Anda di halaman 1dari 40

SKENARIO 1

Kelompok B 11
Ketua

: Rezki Ramadhan

(1102013247)

Sekertaris : Reynaldi Fattah Zakaria

(1102013246)

Anggota

(1102012243)

: Rhea Renata
Rezky Dwiputra Fellany

(1102013248)

Rian Nurdiansyah

(1102013249)

Riesha Amanda Fitria

(1102013250)

Rindayu Yusticia Indira P

(1102013251)

Risa Aprilliani

(1102013252)

Rizka Kurnia Gemilang

(1102013253)

Rizki Fauzi

(1102013254)

Sulit Menggerakkan Sendi Siku


Seorang laki-laki 45 tahun, datang ke RSUD dengan keluhan terdapat benjolan disiku
kanan sejak 2 bulan ini. Benjolan dirasakan nyeri dan berdenyut serta mengganggu
rentang gerak (range of movement / ROM). Riwayat pernah bengkak kemerahan pada
metatarsophalangeal I dialami 5 bulan yang lalu dan berkurang setelah meminum
obat anti nyeri. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tophus pada sekitar olecranon
bentuk bulat dengan diameter 8 cm. Hasil pemeriksaan laboratorium didapati
hyperurecemia. Dokter memberikan nonsteroid anti inflamasi drug (NSAID) dan
uricosuric pada pasien tersebut disarankan untuk dilakukan pemeriksaan radiologi.

LI. 1. Mahasiswa Mampu Memahami dan


Menjelaskan Persendian
LO 1. 1. Definisi

Sistem muskuloskeletal pada manusia terdiri dari tulang, otot dan persendian
(dibantuoleh tendon, ligamen dan tulang rawan). Sistem ini memungkinkan Anda
untuk duduk,berdiri, berjalan atau melakukan kegiatan lainnya dalam kehidupan
sehari-hari. Selainsebagai penunjang dan pembentuk tubuh, tulang juga berfungsi
sebagai pelindung organ dalam. Tempat pertemuan 2 tulang adalah persendian, yang
berperan dalam mempertahankan kelenturan kerangka tubuh. Tanpa persendian,
Anda tidak mungkin bisa melakukan berbagai gerakan. Sedangkan yang berfungsi
menarik tulang pada saat Anda bergerak adalah otot, yang merupakan jaringan
elastik yang kuat.

LO 1. 2. Klasifikasi

Ekstremitas
Atas

Articulatio
Glenohumeralis

Articulatio Cubiti
(Articulatio humero
ulnaris & art.
Humeroradialis)

Articulatio Radio
ulnaris Proximalis

Articulatio Radio
Ulnaris distalis

Articulatio
Radiocarpalis

Articulatio
carpometacarpal
es

Articulatio
carpometacarp
ales I

Articulationes
interphalangealis
Articulationes
interphalangealis

Articulatio
carpometacarp
ales II

Articulatio
Metacarpophalan
gealis

Art.
Metacarpophal
angealis I

Art.
Metacarpophal
angealis II
sampai V

Ekstremitas
Bawah
Articulatio
inferioris liberi
(articulatio
coxae)

Articulatio
genus

Articulatio
tibio fibularis

Articulatio
talocalcanea

Articulatio
talocrulalis

Articulatio
talocalcaneon
avicularis

Articulatio
Pedis

Articulatio
calcaneocubo
idea

Articulatio
tarsometatar
sales

Articulatio
Metatarsoph
alangeales

Articulationes
Interphalang
eales Pedis

Klasifikasi Persendian

Klasifikasi
Persendian

Synarthrosis

Sendi peluru

Ampiarthrosis

Sendi pelana

Diarthrosis

Sendi putar

Sendi luncur

Sendi engsel

Arthroidea
(gliding)
Ginglymus
(hing)

Berdasarkan
bentuk
permukaan sendi

Pivot
(trochoidea)
Ellipsoidea
(condyloidea)
Spheroidea (a
ball and socket)

Sellaris (saddle)

Berdasarkan
sumbu gerak

Bersumbu satu

art.
Interphalanx,
art. Talocruralis.

Bersumbu dua

art.
Radiocarpalis

Bersumbu tiga

art.
Glenohumerale,
art. Coxae.

