAR MAMMAE YANG SEDANG LAKTASI

DIKATALISA OLEH KOMPLEKS ENZIM : FATTY ACID


SINTHASE COMPLEX YANG MENGANDUNG GUGUS
PROTEIN PENGEMBAN ASIL ( ACYL CARRIER PROTEIN
= ACP )

27

CO2

CH3-CO-SKoA
ASETIL-KoA
HS-PAN-

-Cys-HS

HS-Cys-

-PAN-HS

KoA

ENZIM

BIOTIN

-OOC-CH2-CO-SKoA

MALONIL-KoA

KoA
O
-- -Cys-S-C-CH3
O
-- -PAN-S-C-CH2-COO

SINTESA
ASAM
LEMAK
SISTEM
EXTRA
MITOKON
DRIA

-ENZ-ASIL ( ASETIL MALONIL )


3-KETOASIL SINTASE
CO2
-

-CyS-SH
O
O
-PAN-S-C-CH2-C-CH3 ENZ-3-KETOASIL ( ENZ ASETOASETIL )
3-KETO ASIL REDUKTASE

NADPH + H+
NADP+

PENGHASIL NADPH :

- JALUR HMP
H2O
- ISOSITRAT DEHIDRO
GENASE
ENZIM MALAT
NADPH + H+

-CyS-SH
O
O
-PAN-S-C-CH2-CH-CH3
HIDRATASE

ENZ.-3-HIDROKSI ASIL

-Cys-SH
-PAN-S-C-CH=CH-CH3

ENZ.-2,3-ASIL TAK JENUH

NADP+

7X
PALMITAT

-Cys-SH

-PAN-S-C-CH2-CH2-CH3

ENZIM-ASIL

( Cn )

28

NASIB PALMITAT SELANJUTNYA :


PALMITAT
ATP + KoA

ASIL-KoA
ASIL-KoA SINTASE
AMP + PPi

DESATURASI +
PEMANJANGAN
RANTAI

PALMITIL-KoA
ESTERIFIKASI

ESTER KOLESTEROL
ASIL GLISEROL

29

PENGADAAN ASETIL-KoA & NADPH untuk LIPOGENESIS :


GLUKOSA

PALMITAT
NADP+

NADP+

GLUKOSA-6 P
PPP

FRUKTOSA-6 P

NADPH +
H+

NADPH +
H

ENZIM
MALAT

GLISERALDEHIDA-3 P
NAD+

MALAT
DEHIDRO
GENASE

MALONIL-KoA
CO2

MALAT

ATP
CO2

ASETIL-KoA
KARBOKSI
LASE

ASETIL-KoA
NADH + H+

OKSALO ASETAT

PIRUVAT
SITRAT

H+

ATP-SI
ATP TRAT
KoA LIASE

SITRAT

PIRUVAT
MITOKONDRIA
NADH + H
NAD

OKSALOASETAT

SAS
MALAT

ASETIL-KoA
-KETOGLUTARAT

ASETAT
ISOSI
TRAT
ISOSITRAT
DEHIDRO NASE

-KG
30

SINTESIS ASAM LEMAK SISTEM MIKROSOM


JARANG DILAKUKAN
FUNGSI : SEPERTI SISTEM MITOKONDRIA :
MEMPERPANJANG RANTAI AS. LEMAK

REAKSINYA MIRIP DENGAN SISTEM EKSTRA MITOKON


DRIA, YAITU MEMERLUKAN ADANYA MALONIL-KoA

31

BIOSINTESIS GLISERIDA
GLISERIDA : ESTER ANTARA GLISEROL + ASAM LEMAK
* TRIGLISERIDA ( TG ) GLISEROL

+ AS. LEMAK

* FOSFOLIPID GLISEROL + AS.LEMAK + FOSFAT

BASA N ( LESITIN; SEFALIN; dsb )

BAHAN BAKU SINTESIS GLISERIDA :

