Anda di halaman 1dari 48

PRESENTASI REFERAT

TUMOR PAYUDARA

RATU SUCI ANGGRAINI H


030.10.232
RSUD KOTA BEKASI
ratusucia@gmai.com

December 16, 2014

Anatomi

ratusucia@gmai.com

December 16, 2014

Batas-batas payudara
Batas-batas yang tampak luar:

Superior

: Iga II atau III

Inferior

: iga VI atau VII

Medial

Lateral

ratusucia@gmai.com

: pinggir sternum

: garis aksilaris anterior

December 16, 2014

Batas-batas payudara yang sesungguhnya:


Superior : hampir sampai ke klavikula
Medial

: garis tengah

Lateral

: m.latissimus dorsi

ratusucia@gmai.com

December 16, 2014

Sistem Aliran limfe

Low

Kelenjer getah
bening regional

Aksilar

Middle

Mammari
interna

Apical

Supraklavikular
ratusucia@gmai.com

December 16, 2014

Vaskularisasi payudara
Arteri

A. mammaria interna yang


memperdarahi tepi medial
glandula mammae

Rami pektoralis a.
thorakoakromialis yang
memperdarahi glandula
mammae bagian dalam
(deep surface)
A. thorakalis lateralis (a.
mammaria eksterna) yang
memperdarahi bagian
lateral payudara
ratusucia@gmai.com

December 16, 2014

Vaskularisasi payudara
Vena
Cabang cabang
perforantes v. mammaria
interna
Cabang-cabang v. Aksilari
Vena-vena kecil yang
bermuara pada
v.interkostalis

ratusucia@gmai.com

December 16, 2014

Innervesi Payudara
-nervus pektoralis yang
menginervasi muskulus
pektoralis mayor dan minor,
-nervus torakodorsalis yang
menginervasi muskulus
latissimus dorsi

-nervus torakalis longus


yang menginervasi
muskulus serratus anterior
ratusucia@gmai.com

December 16, 2014

TINJAUAN PUSTAKA
Jinak
Tumor
Payudara

Ganas
ratusucia@gmai.com

December 16, 2014

Tumor Jinak
Fibrokistik

Fibroadenoma

Papiloma
intraduktus

Kista

Galaktokel

Mastitis
plasma

Nekrosis
lemak

ratusucia@gmai.com

Tumor filoides

10

December 16, 2014

Fibrokistik

Usia 25-50 tahun (>50%)


Benjolan biasanya bilateral, multiple, keras,
tidak berbatas tegas, konsistensi kenyal dan
dapat pula kistik, terdapat penebalan, dan
rasa nyeri selama periode menstruasi.
Terapi dapat berupa medikamentosa atau
operatif

ratusucia@gmai.com

11

December 16, 2014

Fibroadenoma

Usia 20-30 tahun,


massa padat
kenyal,bentuk
bulat lonjong,
berbatas tegas,
mobile dan tidak
nyeri

ratusucia@gmai.com

12

December 16, 2014

Papiloma intraduktus

Usia 35-55 tahun


Lesi jinak yang berasal dari duktus laktiferus
dan 75% tumbuh di bawah areola mamma ini
memberikan gejala berupa rasa tidak
nyaman, nyeri dan bloody nipple discharge
Terapi berupa konservatif dan Incisi kecil
pada sekitar putting
ratusucia@gmai.com

13

December 16, 2014

Kista

-Usia 45-52 tahun


-Kista dapat diklasifikasikan
menjadi simplex dan kompleks

ratusucia@gmai.com

14

December 16, 2014

Galaktokel

Tersumbatnya duktus
lactiferus
biasanya galaktokel tampak
rata, benjolan dapat
digerakkan dan keras.
ratusucia@gmai.com