Macam macam gerak sendi


Ekstensi
Gerak meluruskan

Fleksi
Gerak menekuk, membengkok

Abduksi
Gerak menjauhi badan

Adduksi
Gerak mendekati badan

Depresi
Gerak menurunkan

Elevasi
Gerak mengangkat

Supinasi
Gerak mengadahkan tangan

Pronasi
Gerak menelungkupkan tangan

Inversi
gerak memiringkan telapak kaki ke arah dalam tubuh

Eversi
gerak memiringkan telapak kaki ke arah luar

Gerak berputar dibidang transversal, dapat berupa :

Endorotasi : gerak berputar dari lateral ke medial


Eksorotasi : gerak berputar medial ke lateral.
Laterofleksi : gerak flexi ke arah samping
Sirkumdiksi : gabungan dari gerakan rotasi fleksi, laterofleksi, dan ekstensi

Dasar dasar gerak sendi


Sistem pengungkit
(lever system)

semakin pendek lengan bawah semakin kuat untuk


mendorong, berarti lengan bawah yang pendek baik
untuk mendorong.

Sistem pengungkit II

kaki yang pendek akan lebih menguntungkan


terutama tuber calcanei yang panjang.

Sistem pengungkit III

ukuran lengan gaya tidak dapat dirubah, sebaliknya


lengan beban dapat dirubah.

1. 3. 1. Anatomi Makroskopis
Ekstremitas Superior

Ekstremitas Inferior

1. 3. 2. Mikroskopis
Sendi merupakan tempat pertemuan dua atau lebih tulang. Sendi dapat dibagi menjdai tiga tipe, yaitu :

Sendi fibrosa
Sendi kartilaginosa
Sendi synovial

Memiliki rongga sendi dan permukaannya dilapisi oleh kartilago hialin. Kapsul sendi membungkus tendon
tendon yang melintasi sendi, tidak meluas tetapi terlipat sehingga dapat bergerak penuh. Sinovium
menghasilkan cairan synovial yang berwarna kekuningan, bening tidak membeku, dan mengandung lekosit.
Asam hialuronidase bertanggung jawab atas viskositas cairan synovial dan disintesis oleh pembungkus
synovial. Cairan synovial mempunyai fungsi sebagai sumber nutrisi bagi rawan sendi. Jenis sendi synovial
adalah :

Ginglimus : fleksi dan ekstensi, monoaxis


Selaris : fleksi dan ekstensi, biaxial
Globid : fleksi dan ekstensi, rotasi sinkond multi axial
Trochoid : rotasi, mono axis
Ellipsoid : fleksi, ekstensi, lateral fleksi, sirkum fleksi, milti axis.

Secara fisiologis sendi yang dilumasi cairan synovial pada saat bergerak terjadi tekanan yang mengakibtkan
cairan bergeser ke tekanan yang lebih kecil. Sejalan dengan gerakan kedepan, ciran bergeser mendahului
beban ketika tekanan berkurang cairan kembali ke belakang.(price, 2005; Azizi, 2004)

Tulang Rawan
Hialin
Terdapat pada : permukaan sendi,
ujung sterna iga, septum nasal,
laring, cicintrakea, bronchi
Konsistensi lunak, agakelastis
Warna kebiru-biruan- Bahan dasar
homogeny

Tulang Rawan
Elastin
Terdapat pada : telinga luar, tuba auditiva, epiglotis
Warna kekuning-kuningan
Lebih fleksibel dan elastis
Bahan dasar terdapat anyaman sabut-sabut elastic
dalam berbagai arah terutama di sekitar kondrosit,
sabut ini kemudian melanjutkan diri keperikandrium
Kondrosit, tudung sel tulang rawan dan kelompok
isogen seperti pada tulang rawan hyaline

Tulang Rawan
Fibrokaritilago
Terdapat pada: discus intervetebralis, simpysis pubis,
discus inter-art
Kondrosit dan tudung sel tulang rawan seperti pada
tulang hyaline
Kelompok isogen hanya sedikit, karena bahan antar
sel agak padat
Kemungkinan sel membelah diri sedikit
Terdapat bahan sabut kolagen berbagai arah
Merupakan peralihan antara jaringan ikat fibrilair
dengan jaringan tulang rawan

Komponen komponen tulang rawan

Matriks
Komponen penting dari matriks kartilago adalah
kondronektin,sebuah makromolekul yang membantu
perlekatan kondrosit pada kolagen matriks. Matriks
kartilago yang tepat ,mengelilingi setiap kondrosit
banyak mengandung glikosaminoglikan dan sedikit
kolagen.

Perikondrium
Perikondrium adalah pembungkus tulang sendi.
Terdapat pada tulang rawan hialin dan elastis kecuali
pada tulang rawan fibrokartilago. Terdiri dari dua lapisan
: lapisan fibrosa dan lapisan khondrogenik

LO 1. 5. Kinesiologi
Pada tubuh manusia terdapat bidang khayal, yakni :
Bidang Frontal
bidang yang membagi tubuh mausia menjadi bagian
depan dan belakang, dan memiliki sumbu gerak sagital.