1. GLISEROL FOSFAT ( GLISEROL AKTIF )


1.1. DENGAN ENZIM GLISEROKINASE :
GLISEROKINASE
GLISEROL + ATP
GLISEROL-3P + ADP

1.2. DARI GLIKOLISIS ( bila tak PUNYA GLISEROKINASE )

2. ASIL-KoA ( ASAM LEMAK AKTIF ) :


O
R C OH

TIOKINASE

+ ATP + KoA-SH

O
32
R C ~S-KoA + ADP

SINTESIS T.G TERJADI DISEMUA JARINGAN, TERUTAMA


DI ADIPOSA ; YANG DIPAKAI SEBAGAI CADANGAN ENERGI, ISOLATOR SUHU DAN PELINDUNG ORGAN TERHADAP
TRAUMA.
FOSFOLIPID TERUTAMA DISINTESIS DI HEPAR; YANG
BERFUNGSI : - PENYUSUN MEMBRAN SEL,

- PENGEMBAN TRANSPORTASI LIPID


- KOMPONEN SARUNG MYELIN
- PLATELET ACTIVATING FACTOR (PAF)
- SUMBER POLY UNSATURATED FATTY
ACIDS = PUFA
33

H2- C-OH

NADH +
H+

NAD+
H2- C-OH
H2- C-OH
HO-C-H
HO-C-H
HO-C=O
Gliserol-3P
GLISEROKI- H2-C-O-P dehidrogenase H2-C-OH
H2-C-OH NASE
DIHIDROKSI GLISEROL-3P
GLISEROL
ASETON FOSFAT

ATP ADP

GLIKO
LISIS

ASIL-KoA

GLISEROL-3P ASIL TRANSFERASE

BIOSINTESIS T.G.
dan FOSFOLIPIDA

KoA-SH
O
H2- C-O-C-R1
HO-C-H
H2-C-O-P

1-ASIL GLISEROL-3P
ASIL-KoA
1-ASIL GLISEROL-3P ASIL TRANSFERASE

KoA-SH

O
H2- C-O-C-R1
R2-C-O-C-H
O H2-C-O-P

1,2-DIASIL GLISEROL-P ( FOSFATIDAT )

34

( lanjutan )
H2- C-O-OH
R2-C-O-C-H
O H2-C-O-P

2-MONO ASIL GLI SEROL


ASIL-KoA

KoA-SH
KOLIN
FOSFOKOLIN

O
H2- C-O-C-R1
R2-C-O-C-H
O H2-C-O-P

H2O
FOSFATIDAT FOSFO-HIDROLASE
Pi

O
H2- C-O-C-R1
R2-C-O-C-H O
O H2-C-O-C-P

KOLIN
FOSFATIDIL-KOLIN

PPi

O
H2- C-O-C-R1
R2-C-O-C-H
O H2-C-OOH

O
H2- C-O-C-R1
R2-C-O-C-H
O H2-C-O-P-P
SITIDIN
1,2-DIASIL GLISEROL
ASIL-KoA CDP-DIASIL GLISEROL
INOSITOL
DIASIL GLISEROLCDP-DIASIL

KoA-SH

CMP

CTP-FOSFATIDAT
SITIDIL TRANSFERASE

1,2-DIASIL GLISEROL-P
( FOSFATIDAT )

ASILTRANSFERASE

CDP-KOLIN

CTP

O
H2- C-O-C-R1
R2-C-O-C-H O
O H2-C-O-C-R3

TRIASIL GLISEROL

GLISEROLINOSITOL
TRANSFER
ASE

DMP CAR
DIOLI
O
H2- C-O-C-R1 PIN
R2-C-O-C-H O
O H2-C-O-C-P
INOSITOL
35
FOSFATIDIL INOSITOL

ADA KENYATAAN PENGGUNAAN ASAM LEMAK YANG


BERBEDA PADA SINTESIS TRIGLISERIDA DENGAN
SINTESIS FOSFOLIPID
ASAM LEMAK JENUH

SINTESIS T.G.