15

December 16, 2014

Mastitis sel plasma

lesi ini merupakan radang


subakut yang didapat
pada sistem duktus yang
dimulai dibawah areola
Ditemukkan tanda radang
lengkap dan abses

ratusucia@gmai.com

16

December 16, 2014

Nekrosis lemak
Akibat trauma sehingga jaringan payudara yang berlemak
rusak
Teraba massa keras yang sering agak nyeri, tetapi tidak
membesar
Tumor filodes
Umumnya terjadi pada dekade 5 atau 6
Terjadi pertumbuhan berlebih dari jaringan fibrokonektif
,Jarang terjadi bilateral,mirip dengan FAM
Terapi dengan eksisi lokal dengan batas jaringan payudara
sekitar
ratusucia@gmai.com

17

December 16, 2014

Tumor Jinak

ratusucia@gmai.com

18

December 16, 2014

CA MAMMAE

Definisi

Epidemiologi

ratusucia@gmai.com

19

December 16, 2014

Faktor Resiko
Usia

Menarche
dan
menopause

Obesitas

Riwayat
menderita
kanker

Faktor diet

Paritas dan
fertilasi

Riwayat
keluarga

Hormonal

Radiasi

ratusucia@gmai.com

20

December 16, 2014

Gejala klinis
Massa tumor
Kebanyakan di
kuadran lateral
atas
konsistensi keras,
batas tidak tegas,
permukaan tidak
licin, mobilitas
Massa cenderung
membesar
bertahap, dalam
beberapa bulan
bertambah besar
secara jelas

ratusucia@gmai.com

Perubahan
papilla mamae

Perubahan kulit
Tanda lesung
Perubahan kulit
jeruk (peau d
orange):
Nodul satelit kulit
Invasi, ulserasi
kulit
Perubahan
inflamatorik

Retraksi, distorsi
papilla mamae
Secret papilar
Perubahan
eksematoid

21

Pembesaran
kelenjar limfe
regional
pembesaran
kelenjar limfe
aksila ipsilateral
dapat soliter atau
multipel, pada
awalnya mobile,
kemudian dapat
saling
berkoalesensi
atau adhesi
dengan jaringan
sekitarnya

December 16, 2014

Gejala klinis
ratusucia@gmai.com

22

December 16, 2014

Diagnosis

Anamnesis

ratusucia@gmai.com

Pemeriksaan
fisik

23

Pemeriksaan
penunjang

December 16, 2014

Pemeriksaan fisik
Keadaan Umum
Status Generalis
Status lokalis
Inspeksi dan Palpasi mammae
Pemeriksaan kelenjar getah bening regional ( Aksila&
Supra dan Infra klavikula )

ratusucia@gmai.com

24

December 16, 2014

Pemeriksaan fisik

ratusucia@gmai.com

25

December 16, 2014

Pemeriksaan penunjang

Mamografi
ratusucia@gmai.com

26

December 16, 2014

Pemeriksaan penunjang

USG
ratusucia@gmai.com

Sitologi
27

December 16, 2014

Pemeriksaan penunjang
Foto thorak

Pemeriksaan histopatologi jaringan (gold standard)


Pemeriksaan penanda tumor (tumor marker) dan
imunohistokimia
Pemeriksaan Laboratorium

ratusucia@gmai.com

28

December 16, 2014

Penyebaran Ca Mammae

Melalui sistem vena


yaitu V. mammaria
interna kanker
payudara dapat
bermetastasis ke
paru-paru, vertebra,
dan organ-organ lain

Metastasis melalui
sistem limfe
KGB sentral (central
nodes) merupakan
KGB aksila yang
paling sering (90%)