Bidang Sagital
membagi tubuh manusia menjadi bagian sisi kiri dan sisi
kanan serta memiliki sumbu gerak frontal.
Bidang Transversal
membagi tubuh menjadi bagian atas dan bawah, serta
memiliki sumbu gerak vertikal.

Macam macam gerak sendi

LI.2. Mahasiswa Mampu Memahami dan


Menjelaskan Asam Urat
LO 2. 1. Definisi

Yang dimaksud dengan asam urat adalah sisa metabolisme zat purin yang berasal
dari makanan yang kita konsumsi. Ini juga merupakan produk samping dari
pemecahan sel-sel yang sudah tua dalam sel darah. Senyawa turunan purimina ini
memiliki rumus kimia C5H4N4O3. Berwarna kristal putih, dan memiliki massa molar
168 g/mol. Nama lain dari asam urat adalah 2,6,8 Tryoxinepurine dandengan nama
IUPAC 7,9-dyhidro-1H-Purine-2,6,8(3H)-tritone. Asam urat bersifat sebagai asam
lemak.
Kadar normal:
Pria = 3.5 7 mg/dl
Wanita = 2.6 6 mg/dl

LO 2. 2. Metabolisme

Secara alamiah, purin terdapat dalam tubuh. Tubuh menyediakan 85%


senyawa purin untuk kebutuhan setiap hari. Artinya kebutuhan purin dari
makanan hanya 15%. Konsumsi alkohol, telur, ikan sarden, dan jeroan-hati,
jantung, babat, limpa-meningkatkan kadar asam urat. Itu akibat kerja enzim
Hipoksantin untuk mengolah purin kian berat. Akibatnya banyak sisa asam
urat di dalam darah, berbentuk butiran, dan mengumpul di sekitar sendi
sehingga menimbulkan nyeri. Asam urat berlebih berpadu dengan natrium
dan membentuk kristal natrium urat.

Katabolisme Purin

Peningkatan kadar asam urat serum dapat disebabkan oleh pembentukan berlebihan
atau penurunan eksresi asam urat, ataupun keduanya. Asam urata dalah produk akhir
metabolisme purin. Pada penyakit gout-arthritis, terdapat gangguan kesetimbangan
metabolism (pembentukan dan ekskresi) dari asam urat tersebut, meliputi:
1. Penurunan ekskresi asam urat secara idiopatik
2. Penurunan eksreksi asam urat sekunder, misalnya karena gagal ginjal
3. Peningkatan produksi asam urat, misalnya disebabkan oleh tumor (yang
meningkatkan cellular turnover ) atau peningkatan sintesis purin (karena defek
enzim-enzim atau mekanisme umpan balik inhibisi yang berperan)
4. Peningkatan asupan makanan yang mengandung purin

Peningkatan produksi atau hambatan ekskresi akan meningkatkan kadar asam urat
dalam tubuh. Asam urat ini merupakan suatu zat yang kelarutannya sangat rendah
sehingga cenderung membentuk kristal. Penimbunan asam urat paling banyak
terdapat di sendi dalam bentuk kristal mononatrium urat. Mekanismenya hingga saat
ini masih belum diketahui dengan jelas.

Adanya kristal mononatrium urat ini akan menyebabkan inflamasi melalui beberapa cara:

1. Kristal bersifat mengaktifkan sistem komplemen terutama C3a dan C5a. Komplemen ini
bersifat kemotaktik dan akan merekrut neutrofil ke jaringan (sendi dan membran sinovium).
Fagositosis terhadap kristal memicu pengeluaran radikal bebas toksik dan leukotrien,
terutama leukotrien B. Kematian neutrofil menyebabkan keluarnya enzim lisosom yang
destruktif.
2. Makrofag yang juga terekrut pada pengendapan kristal urat dalam sendiakan melakukan
aktivitas fagositosis, dan juga mengeluarkan berbagai mediator proinflamasi seperti IL-1, IL-6,
IL-8, dan TNF. Mediator-mediator ini akan memperkuat respons peradangan, di samping itu
mengaktifkan sel sinovium dan sel tulang rawan untuk menghasilkan protease. Protease ini
akan menyebabkan cedera jaringan. Penimbunan kristal urat dan serangan yang berulang
akan menyebabkan terbentuknya endapan seperti kapur putih yang disebut tofi/tofus
(tophus) ditulang rawan dan kapsul sendi. Di tempat tersebut endapan akan memicu
reaksi peradangan granulomatosa, yang ditandai dengan massa urat amorf (kristal) dikelilingi
oleh makrofag, limfosit, fibroblas, dan sel raksasa benda asing. Peradangan kronis yang
persisten dapat menyebabkan fibrosis sinovium, erosi tulang rawan, dan dapat diikuti oleh
fusi sendi (ankilosis). Tofus dapat terbentuk di tempat lain (misalnya tendon, bursa, jaringan
lunak). Pengendapan Kristal asam urat dalam tubulus ginjal dapat mengakibatkan
penyumbatan dan nefropatigout.