AS.LEMAK TAK JENUH

SINTESIS FOSFOLIPID

( AS.LEMAK ESENSIEL )
DIET DENGAN BANYAK AS.LEMAK TAK JENUH ( AS.LEMAK ESENSIEL )
dapat MENURUNKAN KADAR KOLESTEROL DARAH.
????
AS.LEMAK ESENSIEL >> SINTESIS F.L. >> SINTESIS HDL >>

TRANSPORTASI KOLESTEROL JARINGAN KE HEPAR


KOLESTEROL DARAH
36

SINTESIS ASAM LEMAK TIDAK JENUH ( UFA )


TUBUH DAPAT MENSINTESIS AS.LEMAK TIDAK JENUH = UNSATURATED FATTY ACID, DENGAN KEMAMPUAN YANG SANGAT TERBATAS
PRINSIP DENGAN PERPANJANGAN RANTAI dan DESATURASI
( ELONGATION & DESATURATION )
MANUSIA TIDAK DAPAT MEMBENTUK ASAM LEMAK DENGAN IKATAN
RANGKAP YANG TERLETAK ANTARA GUGUS METIL ( -CH3 ) dan C6
MENGAPA ?? MUNGKIN SISTEM ENZIMNYA YANG TIDAK
LENGKAP.
JADI MANUSIA PERLU ASUPAN ASAM LEMAK TIDAK JENUH GANDA
POLY UNSTURATED FATTY ACIDS = PUFA
ASAM LEMAK ESENSIEL.
AS.LEMAK ESENSIEL, a.l. : - AS. OLEAT ( 18:1;9 ) --- 9
- AS. LINOLLEAT ( 18:2;9,12 ) --- 6
- AS. LINOLENAT ( 18:3;9,12,15 ) --- 6
37

ASAM LEMAK ESENSIEL IKATAN RANGKAP-NYA ANTARA GUGUS


METIL ( -CH3 ) DENGAN C6 KEBAWAH.

MANUSIA DAPAT MENGUBAH ASAM LINOLEAT ARAKHIDONAT :

ASAM LINOLEIL-KoA ( 18:2;9,12 )


6-DESATURASE

2H

ASAM GAMMA LINOLEIL-KoA ( 18:3;6,9,12 )


ASETIL-KoA

ELONGASE

HOMO GAMMA LINOLEIL-KoA ( 20:3;8,11,14 )


6-DESATURASE

2H

ASAM ARAKHIDONAT-KoA ( 20:4;5,8,11,14 )

SISTEM SINTESIS AS.LEMAK TIDAK JENUH INI DIPAKAI UNTUK


SINTESIS EIKOSAENOAT ( KELOMPOK ASAM LEMAK DENGAN C20 );
38
YAITU PROSTAGLANDIN, TROMBOKSAN, LEUKOTRIEN.

KELOMPOK EIKOSAENOAT : PROSTAGLANDIN (PG),


TROMBOKSAN (TX), LEUKOTRIEN (LT) & LIPOKSIN (LX)

MEMPUNYAI FUNGSI FISIOLOGIK dan FARMAKOLOGIK sebagai


HORMON LOKAL, YANG BEKERJA MELALUI PROTEIN G DENGAN RESEPTOR SPESIFIKNYA.
FUNGSI : -, ANTI INFLAMASI
-. KONTRAKSI OTOT POLOS ABORTUS TERAPOETIK,
INDUKSI PERSALINAN, KONTRASEPSI, HIPERTENSI
dan ASMA
DISINTESIS DARI ASAM LEMAK ESENSIEL : ARAKHIDONAT
DENGAN CARA : 1. SIKLOOKSIGENASI ENZ. SIKLO OKSIGENASE

PROSTAGLANDIN (PG) & TROMBOKSAN (TX)


2. LIPOKSIGENASI ENZ. LIPOKSIGENASE
LEUKOTRIEN (LT) & LIPOKSIN (LX)

39

SPINGOLIPIDA
MERUPAKAN FOSFOLIPIDA YANG MENGANDUNG IKATAN KOMPLEKS
AMINO-ALKOHOL ( SPINGOL / SPINGOSIN )
PERAN FISIOLOGI : -. ALAT KOMUNIKASI ANTAR SEL
-. ANTIGENIK ADALAM GOLONGAN DARAH ABO
-. RESEPTOR DARI VIRUS dan TOKSIN
-. KOMPONEN SARUNG SARAF ( SPINGOMIELIN )
GOLONGAN SPINGOLIPIDA :
-. CERAMIDA

