Anda di halaman 1dari 58

KELAINAN REFRAKSI

Denata prabhasiwi
03009062

ANATOMI

ANATOMI
MEDIA REFRAKSI MATA

Media refraksi adalah media yang dilalui


oleh sinar dari luar untuk sampai ke
retina, yaitu :
kornea

pupil

Target media refraksi :

lensa

Vitreus
humor

Pembiasan sinar terkuat : 40 D


Indeks bias kornea : 1,38

PUPIL

Fungsi pupil : mengatur jumlah sinar masuk ke


dalam bola mata.
Seluruh sinar yang masuk melalui pupil diserap
sempurna oleh jaringan dalam mata.
Ukuran pupil dapat mengatur refleks mengecil
atau membesarkan untuk jumlah masuknya sinar

LENSA

suatu struktur berbentuk bikonveks,


avaskuler, dan transparan
membiaskan sinar 20% (dengan
kekuatan lensa 18-20 dioptri)

Vitreus humour

FISIOLOGI
Teori
Helmholtz

M siliaris kontraksi -> iris dan


korpus siliar digerakkan ke
depan bawah -> zonula zinii
kendor -> lensa cembung

AKOMODASI
Teori
Thsrnig

M ciliar kontraksi -> iris dan


corpus siliar terbalik ke
belakang -> zonula zinii tegang > bagian perifer lensa tegang ->
bagian tengah didorong ke
sentral dan cembung

Definisi
Refraksi

perubahan arah dari suatu cahaya


ketika melewati media yang
berbeda indeks biasnya

1.KORNEA
2.LENSA

Indeks bias
udara

kornea

1,38

Humor aquous

1,33

lensa

1,40

Vitreus humour

1,34

Pemeriksaan
Visus

Snellen Chart

Hitung Jari
Lambaian
Tangan

Lampu Senter

SNELLEN CHART
Pemeriksaan dilakukan pada jarak
6m
VISUS :
Jarak pasien dengan
6
snellen
6
Jarak yang dapat dibaca
6/6: Dapat melihat huruf pada jarak 6m, yang orang
normal dapat melihat huruf tersebut dari jarak 6m
6/30 : dapat melihat huruf pada jarak 6m, dimana orang
normal dapat melihat huruf tersebut dari jarak 30 m

dilakukan bila tidak dapat menyebutkan


huruf/ angka terbesar dalam kartu
snellen
Jika benar melangkah mundur 1 m
Bila dapat menyebutkan jumlah jari dari
jarak 1m visusnya 1/60

Lambaian
Tangan

dilakukan bila tidak dapat


menghitung jari dari jarak 1m
pemeriksa melambaikan
tangan dari jarak 1m
bila pasien dapat menentukan
arah lambaian tangan maka
visus 1/300

Pemeriksaan
dengan penlight
bila dapat melihat cahaya dan
bisa menentukan arah visusnya
1/~ dengan proyeksi benar
bila dapat melihat cahaya
namun tidak bisa menentukan
arah visusnya 1/~ dg proyeksi
salah
bila tidak dapat melihat cahaya
visusnya nol (no light
perception)

Pendahuluan
Suatu keadaan dimana
sinar paralel difokuskan
tepat di retina saat
mata relaksasi

Pendahuluan

suatu keadaan mata dengan


kelainan refraksi sehingga pada
mata yang dalam keadaan
istirahat memberikan fokus yang
tidak terletak pada retina.

Etiologi
ametropia

Miopia

Hipermetropia

Emetrop

Presbiopia

Astigmatisma

MIOPIA
Miopia adalah suatu kelainan refraksi dimana sinar
sejajar sumbu optic yang jatuh pada mata tanpa
akomodasi yang dibiaskan di depan retina

Jenis kelainan
aksial
kurvatura
Perubahan
indeks bias
kurvatura

Perjalanan
penyakit

penyebab
Refraktif
aksial

Stasioner
Progresif
Maligna

umur
JOM
AOM

Ukuran dioptri
Ringan
Sedang
berat

Perkembangan
patologi
simplex
patologis

Jenis kelainan

NORMAL

aksial
kurvatura
Perubahan
indeks bias
kurvatura

MIOPIA AKSIAL

MIOPIA KURVATURA

MIOPIA EC PERUBAHAN INDEKS BIAS


MEDIA REFRAKSI

Jenis Miopia

Karakteristik

Berdasarkan penyebab myopia. 2


Miopia refraktif

Miopia yang terjadi akibat bertambahnya


indeks bias media penglihatan, seperti pada
katarak.

Miopia aksial

Miopia yang terjadi akibat panjangnya sumbu


bola mata, dengan kelengkungan kornea dan
lensa yang normal.

Menurut perjalanan penyakitnya, 2


Miopia stasioner

Miopia yang menetap setelah dewasa.

