Anda di halaman 1dari 5

219-224

Kondisi normalisasi pada (9-88) menghasilkan c1=1. Jadi fungsi gelombang

order nol yang sesunggunya berdasarkan koreksi energi perturbasi order


pertama H11 adalah [(persamaan 9-76)]

1(0) = 1(0)

Dengan cara yang sama, untuk akar H22, diperoleh

2(0) = 2(0)

Dengan cara yang sama pula, diperoleh


3(0) = 3(0) , . . . ., (0) = d(0)
Jadi, jika determinan sekular berbentuk determinan diagonal, maka fungsi
1(0), 2(0) , . . . ., d(0) yang kita asumsikan merupakan fungsi gelombang

terperturbasi order nol yang sesungguhnya.

Jika determinan sekular dari teori perturbasi degenerate adalah dalam

bentuk determinan blok, maka persamaan sekular pecah menjadi dua


atau lebih persamaan sekular yang lebih kecil, dan himpunan
persamaan simultan (9-84) untuk koefisien ci pecah menjadi dua atau
lebih himpunan persamaan simultan yang lebih kecil

Perturbasi pada helium tereksitasi


Tingkat eksitasi tak terperturbasi yang terendah mempunyai n1=1 dan

n2=2 atau n1=2 dan n2=1, dan substitusi pada (9-48) menghasilkan : 68,03 eV (9-95)
Level n=2 untuk hidrogen adalah 4-fold degenerate karena untuk
hidrogen 2s dan 2p mempunyai energi yang sama. Jadi level energi tak
terperturbasi tereksitasi pertama adalah 8-fold degenerate

Karena level tak terperturbasinya adalah degenerate, kita harus

menyelesaikan persamaan sekularnya.


Persamaan sekular (9-86) mengasumsikan bahwa fungsi 1(0) , 2(0)

, . . . ., 8(0) adalah ortonormal. Kondisi ini ternyata dipenuhi.


Karena adalah 8 fungsi tak terperturbasi, jadi determinan sekularnya

pasti mempunyai 82=64.


Operator adalah Hermitian,