-. GLUKOCEREBROSIDA

-. SPINGOMIELIN

-. GANGLIOSIDA

-. GALAKTOCEREBRO SIDA

-. SULFATIDA
-. GLOBOSIDA

40

FUNGSI KOLESTEROL :
1. SINTESIS HORMON STEROID & HORMON REPRODUKSI
2. SINTESIS VITAMIN D
3. SINTESIS HORMON KALSITRIOL
SUMBER KOLESTEROL TUBUH :
1. EKSOGEN DARI MAKANAN / KILOMIKRON
2. ENDOGEN SINTESIS DALAM TUBUH, TERUTAMA DI
HEPAR VLDL
BAHAYA KOLESTEROL : dapat menimbulkan SKLEROSIS

KOLESTEROL (C27H45O) DISINTESIS DARI

ASETIL-KoA

41

BIOSINTESIS KOLESTEROL :
SINTESIS KOLESTEROL TERJADI DI SITOPLASMA SEMUA
SEL TUBUH, TERUTAMA DI HEPAR
TAHAPAN SINTESIS :

I. ASETIL-KoA ( 2 ATOM C )

MEVALONAT ( 6 ATOM C )

ENZIM KUNCI : HMG-KoA REDUKTASE


II. MEVALONAT

ISOPENTINILPIROFOSFAT ( ISOPRENOID ) 5 ATOM C

III. ISOPRENOID

SQUALEN ( 30 ATOM C )

IV. SQUALEN

LANOSTEROL

V. LANOSTEROL

KOLESTEROL ( C27H46O )
42

PEMBENTUKAN SQUALEN :
DIAWALI DENGAN PERUBAHAN MEVALONAT MENJADI ISOPRENOID
( ISOPENTENIL PIROFOSFAT dan DIMETILALIA PIROFOSFAT )
SELANJUTNYA SECARA BERTAHAP, MENGUBAH ISOPRENOID MENJADI SQUALEN.
ATP

ADP

CH3
CH3
-OOC-CH2-C-CH2-CH2O-PO3
-OOC-CH2-C-CH2-CH2OH
Mevalonat kinase
OH
OH
5-FOSFOMEVALONAT
MEVALONAT

ATP

Fosfomevalonat kinase
Pirofosfo mevalonat
dekarboksilase

CH3
C-CH2-CH2O-PO3-PO3
H2C
HCO3
ISOPENTENIL-PIRO-P
H3C
Isopentenil-piro-P
isomerase

CH3
-OOC-CH2-C-CH2-CH2O-PO3-PO3
OH
H2O
~E
5-PIROFOSFOMEVALONAT
CH2O-PO3-PO3

C=C
H3C

ADP

43

DIMETILALIL PIRO-P

2 MOL. FARNESIL-PIRO FOSFAT


NADPH + H+
PPi

Squalene sintase

NADP +

SQUALEN
NADPH + H+FAD

O2
H2O

KOLESTEROL
Desaturasi C24 C25
( satu langkah )

NADP +

SQUALEN 2,3-EPOKSIDA
DESMOSTEROL

2,3 OKSIDO-SQUALEN LANOSTEROL SIKLASE

Pergeseran ikatan rangkap

PROTOSTEROL

( banyak tahap )

H+

LANOSTEROL

Demetilasi
( banyak tahap )

ZYMOSTEROL

44

KATABOLISME KOLESTEROL
DALAM SATU HARI 1 gram DI EKSKRESI dari TUBUH melalui
tinja dalam bentuk ASAM EMPEDU
DALAM METABOLISMENYA INTI STEROID (SIKLOPENTANOPERHIDRO FENATREN ) TIDAK BERUBAH , KECUALI YANG DISINTESE JADI VITAMIN D dan
hormon KALSITRIOL.
SISA KOLESTEROL JARINGAN
* DIOKSIDASI
* ASAM EMPEDU

HDL

ke HEPAR :