Miopia progresif

Miopia yang bertambah terus pada usia


dewasa akibat bertambah panjangnya bola
mata.

Miopia maligna

Keadaan yang lebih berat dari miopia


progresif, yang dapat mengakibatkan ablasi
retina dan kebutaan.

Jenis Miopia
Berdasarkan

Karakteristik

ukuran

dioptri

lensa

yang

dibutuhkan

untuk

mengkoreksinya.
Miopia ringan

Lensa koreksinya 0,25 s/d 3,00 Dioptri

Miopia sedang Lensa koreksinya 3,25 s/d 6,00 Dioptri.


Miopia berat

lensa koreksinya > 6,00 Dioptri.

Berdasarkan umur :
Juvenile-Onset JOM didefinisikan sebagai miopia dengan onset
Myopia (JOM)

antara 7-16 tahun

Adult-Onset

a. Youth-onset myopia miopia < 20 tahun

Myopia (AOM) b. Early adult onset myopia miopia 20 sampai 40


tahun

c. Late adult onset myopia myopia > usia 40


tahun

Yang ditemukan pada miopi patologi:

Badan kaca

Kekeruhan/ floaters

Papil syaraf optik

Pigmentasi peripapil, kresen


miopia, papil pucat

makula

Pigmentasi pada retina,


perdarahan sub retina

Retina bagian perifer

Degenerasi sel retina

fundus

Fudus tigeroid akibat


penipisan koroid dan retina

Miopi patologi

Gejala klinis
Kabur saat melihat jauh

Sakit kepala
Kecenderungan untuk menyipitkan
mata

SUBYEKTIF

SNELLEN
CHART

DIAGNOSIS

OBYEKTIF

RETINOSKOP

Tata laksana
Cara optik

operatif

kacamata

Radikal keratotomy

Lensa kontak

Laser PRK (Photorefractive


Keratectomy)
LASIK

Ablasio
retina

glaukoma

Miopic
makulopathy

KOMPLIKASI

HIPERMETROPIA

tanpa akomodasi, sinar


sejajar akan terfokus di
belakang retina

etiologi
Panjang axial (diameter bola mata) mata
hipermetropia lebih kurang dari panjang axial
mata normal.

Berkurangnya konveksitas dari kornea atau


kurvatura lensa

Berkurangnya indeks refraktif

Perubahan posisi lensa

klasifikasi
GEJALA KLINIS
Simplex
patologik
fungisional

Derajat berat

ringan
Sedang
berat

Status
akomodasi

Laten
Manifes
fakultatif
Absolut
total

Gejala Klinis
Gejala
Subyektif

Melihat dekat kabur


Mata lelah
Sakit kepala terutama didaerah
frontal

Gejala
Obyektif

akomodasi yang terus menerus


hipertrofi dari otototot
akomodasi di corpus ciliare
selalu berakomodasi pupil
miosis, hiperemi

TATA LAKSANA
<<10 tahun, tidak
munculnya gejalagejala tidak di
koreksi

>> remaja dikoreksi


dengan lensa positif
yang terkuat

Metode pembedahan refraktif


Laser-assisted in-situ
keratomileusis (LASIK)
Laser-assisted subepithelial
keratectomy (LASEK)
Photorefractive keratectomy
(PRK)

Conductive keratoplasty (CK)

strabismus

KOMPLIKASI

Kelelahan
mata dan
sakit
kepala

kualitas
hidup
menurun

Astigmatisma

berkas sinar datang tidak difokuskan pada satu titik pada


retina, akan tetapi pada dua garis titik api yang saling tegak
lurus. Yang terjadi akibat kelainan kelengkungan permukaan
kornea atau lensa

Etiologi
Astigmatisme
kornea

hasil dari kelainan kelengkungan kornea .


Ini merupakan penyebab paling umum dari
astigmatisme .

Silindris
Lenticular

Curvatura
Index silindris
Posisi akibat penempatan yang miring pada
lensa

Silindris retina

. karena penempatan miring makula juga


dapat dilihat namun sangat jarang.

Klasifikasi
garis fokus

berdasarkan

Klasifikasi berdasarkan
meridian/aksis

REGULER

IREGULER

Orientasi meridian utama/ jumlah


astigmatisme selalu berubah

Klasifikasi berdasarkan
meridian/aksis
Astigmatisma with the rule
- Daya bias meridian vertikal > horizontal

Astigmatisma against the rule


- Daya bias horizontal > vertikal

Astigmatisme oblique
Meridian mendekati 45 dan 135

Astigmatisme bioobliq
2 meridian tidak terletak pada sudut yang sama

Berdasarkan letak titik vertical dan horizontal pada retina


Astigmatisme Myopia Simpleks

Astigmatisme jenis ini, titik A berada didepan


retina, sedang titik B berada tepat pada retina
(dimana titik A adalah titik focus dari daya bias
terkuat sedang titik B adalah titik focus dari
daya bias terlemah).

