Anda di halaman 1dari 7

Pajak Penghasilan Pasal 29

(PPH Pasal 29)

Oleh:
Marwa
Devi Juliani Akil

1310311014
1310311015

UNIVERSITAS FAJAR
TAHUN AJARAN 2014
D3 AKUNTANSI

Pengertian
Pajak Penghasilan Pasal 29 adalah pajak
yang harus dilunasi oleh Wajib Pajak Orang
Pribadi dan/atau Wajib Pajak Badan sebagai
akibat PPh Terutang dalam Surat Pemberitahuan
(SPT) Tahunan Pajak Penghasilan lebih besar
dari pada kredit pajak yang telah dipotong atau
dipungut oleh pihak lain dan yang telah disetor
sendiri.

PPh Pasal 29 harus disetor menggunakan


Surat Setoran Pajak (SSP) paling lambat sebelum
SPT Tahunan dilaporkan ke Kantor Pelayanan
Pajak atau akhir bulan ketiga tahun pajak
berikutnya untuk Wajib Pajak Orang Pribadi dan
bagi Wajib Pajak badan adalah akhir bulan
keempat tahun pajak berikutnya.

Menurut UU No.36 Tahun 2008, Pajak


Penghasilan Pasal 29 (PPh 29) adalah PPh Kurang
Bayar (KB) yang tercantum dalam SPT Tahunan
PPh, yaitu sisa dari PPh yang terutang dalam
tahun pajak yang bersangkutan dikurangi dengan
kredit PPh (PPh Pasal 21, 22, 23, dan 24) dan PPh
Pasal 25.

Dalam hal ini, Wajib Pajak (WP) wajib


memiliki kewajiban melunasi kekurangan
pembayaran pajak yang terutang sebelum Surat
Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan
disampaikan. Apabila tahun buku sama dengan
tahun kalender, kekurangan pajak tersebut wajib
dilunasi paling lambat 31 Maret bagi Wajib Pajak
Orang Pribadi atau 30 April bagi Wajib Pajak
Badan (WPB) setelah tahun pajak berakhir.

Jurnal Saat Menyetor PPh Pasal 29


PPh Pasal 29
Kas

Rp xxx
Rp xxx

Dokumen sumber sebagai dasar melakukan


jurnal ini adalah SSP

This Is The End Of Our Presentation

Anda mungkin juga menyukai