Metastasis melalui
sistem vena

ratusucia@gmai.com

29

December 16, 2014

Stadium klinis
TNM Stagging
Gradasi histologis (G)
Gx

: grading tidak dapat dinilai

GI

: low grade

G2

: intermediate grade

G3

: high grade

ratusucia@gmai.com

30

December 16, 2014

Stagging Ca Mammae
Tumor primer (T)
Tx Tumor primer
tidak dapat ditentukan
T0 Tidak terbukti
adanya tumor
Tis Carcinoma in situ
T1 Ukuran terbesar
tumor 2 cm
T2 Ukuran terbesar
tumor 2 cm tetapi
tidak melebihi 5 cm
T3 Ukuran terbesar
tumor 5 cm
T4 Tumor dengan
ukuran berapapun
dengan ekstensi
langsung terhadap
dinding dada atau kulit
ratusucia@gmai.com

KGB Regional (N)


Nx KGB regional
tidak dapat dinilai
N0 Tidak ada
metastasis ke KGB
N1 Metastasis ke
KGB axillaris ipsilateral,
dapat digerakan
N2 Metastasis ke
KGB axillaris
ipsilateral, melekat
terhadap KGB atau
struktur lain
N3 Metastasis ke
KGB mammae internal,
ipsilateral

31

Metastasis jauh (M)


Mx Adanya
metastasis jauh tidak
dapat diperkirakan
M0 Tidak ada
metastasis jauh
M1 Ada metastasis
jauh (metastasis ke
KGB supraclavicular
ipsilateral)

December 16, 2014

Stadium klinis kanker payudara


Stadium

0
I

Tis
T1
T0

N0
N0
N1

M0
M0
M0

IIA

T1

N1

M0

T2
T2

N0
N1

M0
M0

T3
T0

N0
N2

M0
M0

T1

N2

M0

T2

N2

M0

T3
T4

N1,N2
Setiap N

M0
M0

Setiap T

N3

M0

Setiap T

Setiap N

M1

IIB

IIIA

IIIB
IV
ratusucia@gmai.com

32

December 16, 2014

Stadium klinis kanker payudara

Stage 2a

Stage 1

Stage 2b
ratusucia@gmai.com

33

December 16, 2014

Stadium klinis kanker payudara

Stage 3b

Stage 3a

ratusucia@gmai.com

34

Stage 4

December 16, 2014

Penatalaksanaan

Terapi
bedah

ratusucia@gmai.com

Radioterapi

Kemoterapi

35

Hormonal

December 16, 2014

Terapi bedah
Pasien yang pada awal terapi termasuk stadium 0, I, II dan sebagian
stadium III disebut kanker mammae operabel. Pola operasi yang
sering dipakai adalah

ratusucia@gmai.com

36

December 16, 2014

Mastektomi radikal
Reseksinya mencakup kulit
berjarak minimal 3 cm dari
tumor dilakukan pengangkatan
seluruh jaringan payudara
beserta tumor, nipple areola
komplek, kulit diatas tumor, otot
pektoralis mayor dan minor
serta diseksi aksila level I-III.

ratusucia@gmai.com

37

December 16, 2014

Mastektomi radikal modifikasi


Operasi pengangkatan seluruh
jaringan payudara beserta tumor,
nipple areola kompleks, kulit di
atas tumor dan fascia pectoral
serta diseksi aksila level I-II, tapi
mempertahankan m. Pektoralis
mayor dan minor (model
Auchincloss) atau
mempertahankan m. Pektoralis
mayor, mereseksi m. Pektoralis
minor

ratusucia@gmai.com

38

December 16, 2014

Simpel masektomi

Pada mastektomi simpel


dilakukan pengangkatan
payudara saja tanpa
mengangkat limfonodus
atau otot. Pembesaran
KGB aksila dirawat dengan
radioterapi.
Simple masectomy

ratusucia@gmai.com

39

December 16, 2014

Breast conserving surgery (BCS)


BCS merupakan satu paket
yang terdiri dari tiga tindakan
yaitu pengangkatan tumor
(lumpektomi luas atau
tumorektomi atau
segmentektomi atau
kuadrantektomi) ditambah
diseksi kelenjar aksila dan
radioterapi pada sisa payudara
tersebut.

