Anda di halaman 1dari 42

Dr.

Rina Masadah, SpPA, DFM, MPhil

KECELAKAAN PESAWAT LION AIR


ADI SOEMARMO SURAKARTA
30 NOVEMBER 2004

BOM JW-MARIOTT HOTEL JAKARTA 3 OKTOBER 2004

IDENTIFIKASI FORENSIK
IDENTIFIKASI : PENENTUAN ATAU

PEMASTIAN IDENTITAS ORANG YANG


HIDUP MAUPUN MATI, BERDASARKAN
BEBERAPA CIRI KHAS YANG TERDAPAT
PADA ORANG TERSEBUT.
BERTUJUAN MEMBANTU PENYIDIK DALAM
MENENTUKAN IDENTITAS DEMI
KEPENTINGAN PERADILAN.
DIGUNAKAN ANTARA LAIN PADA : JENAZAH
TIDAK DIKENAL, JENAZAH TELAH
MEMBUSUK, RUSAK, HANGUS
TERBAKAR,KECELAKAAN MASSAL,
BENCANA ALAM, PENCULIKAN ANAK, BAYI
TERTUKAR, DLL.

METODE IDENTIFIKASI :
METODE VISUAL
PAKAIAN
PERHIASAN
DOKUMEN
MEDIS
GIGI
SIDIK JARI
SEROLOGI
EKSKLUSI

METODE VISUAL
SIFATNYA SEDERHANA, SYARATNYA

BILA KEADAAN TUBUH DAN WAJAH


KORBAN MASIH BAIK/BELUM
BUSUK.
PERLU DIPERHATIKAN FAKTOR
PSIKOLOGIS, EMOSI, LATAR
BELAKANG PENDIDIKAN, SUGESTI
PENYIDIK.

PAKAIAN
JENIS PAKAIAN
BAHAN YANG DIPAKAI

MODE SERTA TULISAN/MERK

PERHIASAN
BERUPA ANTING-ANTING,
KALUNG, GELANG SERTA

CINCIN
PERHATIKAN JIKA PADA
PERHIASAN TERSEBUT
TERDAPAT INISIAL

DOKUMEN
KARTU PENDUDUK
SIM

PASPOR
KARTU GOLONGAN DARAH

KUITANSI PEMBAYARAN / TIKET

MEDIS
BENTUK TUBUH
TINGGI DAN BERAT BADAN
CACAT TUBUH/KELAINAN BAWAAN

JARINGAN PARUT/BEKAS OPERASI


TATTO

PEMERIKSAAN RADIOLOGI UNTUK

MENGETAHUI KEADAAN SUTURA,


BEKAS PATAH TULANG.

CIRI TUBUH
JENIS KELAMIN
UMUR
WARNA KULIT & PENAMPILAN UMUM
RAMBUT DAN DISTRIBUSINYA
TINGGI BADAN
DEFORMITAS
BEKAS LUKA, TATTO
SIDIK JARI

CONTOH
CIRI CIRI KHUSUS PELAKU

1. BATAS RAMBUT BERBENTUK


SEGITIGA.

2. JARINGAN PARUT PADA


KANAN.

DAHI

3. TAHI LALAT PADA LEHER


KANAN.
4. BENTUK JANGGUT YG

KHAS.

5. TAMBALAN PADA GIGI GRAHAM


DUA KANAN.

JENIS KELAMIN
PENENTUAN JENIS KELAMIN PADA

RANGKA PANGGUL, TENGKORAK,


TULANG DADA, TULANG PANJANG.
PENENTUAN JENIS KELAMIN
SECARA HISTOLOGIK

SIDIK JARI
TIDAK ADA DUA ORANG YANG

PUNYA SIDIK JARI SAMA


PEMERIKSAAN TERPENTING :
BERSIFAT KHUSUS, DAPAT
DILAKUKAN SECARA MASSAL,
MURAH.

GAMBAR BEBERAPA TIPE SIDIK JARI MANUSIA

PEMERIKSAAN GIGI
MEMPUNYAI NILAI PENTING : TIDAK

ADA GIGI ATAU RAHANG YANG IDENTIK


PADA DUA ORANG YANG BERBEDA.
DAPAT MENGGANTIKAN PEMERIKSAAN
SIDIK JARI PADA MAYAT YANG TELAH
BUSUK.
KETERBATASAN : BELUM MERATANYA
SARANA, DENTAL RECORD, TERMASUK
PEMERIKSAAN MEWAH BAGI
KEBANYAKAN ORANG.

RAMBUT
RAMBUT MANUSIA TIDAK UNIK, LAIN HALNYA

DENGAN SIDIK JARI.