KOLESTANOL
KOLAT, KENODEOKSIKOLAT

* KOLESTEROL yang tidak dirubah


dari HEPAR

USUS : - ASAM EMPEDU

REDUKSI

DEOKSIKOLAT &
LITOKOLAT

- sebagian dari KOLESTEROL

KOPROSTANOL

- SEBAGIAN dari HASIL METABOLIT KOLESTEROL


INI DISERAP KEMBALI OLEH USUS

SIKLUS ENTEROHEPATIK

HEPAR
45

KATABOLISME KOLESTEROL

OTOT

VLDL

TG
C

TG
C
VLDL

ASETIL-KoA

KULIT

C
HDL

KOLESTEROL

C
LDL

AS.EMPEDU
KOLAT
KENOKOLAT

KOLESTANOL

TAURIN / GLISIN

GRM.EMPEDU

HORMON STEROID

C
HDL

C
HDL

TAURO / GLIKO-KOLAT
TAURO / GLIKO-KENO-

Pro Vit. D
ADRENAL

TESTES

OVARIUM

IDL
C JAR. LAIN

TG

KOLAT

KILOMIKRON
ADIPOSA

USUS

MISELE
AS.&GRM. EMPEDU
KOLESTEROL
KOLESTANOL

FECES

46

PERANAN HEPAR DALAM


METABOLISME LEMAK
SUMBER VLDL : PENYALUR CADANGAN ENERGI DARI JARINGAN
ADIPOSA KE JARINGAN LAIN SAAT TIDAK MAKAN / KELAPARAN

SUMBER HDL : SUMBER APOPROTEIN, PENGANGKUT KELEBIHAN KOLESTEROL

SUMBER BENDA KETON : SUMBER ENERGI KHUSUS BAGI SEL


OTOT SKELET dan JANTUNG SAAT KELAPARAN

KATABOLISME KOLESTEROL : SUMBER ASAM EMPEDU

VLDL :
47

VLDL : SEBAGAI ALAT TRANSPORT ASAM LEMAK YANG


DITIMBUN JAR. ADIPOSA KE OTOT SKELET & JANTUNG,
PADA SAAT TUBUH PERLU ENERGI BESAR & LAMA.

MISAL : PADA - ATLIT YANG BERTANDING,


- PEKERJA BERAT (KULI, TUKANG, SOPIR )

HDL : -PENYALUR APOPROTEIN ( APO-C II & APO- E ) UNTUK


LIPOPROTEIN ;KILOMIKRON & NASCENT VLDL.
-PENGEMBAN KELEBIHAN KOLESTEROL JARINGAN EKSTRA HEPAR DIBAWA KE HEPAR
BENDA KETON : HEPAR ADALAH SATU-SATUNYA ORGAN
TEMPAT KETOGENESIS, TERUTAMA PADA
SAAT TUBUH KURANG ENERGI ( AWAL STARVASI )
TUJUAN KETOGENESIS UNTUK PENGHEMATAN DAN PENYELAMATAN, SEBAB HANYA GLUKOSA & BENDA KETON YANG DAPAT DIPAKAI
48
OLEH JAR. SARAF ( OTAK )

PERANAN HEPAR DLM METABOLISME LEMAK


ASIL-KoA

FFA

GLIS-3P

ASETIL-KoA

DG

FFA OTOT

FFA

TG

TG
C FL

FL

BK

OX.

ENERSI

VLDL

KH
APO

APO C,E

VIT.D

BENDA KETON

LDL

HDL

KOLESTEROL

BK

AS. EMPEDU

FFA

GRM.EMPEDU

FFA
GLISEROL

ADIPOSA

KOLESTANOL

STEROID
ASETIL-KoA

TG

TG
C FL

IDL

FFA

KILOMIKRON

AS/GRM.EMPEDU
KOLESTEROL

MISELE

DG
MG
FFA
FL
C

49

PERLEMAKAN HATI ( FATTY LIVER ) :

UNTUK SEKRESI VLDL PERLU FOSFOLIPID & APOPROTEIN SEBAGAI


EMULGATOR.
EMULGATOR << EMULSI TIDAK STABIL LEMAK MUDAH LEPAS
DARI MEDIA AIR EMBOLI LEMAK OTAK/JANTUNG FATAL !!

EMULGATOR << VLDL TIDAK DISEKRESI OLEH HEPAR


PENUMPUKAN T.G
FATTY LIVER
CIRRHOSIS HEPATICUS ( SIROSIS HATI )
FAKTOR UNTUK SINTESIS EMULGATOR = FAKTOR LIPOTROPIK :
ASAM LEMAK ESENSIEL, BASA - N ( KOLIN, ETANOLAMIN ),

ASAM AMINO ( HAMBATAN APOPROTEIN ), KOMPONEN


LEMAK, DSB.

