Anda di halaman 1dari 21

BANGUNAN

PENGATUR SUNGAI
(TANGGUL)
Karina H. Ananta 1115011051
Mirnanda Cambodia 1115011065
Novindio Dwi AP 1115011075

DEFINISI TANGGUL
Tanggul adalah semacam tembok miring atau
tegal lurus baik buatan maupun alami dan
dipergunakan untuk mengatur muka air.

PERENCANAAN TANGGUL
Tanggul dibangun terutama dengan konstruksi urugan
tanah, karena tanggul merupakan bangunan menerus yang
sangat panjang serta membutuhkan bahan urugan yang
volumenya sangat besar karena tanah merupakan bahan
yang sangat mudah penggarapannya dan setelah menjadi
tanggul sangat mudah pula menyesuaikan diri dengan
lapisan tanah pondasi yang mendukungnya serta mudah
pula menyesuaikan dengan kemungkinan penurunan yang
tidak rata, sehingga perbaikan yang disebabkan oleh
penurunan tersebut mudah dikerjakan.

JENIS TANGGUL
Tanggul primer

Tanggul primer adalah bangunan tanggul yang dibangun


sepanjang kanan-kiri sungai guna menangkis debit banjir
rencana.
Tanggul sekunder
Tanggul sekunder adalah bangunan tanggul yang dibangun
di atas bantaran sungai atau yang dibangun dibelakang
tanggul primer yang berfungsi sebagai pengamanan atau
pertahanan kedua apabila tanggul primer jebol atau rusak.
Tergantung terhadap daerah yang harus dilindungi (objek
vital) mungkin diperlukan pembangunan tanggul tersier.

FUNGSI TANGGUL
Tanggul yang direncanakan harus dapat berfungsi untuk :
membatasi penyebaran aliran;
mengarahkan aliran di hilir;
keperluan lain asal tidak mengganggu fungsi utamanya.

KEAMANAN DAN
STABILITAS
Tanggul harus memenuhi persyaratan sebagai berikut.
1) stabil terhadap gaya-gaya yang bekerja.
2) aman terhadap gerusan, rembesan dan erosi buluh,
abrasi, benturan, limpasan, dan longsoran;
3) Stabil terhadap penurunan/settlement.

PROSEDUR
PERENCANAAN
Parameter data dan informasi yg dibutuhkan :
- Parameter desain, meliputi parameter desain topografi,
hidrologi, dan geoteknik yang merupakan hasil analisis data;
- Data lain yang diperlukan adalah data atau informasi bahan
bangunan dan bahan timbunan tanggul yang tersedia, sarana
dan prasarana, serta tenaga kerja yang tersedia.

1. Desain Hidraulik
Untuk perencanaan teknis tanggul pada sungai,

persamaan yang dipakai didasarkankan tinjauan terhadap


gaya-gaya yang bekerja, sifat-sifat bahan yang
dipergunakan, dan stabilitas tanggul.
Gaya-gaya yang bekerja pada tanggul sungai lahar
adalah sebagai berikut.
1) berat sendiri;
2) tekanan air;
3) tekanan sedimen;
4) benturan akibat aliran.

2. Abrasi dan Bentur


- Koefisien abrasi ( CA)

Koefisien abrasi dapat dihitung dengan menggunakan

rumus berikut.

dengan:
CA adalah koefisien abrasi (mm3/cm2);

V adalah volume beton yang mengalami abrasi (mm3);


Ab adalah luas bidang permukaan yang mengalami

abrasi (cm2).

- Kuat bentur (E)


Kekuatan beton terhadap benturan dihitung sebagai
berikut.

dengan:
E adalah kuat bentur (kg.m2/dt2 atau N.m);
m adalah massa hammer (kg);

g adalah percepatan gravitasi (m/dt2);


hj adalah tinggi jatuh (m).

3. Stabilitas
- Stabilitas fondasi
Tegangan yang terjadi akibat berat sendiri, tekanan air,
tekanan sedimen, pukulan akibat aliran, dan gaya seret
yang bekerja pada tanggul tidak boleh melebihi daya
dukung tanah pondasi yang diizinkan, yaitu 2 kPa.
- Rembesan tanggul
Rembesan yang terjadi harus lebih kecil dari rembesan
yang diizinkan yaitu 0.0003 cm/dt.