CUKUP BERARTI DALAM IDENTIFIKASI, KARENA
RAMBUT TAHAN TERHADAP PROSES PEMBUSUKAN
BILA MEMANG RAMBUT, RAMBUT MANUSIA ATAU
BUKAN
BILA RAMBUT MANUSIA, DARI BAGIAN MANA
APAKAH RAMBUT PRIA/WANITA
RAMBUT TERLEPAS ALAMIAH/DIPAKSA
BILA TERPOTONG, APAKAH DENGAN BENDA
TUMPUL/TAJAM
PERKIRAAN UMUR SI PEMILIK RAMBUT

IDENTIFIKASI PADA KERANGKA


BERTUJUAN MEMBUKTIKAN BAHWA

KERANGKA TERSEBUT ADALAH KERANGKA


MANUSIA, RAS, JENIS KELAMIN, PERKIRAAN
UMUR, TINGGI BADAN, CIRI-CIRI KHUSUS,
TANDA-TANDA KEKERASAN, DLL.
PERKIRAAN SAAT KEMATIAN DENGAN
MEMPERHATIKAN KEKERINGAN TULANG
METODE SUPERIMPOSISI : MENUMPUKKAN
FOTO RONTGEN TULANG TENGKORAK DI ATAS
FOTO WAJAH YANG DIBUAT BERUKURAN SAMA
DAN DIAMBIL DARI SUDUT PEMOTRETAN
YANG SAMA. DENGAN DEMIKIAN DICARI
ADANYA TITIK-TITIK PERSAMAAN.

GAMBAR PEMERIKSAAN PADA TULANG TENGKORAK


UNTUK IDENTIFIKASI

METODE EKSKLUSI
DIPAKAI PADA KASUS KECELAKAAN MASSAL,
MIS PESAWAT JATUH, TABRAKAN KERETA,
DLL.
BILA DARI SEKIAN BANYAK KORBAN TINGGAL
SATU YANG BELUM DAPAT DIKENALI,
DENGAN BANTUAN DAFTAR KORBAN DAPAT
DIKETAHUI SIAPA NAMA KORBAN TERSEBUT,
YAITU DARI DAFTAR PENUMPANG YANG ADA
DIKURANGI KORBAN LAIN YANG SUDAH
DIKETAHUI IDENTITASNYA.

KASUS MUTILASI
BERTUJUAN UNTUK MENENTUKAN APAKAH
POTONGAN BERASAL DARI
MANUSIA/BINATANG.
BILA MANUSIA, APAKAH BERASAL DARI SATU
TUBUH
PEMASTIAN BAHWA POTONGAN BERASAL
DARI MANUSIA MELALUI PEMERIKSAAN
JARINGAN MAKROSKOPIK/MIKROSKOPIK DAN
PEMERIKSAAN SEROLOGIK BERUPA REAKSI
ANTIGEN-ANTIBODI (REAKSI PRESIPITIN)
PENENTUAN JENIS KELAMIN, RAS, UMUR.

SEROLOGI
PENENTUAN GOLONGAN DARAH :

DARI DALAM TUBUH, BERCAK


DARAH PADA PAKAIAN, DLL.
BERGUNA TERUTAMA PADA KASUS
PERKOSAAN, TABRAK LARI, SERTA
KASUS BAYI TERTUKAR,
PEMBUNUHAN.

PEMERIKSAAN DARAH FORENSIK


DIANTARA BERBAGAI CAIRAN TUBUH,
DARAH YANG PALING PENTING KARENA
MERUPAKAN CAIRAN BIOLOGIK DENGAN
SIFAT-SIFAT POTENSIAL LEBIH SPESIFIK
UNTUK GOLONGAN MANUSIA TERTENTU.
TUJUAN PEMERIKSAAN : MEMBANTU
IDENTIFIKASI PEMILIK DARAH TERSEBUT
DENGAN MEMBANDINGKAN BERCAK
DARAH DI TKP DENGAN DARAH KORBAN
ATAU DARAH PELAKU KEJAHATAN.

PENENTUAN BERCAK DARAH


PEMERIKSAAN MIKROSKOPIK
PEMERIKSAAN KIMIAWI

(MIS.TOLUIDIN BLUE TEST)


PEMERIKSAAN SPEKTROSKOPIK

PEMERIKSAAN MIKROSKOPIK
UNTUK MELIHAT MORFOLOGIK SEL-SEL

DARAH MERAH
HANYA BISA MENENTUKAN KELAS DAN
BUKAN SPESIES ASAL DARAH TERSEBUT.
KLAS MAMALIA : ERITROSIT
BERBENTUK CAKRAM DAN TIDAK
BERINTI. KLAS LAIN BERBENTUK
OVAL/ELIPS DAN BERINTI.