50

PERLEMAKAN HATI

VLDL
VLDL
NASCENT

DARAH

HEPATOSIT
HATI

APO C
APO E

VLDL
NASCENT

RESIDU GLIOKSIL
Asam orotat

RETIKULUM
ENDOPLASMIK
HALUS

Karbon tetra
khlorida
APO B-100
APO C
APO E

KOLESTEROL ESTER

SINTESIS
MEMBRAN
FOSFOLIPID

TRI ASILGLISEROL
1,2-DIASIL GLISEROL
ASIL-KoA

FFA

HDL

Karbon tetrakhlorida
Puromisin
Etionin
SINTESIS
PROTEIN

PEMBERIAN KOLESTEROL
DEFISIENSI EFA
DEFISIENSI
KOLIN
EFA

INSULIN CDP-KOLIN
FOSFOKOLIN
GLUKAGON
ETANOL

KOLIN

OKSIDASI

LIPOGENESIS DARI KH
INSULIN

51

PERANAN JARINGAN ADIPOSA


dalam METABOLISME LEMAK
JARINGAN ADIPOSA TEMPAT PENIMBUNAN KELEBIHAN
ENERGI, dalam bentuk TRIASIL GLI
SEROL ( T.G )
DI JAR. ADIPOSA : PADA SAAT ABSORPSI ( FED STATE ) ENERGI
dari KH & LEMAK MAKANAN TG.
PADA SAAT FASTING CADANGAN ENERGI (TG)
DIGUNAKAN.
PADA SAAT STARVASI / AKHIR STARVASI TG
merupakan CADANGAN UTAMA YANG DIPAKAI.
52

SEL ADIPOSIT

GLUK

F-1,6-P

DHPA

GLISERALDEHID-3P
GLISEROL-3P

HMP
NADPH

ASETIL-KoA

ASIL-KoA

TG
TG-Lipase
sensitif Hor
DGmon

ADP

SAS

Asil-KoA sintase

MG

KoA-SH + ATP

GLISEROL
GLUK

POOL-1
FFA

POOL-1
FFA

FASILITATOR GLUKOSA
INSULIN

GLUK

LPL
TG

GLISEROL 53
FFA-ALBUMIN

ENZIM ADIPOLITIK TRIASIL GLISEROL LIPASE merupakan


ENZIM KUNCI .
ENZIM INI BERADA DALAM 2 BENTUK : AKTIF dan TIDAK
AKTIF, dengan cara FOSFORILASI & DEFOSFORILASI
OLEH ENZIM KINASE dan LIPASE FOSFATASE.

ENZIM KINASE DEPENDENT cAMP.


cAMP DIPENGARUHI OLEH ADENILAT SIKLASE.
ADENILAT SIKLASE DIPENGARUHI OLEH :

-. HORMON INSULIN, GLUKAGON, ADRENALIN


-. SENYAWA LAIN : AS.LEMAK, AS.NIKOTINAT,
OBAT-OBAT GOLONGAN XANTIN, dsb.
54

ADRENALIN
NORADRENALIN

ACTH, TSH,
GLUKAGON

-Blocker Adrenalin

H. TIROID
+
GH

INSULIN, PG-E1,
AS.NIKOTINAT

ATP
-

ADENILAT SIKLASE

Penghambat
sintesa

TG Lipase
sensitif hormon
( tidak aktif )

cAMP

ADENOSIN

Protein kinase
(dependent cAMP)

FOSFODIESTERASE
METIL XANTIN, KAFEIN, TEOFI
5AMP
+
LIN, dsb
INSULIN
H. TIROID

Insulin

Lip. Fosfatase

TG

TG Lipase
sensitif hormon
(aktif )
+

FFA

DG

GLUKOKORTIKOID
PENGENDALIAN TG- LIPASE
DI JARINGAN ADIPOSA

Pebghanbat sintesa
protein

2 FFA
55

GLISEROL

INSULIN MENGHAMBAT LIPOLISIS dengan cara :


