Anda di halaman 1dari 16

Swamedikasi

ASMA
D3 Farmasi
Stikes Cendekia Media
P. Bun

DEFINISI
Asma merupakan penyakit kronis
saluran pernapasan yang ditandai
oleh inflamasi, peningkatan reakti
vitas terhadap berbagai stimulus,
dan sumbatan saluran napas yang
bisa kembali spontan atau dengan
pengobatan yang sesuai.

Asma :
- ekstrinsik
- intrinsik
Asma ekstrinsik :
bentuk asma yang paling umum
disebabkan karena reaksi alergi
penderita kebanyakan berusia dari anak-anak
sampai 30 tahun

Asma intrinsik
Tidak respon terhadap pemicu yang berasal dari
alergen. Asma jenis ini disebabkan karena stres,
infeksi dan kondisi lingkungan seperti cuaca,
kelembaban dan suhu udara, polusi udara, juga
aktivitas olahraga yang berlebihan.
Asma intrinsik biasanya berhubungan dengan
menurunnya kondisi ketahanan tubuh.

Etiologi dan Patogenesis


Asma merupakan inflamasi kronik saluran napas.
Berbagai sel inflamasi berperan, terutama sel mast,
eosinofil, sel limfosit T, makrofag, netrofil dan sel
epitel. Faktor lingkungan dan berbagai faktor lain
berperan sebagai penyebab atau pencetus inflamasi
saluran napas pada pasien asma. Inflamasi terdapat
pada berbagai derajat asma baik pada asma intermi
ten maupun asma persisten.

Tanda-tanda serangan asma


perubahan dalam pola pernafasan
bersin-bersin
hidung mampet
Batuk
gatal pada tenggorokan
merasa capek
lingkaran hitam dibawah mata
susah tidur
turunnya toleransi tubuh terhadap
kegiatan olah raga

Gejala
Gejala awal berupa :
batuk terutama pada malam atau dini hari
sesak napas
napas berbunyi (mengi) yang terdengar jika pasien
menghembuskan napasnya
rasa berat di dada
dahak sulit keluar.

Gejala yang berat :


Serangan batuk yang hebat
Sesak napas yang berat dan tersengal-sengal
Sianosis (kulit kebiruan, yang dimulai dari sekitar
mulut)
Sulit tidur dan posisi tidur yang nyaman adalah
dalam keadaan duduk
Kesadaran menurun

Diagnosis
Diagnosis asma adalah berdasarkan gejala
yang bersifat episodik, pemeriksaan fisiknya
dijumpai napas menjadi cepat dan dangkal
dan terdengar bunyi mengi pada pemeriksa
an dada (pada serangan sangat berat biasa
nya tidak lagi terdengar mengi,
karena pasien sudah lelah untuk bernapas).

pengobatan
Farmakologi :
Bronkodilator : obat yang melebarkan saluran
nafas

Pengobatan non farmakologi


Memberikan penyuluhan
Menghindari faktor pencetus

Contoh kasus
Kasus I :
Krist, 30 tahun, bekerja pada sebuah toko
swalayan. Seminggu terakhir selalu mengkon
sumsi sea food (Udang dan cumi-cumi).
Beberapa hari ini ia mengeluh sesak nafas
dan nafasnya berbunyi. Datang ke Apotek
untuk mengkonsultasikan dengan Apoteker.

Diagnosa

: Asma akut karena


allergen
Pilihan Obat : Salbutamol 2 mg
(2x1 tab), Ambroxol
30 mg (3x1), Cetirizin
HCl 10 mg (1x1 malam)

Mekanisme Kerja :
Salbutamol : Bekerja dengan mekanisme
simpatomimetik sehingga dapat menyebabkan
bronkodilatasi.
Ambroksol : Bekerja dengan cara mukolitik
sehingga dapat mengencerkan dahak dan
mudah dikeluarkan
Cetirizin : Bekerja dengan jalan menduduki
reseptor Histamin 1 sehingga bersifat Anti
Alergi.

Kasus II :
Celly, 24 tahun, seorang Mahasiswa. Minggu
lalu membeli seekor kucing cantik. Beberapa hari ini
ia mengeluh nafasnya berbunyi. Ia menderita asma
selama beberapa tahun, tetapi hampir tidak pernah
mengalami masalah serius karena selalu
menggunakan Inhaler secara teratur. Ia menyadari
kalau asma tidak dikontrol dengan baik akan meni
mbulkan masalah serius pada dirinya. Akan tetapi
kali ini ia mengalami susah bernafas sehingga ia
datang ke Apotek untuk membeli obat.

Identitas : Wanita, Mahasiswa


Diagnosa : Asma karena allergen
(Bulu Kucing)
RPS
: Asma
Riwayat obat : salbutamol 1 atau 2 semprotan 3
4 x sehari bila diperlukan, salmeterol 2 semprotan
2x sehari.
Rencana Obat : salbutamol 1 atau 2 semprotan 3
4 x sehari bila diperlukan, salmeterol 2 semprotan
2x sehari, Metil Prednisolon tablet 2 x 1.

Mekanisme Kerja
Salbutamol : Bekerja dengan mekanisme simpatom
imetik short acting sehingga dapat menyebabkan
bronkodilatasi.
Salmeterol : Bekerja dengan mekanisme simpatomi
metik short acting sehingga dapat menyebabkan
bronkodilatasi.
Metil Prednisolon: Anti inflamasi Steroid dengan
memblok enzim fosfolipase sehingga asam arachido
nat dan mediator nyeri (histamine) tidak terbentuk
dan serangan asma bisa teratasi.

Thnx U