LI.3. Mahasiswa Mampu Memahami dan


Menjelaskan Arthritis Gout
LO 3. 1. Definisi
Suatu kondisi dimana tubuh tidak dapat mengontrol asam urat, sehingga kristal asam urat yang
berlebihan akan menumpuk di jaringan tubuh. Gout ditandai dengan peningkatan kadar asam urat
dalam tubuh dan menyebabkan inflamasi (radang) pada persendian (artritis). Gout kronik (jangka
panjang) dapat menyebabkan penumpukan asam urat didalam dan sekitar persendian,
menurunkan fungsi ginjal dan membentuk batu ginjal. Terdapat, gout :

Primer

Pembentukan asam urat tubuh berlebihan atau akibat penurunan ekskresi asam urat.

Sekunder

Pembentukan asam urat berlebihan atau ekskresi asam urat berkurang akibat proses penyakit
lain atau pemakaian obat tertentu.

Masalah timbul jika berbentuk kristal-kristal monosodium urat monohidrat pada sendi-sendi dan
jaringan sekitarnya.Kristal-kristal berbentuk jarum ini mengakibatkan reaksi peradangan yang
menimbulkan nyeri hebat. Jika tidak diobati, endapan kristal akan menyebabkan kerusakan hebat
pada sendi dan jaringan lunak.

LO 3. 2. Epidemiologi
Gout merupakan penyakit dominan pada pria dewasa. Sebagaimana
yangdisampaikan olehHippocrates bahwa gout jarang pada pria sebelum
masa remaja(adolescens) sedangkan pada perempuan jarang sebelum
menopause.Prevalensi gout bertambah dengan meningkatnya taraf hidup.Di
Indonesia belum banyak publikasiepidemiologi tentang gout.Pada tahun 1935
seorangdokter kebangsaan Belanda bernamaVan der Horst telah melaporkan
15 pasien arthritis goutdengan kecacatan (lumpuh padaanggota gerak) dari
suatu daerah di Jawa Tengah. Suatu studymendapatkan lebih dari 1%
dari populasi dengan kadar asam urat kurang dari 7 mg/100 ml pernah
mendapat serangan arthritisgout akut.

LO 3. 3. Etiologi
Penyebab timbulnya gejala artritis akut adalah reaksi inflamasi jaringan terhadap
pembentukan kristal monosium urat monohidrat.
Faktor yang mempengaruhi terjadinya Gout:
1) Umur
Umumnya pada usia pertengahan ke atas, tetapi gejala bisa lebih awal jika terdapat factor
herediter.
2) Jenis kelamin
Lebih sering terjadi pada pria dengan perbandingan 20;1
3) Iklim
Lebih banyak ditemukan pada daerah dengan suhu yang lebih tinggi.
4) Herediter
Faktor herediter dominan autosomal sangat berperan dan sebanyak 25% disertai adanya
hiperurikemi.
5) Keadaan-keadaan yang meyebabkan timbulnya hiperurikemi.

LO 3. 4. Patofisiologi

LO 3. 5. Manifestasi Klinis
Manifestasi penyakit gout terdiri dari 4 tahapan :

Tahap pertama
disebut tahap
artritis gout akut

Tahap artritis
gout interkritikal

Tahap artritis
gout akut
intermiten.