1. MENGHAMBAT ADENILAT SIKLASE
2. MENGHAMBAT TG-LIPASE DENGAN CARA MENGHAMBAT
GLUKOKORTIKOID
3. MEMACU ENZIM FOSFODIESTERASE

4. MEMACU ENZIM LIPASE FOSFATASE

INSULIN MENINGKATKAN SINTESA TG dengan cara :


1. FASILITAS TRANSPORT GLUKOSA MASUK KE JAR.LEMAK
2. MEMACU GLIKOLISIS PENYEDIAAN ASETIL-KoA dan
GLISEROFOSFAT
3. MEMACU JALUR HMP PENYEDIAAN NADPH
4. MEMACU ENZIM-ENZIM : ASIL-KoA SINTETASE; ASETIL-KoA
KARBOKSILASE; ATP SITRAT LIASE dan MALAT DEHIDROGENASE
56

PADA DIABETES TAK TERKONTROL :


LIPOLISIS MENINGKAT, karena TG-LIPASE dan PENYEDIAAN
GLISEROFOSFAT
MOBILISASI FFA BERLEBIHAN
de-ngan akibat terjadi :
1. VLDL

2. LDL

SKLEROSIS

3. KETOGENESIS
4. FL dan ALE , GANGGUAN APOPROTEIN PERLEMAKAN
HATI

57

JARINGAN LEMAK COKLAT ( TENGGULI )


JARINGAN LEMAK BIASA (KUNING) : TG sebagai CADANGAN ENERGI,
ISOLATOR SUHU dan PELINDUNG ORGAN.
JARINGAN LEMAK COKLAT berfungsi sebagai PEMBANGKIT PANAS
pada HEWAN / MANUSIA DIDAERAH DINGIN, BAYI BARU LAHIR ( alat
pembantu mempertahankan suhu )
ORANG DEWASA YANG PUNYA JAR.LEMAK COKLAT DIATAS NORMAL
TIDAK DAPAT GEMUK, karena ENERGI BANYAK TERBUANG SEBAGAI
PANAS.
PADA OBESITAS JAR.LEMAK COKLAT SEDIKIT ENERGI DITIMBUN
SEBAGI TG.
SIFAT LAINNYA :
-. KAYA PEMBULUH DARAH
-. KAYA MITOKONDRIA
-. PUNYA PEROTEIN KHUSUS TERMOGENIN

58

KELAINAN KLINIK

1. ATEROSKLEROSIS dan PJK :


ADA KORELASI POSITIP DAN KUAT, ANTARA KOLESTEROL ( ESTER )
DARAH DENGAN ATEROSKLEROSIS & PJK.
ATEROSKLEROSIS : SINDROMA PADA DINDING ARTERIA DENGAN
PLAQUE

MEMPERSEMPIT dan MENURUNKAN ELASTISITAS PEM-

BULUH DARAH.
PLAQUE : SEL OTOT POLOS, JARINGAN IKAT, LEMAK, DEBRIS- TUNI

KA INTIMA DINDING ARTERI.


PENYAKIT dengan KENAIKAN KADAR VLDL, IDL atau LDL ( PADA DM,
HIPOTIRODI, HIPERLIDEMIA )
ATEROSKLEROSIS.
PJK DAN KADAR HDL ADA HUBUNGAN TERBALIK.
TG JUGA ADA KORELASI DENGAN ATEROSKLEROSIS.

59

PENYEBAB ATEROSKLEROSIS adalah MULTIFAKTOR.


HIPOTESA PLAQUE (PLAK)

ATEROSKLEROSIS.

CARA MENGATASI : - DIET KOLESTEROL


- MEMAKAN ASAM LEMAK TIDAK JENUH
- OBAT-OBATAN : KOLESTRAMIN, KLOFIBRAT

MODIFIKASI DIET BERPERAN DALAM MENURUNKAN


KADAR KOLESTEROL.
PENGGANTIAN ASAM LEMAK JENUH dengan ASAM LEMAK TIDAK
JENUH GANDA dan TUNGGAL SANGAT BERMANFAAT.