PEMERIKSAAN KIMIAWI DARAH


DILAKUKAN JIKA PEMERIKSAAN

MIKROSKOPIK TIDAK MEMUNGKINKAN


TERBAGI ATAS TES PENDAHULUAN DAN
TES PENENTUAN
TES PENDAHULUAN : TES BENZIDINE,
TES LUMINOL
TES PENENTUAN : TES TEICHMAN, TES
TAKAYAMA, TES WAGENAAR

GAMBAR BEBERAPA KEMUNGKINAN HASIL


PEMERIKSAAN GOLDA SISTEM A-B-O

PEMERIKSAAN CAIRAN SEMEN


(MANI)
Mikroskopis; untuk melihat motilitas
sperma dan morfologi sperma.
Kimiawi; RX Asam fosfatase sebagai
tes penyaring, Rx Florence pada kasus
azoospermia, dan Rx Berberio utk
menentukan adanya sperma dalam
semen.
Pemeriksaan bercak mani pada
pakaian.

Contoh bercak darah di TKP

DNA PROFILING
DNA MERUPAKAN MOLEKUL YANG SANGAT

PANJANG YANG DITEMUKAN DI DALAM


NUKLEUS SETIAP SEL.
DNA TIAP ORANG UNIK.
DNA PROFILING MERUPAKAN SUATU
PERALATAN BIOLOGI YANG MENGIJINKAN
ILMUWAN UNTUK MEMBANDINGKAN CONTOH
DNA MATERIAL

DNA identification is used to identify the biological

relations among individuals within family by comparing


their DNA patterns

Some applications of DNA tests :


Paternity test
Maternity test
Differentiation of identical twins and non-identical twins
Forensic case by comparing suspect and evidence materials
Historical / anthropological investigations
Mass disasters by body parts reconstructions materials
For military needs
Prisoner DNA databases

Almost all biological materials can be used


for DNA testing

Sample processing strategies


Samples from CSI,
maternity and
paternity test
Multiplex PCR
Amplification of STR
sites

PCR product
separations and
detections
(STR Alleles)

Quality Assurance and


Quality Control (Police
and ISFG)

DNA
quantification

Samples
genotype
determinations

Case report using Probability Random


Match

Preservation
Storage
Transportation
DNA
extraction

Samples genotype is
compared with control
samples

If match (+), the DNA


profiles is compared
with population
database

DNA Identification methods


Paternity/Maternity test
DNA pattern analysis by using STR (short
tandem repeat) sites
STR is DNA locus that consist of 2-6 nt
repeats. This repeated nt locus is very variable
in human genome (number and types)
DNA identification using STR is one of the very
sensitive test because the STR sites have a
high variable among STR locus or among
individuals
Fluorescence label sample

7 repeats

8 repeats

The Paternity test results


Allele variations is reported as the copy number of
nucleotide copy unit repeat of 13 STR loci

Suspected father

Biological mother

Child
Mother

Suspected
father

Child
D21S11 D18S51 FGA

13 Loci
STR

Terduga Ayah

Anak

Ibu Biologis

Alel-1

Alel-2

Alel-1

Alel-2

Alel-1

Alel-2

TPOX

11

11

11

D3S1358

15

17

15

17

15

16

FGA

27

27

22

27

21

22

D5S818

13

13

11

13

11

12

CSF1PO

12

14

12

12

12

12

D7S820

11

11

11

11

11

12

D8S1179

10

14

14

16

12

16

TH01

vWA

15

17

15

18

18

18

D13S317

11

12

D16S539

12

12

12

10

D18S51

15

19

17

19

15

17

D21S11

29

29

29

33.2

29

33.2

amelogenin

The Paternity test results

The results showed that 13 loci of STR sites


profile of the suspected father is match with
the paternal alelle of the child.
Conclusions: the probability of suspected
father is the biological father of the child is >
99.99%, so the suspected father can not be
excluded from the probability of the biological
father

Mitochondrial DNA as a marker in forensic medicine


mtDNA is the human genome out
side the nucleus. It is double
stranded DNA and circle shape.
MtDNA is maternal inherited
results in no recombinant of the
DNA. It can be used to identify the
DNA maternity inheritance
There is a non coding region (no
protein coding) : D-loop area. This
region is used as the DNA forensic
markers because it is very variable
among individuals so that capable
to discriminate with high sensitive

The Maternity test results


Single Nucleotide Polymorphism
HVR-1

Child
(G129A)

303-315

sampel

16129
16209
16223
16233
16252
150
195
199
263

Mother
(G129A)

HVR-2

crs

G T C A A C T T A 7CT5C

Ibu

A . T . . T . C G 7CT6C

Anak A . T . . T . C G 7CT6C
Father
(129G)

Ayah . C T G C . C . G 8CT6C

The Maternity test results


The SNPs variation of HVR1 and HVR2 of the D-loop
mtDNA mother is identical with the child.

This data showed that mtDNA of the child is


inherited from the mother

The Paternity Y-STR test


The

Y chromosome is inherited
completely from a father only to the sons
The Y chromosome which inherited from
father to sons is stable and unchanged
in some generations
A man who has relation from his father
will have a same/similar Y-STR profiles.
On the contrary, a man who has not
relation will have a different Y-STR
profiles

rinamasadah@yahoo.com