Breast Conservative
Surgery (Lumpectomy)
ratusucia@gmai.com

40

December 16, 2014

Tatalaksana
Radioterapi
murni kuratif

Radioterapi
adjuvan

Radioterapi

Radioterapi
paliatif
ratusucia@gmai.com

41

December 16, 2014

Tatalaksana
Kemoterapi

Terapi ini terutama diberikan pada kanker payudara yang sudah


lanjut, bersifat paliatif, tetapi dapat pula diberikan pada kanker
payudara yang sudah dilakukan operasi mastektomi, bersifat
terapi ajuvant.

Terapi hormonal

Terapi utama pada stadium IV disamping kemoterapi


premenopause terapi hormonal berupa terapi ablasi
postmenopause terapi hormonal berupa pemberian obat anti
estrogen
1-5 tahun menopause, jenis terapi hormonal tergantung dari
aktivitas efek estrogen

ratusucia@gmai.com

42

December 16, 2014

Prognosis

Prognosis kanker payudara berdasarkan stadium klinik


Stadium Klinik

ratusucia@gmai.com

5 tahun (%) 10 tahun (%)

> 90

90

80

65

II

60

45

IIIA

50

40

IIIB

35

20

IV

10

43

December 16, 2014

Prognosis

Prognosis kanker payudara


berdasarkan ukuran tumor

Prognosis kanker payudara


berdasarkan keterlibatan
histologik KGB aksila

KGBaksila 5tahun(%) 10tahun(%)

Ukurantumor(cm) 10tahun(%)

Tidakada

80

65

<1

80

1-3KGB

65

40

3-4

55

>3KGB

30

15

5-7,5

45

ratusucia@gmai.com

44

December 16, 2014

Screening dan deteksi awal Ca Mammae

Periksa payudara
sendiri (SADARI)
atau breast-self
examination

ratusucia@gmai.com

Pemeriksaan oleh
tenaga kesehatan
atau clinical
breast
examination

45

Mammografi

December 16, 2014

Pemeriksaan
SADARI

ratusucia@gmai.com

46

December 16, 2014

Daftar pustaka
1.

Manuaba, Tjakra W. Payudara. R. Sjamsuhidajat dan Wim de Jong (editor). Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi
Kedua. EGC. 2004. Hlm: 387-402.

2.

Pierce A. Grace n Neil R. Borley, At a Glance, ilmu bedah. Edisi III. Penerbit Erlangga, Jakarta. 2006.
Halaman: 130-131

3.

Ramli, Muchlis. Kanker Payudara. Soelarto Reksoprodjo dkk (editor). Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. Edisi
Pertama. Binarupa Aksara. Hlm: 322-341.

4.

Asrul. Hubungan antara Besar Tumor dan Tipe Histologi Kanker Payudara dengan Adanya Metastase
pada Kelenjar Getah Bening Aksila. Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.
2003. Available from: http://www.usu.ac.id.

5.

Harianto, Mutiara R, Surachmat H. Risiko Penggunaan Pil Kontrasepsi Kombinasi Terhadap Kejadian
Kanker Payudara pada Reseptor KB di Perjan RS. Dr. Cipto Mangunkusumo. Majalah Ilmu Kefarmasian,
2005;II(1)April:84-99.

6.

Asrul. Hubungan antara Besar Tumor dan Tipe Histologi Kanker Payudara dengan Adanya Metastase
pada Kelenjar Getah Bening Aksila. Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.
2003. Available from: http://www.usu.ac.id.

7.

World Health Organization. Breast cancer : Prevention and Control .2009. Available from : www.who.int.

8.

Desen W, ed. Buku Ajar Onkologi Klinis Edisi 2. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia; 2008.h. 366-82.

9.
American Cancer Society . Detailed Guide : Breast Cancer . 2009. Available from : www.acs.org.
ratusucia@gmai.com
47
December 16, 2014

ratusucia@gmai.com

48

December 16, 2014