Anda di halaman 1dari 13

AUDIT PERSEDIAAN

DAN GUDANG
OLEH:
Zuriyati

Paulina Sari
Rahman Anshari

M E N U R U T S TA N DA R A K U N TA N S I
K E UA N G A N ( P S A K : N O 1 4 )
P E R S E D I A A N A DA L A H A S E T:
Yang tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha
normal
Dalam proses produksi atau dalam perjalanan
Dalam bentuk bahan atau perlengkapan (supplies)
untuk digunakan dalam proses pemberian jasa.

SIFAT-SIFAT
PERSEDIAAN :
Merupakan aset lancar (current assets) karna masa
perputarannya kurang dari atau sama dengan satu tahun.
Merupakan jumlah yang besar terutama dalam

perusahaan dagang dan industri.


Mempunyai pengaruh yang besar terhadap neraca dan
perhitungan laba rugi, jika ada kesalahan maka kesalahan

tersebut akan terbawa ke laporan keuangan periode


berikutya.

B E B E R A PA H A L Y A N G D O G O L O N G K A N
SEBAGAI PERSEDIAAN:
Bahan Baku (raw materials)

Barang Dalam Proses (work in process)


Barang jadi (finished goods)
Suku cadang (spare parts)

Bahan pembantu
Barang dalam perjalanan (goods in transit)
Barang konsinyasi

MENURUT SAK ETAP (IAI,


2009: 56-57):
Entitas harus menentukan biaya persediaan dengan menggunakan
rumus biaya masuk pertama-keluar pertama atau rata-rata
tertimbang. Rumus biaya yang sama harus digunakan untuk
seluruh persediaan dengan sifat dan pemakaian yang serupa.

Untuk persediaan dengan sifat atau kegunaan yang berbeda,


penggunaan rumus yang berbeda dapat dibenarkan. Metode masuk
terakhir keluar pertama tidak diperkenankan oleh SAK ETAP.

TUJUH FUNGSI YANG MEMBENTUK SIKLUS


P E R S E D I A A N DA N P E RG U DA N G A N A DA L A H
SEBAGAI BERIKUT :
Proses pembelian
Penerimaan bahan baku
Penyimpanan bahan baku
Pemprosesan bahan baku
Penyimpanan barang jadi
Pengiriman barang jadi
File induk persediaan perpetual

B A G A I M A N A E - C O M M E RC E
M E M P E N G A RU H I P E N G E L O L A A N
PERSEDIAAN

Salah satu keuntungan utama yang diberikan oleh internet ke


pengelolaan persediaan adalah memungkinkan klien menyediakan
deskripsi yang lebih luas mengenai persediaan produknya secara
seketika atau real-time ke sekutu bisnis utama, termasuk pemasok

dan pelanggan. Informasi mengenai kuantitas persediaan yang


ada, lokasi produk, dan unsur persediaan penting lainnya akan
membantu pemasok persediaan bekerja dengan manajemen guna

memonitor arus unsur persediaan.

T U J UA N P E M E R I K S A A N
PERSEDIAAN
Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik
atas persediaan.
Untuk memeriksa apakah persediian yang tercantum dineraca betulbetul ada dan dimiliki oleh perusahaan.
Untuk memeriksa apakah metode penilaian persediaan sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan.
Untuk memeriksa apakah siste pencatatan persediaan sesuai dengan

Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (SAK/ETAP/IFRS).

Untuk mengetahui apakah terhadap barang-barang yang rusak,


bergerak lambat, dan ketinggalan mode sudah dibuatkan allowance yang
cukup.
Untuk mengetahui apakah ada persediaan yang dijadikan jaminan

kredit.
Untuk mengetahui apakah persediaan diasuransikan dengan nilai
pertanggungan (insurance coverage) yang cukup.
Untuk pengetahui apaah ada perjanjian pembelian/penjualan
persediaan yang mempunyai pengaruh besar terhadap laporan keuangan.
Untuk memeriksa apakah penyajian persediaan dalam laporan
keuangan sudah sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia.

MENURUT SAK ETAP (IAI,


2009:124):
Entitas harus menilai pada setiap tanggal pelaporan apakah persediaan
turun nilainya. Entitas harus membuat penilaian dengan
membandingkan jumlah tercatat setiap jenis persediaan (atau kelompok
persediaan yang sama) dengan harga jual dikurangi biaya untuk

menyelesaikan dan menjual. Jika suatu jenis persediaan (atau kelompok


jenis persediaan) turun nilainya, maka entitas harus mengakui kerugian
dalam laporan laba rugi atas perbedaan antara jumlah tercatat dan harga

jual dikurangi biaya untuk menyelesaikan dan menjual.

PROSEDUR PEMERIKSAAN (YANG


D I S A R A N K A N ) A TA S P E R S E D I A A N
Compliance Test
Pelajari dan evaluasi internal control atas persediaan.
menggunakan internal control questionnaires
Lakukan tes transaksi (compliance test) atas pembelian
Tarik kesimpulan mengenai internal control atas persediaan. Jika

dari tes transaksi auditor tidak menemukan kesalahan yang berarti,


maka auditor bisa menyimpulkan bahwa internal control atas
persediaan berjalan efektif.

Subtantive Test
Lakukan Observasi atas stock opname yang dilakukan klien.
Minta data hasil stock opname (final inventory list/inventory compilation).

Kirimkan konfirmasi untuk persediaan consignment out.


Periksa unit price dari raw material, work in process, finished goods and
supplies.
Lakukan rekonsiliasi antara saldo menurut stock opname dan saldo per
tanggal neraca jika stock opname dilakukan beberapa waktu sebelum atau
sesudah tanggal neraca.
Periksa cukup tidaknya allowance untuk barang-barang yang bergerak
lambat, rusak, dan ketinggalan mode.

Periksa kejadian sesudah tanggal neraca (subsequent event).


Periksa cut-off penjualan dan cut-off pembelian.
Periksa jawaban konfirmasi bank, loan agreement (perjanjian kredit),
notulen rapat.
Periksa apakah ada sales atau purchase commitment per tanggal neraca.
Jika ada barang dalam perjalanan, lakukan prosedur audit yang diperlukan.

Buat kesimpulan dari hasil pemeriksaan persediaan dan buat usulan audit
adjustment jika diperlukan.
Periksa apakah penyajian persediaan dilaporan keuangan sudah sesuai

dengan standar akuntansi berlaku umum di Indonesia (SAK/ETAP/IFRS).