Tahap artritis
gout kronik
bertofus

LO 3. 6. Diagnosis

Pemeriksaan
laboratorium

X-Ray
CT Scan
MRI

Pemeriksaan
radiologi

LO 3. 7. Diagnosis Banding

Pseudogout

Osteoarthritis

Rheumatoid
arthritis

Infeksius
arthritis

LO 3. 8. Penatalaksanaan
NSAID
Obat antiinflamasi (anti radang) non steroid, atau yang lebih dikenal dengan
sebutan NSAID(Non Steroidal Anti-inflammatory Drugs) adalah suatu
golongan obat yang memiliki khasiat analgesik (pereda nyeri), antipiretik
(penurun panas), dan anti-inflamasi (anti radang).Istilah "non steroid"
digunakan untuk membedakan jenis obat-obatan ini dengan steroid, yang
jugamemiliki khasiat serupa

NSAID dibagi menjadi beberapa golongan yaitu :


Golongan
salisilat

Golongan asam
arilalkanoat

Golongan
profen/asam 2arilpropionat

Golongan asam
fenamat/asam narilantranilat
Golongan
turunan
pirazolidin

NSAID
Golongan
oksikam

Golongan
sulfonanilida

Golongan
penghambat cox2

Golongan lain
(licofelone dan asam
lemak omega 3).

Indikasi
Secara umum, NSAID diindikasikanuntuk merawat gejala penyakit berikut:
rheumatoidarthritis, osteoarthritis, encok akut, nyeri haid, migrain dan sakit
kepala, nyeri setelah operasi,nyeri ringan hingga sedang pada luka jaringan,
demam, ileus, dan renal colic.

Efek Samping
NSAID merupakan golongan obat yang relatif aman, namun ada 2 macam
efek sampingutama yang ditimbulkannya, yaituefek samping pada saluran
pencernaan (mual, muntah,diare, pendarahan lambung, dan dispepsia) serta
efek samping pada ginjal (penahanan garamdan cairan, dan hipertensi). Efek
samping ini tergantung pada dosis yang digunakan.Obat initidak disarankan
untuk digunakan oleh wanita hamil, terutama pada trimester ketiga.
Namun parasetamol dianggap aman digunakan oleh wanita hamil , namun
harus diminum sesuaiaturan karena dosis tinggi dapat menyebabkan
keracunan hati.

Urikosurik
Obat-obat urikosurik dapatmeningkatkan ekskresi asam urat dengan menghambat
reabsorpsiasam urat oleh tubulus ginjal.Supaya agen-agen urikosurik bekerja dengan
efektif, makadibutuhkan fungsi ginjal yang memadai. Pada keadaan ini perlu
dilakukan test fungsi ginjal(Clearence creatinin test). Pada ginjal normal nilai
clearence crealinin test adalah 115-120ml/mt.
Efek samping:

Probenesid : Efek samping probenesid yang paling sering ialahgangguan saluran


cerna, nyeri kepala dan reaksi alergi
Sulfinipirazon : gangguan cerna.
Agranulositosis.

Sulfunipirazon tidak boleh diberikan pada pasien dengan riwayat ulkus peptic.

LO 3. 9. Pencegahan

Menghindari menkomsumsi makanan berkadar purin tinggi secara berlebihan


Tidak meminum alkohol
Mengurangi kegemukan

Pengaturan Diet

Makanan yang sebaiknya dihindari adalah makanan yang banyak mengandung purin tinggi.
Penggolongan makanan berdasarkan kandungan purin:
Golongan A: Makanan yang mengandung purin tinggi (150-800 mg/100 gram makanan)
adalah hati, ginjal, otak, jantung, paru, lain-lain jeroan, udang, remis, kerang, sardin,
herring, ekstrak daging (abon, dendeng), ragi (tape), alkohol serta makanan dalam kaleng.
Golongan B: Makanan yang mengandung purin sedang (50-150 mg/100 gram makanan)
adalah ikan yang tidak termasuk golongan A, daging sapi, kerang-kerangan, kacangkacangan kering, kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur, daun singkong, daun
pepaya, kangkung.
Golongan C: Makanan yang mengandung purin lebih ringan (0-50 mg/100 gram makanan)
adalah keju, susu, telur, sayuran lain, buah-buahan.

LO 3. 10. Komplikasi

Gout
berulang

Gout
lanjutan

Batu
ginjal

LO 3. 11. Prognosis
Serangan akut gout biasanya akan berlangsung selama 3 sampai 10 hari
("Pertanyaan dan Jawaban Tentang Gout"). Pengobatan harus dimulai segera
setelah gejala muncul. Serangan kedua terjadi pada 62% individu dalam 1
tahun setelah serangan awal, pada 78% dari individu 2 tahun setelah onset
awal, dan pada 93% dari individu 10 tahun setelah serangan pertama (Miller);
Setelah serangan kedua, seumur hidup penggunaan obat untuk meningkatkan
ekskresi asam urat dan memblokir produksi asam urat biasanya efektif. Jika
tidak diobati, asam urat dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan kerusakan
sendi parah yang mungkin memerlukan pembedahan rekonstruktif dari sendi
yang terkena.