Anda di halaman 1dari 20

KEKAR

KELOMPOK 2
JAMALUDDIN
ATIKA KURNIATI
NUR FAUZIAH HASYIM
MUHAMMAD ARIF
MELA FLORENCE R.
FAUZIAH NURAINI
MUH. IRPAN KUSUMA

OUTLINE
1. Defenisi Kekar
2. Jenis-Jenis Kekar

Pengertian Kekar
Kekar adalah suatu retakan pada batuan yang
tidak/belum mengalami pergerakan. Rekahan-rekahan
dalam batuan tersebut terjadi karena tekanan atau
tarikan yang disebabkan oleh gaya yang bekerja dalam
kerak bumi, dimana pergeseran tersebut dianggap
sama sekali tidak ada. Kekar adalah jenis struktur
batuan dalam bentuk bidang pecah. Karena sifat
bidang ini memisahkan batuan menjadi bagian-bagian
terpisah, maka struktur kekar merupakan jalan atau
rongga pada batuan untuk dilalui material lain seperti
air, gas dan unsur-unsur lain yang menyertainya

Proses Terbentuknya Kekar


Seperti juga pada sesar dan perlipatan, kekar
umumnya terbentuk karena proses tektonik yang
terjadi pada suatu daerah tertentu. Dalam hal ini
kekar merupakan akibat lanjutan dan proses
pembentuk sesar atau perlipatan. Kalau kekuatan
suatu batuan (kuat tekan atau kuat tarik) tidak
sanggup lagi melawan tegangan yang ada, maka
batuan tersebut akan pecah atau retak. Jika ukuran
dari retakan tersebut besar dan terjadi pergeseran
yang besar disebut terjadi sesar, sedangkan dalam
ukuran retakan tersebut kecil (hanya sampai
beberapa meter) dan relatif tidak terjadi pergeseran
disebut sebagai kekar.

Pendeteksian Kekar
Kekar biasanya berupa rekahan-rekahan yang ada di batuan,
untuk mengidentifikasi apakah rekahan tersebut termasuk
kekar atau tidak, maka diperlukan interpretasi yaitu dengan
mencocokan ciri-ciri kenampakan kekar, biasanya
kenampakan kekar berupa rekahan lurus atau tidak lurus,
bidangnya bisa rata atupun tidak rata serta bisa berpasangan
atau tunggal dan bisa memotong fragmen batuan. Rekahan
ini biasanya dalam dan ada yang di permukaan saja
tergantung gaya yang membentuknya apakag gaya endogen
atau eksogen, selain itu kekar juga bisa terbentuk dari
lelehan magma yang ditunjukan dengan intrusi basa sampai
intermediet dengan ciri-ciri membentuk kolom-kolom.

Penentuan Umur Kekar


Ada beberapa kriteria yang dapat menentukan umur relatif suatu
kekar, yaitu :
1. Jika dijumpai kekar yang terletak di bawah bidang
ketidakselarasan mengalami perekahan akibat proses pelapukan
dan kemudian diisi oleh batuan yang terletak di atas bidang
ketidakseiarasan tersebut (batuan penindih terletak di atas
bidang ketidakselarasan), maka kekar tersebut berumur lebih tua
dari batuan penindih. Contoh batuan penindih berumur Miosen
Tengah maka kekar yang diisi oleh batuan tersebut berumur lebih
tua dari miosen Tengah.
2. Kekar berumur lebih tua dibandingkan dengan retas atau urat
(vein).
3. Kekar yang dipotong lebih tua dari pada kekar yang memotong
(azas pemotongan).
4. Pembentukan kekar gerus dan kekar tarik pada struktur lipatan
yang terletak di lengkungan maksimum terbentuk bersamaan
(berumur sama) dengain proses pembentukan lipatannya.

Jenis-jenis Kekar
Kekar Pengerutan (Shrinkage joint)

Kekar Non Tektonik


Kekar Lembaran (Sheet Joint)

Kekar Gerus (Shear Joint)

Kekar Tektonik
Kekar Tarik (Tension Joint)

Kekar Non Tektonik


Srinkage Joint (Kekar Pengkerutan)
Srinkage Joint adalah kekar yang
disebabkan karena gaya
pengerutan yang timbul akibat
pendinginan (kalau pada batuan
beku terlihat dalam bentuk
kekar tiang/kolom) atau akibat
pengeringan (seperti pada
batuan sedimen). Kekar ini
biasanya berbentuk polygonal
yang memanjang.