Astigmatisme Hiperopia Simpleks

Astigmatisme jenis ini, titik A berada


tepat pada retina, sedang titik B berada
dibelakang retina.

Astigmatisme Myopia Kompositus


Astigmatisme jenis ini, titik A berada didepan
retina, sedang titik B berada diantara titik A
dan retina.

Astigmatisme Hiperopia Kompositus


Astigmatisme jenis ini, titik B berada
dibelakang retina, sedang titik A berada
diantara titik B dan retina.
Astigmatisme Mixtus
Astigmatisme jenis ini, titik A tepat berada di
depan retina, sedang titik B berada dibelakang
retina.

Patogenesis dan Patofisiologi

(Gambar. Pembentukan bayangan


pada mata Astigmatisma)

Manifestasi Klinis
a. Memiringkan kepala atau disebut dengan titling his head, pada
astigmatismus oblique yang tinggi.
b. Memutarkan kepala agar dapat melihat benda dengan jelas.
c. Menyipitkan mata untuk mendapatkan efek pinhole atau stenopaic
slite.
d. Pada saat membaca, penderita astigmatismus ini memegang bacaan
mendekati mata. Hal ini dilakukan untuk memperbesar bayangan,
meskipun bayangan di retina tampak buram.
Pada penderita astigmatismus rendah, biasa ditandai dengan
gejala gejala sebagai berikut :
- Sakit kepala pada bagian frontal.
- Ada pengaburan sementara / sesaat pada penglihatan dekat

Diagnosis
Pemeriksaan pin hole
Uji lubang kecil ini dilakukan untuk mengetahui apakah
berkurangnya tajam penglihatan diakibatkan oleh kelainan
refraksi atau kelainan pada media penglihatan, atau kelainan
retina lainnya.

Uji refraksi
Subjektif : Optotipe dari Snellen & Trial lens
Objektif : Autorefraktometer, Keratometri
Uji pengaburan
.

Keratoskop
Keratoskop atau Placido disk digunakan untuk pemeriksaan
astigmatisme.

Javal ophtalmometer
Boleh digunakan untuk mengukur kelengkungan sentral dari
kornea, diaman akan menentukan kekuatan refraktif dari kornea

Terapi
1) Koreksi lensa
2) Orthokeratology
3) Bedah refraksi

Presbiopia
Hilangnya daya akomodasi yang terjadi bersama dengan proses
penuaan pada semua orang karena kelemahan otot akomodasi
dan lensa mata yang tidak kenyal atau berkurang elastisitasnya
akibat skerosis lensa.

Epidemiologi
Prevalensi presbiopi paling banyak didapatkan
pada populasi dengan usia tua. Walaupun
susah untuk memperkirakan insiden kronis
seperti presbiopia, karena onset yang lambat,
tapi insiden tertinggi terjadi pada usia 42
sampai 44.

Patofisiologi
Pada mata presbiopia yang dapat terjadi karena kelemahan otot
akomodasi atau lensa mata tidak kenyal atau berkurang elastisitasnya,
menyebabkan kurang bisa mengubah bentuk lensa untuk
memfokuskan mata saat melihat. Akibat gangguan tersebut bayangan
jatuh di belakang retina. Karena daya akomodasi berkurang, maka titik
dekat mata makin menjauh.

Gejala klinis
sakit kepala

kesulitan membaca huruf cetak


yang halus

dalam kondisi
cahaya redup

kelelahan mata
ketika membaca
dalam waktu
yang lama

kabur pada jarak


dekat

Astenopia
Juling
cepat lelah
bekerja pada
jarak dekat
jarak kerja harus
jauh
harus membaca
pada tempat yang
terang
diplopia.

Diagnosis

Anamnesis

Pemeriksaan
FIsik

keluhan utama dan perjalanan


penyakitnya
penglihatan pasien, dan riwayat
kesehatan secara umum, riwayat
keluarga dan riwayat pengobatan.
Perhatian penting dalam mengenali
dan mengobati presbiopi adalah umur
pasien

Tajam penglihatan
Refraksi : jumlah dari koreksi refraksi
dan penambahan adisi
Penilaian kesehatan mata dan sistemik

Penatalaksanaan
Presbiopia dikoreksi dengan menggunakan lensa plus untuk mengatasi
daya focus otomatis lensa yang hilang. Diperlukan adisi untuk membaca
dekat dengan ketentuang, sebagai berikut:
+1,0 D

40 tahun

+1,5 D

45 tahun

+2,0 D

50 tahun

+2,5 D

55 tahun

+3,0 D

60 tahun

Terima Kasih