- Stabilitas terhadap geser


Stabilitas tanggul dihitung dengan persamaan :

- Longsoran permukaan
Longsoran permukaan lereng tanggul dapat dihitung
dengan persamaan :

TRASE TEMPAT
KEDUDUKAN TANGGUL
Garis bahu depan suatu tanggul disebut pula
sebagai trase tempat kedudukan tanggul atau
disingkat dengan istilah trase tanggul. Hal hal yang
perlu diperhatikan dalam penetapan trase tanggul
adalah :

A. Pemilihan lokasi tanggul


Dipilih pada lokasi yang kedap air
B. Arah trase tanggul
Dalam menentukan arab trase tanggul agar
diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Dipilih suatu penampang basah sungai yang
paling effektif dengan kapasitas pengaliran maksimum
2. Agar trase searah dengan arah arus sungai dan
dihindarkan
tejadinya belokan yang tajarn.
3. Diusahakan agar arah trase tanggul kiri dan
tanggul kanan separalel mungkin dengan alur sungai.
4. Pada sungai-sungai yang arusnya tidak besar,
diusahakan agar kurva alirannya stabil.

C. Jarak antara trase tanggul sungai


I.
Jarak an tara trase tanggul dianggap sebagai jarak
antara kedua tanggul yang membujur dikanan kiri sungai
yang ditetapkan berdasarkan debit banjir rencana untuk
sungai tersebut kemiringannya, tinggi muka air pada sungai
dan jika mungkin tambahan persediaan lebar seperlunya.
2. Guna menentukan debit sungai umumnya
dipergunakan formula chezy
3.
Pada sungai-sungai yang sangat lebar dan dalam
alirannya memperlihatkan adanya taurbulensi, maka lebarnya
dapat dibatasi atau dikurangi dengan pembuatan tanggultanggul sirip pada bantarannya.
4.
Andaikan pada suatu ruas sungai tidak dapat
dihindarkan terjadinya pukulan air, lebar sungai pada ruas
ini perlu ditambah secukupnya.
5.
Sebagai suatu persyaratan, tanggul di kedua belah
sungai sedapat mungkin dibuat sejajar.

D. Trase tanggul pada muara-muara sungai.


Dalam menetapkan jarak antara tanggul-tanggul pada
muara lebih dari dua sungai yang berdekatan, perlu
ditetapakan sedemikian rupa, supaya aliran sungaisungai tersebut tidak saling mengganggu.

Berbagai Penyebab Kerusakan Tubuh


Tanggul
1). Terbentuknya

bidang gelincir yang menerus


akibat kemiringan lereng tanggul terlalu curam.
2). Terjadinya keruntuhan .lercng tanggul akibat
kejenuhan air dalam tubuh tanggul yang disebabkan
oleh rembesan air pada saat banjir atau pad a saat
terjadinya hujan yang terus menerus.
3). Terjadinya kebocoran-kebocoran pada pondasi
tanggul.
4). Tergerusnya lereng depan tanggul oleh arus
sungai.
5). Terjadinya limpasan pada rnercu tanggul.
6) Terjadinya pergeseran pondasi akibat gempa.

Stabilitas Lereng Tanggul


Kekuatan geser dan kohesi bekerja diantara

partikel-partikel, karena adanya gaya gravitasi.


Makastabilitas lereng tanggul dapat dihitung
berdasarkan konsep bidang geJincir lingkaran

Pengecekan Stabilitas Lereng Tanggul


Pemadatan pada seluruh bagian tubuh tanggul secara baik

dan sempurna, adalah salah satu persyaratan yang paling


utama dalam pembangunan tanggul guna meningkatkan
stabilitasnya dan harus pula diingat pada pembuatan tanggul
tanggul dati bahan pasiran yang koefisien filtrasinya cukup
tinggi, agar sebelumnya dilakukan pengujian yang
seksama pada stabilitas tubuh tanggul terhadap pengaruh air
rembesan.
Selanjutnya pengujian yang seksama diperlukan pula pada
tanggul-tanggul yang akan dibangun diatas lapisan pondasi
yang lolos air. Sebagai tambahan pengujian yang lebih
seksama harus dilakukan terhadap kemungkinan kebocoran
pada tanggul yang sudah dibangun ditas pondasi yang lulus air
dan terhadap kemungkinan terjadinya kerusakan-kerusakan
akibat longsor pada tanggul-tanggul yang di bangun diatas
pondasi yang 1unak serta diatas pondasi lapisan tanah kohesif
yang tebal.