Srinkage Joint (Kekar Pengkerutan)

Kekar Non Tektonikk


Kekar Lembar (Sheet Joint)
Yaitu sekumpulan kekar yang kira-kira
sejajar dengan permukaan tanah. Kekar
seperti ini terjadi terutama pada batuan
beku. Sheet joint terbentuk akibat
penghilangan beban batuan yang
tererosi.
Penghilangan beban pada sheet joint
terjadi akibat :
1.Batuan beku belum benar-benar
membeku secara menyeluruh
2.Proses erosi yang dipecepat pada
bagian atas batuan beku
3.Adanya peristiwa intrusi konkordan
(sill) dangkal

Kekar Lembar (Sheet Joint)

Kekar Tektonik
Berdasarkan gaya pembentukannya kekar tektonik
dibedakan menjadi:
a)
Gaya Tekan (kompresi), dimana gaya-gaya yang
bekerja menuju ke satu titik, yaitu gaya menekan daerah
tersebut akan menghasilkan shear joint(kekar gerus). Kekar
gerus ini memiliki ciri-ciri berpasangan dapat memotong
fragmen seperti breksi dan arah tidak berubah.
b)
Gaya Tarik (tension), dimana gaya-gaya yang bekerja
meninggalkan satu titik ,yaitu gaya merenggang daerah
tersebut akan menghasilkan tension joint (kekar tarik).
Kekar ini memiliki ciri-ciri tidak lurus , terbuka, menghindari
fragmen seperti breksi dan berubah arah

Gaya Pembentuk Kekar Tektonik


Gaya Tekan (kompresi)

Gaya Tarik (tension)

Kekar Tektonik Berdasarkan Bentuknya


Kekar Sistematik
Kekar sistematik selalu dijumpai
dalam pasangan (set). Tiap
pasangan ditandai oleh arahnya
yang serba sejajar bila dilihat dari
kenampakan di atas permukaan
(belum tentu demikian pada
kenampakan vertikalnya). Kekar
sistematik umumnya mempunyai
bidang-bidang kekar yang rata atau
melengkung lemah, dan biasanya
hampir tegak lurus pada batas
litologi (bidang perlapisan)

Kekar Non Sistematik


Kekar Non Sistematik yaitu
kekar yang tidak teratur
biasanya melengkung, dapat
saling bertemu atau bersilangan
di antara kekar lainnya atau
tidak memotong kekar lainnya
dan berakhir pada bidang
perlapisan

Kekar Tektonik Berdasarkan Dimensinya


1)

2)
3)

4)

Berdasarkan pada ukurannya, kekar tektonik dibedakan


atas:Master joint yaitu kekar yang memotong melalui
sejumlah lapisan batuan atau bahkan satuan batuan dan
mempunyai ukuran bahkan ratusan meter.
Mayor joint yaitu kekar yang ukurannya lebih kecil dari
master joint, kekar ini masih bisa untuk analisis struktur.
Minor joint yaitu kekar yang uykurannya lebih kecil dari
mayor joint,ukuranya bisa sekitar beberapa meter sampai
satu inchi, kekar ini tidak bisa dipakai untuk analisis
tektonik
Mikro joint yaitu kekar yang ukurannya lebih kecil dari
minor joint, ukuranya dari 1 inchi sampai 0.5mm

Kekar Tektonik
Kekar Gerus (shear joint)
Kekar Gerus (Shear
Joint), yaitu kekar yang
terjadi akibat stress
yang cenderung
mengelincirkan bidang
satu sama lainnya yang
berdekatan.

Kekar Gerus (Shear Joint)

Kekar Tektonik
Kekar Tarik (tension joint)
Kekar Tarikan (Tensional Joint),
yaitu kekar yang terbentuk
dengan arah tegak lurus dari
gaya yang cenderung untuk
memindahkan batuan (gaya
tension). Hal ini terjadi akibat
dari stress yang cenderung
untuk membelah dengan cara
menekannya pada arah yang
berlawanan, dan akhirnya
kedua dindingnya akan saling
menjauhi.

Kekar Tarik (Tension Joint)

Terima Kasih !!!