ASAM LEMAK TIDAK JENUH GANDA : MINYAK DARI BUNGA MATAHARI, BIJI KAPAS. JAGUNG, KEDELAI
ASAM LEMAK TIDAK JENUH TUNGGAL : MINYAK ZAITUN.

ASAM LEMAK JENUH : MINYAK KELAPA, MENTEGA, MINYAK


HEWAN.

60

2. STRES ATEROSKLEROSIS :
KECEMASAN : Penumpang pesawat; terjun parasut; operasi; dsb.
AGRESIVITAS : sopir; pertandingan olah raga ADR.& NORADR.
KECEMASAN NORADR. AGRESIVITAS ADR.
STRES : GLUKOSA dan FFA
DAMPAKNYA : 1. DILUAR SEL : MERUSAK MEBRAN SEL

DIDALAM SEL : MENGGANGGU KONDUKSI SARAF


dan OTOT
2. HEPAR

VLDL dan LDL

3. HUBUNGAN DENGAN DIABETES MELLITUS


MOBILISASI FFA dari ADIPOSA KE HEPAR, DENGAN AKIBAT :
A. KOLESTEROL, TG, VLDL dan KETON MENINGKAT
B. PERLEMAKAN HATI
C. VLDL ATEROSKLEROSIS, KERUSAKAN ENDOTEL
D. KETON KETOASIDOSIS KOMA

61

4. HIPERLIPOPROTEINEMIA :
a. TIPE I : HIPERKOLESTEROLEMIA
b. TIPE II : HIPER BETALIPOPROTEINEMIA
c. TIPE III
d. TIPE IV : HIPER PREBETALIPOPROTEINEMIA
e. TIPE V : HIPER PREBETALIPOPROTEINEMIA dan HIPERKOLESTEROLEMIA

5. KELAINAN HEREDITER : ( JARANG )


A. TRUE DEMYELINATING DISEASE = MULTIPEL SKLEROSIS
B. SPHINGOLIPIDOSIS
C. SCHULLER CHRISTIAN DISEASE
D. GAUCHER DISEASE
E. TAY SACHS DISEASE
F. FABRY DISEASE
G. NIEMANIN PICK DISEASE
62

6. OBESITAS :
- PENIMBUNAN LEMAK BERLEBIHAN
- KORELASI ANTARA OBESITAS DENGAN DM dan PJK
INTAKE KALORI LEBIH DARI YANG DIBUTUHKAN LIPIDA
DITIMBUN DI JARINGAN LEMAK

63

HUBUNGAN METABOLISME LIPID, KH & PROTEIN


1. LEMAK MUDAH DIBENTUK DARI KH / PROTEIN.
-- ORANG MUDAH GEMUK KARENA KELEBIHAN KH.
KELEBIHAN KH : ASETIL-KoA TIDAK DI OKSIDASI, TAPI DITIMBUN
DALAM BENTUK TG

2. LIPID TIDAK DAPAT MEMBENTUK KH, KECUALI dari GLISEROL


GLUKONEOGENESIS
3. BEBERAPA JENIS ASAM AMINO
NASI / DEAMINASI

KH dengan cara TRANSAMI-

SAS : OKS.ASETAT, -KG, SUKSINIL-KoA,

FUMARAT & PIRUVAT ( SENYAWA AMFIBOLIK )


4. WAKTU PUASA :
SEBAGIAN ASAM AMINO
GLUKONEOGENESIS, untuk
mempertahankan glukosa darah.
SENYAWA KREB hasil KH DAPAT DIUBAH MENJADI ASAM AMINO64

FAKTOR RESIKO PJK :


1. PENINGKATAN USIA
2. RIWAYAT PJK pada KELUARGA
3. MEROKOK
4. HIPERTENSI
5. OBESITAS
6. GAYA HIDUP / KURANG GERAK
7. DIABETES MELLITUS

8. HDL RENDAH
9. LDL TINGGI

65

KADAR IDEAL KOLESTEROL, LDL, HDL DAN TG

TOTAL KOLESTEROL
LDL
- TANPA PJK & <2 FR
- TANPA PJK & 2/> FR
- DENGAN PJK
HDL
- WANITA
- PRIA
TG

200mg%
160 mg%
130 mg%
< 100 mg%
45 mg%
35 mg%
60-160 mg%

66

67